
Untung aku ingat, dan mumpung belum terlalu malam aku telpon kak Elisabeth dulu
Telpon tersambung..
" Halo Ranti, apa kabarnya, tanya Elis
Halo juga kak Elis, kabarku baik saja, bagaimana dengan Bu Gendhis ?
" Ibuku hingga saat ini baik-baik saja dan tidak pernah ke dokter lagi.
Syukurlah kalau begitu, lagi ngapain Bu Gendhis sekarang, tanya Ranti
" Kami lagi berkemas mau pindahan, kami kalah di pengadilan soal rumah ini, jadi kami sudah harus pindah, kata Elis
Terus mau pindah kemana ibu dan kak Elis, tanya Ranti
Besok saya mau cari kontrakan, mana kantor tempat kakak juga sudah mau bangkrut, jadi akhir bulan ini kakak sudah tidak akan kerja disana lagi. Kata Elis
Kenapa kantornya bisa bangkrut, tanya Ranti
Bos kakak, di tipu kawannya yang menjadi Manajer di kantor, ternyata kawannya itu, titipan lawan bisnis bos kakak. begitu kata Elis
Bergerak di bidang apa kantor kak Elis , tanya Ranti
" Ekspedisi dan logistik, jawab Elis singkat
Apa kak Elis, senang bekerja di kantor itu, tanya Ranti lagi memastikan niatnya
Kakak senang walau gaji tidak besar tapi bos kakak sangat baik dan pengertian, maka kakak betah kerja disitu, balas Elis
Menurut kak Elis, apakah perusahaan itu masih bisa bangkit lagi atau bagaimana? Tanya Ranti
Pasti bisa, hanya harus ada suntikkan dana dan merombak sistem keamanan data, sayang jika perusahaan itu tutup secara perusahaan itu sudah 30 tahun berdiri dan pengiriman barang sudah melayani seluruh kota besar di Indonesia, artinya tiap provinsi sudah ada cabang kita disana. kata Ranti
Kak Elis disana bagian apa?
Kakak disana bagian keuangan untuk saat ini, kalau dulu bagian pelayanan pengiriman uang dan dokumen.bjawab Elis
Berapa harganya bila perusahaan itu di jual, tanya Ranti
Kalau itu kakak kurang tau pasti tapi dengar - dengar dari beberapa manajer, katanya sekitar 5 triliun sudah termasuk aset 5 kantor cabang di Surabaya dan 1 kantor cabang di Jakarta.
Kalau kak Elis percaya dengan saya besok jam 8 pagi suruh bos kak Elis telpon aku, jika dia mau sekedar investasi maka aku berinvestasi tapi jika memang dia mau jual maka aku beli perusahaan itu. Kata Ranti
" Oh baiklah, pasti dia mau, tapi kalau dia maunya ketemu dengan Ranti bagaimana?
Tidak masalah besok ke rumahku jam 10.00 WIB, tapi kak Elis dan Bu Gendhis harus datang kirim alamatnya nanti supir saya akan menjemput kak Elis dan Bu Gendhis. kata Ranti.
Terimakasih dan kakak kirim alamatnya sekarang. jawab Elis
Ya sudah kak, aku istirahat dulu, bos kakak mau ketemu atau tidak, terserah dia, tapi kak Elis dan Bu Gendhis besok harus mau ke rumahku oke.
' Oke, bye.. bye..
handphone dimatikan....
Semua sudah beres mending sekarang istirahat, besok mau ketemu banyak orang, Pak Pribadi, Rendi , kak Elis dan pengurus Panti.
Perlahan-lahan Ranti mulai terlelap, dengan Raut wajah yang tenang dia pun terlelap.
Keesokan paginya seperti biasa mereka lakukan latihan Tai Chi, karena hari Sabtu mereka melakukannya hingga 2 jam, apalagi hari ini, melakukan latih tanding.
Dari mereka berempat hanya Rindu yang terlihat masih agak kaku.
Selesai aktivitas latihan, mereka langsung ke kamar masing-masing dan membersihkan diri, baru saja tiba di meja makan untuk sarapan, Ranti mendapat pesan kalau Pak Pribadi sudah jalan kearah rumah Ranti bersama Tiara dan ibunya.
Ranti mengatakan, kita sarapan bareng keluarga Tiara, mungkin 30 menit lagi sampai.
Keempat kakaknya hanya mengiyakan saja, toh belum terlalu lapar, jadi mereka putuskan hanya minum susu dan dengan sepotong Roti.
Ranti memanggil Bu Likha agar menambah porsi untuk sarapan, dan dengan segera Bu Likha memerintahkan pelayan agar memasak lagi, karena ada tamu.
Begitu juga nanti makan siang, agar masak lebih karena ada tamu yang mau makan siang.
Ranti menunggu keluarga Tiara, di teras rumah sambil menonton YouTube, seketika telponnya berdering, dari nomor yang tidak di kenal, setelah 3x berdering akhirnya Ranti mengangkat juga.
" halo, ini dengan siapa, Ranti bertanya
" halo Selamat Pagi, apa benar ini dengan Nona Ranti Putri, ? tanya si penelpon
__ADS_1
Ya, saya Ranti Putri, maaf saya berbicara dengan siapa, Ranti kembali bertanya?
” Perkenalkan nama saya Jerry William, dan saya mendapatkan nomor Nona dari Elisabeth, karyawan saya.
Tidak apa-apa, Tuan Jerry William, tadi malam, Kak Elisabeth bercerita kalau dia akan di berhentikan karena perusahaan anda dalam keadaan sulit. ucap Ranti
" ia benar Nona, sebenarnya saya tidak ingin mem PHK, sebagian karyawan tapi kondisi keuangan kami sudah berada di ambang batas kemampuan. Soal Elisabeth, kebetulan ada sepupuku ingin mempekerjakannya, jadi dia saya berhentikan agar bisa bekerja dengan sepupuku dari pihak istri saya. Kata Jerry menjawab pertanyaan Ranti
Kenapa bukan karyawan lain yang Tuan Jerry berikan ke saudara nya Tuan, tanya Ranti
" Pertama Elisabeth karyawan yang loyalitas tinggi dan juga jujur, di tempat sepupu ku gajinya lebih besar, saya tau Elisabeth sangat membutuhkan uang, jadi hanya cara mem PHK dia agar dia pindah dari perusahaan ku, agar dia bisa berkembang dan dapat uang banyak, Jerry menjelaskan alasannya.
Kita intinya saja, apakah perusahaan Tuan Jerry mau di jual atau anda mencari investor, Ranti to the point
" Kalau Nona, ingin membelinya silahkan, dan kalau Nona ingin menjadi investor juga tidak apa-apa, saya akan jual saham saya 30 % dari total saham saya 70 %, jawab Jerry
Tuan, butuh Dana berapa untuk membeli 30% saham perusahaan anda, dan jika ingin anda jual, berapa nominalnya, sebutkan saja?
" Jujur, saya tidak ingin kehilangan Perusahaan itu, tapi jika harganya pas silahkan anda membayarnya 3,5 Triliun dan jika anda ingin jadi investor dana yang harus anda 280 milyar, jawab Jerry.
Pertanyaan saya terakhir, Tuan lebih memilih mana, apa tuan ingin menjual nya atau Tuan lebih ingin ada investor? Pertanyaan Ranti yang cukup sulit bagi Jerry
" Bagaimana kalau Nona berinvestasi saja, 280 milyar untuk 30% saham saya, jawab Jerry penuh harap
" Baik saya setuju, tapi saya mengajukan 3 syarat, dan jika anda setuju maka pembicaraan kita lanjutkan, jika tidak setuju, tidak masalah dan saya akan membelinya 3 triliun, jawab Ranti bernegosiasi syarat.
Apa syarat, yang ingin Nona ajukan, tanya Jerry
2 syarat adalah permintaan dan 1 syarat berupa menjawab pertanyaan, yang harus anda jawab jujur.
syarat permintaan
Menetapkan Elizabeth sebagai Manager Keuangan, dan juga perwakilan saya.
Syarat menjawab pertanyaan
+ apa hubungan anda dengan keluarga William
Bagaimana Tuan, apakah anda menerima syarat dari saya ? tanya Ranti menekan
" Saya bersedia" menjawab untuk syarat ke tiga, " saya memang ada hubungan keluarga dengan mereka, tapi mereka tidak mengakui saya, terutama istri sah ayah saya, '" aku anak di luar nikah ayahku", itu alasan mereka tidak mengakui saya, walau bukti semua jelas, dan memang dari saya lahir hingga saat saya mau menikah 5 tahun lalu, baru Ayahku datang, dan sejak itu saya tidak pernah bertemu atau telpon.
" Oke, berarti 2 syarat diatas anda sudah menerimanya ?
Saya menerimanya, Elisabeth memang cocok di posisi itu, tapi karena jajaran direksi melihat dia hanya lulusan D3, jadi saya juga tidak bisa membantu, syarat yang kedua adalah, saat ini kita memang butuh sistem keamanan data yang kuat, hingga tidak terjadi hal-hal seperti yang sudah terjadi, makanya saya setuju jika anda ingin membuat sistem keamanan data sendiri. kata Jerry
Baik kalau begitu, hari Senin bawa semua dokumen pengalihan saham ke RPS Finance, dan ketemu dengan asisten saya Rendi. Dan percayalah kita pasti maju, perusahaan saya sangat banyak daripada pakai ekspedisi orang lain mendingan pakai punya sendiri, benar tidak Tuan.
" Sungguh luar biasa, saya sangat bersyukur atas kesempatan dan kesepakatan ini. Jujur saya ingin membalas perlakuan keluarga William yang menipu saya, lewat teman saya. Jerry William bersemangat
" Baiklah, saya ada Tamu lain yang sudah sampai di rumah saya.
" Terimakasih Nona Ranti, maaf saya tutup telponnya.
Sementara Ranti menerima telpon ternyata Pak Pribadi sudah datang dari 20 menit yang lalu.
Maaf Om, maaf Tante juga Tiara, saya lama Terima telpon nya.
" Tidak apa-apa, namanya pengusaha, kalau mau turutin, maka waktu tidak akan cukup, kata Pak Pribadi memaklumi.
" Terimakasih Om, bagaimana kalau kita sarapan dulu, baru kita ngobrol.
" hahahaha, kebetulan Om juga hanya makan roti sepotong tadi, dan sekarang lumayan sarapan gratis, " Ayo dimakan jangan sungkan -sungkan ", hahahaha Pak Pribadi berlagak tuan rumah
hahaha hahaha semua pada ketawa, lihat tingkah konyol seorang CEO
Selesai sarapan dengan suka cita, mereka semua kembali ke ruang tamu dan kebetulan Rendi dan istrinya sudah sampai, Ranti menyuruhnya langsung ke meja makan dan sarapan dulu baru nimbrung ngobrol.
__ADS_1
Om, saya punya rencana besar untuk om kerjakan, di Pertengahan Tahun depan, tepatnya saat ultahku ke 16 tahun, sebagai tanda proyek ini di mulai, tapi untuk persiapan nya kita mulai bulan Januari, menyangkut membuat desain dan master plan, serta perijinannya, ujar Ranti memulai pembicaraan.
Pak Pribadi mulai serius mendengarkan omongan Ranti
Kira-kira Ranti mau buat apa, artinya apa cita-citanya yang ingin kita kerjakan. tanya pak Pribadi
Saya ingin bangun kawasan terpadu untuk kelas menengah ke bawah, tapi dengan fasilitas lengkap seperti :
Rusunawa, ± 15 ribu unit
Sekolah berbiaya murah namun kualitas harus bagus
Pasar tradisional dengan penataan modern
Kompleks pertokoan
sarana ibadah
sarana olah raga
Klinik kesehatan umum
Klinik kesehatan ibu dan anak
Panti Asuhan
Panti jompo
Untuk saat ini, baru segitu rencana yang aku punya, Dan lahan yang tersedia sebesar 25 ribu hektare. Ujar Ranti, melanjutkan penjelasannya
" Lalu bagaimana soal anggaran yang akan kita butuhkan, tanya Pak Pribadi
Namanya membangun, pasti kita butuh anggaran, Untuk biaya awal perencanaan yang menyangkut Desain dan master plan serta perijinannya dan lain-lain, menyangkut persiapan pembangunan, untuk kebutuhan hal ini, saya punya uang 1 Triliun, jika kurang saat itu juga uang ada. Bagaimana Om ?
Saya sebagai pengusaha pasti senang mendapatkan proyek sebesar ini, dan secara kasar saya perkirakan untuk awal pembangunan fisiknya agar kita tidak ada jeda dalam pekerjaan adalah 150 triliun, lebih baik lebih daripada kurang, itu prinsip sederhana, akan tetapi bangunan yang anggaran paling besar adalah Rusun, apalagi target 15 ribu unit. penjelasan Pak Pribadi.
Justru itu tantangan buat Perusahaan Agung Jaya Konstruksi, jika ini selesai maka PT Agung Jaya Konstruksi akan terkenal. Kata Ranti memberi dorongan mental ke Pak Pribadi
Obrolan proyek bernilai puluhan hingga seratusan triliun ini di lakukan oleh 2 orang beda generasi dan lebih mengherankan adalah si pemberi proyek adalah teman sekelas anaknya.
Selain Tiara tidak ada yang tau, Dana yang tersedia untuk untuk proyek ini adalah 300 triliun cash.
Pak Pribadi, sejenak terdiam memikirkan proyek yang di tawarkan, apalagi membangun sebuah pemukiman terpadu dan pasti menghabiskan anggaran yang sangat besar. Dan menarik napas dalam-dalam Pak Pribadi menjawab,
" Perusahaan kami akan mengerjakannya dengan baik", dan tidak akan mengecewakan kamu Ranti.
" Oke, Jika Tim Om sudah mau mulai mengerjakan tahap awalnya, maka saya akan mencairkan uangnya dalam 3 Tahap, sesuai progres pengerjaannya dan sebagai saran berikan kesan hijau agar lingkungan nya lebih nyaman. kata Ranti
Itu pasti agar menunjang dalam pemasaran nantinya, apalagi fasilitas yang tersedia, seperti pasar dan sekolah itu sangat membantu para masyarakat kelas bawah dan menengah, kata Pak Pribadi.
Kalau begitu saya tunggu draft awal perencanaan maksimal 2 Minggu dari hari Senin nanti artinya awal Januari adalah waktu mematangkan rencana awal, kata Ranti.
Setengah jam berlalu setelah obrolan rencana membangun, Pak Pribadi dan keluarga meninggalkan rumah Ranti, dengan perasaan sangat senang dan bahagia, bagaimana tidak, perusahaan lain sibuk mencari proyek, tapi perusahaan pak Pribadi, justru di tawarkan proyek yang sangat besar.
Bu Likha melihat suasana majikan nya terlihat kelelahan berpikir, dia mengantarkan minuman dan cemilan, sementara keempat kakaknya terlihat sangat kagum kepada adik bungsu mereka yang mampu membahas proyek dengan orang yang sudah berpengalaman.
Bagaimana dengan Rendi yang tidak tahu alasan apa Ranti memanggilnya.
Nona Ranti, sebelumnya saya dan istri mengucapkan terimakasih atas bonus yang nona berikan dan untuk karyawan akan saya bagikan sesuai porsi jabatan mereka masing-masing. Ranti menjawab dengan cuek, " Kamu Atut saja dengan baik dan adil menurut kamu".
" Baik Nona", Rendi menjawab dengan hati-hati agar tidak salah bicara.
Ranti menghajar mental Rendi dengan sangat telak, agar kedepannya Rendi tidak melakukan kecerobohan lagi.
Rendi, bagaimana dengan situasi perusahaan kita, apa kamu sudah menata kembali semuanya, tanya Ranti dengan dingin
" Sudah Nona, semua calon klien sudah saya dan Tim verifikasi ulang dengan mengkonfrontir tindakan Darma di lapangan dan ternyata anda benar Nona, Darma mengambil kesempatan dalam kesulitan orang lain. kata Rendi jujur.
Jadi kamu sudah tahu kelalaian kamu dimana, tegas Ranti
" Sudah Nona, kedepannya saya akan lebih hati-hati, jawab Rendi merasa telah mengecewakan Ranti.
Bagus, aku peringatkan jangan terlalu mempercayai orang, apalagi orang itu sudah terbiasa hidup seperti itu. tolong kamu mengerti ucapan saya, Ranti sedikit melunak
" Maafkan saya Nona", jawab Rendi
__ADS_1