
" Bunda, siapa adik ini?, tanya gadis itu
" Dia yang menyumbang di Panti asuhan pak ustadz Fatur, ucap ibu itu
" Siapa nama kamu dek, tanya Gadis itu
" Maaf lupa, perkenalkan nama saya Ranti Putri, kelas 11 di Bintang Timur", ucap Ranti
" Kalau saya, Audrey Pradipta", jawab gadis itu yang Aubrey
"Pak Nikson, waktu saya terbatas karena sudah mendekati jam pulang sekolah, bagaimana kalau kita selesaikan sekarang, tanya Ranti
" Oke..oke, ucap Nikson".
" Mah, Nona Ranti ingin mencoba membantu menyembuhkan mamah dan Aubrey, ucap Nikson ke Istrinya.
" Mas, apakah yakin bahwa Nona Ranti bisa menyembuhkan Mama dan Aubrey, ucap istri Nikson
" Tadi mas lihat sendiri, Pak Fatur dan istrinya sembuh, fan Nona Ranti juga akan membantu Paman dan Bibi yang lagi sakit, ucap Nikson.
" Nak Ranti, mohon maaf, kenapa nak Ranti mau menolong ibu dan anak ini, tanya istri Nikson.
" Biar ibu dan kakak Aubrey bisa jalan lagi dan pak Nikson bisa maksimal membantu Paul bekerja, ucap Ranti.
" Ia mah, Mas dapat proyek pembangunan gedung di Panti Asuhan milik Pak Fatur Rahman dan akan bekerja sama dengan Pak Pribadi, ucap Nikson.
" Mas, kita harus bersyukur masih ada teman mama yang mau membantu perusahaan kita, tapi apa si manusia biadab itu tidak akan mengganggumu mas, tanya istri Nikson.
" Tidak berani mereka, Pak Pribadi punya bos yang latarbelakang nya sangat kuat, ucap Nikson.
" Syukurlah, asal mereka tidak berani menggangumu dan Paul, tapi mama kuatir Pribadi yang nanti di ganggu orang biadab itu, adik sendiri saja disingkirkan, apalagi kita mas, ucap istri Nikson.
" Mamah tenang saja, sekarang apa mama mau di obati Nona Ranti, ucap Nikson.
" Apa salahnya kita mencoba, siapa tahu berhasil, dan kalau tidak, berarti takdir mama dan Aubrey, memang seperti ini, ucap istri Nikson.
" Bu, kak Aubrey, prosesnya sangat menyakitkan, karena akan memperbaiki jaringan yang sudah lama lumpuh, dan memperbaiki keretakan tulang yang sudah menahun tidak dirawat dengan baik.
" Disini ada kesalahan dalam diagnosa, menyebabkan kesalahan pengobatan, kaki ibu dan kak Aubrey tak sepenuhnya patah, retak saja, yang seharusnya jika di tangani dokter yang baik, pasti kalian berdua hanya butuh maksimal 6 bulan sudah bisa berjalan, walau senormal waktu sebelum kecelakaan", ucap Ranti menjelaskan situasinya.
" Kalau begitu, mari kita ke kamar dan untuk prosesnya, ucap Ranti.
" Alas tikar dekat kamar mandi, tolong siapkan 2 gelas air putih biasa, perintah Ranti.
" Kak Aubrey, tidak apa-apa disini ada ayahmu, karena prosesnya hanya meninggalkan pakaian dalam, bagian bawah saja?, tanya Ranti"
" Tidak apa-apa, aku lebih tenang jika ada ayah", ucap Aubrey
" Sekarang buka pakaian kalian berdua dan berbaring lah, ucap Ranti
Terlihat ibu dan anak yang sudah pasrah berbaring, sambil menatap ke pak Nikson.
" Bu, kak Aubrey, jika ingin berteriak teriaklah sekencangnya jangan di tanya, saat sakitnya sudah tak tertahankan, tolong jaga kesadaran dan jangan membuka mata, perintah.
Ranti memberikan mereka masing-masing 1 Pill dan menyuruh mereka berdua untuk segera menelannya.
Ranti mengambil posisi dan bersiap untuk mengedarkan energi positif nya, tak lama berselang, tubuh ibu dan anak itu mulai bergerak dan bergetar, Pill yang di berikan Ranti, adalah Pill semesta, karena mereka berdua sudah sangat rusak jaringannya.
Getaran semakin kencang, terdengar suara teriakan dari mereka berdua, di barengi dengan keringat dingin bercucuran. Proses sudah berjalan 15 menit, Pak Nikson terlihat sangat cemas, melihat dan mendengar suara teriakan memilukan dari anak dan istrinya.
Teriakan demi teriakan terus menerus bergema, seiring itu juga cairan kekuningan, dan mulai kecoklatan hingga kehitaman dan di sertai aroma menyengat, mulai keluar dari tubuh kedua wanita itu.
Perlahan lahan, suara mereka sudah tidak terdengar, lalu akhirnya mereka tertidur.
" Pak Nikson, siapkan baju ganti buat mereka dan atur suhu air di kamar mandi, sebentar lagi mereka akan bangun", Perintah Ranti.
Dengan cepat pak Nikson melakukan semua perintah Ranti dan akhirnya istri dan anak pak Nikson membuka matanya.
" Bagaimana perasaan ibu dan kak Aubrey, dan coba gerakkan kakinya," ucap Ranti.
" Terasa lebih segar dan kaki ibu sudah di gerakkan, ucap istri Nikson.
" Sekarang bangunlah dan berendam di bathtub 10 Menit dan jangan pakai Sabun, setelah cairan yang yang menempel bersih, minumlah air ini, setelah 5 menit, barulah mandi seperti biasa, perintah Ranti.
__ADS_1
" Baiklah, ucap istri Pak Nikson"
setelah memberikan Perintah, Ranti keluar dari kamar mereka, dan duduk diruang tamu.
Pak Nikson, membantu memandikan istri dan anaknya.
" Ayah, akhirnya Aubrey dan bunda bisa berdiri dan berjalan, terimakasih ayah sudah membawa orang hebat dan menyembuhkan Aubrey dan Bunda, ucap Aubrey kepada ayahnya.
" Mas berapa biayanya, tadi mama tidak mendengar kalian berbicara soal biaya, ucap Istri Pak Nikson".
" Nanti kita tanyakan langsung ke orangnya, soalnya Nona Ranti juga tidak bicara soal harganya, ucap Nikson.
" Aubrey, mulai sekarang sudah bisa mandi sendiri, ayah tak mungkin bantu lagi, karena kamu sudah sembuh, ucap Nikson
" Ia ayah terimakasih sudah merawat Aubrey dengan sangat baik, ucap Aubrey sambil memeluk pak Nikson".
Memang sudah tidak pantas, anak gadis umur 22 tahun di mandikan ayahnya.
Ranti yang disuguhkan teh dan cemilan, dengan sabar menunggu mereka bertiga keluar dari kamar.
Ketika Pintu kamar terbuka dan ketiga orang itu berjalan ke ruang Tamu, para Pelayan yang melihat Aubrey dan ibunya, hanya bisa melotot.
" Nona dan Nyonya, syukurlah anda berdua sudah sembuh, Bibi sangat bahagia, ucap pelayan itu.
" Terimakasih bibi selama saya sakit, bibi membantu saya dan Aubrey dengan tulus, ucap istrinya Nikson.
Ranti yang melihat mereka, langsung berdiri dari duduknya dan menyambut mereka.
" Bagaimana" ? Apa masih ada rasa sakit atau ngilu pada persendiannya, tanya Ranti.
" Tidak ada, rasanya seperti tidak pernah mengalami kecelakaan, terimakasih banyak Nona", ucap Istri Pak Nikson.
" Nona Ranti, terimakasih, sudah menyembuhkan saya, semoga Tuhan selalu melindungi mu", ucap Aubrey.
" Sama-sama, dan tolong panggil saja saya dengan adik, kak Aubrey lebih Tua, saya baru 16 tahun, nanti 2 bulan lagi saya genap 17 tahun, ucap Ranti.
" Baiklah kalau begitu, kini kak Aubrey bisa jalan-jalan, dan apa boleh kapan- kapan kak Aubrey datang berkunjung kerumahmu, tanya Aubrey.
" Telpon saja kapan kak Aubrey mau datang kerumahku, tapi jangan heran disana sangat ramai, kakak saya banyak dan aku punya 2 adik Nyang masih SD, ucap Ranti
" Ini hadiah buat Kakak, ucap Ranti sambil memberikan 1 unit Handphone baru.
" Astaga dek, ini handphone sangat mahal, iPhone 14 Promax, Ucap Aubrey.
" Terimalah dan mohon jangan di tolak, anggap saja hadiah perkenalan, ucap Ranti
" Tapi kak Aubrey belum bisa membalasnya, secara kakak masih pengangguran, ucap Aubrey
" Rose tolong Tukarkan 100 Poin Pengabdian untuk kebaikan, dan buatkan ATM.
* Baik Tuan*
" Kakak tidak Perlu membalas nya dengan uang atau barang yang lain, cukup kakak mau jadi temanku dan saudara ku, itu sudah cukup buat saya, ucap Ranti.
" Baiklah, tapi nanti jangan bosan ya, kalau kakak kadang suka cerewet, ucap Aubrey.
" Hahahaha, semua kakakku juga cerewet, tapi berhati baik dan sangat sayang samaku.
* Tuan Sudah selesai*
" Terimakasih Rose"
" Baiklah, sudah saatnya saya pamit, saya masih harus mampir ke Panti Asuhan Al Azhar, ucap Ranti
" Pak Nikson, 2 Pill dan 2 serum yang aku berikan tadi, bisakah pak Nikson antarkan ke Paman dan Bibi Pak Nikson, tanya Ranti
" Besok siang, setelah mengecek lahan Panti, kami berempat akan terbang ke Jakarta, agar mereka berdua bisa sehat, ucap Nikson antusias.
" Ingat baik-baik, jangan beritahukan kepada siapapun, Pill yang saya berikan kepada kak Aubrey dan ibu, tidak di jual di manapun, ucap Ranti.
" Oh ia Nona, berapa yang harus kami bayar, atas pengobatannya, tanya istri pak Nikson
" Ini gratis, saya tidak pernah menjual Pill ini, jika saya menjualnya, apakah pak Fatur Rahman dan istrinya sanggup membayarnya, sedangkan mereka lagi susah, bapak dan ibu saja tidak akan sanggup membayarnya, jadi tenang saja, anggap hadiah dan teruskan rendah hati, itu prinsip yang di ajarkan ibu dan ayah saya, ucap Ranti.
__ADS_1
" Ya Tuhan sangat melimpah rejeki yang Kau berikan buat keluarga kami, ucap Istri Pak Nikson.
" Nah ini buat ibu, saya kasih hadiah biar tambah Cantik, ucap Ranti sambil memberikan kotak berisi Perhiasan.
" Ini barang mahal, kalau tidak salah yang mampu membuat barang seperti ini, hanya Tuan Arthur Johansen, ucap Istri Pak Nikson.
" Ibu benar sekali saya pesan sangat banyak dari dia, didalamnya ada juga buat Pak Nikson, karena itu desain pasangan, untuk laki-laki, terdapat kalung liontin, Cincin dan gelang, semoga kalian senang dengan hadiahku, ucap Ranti.
" Karena kak Aubrey masih pengangguran, ambil ini dan bersenang-senang lah, asal jangan minum alkohol lagi, nanti kakinya kumat lagi, dan ini aku masih punya liontin, ini buat kak Aubrey, ucap Ranti
" Ini ATM dan liontin, kenapa memberikan hak sebanyak ini buat keluarga kami, ucap Aubrey.
" Senang saja, apa salah saya berbagi, begini saja kalau kak Aubrey tidak mau menerima pemberianku, sekarang kita tidak usah berteman dan bayar pengobatannya 1 Triliun, bagaimana, Ucap Ranti pura-pura kesal.
" Kak Aubrey hanya kaget, seumur hidup, yang pernah memberi hadiah besar, hanyalah bibi Monicha, tapi dia sudah gak ada, ucap Aubrey.
" Boleh aku lihat bibi kak Aubrey yang baik hati itu, tanya Ranti
Aubrey berlari ke kamarnya dan mengambil selembar Foto lama, terlihat Aubrey masih kecil sedang melihat bayi yang di gendong bibinya.
" Siapa bayi itu, tanya Ranti"
" Itu anaknya Bibiku Monicha, tapi aku lupa namanya, tapi mereka semua sudah tidak ada, ucap Aubrey
" Baiklah kalau begitu, saya pamit dulu, mau kembali ke sekolah, tapi mau mampir dulu ke panti asuhan Al Azhar.
" Biar kami antar hingga ke Panti Asuhan Al Azhar, ucap pak Nikson.
Ketika mereka sedang berada di jalan, beberapa warga menyapa mereka,
" Alhamdulilah, Bu RT dan nona Aubrey sudah sembuh, ucap seorang warga.
" Terimakasih Bu, maaf karena sakit saya jadi gak maksimal ikut kegiatan RT.
" Tidak apa-apa, berarti posyandu Minggu depan sudah bisa Aktiv, tanya warga itu, pasti dong, dan kita buat acara syukuran sekalian, ucap istri Nikson.
" Baik Bu RT"
Warga sangat mengenal keluarga Nikson, keluarga kaya tapi sangat rendah hati dan dermawan, biasanya orang kaya tinggal di perumahan mewah, tapi tidak berlaku bagi Nikson dan keluarga nya.
Paul dan Aubrey juga di kenal anak yang baik dan sopan, jadi warga sangat menghormati mereka.
Ketika tiba di panti asuhan, ternyata mobil jemputan sudah ada, terlihat Rindu dan mang Dul lagi ngobrol dengan pak Fatur Rahman dan juga Gema, Rindu sekelas dengan Gema di kelas 10.
" Dek kakak WA kok gak di jawab, ucap Rindu
" maaf kak, handphonenya ku silent, jangan marah lagi ya, ucap Ranti.
" Lain kali, kalau mau pergi kemana kasih tau Kak ya, apalagi sekarang ada Bunda dan ayah, dirumah, ucap Rindu.
" Ia kak, ini kenalkan namanya Pak Nikson Pradipta dan istrinya, serta kak Aubrey Pradipta.
" Salam kenal, saya Rindu, kakaknya Ranti, ucap Rindu.
" Nona Ranti, barusan orang dari pak Ryan sudah datang, dan mengganti semua peralatan dapur dan makan, katanya nanti Sore, akan datang kasur dan juga kulkas, dan terakhir bahan dapur, ucap pak Fatur Rahman.
" Baguslah, kedepannya tolong di atur sebaik mungkin, tapi jangan pelit makanan sama anak-anak, tapi harus tertib,
Besok, temani orang-orang yang akan mengecek lokasi, dan bapak tentukan lokasi Panti yang Baru, ucap Ranti.
" Nona Ranti, sebaiknya kita bangun Gedung Panti terlebih dahulu, setelah anak-anak pindah, kita bongkar gedung ini biar lebih leluasa bongkar barang bangunan, ucap Pak Nikson.
" Boleh berapa lama waktu pengerjaan nya, Jika gedung sebesar ini? tanya Ranti
" Maksimal 100 hari kerja, di luar interior.
" Saya mau gedung Panti Asuhan itu 2 gedung 3 lantai, buat juga Pendopo dan ruang kantor terpisah Serta kamar bagi pengasuh, gudang logistik, ucap Ranti.
" Nanti kita diskusikan besok dengan Tim arsitektur, ucap pak Nikson.
" Baiklah, Dan pak Fatur, kedepannya Gema, Yudi dan Kiran, sudah bisa bantu di administrasi, tapi setelah pulang kuliah, terakhir cari tukang masak 2 orang agar ibu tidak kecapean, perintah Ranti.
" Sudah ada Nona, ucap Pak Fatur".
__ADS_1
" Oke semua sudah beres, saya pamit dulu, ucap Ranti