SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Hilman masuk penjara


__ADS_3

Perjalanan hidup seseorang siapa yang tahu, takdir akan menentukan setiap manusia, begitupun kehidupan Ranti dan seluruh saudaranya, dari yang tidak punya apa-apa kini memiliki lebih dari segalanya, sistem membuat segalanya berubah, kecuali sifat rendah hati dan tidak sombong Ranti yang tidak berubah.


Hati ini adalah hari pertama, Ranti mulai belajar di kelas 11 SMU Bintang Timur, tidak banyak yang berbeda, kecuali ada beberapa teman yang berada di kelas 10 yang tidak lagi menjadi teman sekelasnya.


Yang paling dekat dengan Ranti selain Tiara, ada si kembar Yulianto dan Yulianti, yang masih teman sekelasnya, tapi yang paling menggelikan adalah pasangan Hilman dan Aldi, mereka berdua masih kena hukuman dari Ranti, tapi Ranti sudah berniat melepaskan mereka, dan hari ini adalah saatnya Ranti melepaskannya.


Sesaat setelah Ranti melepaskan mereka, kedua orang itu langsung saling melepaskan tangannya, terlihat. banyak yang tertawa termasuk Ranti.


" Hilman, Aldi, jangan sok menjauh kalian berdua, bukankah kalian berdua adalah sepasang kekasih, kata seorang siswi yang bareng dari kelas 10, Lisna namanya.


" Lisna, coba kamu tunjukkan foto-foto mereka waktu di kelas, sambung Ranti


Lisna menunjukkan foto Hilman sedang memeluk Aldi dan mencium Aldi, ada sebuah Video Hilman cemburu ketika Aldi di godain cewek,


" Kalian merekayasa semuanya, bantah Hilman


" Hahahaha, ini video kalian jalan-jalan, dan berciuman di taman, hahahaha, kata Ranti


" Ranti awas kamu, kata Aldi


" Kenapa dengan saya, ini fakta ! kata Ranti sambil menunjukkan sebuah foto mesum Hilman dan Aldi di hotel.


" Kalian berdua pikir aku gak tau rencana kalian waktu di Trenggalek, Hilman membayar kamu untuk mencelakakan aku, mau aku kirim videonya saat kalian ngumpul malam aku jatuh ke jurang, tanya Ranti


" Kirim saja, siapa yang percaya dengan Video itu, kata Hilman.


" Aku memang tak mau mengirimkannya, karena hukuman polisi pasti ringan, paling seru aku menghukum kalian dengan tanganku sendiri, pelan-pelan saja, santai bro, ucap Ranti


" Coba saja kalau berani, kata Aldi


" kalian pikir aku takut, kata Ranti


Ternyata mereka tak berubah dan tidak mau minta maaf.


Baiklah, lebih baik ku buat kalian berdua saling bertarung, hingga di keluarkan dari sekolah.


Dalam sekejap kelas sudah ribut, semua siswa dan siswi di kelas berlarian, tidak ada yang mau melerai perkelahian Hilman dan Aldi


" Hei berhenti !!, kalian kalian berhenti berkelahi, teriak seorang guru perempuan.


Mereka berdua tak menghiraukan dan terus bertarung, Ranti yang melihatnya hanya tersenyum, bahkan membuat mereka berdua saling dendam kesumat.


Ranti membuat Hilman jadi beringas ke Aldi, begitu sebalik, Ranti membisikan bahwa Aldi yang merebut pacar Hilman.


Tambah ribut mereka berdua, hingga security pun tak sanggup melerai perkelahian mereka.


Dari jauh Ranti menonton sambil menikmatinya cemilan, hingga akhirnya, Kepala sekolah datang dan menyiram mereka berdua dengan air, Ranti melonggar control-nya, agar mereka berdua bisa berhenti berkelahi.


" Kalian berdua saat ini juga di keluarkan dari sekolah, kata Kepala sekolah.


" Tolong pak jangan Keluarkan saya dari sekolah ini, ucap Hilman memohon.


" Tidak bisa, tindakan kalian berdua sungguh sudah di luar batas, ucap Kepala sekolah


" Tapi Pak, kata Aldi.


" Benar pak keluarkan saja mereka berdua, bikin kami ketakutan saja, kata Ranti menambah bensin ke kepala sekolah.


" Ranti apa maksud kamu, tanya Hilman


" Jelas-jelas kalian berkelahi, dan di aturan sekolah jelas tertulis di larang berkelahi dan siapapun yang berkelahi akan di Drop out, kata Ranti.


" Awas kamu, ancam Hilman


" Santai saja bro, ini baru permulaan, permainan sebenarnya belum mulai, bisik Ranti


" Dasar wanita ******, kata Hilman


" Kalian berdua habis pacaran sekarang berantem, hahaha, ejek Ranti


" Seluruh siswa juga tau kalau kalian pasangan sesama jenis, teriak Ranti


" Apa kamu bilang aku ini menyukai Hilman, teriak Aldi


" Buktinya banyak beredar, tanya saja ke Ketua Kelas kita di kelas 10, teriak Ranti


" Dan apa kamu punya bukti, kalau aku wanita ******, tanya Ranti


" Darimana kamu dapat uang beli mobil kalau bukan jual diri, kata Hilman


" Silahkan kamu buktikan, awas jika tidak ada bukti, dan teman-teman sekalian, silahkan lihat adegan paling mantab, kata ranti sambil menunjuk video Hilman dan Aldi

__ADS_1


" Kalung, jam tangan dan Cincin mereka berdua saja sama, lihat mereka berdua masih memakainya, kata Ranti


Ketika teman-teman mereka melihat Hilman dan Aldi, langsung bersuara


" Kalau wanita jual diri kepada Pria, itu masih normal, tapi kalau pria sodok pria itu baru tidak normal, kata Lisna


" Brengsek kau Lisna, teriak Aldi


" Jijik aku lihat mereka, baguslah sekolah ini tak adalah orang homo, teriak Ranti


" Awas saja kamu Ranti, urusan kita belum selesai


" Dasar laki-laki gak normal, beraninya ngancam doang, hahahaha, ejek Ranti


Security datang dan langsung menyuruh Hilman dan Aldi keluar dari sekolah.


" Akan ku hancurkan kau Ranti, kata Hilman


" Silahkan saja, aku tunggu, balas Ranti


Setelah kepergian Hilman dan Aldi, kelas kembali tenang, tapi berbeda di keluarga Aldi dan Hilman, mereka terlihat sangat marah mendengar berita dari sekolah.


Tak terasa sudah waktunya istirahat, Ranti dan Tiara ke kantin, tapi Ranti seperti biasa hanya membeli Es dan air mineral, karena dia selalu bawa bekal.


Lagi asik makan, datang beberapa orang mendekati meja Ranti dan meninju meja tempat Ranti dan Tiara makan.


" Hei wanita murahan, kamu yang membuat Hilman dan Aldi di Drop out ya, ucap seorang laki-laki berbadan besar


" Datang-datang langsung bicara yang aneh-aneh, ujar Ranti dengan santai


" Berani kau dengan kami, ancam orang itu


" Hahahaha, apa kamu lihat aku takut dengan kalian, tanya Ranti


" Hajar wanita brengsek ini, kata tuan Hilman segera bereskan


" Mau menghajar ku, kupastikan kalian tidak akan bisa berjalan, kata Ranti


Bugh.. braak.. terdengar meja kantin rusak, arkhhh arkhhh, teriak seseorang yang mengancam Ranti


" Apa hanya segitu kekuatan kalian hahahaha, badan saja yang besar, ejek Ranti


" Terimalah ini, kata seorang lagi sambil meninju Ranti


Arkkkhhh... arkkkhhh


" Kenapa kamu berteriak, bukan kah kalian yang menghajar saya, ejek Ranti


" Mari kita hajar rame-rame, kata seorang lagi pada 2 orang temannya


Bugh, Bugh, krrtak, krrtak, krrtak


arkkkhhh, arkhhh, arkhhh, arkhhh


teriakan terdengar, fan bunyi tulang yang patah mereka semua patah tangan dan kaki.


" Bilang sama Hilman, kalau berani datang sendiri, ucap Ranti


Ranti meninggalkan kantin dan kembali ke kelas, Polisi datang mengurus preman-preman itu.


Namun, para preman itu hanya sebentar di kantor polisi dan langsung di bebaskan, ternyata Hilman membayar Polisi - polisi itu.


Aplikasi mata dewa sebar penerimaan suap polisi itu, ujar Ranti


Selain menyebarkan video, aplikasi Mata Dewa juga mengirimkan langsung video itu ke atasan polisi itu.


Atasan dari Polisi langsung memerintahkan agar segera menangkap 3 polisi yang menerima suap, dan memanggil Hilman.


Hilman tak berkutik di tangkap polisi, polisi juga memanggil Ranti


Setelah di interogasi kepolisian justru berterimakasih karena sudah membantu polisi dalam menghajar para preman.


Hilman makin geram, tapi tak bisa apa-apa.


" Bagaimana, masih mau main-main dengan saya bisik Ranti, dan beranjak meninggalkan Hilman, yang sedang fi giring ke sel.


Ranti terus keluar dari kantor polisi dan langsung pulang kerumahnya, dirumah dia sudah di tunggu oleh keempat kakaknya, mereka bertanya soal kejadian itu, dan Ranti menjelaskan dengan jujur.


"Kak Darel, kapan mulai kuliah nya, tanya Ranti mengalihkannya sidang kakak nya.


" Akhir Agustus ini, jadi kakak dan Sonia lusa mau berangkat ke Jakarta dan cari apartemen, uang Darel

__ADS_1


" Ya sudah, kakak cari yang agak luas, biar kapan-kapan kami kesana, balas Ranti


" Baiklah, sekarang kamu mandi dan makan, hari sudah mau sore, kakak mau ke supermarket, kata Darel


" Ia Terimakasih kak, jawab Ranti


Di lain tempat, tepatnya di kediaman orang tua Hilman, ayahnya kebingungan dan menelpon kawannya agar membantu Hilman, tapi sayang Kapoltabes saat ini adalah orang yang sangat taat dan tidak bisa di suap, apalagi bukti Hilman menyuap polisi di kirim langsung kepadanya.


Hilman sudah putus asa, hari sudah menjelang malam, namun tak satupun keluarganya yang datang.


Sedangkan di posisi Ranti, saat ini dia sedang melihat rekaman Hilman di penjara. " Makanya jadi orang jangan suka meremehkan orang lain, batin Ranti.


Lalu Aldi, setelah mendengar Hilman di tangkap polisi, dia tak peduli, toh dia tidak mengetahui jika Hilman membayar orang untuk menghajar Ranti, " Akhh, biarkan saja dia di penjara, batin Aldi


Waktu makan malam pun tiba, tak banyak yang di obrolkan, merak hanya fokus dengan makanan mereka, pikiran mereka sedang memikirkan Darel yang akan jauh dari mereka.


" Kenapa kalian semua, tanya Darel


" Gak apa-apa, hanya lagi capek saja, baru juga masuk sekolah PR sudah banyak, kata Mercy berbohong


" Selesai makan malam, kerjakan tugas sekolahnya, perintah Darel.


Dewi hanya geleng-geleng kepala, melihat Keluarga nya yang sangat harmonis.


" Darel nanti kakak mau ngomong sebentar, ucap Dewi.


" Baik Kak, balas Darel


Setelah semua adik-adiknya masuk kamar masing-masing, Darel masuk kemar Dewi.


" Darel, adik-adik mu, bukan kecapean, mereka belum bisa melepaskan kamu jauh dauh dari mereka, kata Dewi


" Tapi ketika kutanya sebelum daftar kuliah, mereka setuju kata Darel


" Setuju bukan berarti ikhlas berjauhan, selama ini, apa pernah kamu meninggalkan mereka, tanya Dewi


" Tidak pernah, lebih 10 tahun aku di sisi mereka, ucap Darel


" Kak Dewi saja, enggan berjauhan dengan kalian, apalagi adik-adikmu, mereka takut kamu melupakan mereka dan takut kamu lebih menyayangi Sonia, kata Dewi


" Jadi aku harus bagaimana kak Dewi, tanya Darel


" Bicarakan baik-baik, dan ingat setiap ada kesempatan, kamu pulang kesini, minimal sehari sekali luangkan waktu untuk berkomunikasi dengan mereka, kasihan mereka, kata Dewi


" Baik kak Dewi, terimakasih sudah mengingatkan, ucap Darel.


Dengan langkah berat Darel mendatangi kamar Ranti, dia melihat Ranti masih duduk di meja belajar sambil membuat tugas.


" Dek, apa masih banyak tugasnya, kata Darel


" nggak tinggal 2 soal lagi, kata Ranti


" Apa kalian tidak bahagia, kakak kuliah di Jakarta, tanya Darel


" Bahagia, apalagi kakak kuliah di tempat yang kakak inginkan, jawab Ranti tanpa melihat Darel.


" Tapi kakak lihat kalian semua seperti tidak bahagia, kata Darel


" Kami belum terbiasa kak Darel jauh dari kami, jadi kak Darel juga harus membiasakan diri jauh dari kami, balas Ranti.


Darel memeluk Ranti, dan berkata bahwa dia juga tidak ingin berjauhan, tapi itu kampus impiannya.


" Jangan kuatir, kakak akan selalu memberi kabar dan setiap ada kesempatan kakak pasti langsung pulang kesini, ucap Darel.


" Baiklah, kata Ranti


" Ya sudah istirahat lah, kata Darel


" Kakak tungguin aku sampe tidur dulu baru kakak pindah ke kamar kakak, ucap Ranti


" Baiklah sini tidur samping kakak, sudah besar tapi masih bertingkah kayak Salma, kata Darel sambil membelai rambut Ranti


" hehehehe biarin saja, toh cuma kalau di rumah saja seperti ini, kata Ranti.


Darel membelai rambut Ranti dan mengusap punggungnya, hingga Ranti tertidur, Ranti sangat nyaman karena dari kecil semua kakaknya akan membelai rambut dan mengusap punggungnya hingga dia tertidur.


Dewi yang melihatnya, hanya bisa meneteskan air mata bahagia, dia sadar mereka semua tidak berkaitan darah, tapi kasih sayang dan rasa persaudaraan mereka membuktikan, ketulusan dan kesetiaan.


Darel .keluar dari kamar Ranti dan menuju kamarnya, dan beristirahat.


Tak terasa waktu sudah Pagi, mereka beraktivitas seperti biasa dan bersiap berangkat ke sekolah, Dewi setiap pagi menemani Salma dan Armando berangkat ke sekolah, sekalian ajak Ketty jalan-jalan Pagi.

__ADS_1


Sampai di gerbang sekolah, Ranti bertemu dengan Tiara yang barusan turun dari mobil nya.


Tapi sebelum merek masuk kelas, Ranti di panggil dari arah depan gerbang sekolah, Ranti mencoba cuek, dia tahu itu si Aldi.


__ADS_2