
Dalam pikiran Ranti juga terlintas, untuk membantu mengembangkan DAMKAR Supermarket, apalagi saat ini DAMKAR Supermarket sudah terkenal dalam hal supermarket onlinenya, secara data transaksi perhari sudah mencapai 400 pelanggan belum di akhir dan awal bulan, apalagi penerapan gratis ongkir untuk radius 30km.
Memang perencanaan saudara-saudaranya ingin membuka cabang 2 lagi di Surabaya, saat ini lahannya sudah tersedia, hanya saja mereka belum memilik waktu untuk melakukan tindakan.
Ranti kini berada di Tunjungan Plaza 1 yang hanya memiliki 7 lantai, dilantai paling atas dia memindai seluruh area gedung, mata semesta memberikan update bahwa pengunjung saat ini berjumlah sekitar 2000 orang, Ranti hanya tersenyum.
Besok adalah hari bersejarah bagi Ranti, dimana dia akan memiliki jaringan jaringan Pakuwon di usia 17 tahun, dengan penguasaan saham sebesar 75%.
Ranti akhirnya memutuskan untuk menempatkan Arshad Warsito sebagai Direktur Operasional di Pakuwon Mall, sementara Leandra akan di tarik ke Mall Galaxy, sementara jaringan Pakuwon lainnya akan tetap di berikan kepada direktur lama, yang tentunya mereka harus melewati serangkaian assessment dari RPS Group Company, untuk nama Mall tersebut tetap tidak di ganti.
Berita tentang alih kepemilikan baru jaringan Pakuwon menjadi trending di berita Surabaya, bagaimana group Pakuwon sejatinya sudah berdiri puluhan Tahun, tentunya banyak yang menyayangkan penjualan saham tersebut.
Ranti yang sudah selesai melakukan pemindaian, langsung beralih ke TP 2, lewat jembatan penghubung, dan dia juga menggunakan kacamata Quantum agar dia tidak tersesat.
Semua tempat di pindai untuk melihat aktivitas mall - mall tersebut, akhirnya Ranti memutuskan beristirahat di TP 6, lebih kurang 3 jam dia berkeliling keenam mall tersebut, walau dia tidak menaiki semua lantainya tapi cukup dengan Mata Semesta saja dia bisa menikmati keselurahan gedung itu dengan sempurna.
Dia mampir di di gerai Starbucks dan duduk menyendiri sambil memainkan handphonenya, dan baru dia sadar bahwa di luar sudah tersebar akan pembelian saham dari Pakuwon group.
Ranti masih bingung memilih siapa yang menjadi CEO di jaringan Pakuwon itu, belum lagi saat ini Tunjungan plaza ada bagian, Ranti ingin membuatnya menjadi satu kesatuan dan setiap gedung di pimpin oleh Manajer saja, akhirnya Ranti memutuskan menelpon Aubrey Pradipta, agar dia sambil kuliah sekalian memimpin utama di Tunjungan plaza 1-6.
Ranti berdiskusi dengan Rendi via telpon, dan Rendi mengatakan bahwa Dewi saja yang di tempatkan sebagai CEO di Pakuwon group, agar dia tidak terlalu sibuk untuk urusan nasabah, karena kalau CEO, hanya perlu hadir saat ada rapat penting dan kalaupun ke kantor setiap hari, adalah untuk memastikan kinerja setiap bawahan dalam menangani setiap persoalan internal maupun eksternal, begitu juga keterkaitan dengan klien.
" Baiklah saya coba tanyakan ke Ke kak Dewi, apa dua bersedia memegang tugas yang lebih besar", ujar Ranti.
Tepat jam 8 malam Ranti memutuskan untuk pulang, di perjalanan Ranti terus memikirkan akan seluruh perusahaan miliknya, apalagi saat berumur 18 tahun, maka secara otomatis seluruh saham dari perusahaan yang dia dapatkan dari Sistem akan di serahkan, kalau di hitung ada lebih 100 perusahaan, dan semuanya perusahaan besar.
Perusahaan - perusahaan itu memang tidak sepenuhnya miliknya, tapi rata - rata dia pemegang saham pengendali, kasihan Rendi pasti akan lebih berat pekerjaannya.
* Tuan, ada baiknya Tuan membuat perusahaan investasi, jadi seluruh perusahaan yang tidak miliki oleh Tuan sepenuhnya, bisa di masukkan kedalam daftar perusahaan investasi, artinya Tuan hanya sebatas investor saham saja, dan Tuan hanya mengirim orang kepercayaan untuk menjadi perwakilan di perusahaan - perusahaan Tersebut", Ujar Rose menyarankan.
" Tapi apakah hal itu akan lebih efisien dan efektif atau bagaimana ? tanya Ranti.
* Benar Tuan, secara pribadi tuan tidak terlalu pusing dengan urusan karyawan, karena masih ada pemegang saham yang lainnya, dan juga perusahaan besar itu sudah memiliki sistem sendiri, hanya perlu di modifikasi dan menempatkan orang kepercayaan pada posisi strategis, sama seperti kedua orangtuanya Tuan", jawab Rose.
" Astaga kenapa aku tidak melihat cara kerja ayahku, yang hanya membeli saham dan menempatkan orang kepercayaan pada posisi strategis, hingga perusahaan itu tetap terkontrol, ternyata pengalaman itu guru yang terbaik", ujar Ranti.
* Tuan bukan tidak berpengalaman, tapi Tuan belum menggunakannya, karena Tuan sibuk di sekolah, saran Rose saat ini adalah perbanyak orang yang pintar dan setia, agar tuan tidak kebingungan seperti sekarang, atau sering-seringlah tuan mengunjungi perusahaan, dan disana tuan bisa melihat status para karyawan, mana yang setia dan mana yang tidak", ujar Rose.
" Baiklah Rose, aku akan lebih sering ke perusahaan", ujar Ranti.
Jam 10 Ranti tiba di rumah, suasana sudah sepi, dia masuk kamar dan menuju ke Ruang Dimensi, kemudian berendam di Sungai Surgawi, karena perutnya terasa lapar dia menangkap ikan dan Lobster lalu memasaknya.
Hari ini adalah hari dimana Ranti akan berangkat bersama teman-temannya ke Singapura untuk jalan-jalan, dia sudah meminta tolong kepada Yoga agar membantunya mencarikan Hotel untuk 30 orang sudah termasuk dirinya
Dan hari ini juga Ranti akan berangkat menuju ke RPS Group Company untuk mengadakan acara tanda tangan alih kepemilikan Pakuwon Group.
" Kakak semuanya, hari ini aku mau menandatangani Dokumen pengalihan kepemilikan saham Terbesar di Pakuwon Group, jumlah Sahamnya sebesar 75 %, dan itu Berarti, saya berhak menunjuk CEO baru disana, tapi masalahnya saya bingung mau menempatkan siapa disana, apalagi perusahaan itu sangat besar, hingga ke Jakarta", ujar berterus-terang.
" Apa kamu ingin kami membantumu ?" tanya Mercy.
" Kakak-kakak semuanya masih kuliah, aku saja sudah tidak enak membebani kak Dewi di RPS Multidana Finance, apalagi kak Dewi harus membagi waktu dengan Ketty, juga kuliah kakak", jawab Ranti yang memang kebingungan sendiri.
__ADS_1
" Kakak tidak merasa repot atau juga lelah, hanya mungkin kakak memang hampir tidak memiliki waktu banyak bersama kalian, kalau pekerjaan, jujur saja kakak sangat menikmatinya, apalagi bekerja di perusahaan kita sendiri", ujar Dewi menimpali.
" Jujur saja, aku ingin kakak itu agak lebih santai, agar Ketty tidak merasa kesepian apalagi dia sudah mulai sekolah 2 bulan lagi",ujar Ranti.
" Dek begini saja, kakak sebagai yang tertua harus bertanggung jawab dengan keluarga kita, biar kakak saja untuk sementara memegang Pakuwon Group, dan kalau boleh saham 25% itu harus adik beli, dan kita keluar dari lantai Bursa, bagaimana?" ujar Dewi.
" Rendi akan membeli seluruh saham itu dalam waktu dekat, lalu bagaimana dengan RPS Multidana Finance ?" tanya Ranti.
" Clara sudah sangat hebat, apalagi disampingnya ada Irene, mereka sangat kompak dalam bekerja dan ide-ide mereka sangat cemerlang, nanti tetap untuk beberapa saat kakak akan bantu untuk mengawasi mereka", ujar Dewi.
" Takutnya kakak akan lebih sibuk dan Ketty terabaikan", ujar Ranti.
" Aunty jangan kuatir, Ketty Angelina harus kuat dan mandiri, jadi tidak apa-apa kalau bunda Ketty sibuk, kan dirumah ada Aunty Salma dan uncle Armando", ucap Ketty menyambung pembicaraan mereka.
Mereka para orang dewasa terkejut mendengar suara Ketty, yang sangat pengertian akan situasi yang sedang mereka hadapi.
" Ketty sayang, Aunty sangat senang mendengarnya, tapi Ketty masih butuh perhatian lebih dari Bundamu, Aunty tidak mau kamu tumbuh besar dengan kurang perhatian dari Bundamu", ujar Ranti.
" Aunty lupa ya, Ketty sedari bayi sudah tumbuh besar di tempat bunda bekerja, jadi Ketty sudah terbiasa, walau usiaku masih 4 tahun, kalua Ketty kangen bunda ya tinggal datang saja ke Kantor, atau pulang sekolah langsung ke kantor dan belajar disana, lagian memang Ketty senang dan sudah biasa lihat bunda bekerja", jawab Ketty.
Lagi-lagi jawaban Ketty membuat para aunty nya terkejut dengan jawaban Ketty yang out of the box mereka.
" Aunty tidak ingin kamu tumbuh besar dengan lingkungan yang seharusnya belum kamu datangi", ujar Ranti.
" Ketty tahu, aunty semua sangat menyayangi Ketty, dan Ketty dan bunda juga sangat menyayangi aunty dan uncle semua, tidak ada tempat yang paling bahagia selain dekat Bunda, dan Aunty serta uncle, selama Ketty masih melihat Bunda ada di dekat Ketty, itu sudah cukup buat Ketty, kan Aunty yang keluarga itu harus saling menopang", ujar Ketty.
Kalimat terakhir Ketty membuat para Aunty nya meneteskan airmata haru, dan secara bersamaan mereka berdiri dan mendekati Ketty.
" Aunty sangat menyayangi kamu, Aunty hanya ingin Ketty bertumbuh dan berkembang seperti anak-anak lainnya",ujar Ranti.
" Baiklah, tapi Ketty janji satu hal sama Aunty, jika Ketty ada keperluan apapun, apalagi acara sekolah, Ketty harus bicara, agar acara sekolah Ketty bisa di ikuti bundamu", bagaimana? tanya Ranti.
" Kalau itu pasti, sejujurnya Ketty juga mau minta itu, Ketty hanya mohon sama bunda dan aunty, sesibuk apapun, Ketty berharap disaat ada acara di sekolah yang mewajibkan kehadiran orang tua atau wali, Ketty minta tolong Aunty hadir jika bunda sibuk, atau bunda tolong luangkan waktu, hanya itu saja, kalau soal bermain atau jalan-jalan masih ada Aunty Salma dan uncle Armando",ujar Ketty.
" Baiklah, Aunty janji akan menggantikan Bundamu jika bundamu ada kesibukan penting", ujar Ranti.
" Kami juga siap, apalagi untuk keponakan tersayang, apalagi Ketty nanti kakak bagi sepupu- sepupumu kelak", ujar Mercy.
" Uncle juga siap menemani kamu jalan-jalan, apalagi bibi kecilmu hobinya ke Mall Galaxy, walau hanya makan Udang dan cumi goreng tepung serta kentang", ujar Armando.
" Aunty juga akan menemani Ketty, kita belajar menggambar dan main musik dirumah, dan jika Ketty kangen Bunda, kita berangkat sama Paman Jumono ke kantor Bundamu", Ujar Salma.
" Kalau Aunty, mohon maaf sayang karena nanti tahun depan Aunty sekolah sangat jauh, tapi sebelum Aunty pergi Sekolah nanti aunty yang jemput Ketty dari sekolah, juga kita jemput Aunty Salma dan juga uncle Armando", bagaimana?' ucap Rindu.
" Terimakasih Aunty semuanya dan juga uncle ku yang ganteng, Ketty sangat bahagia, berarti masalah sudah beres, silahkan Bunda bekerja agar keluarga kita bisa jadi orang nomor 1 di dunia", ujar Ketty.
Hahahaha.... hahahaha.
" Terimakasih ya sayang, Aunty janji tidak akan pernah membuatmu sedih dan tidak ada yang boleh menyakitimu, seluruh Aunty dan uncle tidak akan mengampuninya", ujar Ranti.
" Ketty percaya dan sangat percaya pada Aunty dan uncle, makanya Ketty sangat bahagia punya kalian semuanya", ujar Ketty.
__ADS_1
" Ya sudah Aunty mau antar Salma dan Armando, serta langsung kekantor",ujar Ranti.
" Peluk Ketty dulu dong", ucap Ketty
" Oh keponakan aunty tersayang", ujar Ranti sambil memeluk Ketty.
Sepeninggal Ranti mengantar Salma dan Armando, Dewi dan adik-adiknya masih melanjutkan obrolan mereka.
" Dek, jam berapa kalian masuk kuliah?' tanya Dewi.
" Jam 9, sedikit lagi berangkat, ada apa kak?" tanya Friska.
" Gak apa-apa, kakak hanya bertanya saja, kakak pagi ini mau ke daftar lagi di Bintang Timur, Ranti tidak mau Ketty sekolah di tempat lain, dia ingin Ketty dari awal sekolah di Bintang Timur", ujar Dewi.
" Kami juga setuju, kami ingin Ketty selalu ada dalam jangkauan kita, dan juga biar Ketty lebih nyaman, kami akan melakukan apapun, demi keponakan kami", ujar Friska sambil merangkul Dewi yang terlihat banyak pikiran.
" Kakak jangan berpikir terlalu banyak, kedepannya kita semua, pasti akan terus bersama - sama, jika Ranti sudah menemukan orang-orang yang bisa di percaya pasti kita akan bekerja dari belakang layar saja, ujar Friska.
" Kakak hanya kasihan dengan kesibukkan Ranti, kakak takut dia sakit, apalagi dia terus mengembangkan usaha kita ini, hanya agar kita hidup dengan bahagia sampai keturunan kita juga harus bahagia", ucap Dewi.
" Ia kami juga tahu itu, tapi kakak tahu sendiri dia itu seperti apa, dia sangat menyayangi keluarga kita ini, tapi tenang saja, dia tidak akan sakit, lihat kita saja, mana pernah hampir 3 tahun ini kita sakit, bahkan pilek saja tidak pernah, apalagi dia, lagian kita semua tah kedokteran tau caranya mendiagnosa penyakit", ujar Friska.
" Ia juga ya, kakak baru sadar, Ketty saja sejak keluar dari Rumah Sakit, dia tidak pernah sakit lagi, bahkan lebih sehat dan lebih pintar", ujar Dewi.
" Ini rahasianya, Juice yang di berikan Ranti ini, tidak di jual di manapun, Ranti meminta secara khusus pada pembuatnya mengikuti resep dari Ranti, dan tidak boleh di jual untuk Umum produksinya", Ujar Mercy.
" Makanya kita disuruh menyimpannya dalam Cincin Ruang, bukan di kulkas, menurut Ranti, resep itu adalah rahasia dari zaman kuno yang dia dapat dari pelelangan waktu pertama dia ke Cina, ucap Mercy.
" Pantas saja, setiap siang kakak meminum Juice ini, badan kakak terasa sangat segar, padahal minumnya tidak langsung habis sebotol, hanya seukuran tutupan botolnya saja", ujar Dewi.
" Kami juga seperti itu, minumnya hanya seukuran tutup botol, makanya kami tidak pernah merasa capek bahkan belajar juga tetap fokus", ujar Friska.
" Ya kita bersyukur, memiliki adik yang sangat menyayangi kita, dia akan melakukan apapun untuk kebahagiaan kita, dan walaupun demikian dia tidak seperti yang lain, merasa dia lebih hebat jadi harus tunduk padanya, adik kita tidak pernah membantah apapun omongan kita atau apapun yang kita minta", ucap Rindu.
"' Karena dia menghargai kita, dan dia juga tau kita sangat menyayanginya, begitu juga kita apa pernah kita mengabaikan keinginannya dari Kecil?' tanya Mercy.
" Gak pernah, karena kita sangat menyayanginya, Ujar Rindu.
" Itulah yang dia lakukan sekarang, pondasi keluarga kita adakah saling menyayangi, menghormati dan menghargai, serta keterbukaan dan kesetiaan, itulah yang di ajarkan Suster Diana dan diterapkan kak Vanya kepada kita", ujar Mercy.
" Aku bahagia berada bersama kalian", ujar Rindu.
" Kakak yang memilih kamu saat pertama kamu tiba di Panti Asuhan Charity", ujar Friska.
" Ia aku ingat, kakak yang menggandeng tanganku untuk masuk dan Bertemu pertama kalian dengan Suster Diana", ujar Rindu.
" Kakak juga bahagia, dan kita semua bahagia, dan harus bahagia, kenangan di Panti Asuhan Charity, adalah awal hidup kita, dan lihatlah sekarang, ada kak Dewi, ada kakak kembar dan juga kedua adik kita Salma dan Armando, tersenyumlah, dan apalagi nanti kamu akan sekolah di luar negeri, adik kita Ranti sangat bahagia melihat kamu menggapai cita-cita mu, dan kami juga S2 akan kesana", ujar Friska merangkul Rindu.
" Kalau kakak berdua kesana juga bagaimana dengan Ranti dan Armando serta Salma?" tanya Rindu.
" Apa kamu mau membuat Ranti sedih jika kita tidak mengikuti kemauannya, dia tau kami memang ingin sekolah luar negeri, makanya dia merelakan kami pergi kesana, juga menemani kamu", ujar Mercy.
__ADS_1
" Tenang saja, kan masih ada kakak disini dan juga ada Bunda dan Ayah, ujar Dewi.
" Hehehehe hampir lupa sama bunda dan ayah", ujar Rindu.