
" Oh oke baiklah, saya akan ingat toko anda, tadinya saya sudah memesan 10 pasang untuk saya, dan saya lagi menunggu Kakak-kakak saya yang juga mau beli sepatu.
Tapi kurasa toko ini tidak tidak pantas buat tempat kami belanja, lanjut Ranti
Sementara Ranti masih berbicara dengan pemilik toko, keenam kakaknya tiba toko itu.
" Dek, kami mau beli sepatu sekolah dan tas di sini, kata Mercy
" Kita beli di Mall Galaxy saja, tempat ini khusus orang kaya katanya, jadi kita orang miskin tidak pantas belanja disini, kata Ranti.
" Armando, Salma, mana kartu ATM kalian dan minta kakak yang itu cek saldo kalian berdua, kata Renata dengan emosi
Armando dan Salma mengeluarkan kartu Platinum dari Bank Mandiri, Ranti sudah mengisinya masing-masing 50 milyar.
" Ini kak, kak Renata saja yang minta mereka Cek ATM aku dan adik, kata Armando, sambil memberikan kartu ATM dia dan Salma
" Ini kartu Kartu ATM kedua adik saya, dan ini kartu saya, tolong cek saldo nya ada berapa, jika masing-masing ketiga kartu itu, kurang dari 40 milyar, maka kami orang miskin, kata Renata emosi dan menunjukkan Black card nya
" Baik Kak, saya mohon maaf terlebih dahulu, atas sikap kami, kata kasir itu.
" Sekarang silahkan cek Saldonya, Biar bos kamu yang kaya ini percaya bahwa kami orang miskin dan tak pantas berbelanja disini, kata Renata yang sudah naik pitam
Segera kasir itu mengecek Saldo punya Salma, dan apa yang dia lihat sungguh di luar dugaannya dan bosnya
Pemilik toko sudah mulai gemetaran, dan kasir mengecek saldo punya Armando, saldonya sama dengan Salma, masing-masing 50 milyar
Tiba kartu punyanya Renata, pemilik toko lebih tercengang, saldonya 500 milyar lebih.
" Nona, maafkan saya atas kesalahpahaman ini, kata pemilik toko
" Salah paham katamu, jelas kamu menghina ketiga adik saya, masih untung adik saya tidak mau membeli Mall ini, jika dia mau, jangankan mall ini semua Mall di Surabaya akan di belinya, seru Renita menambah panas suasana
" Mana ATM kalian semua, kata Darel yang sudah merah mukanya, melihat Wajah murung Salma yang sementara di bujuk Ranti.
Ranti memberikan ATM yang biasa dia pakai berisi 97 triliun, dan Black Emerald Seven Platinum Star, berisi 374 triliun
" Silahkan tuan yang super Kaya mengecek sendiri saldo kartu adik saya, Darel menyerahkan Black card dari mandiri.
Kasir mengecek nya, dia dan bosnya melihat betapa mereka telah salah menyinggung orang
" Maafkan kami Tuan Muda, kata pemilik Toko itu.
" Kak ayo kita ke Mall Galaxy saja, pelayan di toko sepatu seperti ini juga sangat baik, nanti saja kita beli sepatu seperti ini, kata Salma
" Maaf adik kecil, sebagai permohonannya maaf, bapak kasih gratis untuk sepatu ini, kata pemilik Toko dan mengambil sepatu itu, dan memberikan kepada Salma.
" Biar kami miskin, tapi kami tau setiap barang yang jual ada harganya, maaf Tuan besar, kami tidak sanggup membayar sepatu, kata Salma
" Ayo kak, kita pergi dari sini, sambil Salma membuka tas selempang Balenciaga dan mengambil dompet yang bermerk Gucci dan menyimpan kartu ATMnya.
Mata para pelayan melotot melihat tas dan dompet Salma, apalagi Kasir yang tau isi ATM anak kecil yang belum genap 8 tahun itu.
Baru segitu mereka sudah pening, apalagi jika mereka tahu Salma memiliki deposito berjangka sebesar 10 triliun.
" Kalian ingat baik-baik, kami tidak pernah menghina siapapun, dan kami masih bisa menerima, kalau kalian menghina kami yang sudah dewasa, tapi kalian tega menghina menghina adik kami yang masih kecil, kata Ranti
" Maafkan kami Tuan Muda dan Nona-nona Muda, juga tuan kecil dan Nona Kecil, kata pemilik toko.
Ketika Ranti bersaudara hendak pergi, pak Ryan bersama keluarga, memasuki toko itu, dan dia menyapa Ranti
" Halo Nona Ranti, selamat tahun baru, ucap pak Ryan
" Selamat Tahun Baru juga pak Ryan, Jawab Ranti sambil menyalami istri pak Ryan dan anak-anaknya
Dilanjutkan dengan semua saudara Ranti tak terkecuali 2 bocah Armando dan Salma.
" Mohon maaf pak Ryan, kami sudah terlalu lama disini, jadi kami duluan ya, ingat yang ku bicarakan di telpon tadi, kata Ranti.
" Baik Nona Muda, jawab pak Ryan dengan sangat sopan.
Bagaimana tidak setiap bulan Ranti belanja di tempatnya hampir 100 juta.
Sepeninggal Ranti, pak Ryan menegur pemilik Toko sepatu, selamat Tahun Baru tuan Yunus, mantab toko kamu, awal tahun sudah di kunjungi orang super kaya tersembunyi, kata pak Ryan
" Ryan, apa kamu sudah lama mengenal mereka, tanya Pemilik toko
" Lumayan, ada beberapa bulan yang lalu, dan ketemu juga tidak sengaja, waktu di kereta Surabaya Cirebon.
" Seperti apa mereka sehari-hari seperti itu, tanya Pemilik toko
" Setahu saya, mereka semua masih SMA, tapi 2 gadis kembar itu tinggal di Jogjakarta, sisanya di Kompleks paling elit di Surabaya, kata pak Ryan
" Ryan, sekaya apa mereka itu, pertanyaan pemilik Toko itu penasaran
__ADS_1
" Pemilik kekayaan mereka itu adalah gadis yang ku sapa, dan yang menggandeng 2 anak kecil, menurut pegawai saya, gadis itu memiliki kekayaan lebih dari seribu Triliun, belum aset-asetnya.
" Yunus, kalau kamu lihat iklan di jalan RPS Finance, itu miliknya, dan besok akan di resmikan dan aku di undang, 3 bulan lagi, pabrik makanan akan dibuka, dan saat ini sedang membangun sekolah terbaik di Surabaya, dia juga punya saham di perusahaan ekspedisi nya Jerry William, hanya dalam 2 jam dia membeli saham Jerry William dengan nilai 280 milyar, kata pak Ryan
" Aku tak menyangka dengan pembawaan sederhana ternyata punya harta bejibun, kata pemilik toko
" Mereka semua memang seperti itu, kamu tahukan ayah saya, hingga saat ini ayahku gemetaran dengar nama gadis yang ku sapa tadi.
" kenapa bisa begitu, Ayahku saja tidak berani dengan ayahmu, kata Yunus
" Ayahku di sembuhkan oleh dia, awalnya Ayahku, tidak mau berterimakasih padaku, yang sudah membawa nona tadi ke RS di Cirebon, Nona Ranti tersinggung, karena sikap ayah terhadapku, dan kamu tau, nona Ranti tidak mau melanjutkan pengobatannya, jika ayahku tidak meminta maaf padaku, dan mengembalikan Statusku di keluarga kami, kata pak Ryan
" Baik tapi kejam juga, Pemilik toko
" Kamu salah menilainya, Nona Ranti, kalau bantu orang itu tulus, namun jangan sekali-kali meremehkannya, dan juga menghina saudara-saudaranya, tidak akan dia ampuni, menangis darah pun meminta maaf kepadanya jangan harap dia memaafkannya, kata Pak Ryan
" Mati aku kalau begitu, kata Yunus pemilik Toko
" Jangan bilang, kamu meremehkan penampilan mereka, selidik pak Ryan
" Aku salah menilai orang, kata Yunus menyesal
" Berubah lah kawan, umurmu lebih tua 10 tahun dari saya, aku kasih tau kamu, mereka jarang keluar rumah dalam artian kayak ke Mall, sekali mereka ke mall dan dapat toko yang bagus dan pelayanannya bagus, mereka tidak akan berpaling ke toko lain, asal mereka butuh pasti langsung telpon dan minta dikirim kerumahnya, lihat aku, tiap Minggu minimal 10 juta aku kirim barang ke rumah nya, tiap bulan kirim ke Panti Asuhan Charity, hampir 25 juta saya kirim ke panti, mulai Minggu depan ada tempat baru yang harus aku urus logistik mereka, kata Ryan.
" Selama kita tulus melayani mereka, kita akan di untungkan, bukan saya mau menyombongkan diri, saat natalan, kami di berikan angpao 50 juta katanya buat ke dua anakku.
" Saat ini, karena sifat mu itu, kamu sudah membuang pelanggan berharga, kamu tau tidak, kawan kita pemilik toko digital di Mall Galaxy, tanggal 31 Desember kemarin Nona Ranti memesan 100 unit handphone yang harga 3jutaan untuk di bagi-bagi, dan kenapa bisa seperti itu, karena kawan kita selalu memberikan pelayanan yang tulus kepada Nona Muda Ranti.
Begitulah cerita pak Ryan dengan panjang lebar, menceritakan siapa Ranti dan keluarganya, membuat pak Yunus sangat menyesal.
" Pah anak-anak sudah selesai membayar sepatunya, ayo kita pulang, ajak istri pak Ryan.
Keluar dari Toko sepatu mereka langsung pulang, di jalan ke parkiran, istrinya bertanya,
" Pah, Yunus tanya apa ke papa, tanya istrinya
" Dia barusan menghina Nona Muda Ranti, kamu tau sendiri sifatnya Yunus itu, kata Pak Ryan
" Haiss, kirain apaan, biarkan saja, itu memang sudah sifatnya, dan sekarang kena batunya, pelanggan berharga dia sendiri yang membuangnya, kata istri pak Ryan
" Bodoh dia sendiri, untunglah papa ketemu mama yang sabar merubah sikap papa, hingga sekarang sangat terasa hidup papa begitu di hargai oleh banyak orang, dan rejeki juga dengan sendirinya datang, terimakasih istriku
" Sama-sama pah, namanya suami istri, papa juga walaupun dulu sombong ke orang lain, tapi papa mau menerima mama yang anak seorang pembantu, kata istri pak Ryan.
" kok jadi ngomong romantis kayak gini pah, senyum istrinya
" Ia ma sudah lama kita gak kayak gini, kata Ryan.
" Yang penting kita harus selalu bersyukur, Tuhan sudah memberikan kita kesempatan untuk menjadi lebih baik, apalagi mulai Minggu depan kejujuran dan ketulusan papa akan di uji lagi oleh Nona Ranti, kita harus mengerjakan dengan baik pah, kata istrinya
" Harus mah, dia ngumpulin 30 anak dan 6 pekerja, sebulan saja 1 orang anak menghabiskan 1juta, minimal kita harus menyediakan barang 30 juta, tiap 3 bulan 100 karung beras untuk Panti Asuhan Charity.
Kembali ke posisi Ranti di Mall Galaxy
" Kak apakah menjadi orang miskin itu akan selalu hina orang ya, ucap Salma
" Tidak semua orang memandang hina kepada orang miskin, dulu waktu kakak ketemu kalian bagaimana, tanya Ranti
" Maaf kak hampir aku lupa, tapi banyak yang seperti di toko sepatu itu ya, lanjut Ranti
" Sangat banyak, bahkan ada yang sudah miskin tapi berpura-pura kaya, bahkan sombong lagi, kata Ranti
" Kayak pelayan toko itu ya kak, sambung Armando
" Ia, kakak bukan merendahkan pelayan toko lainnya, tapi gaji si pelayan toko tadi di bandingkan dengan pelayan kita di rumah gajinya beda jauh, kecuali banyak pelanggan yang dia layani, maka ada bonus.
" Itulah kenapa kakak tidak suka berteman dengan orang yang sombong, karena orang sombong rata-rata memiliki otak licik dan hati dengki, lanjut Ranti.
" Orang sombong pasti banyak yang membencinya, sambung Friska
" Benar di televisi juga seperti itu, kata kedua bocah itu.
" Kakak janji sepatu yang Salma ingin beli tadi pasti kakak akan belikan buat Salma dan Armando, kata Ranti
" Terimakasih kak Ranti, kata Salma
" Apa perlu kami semua juga beliin Salma seperti yang tadi, kata Renata
" Terlalu banyak kak, cukup sepasang buat aku, dan sepasang lagi buat kak Armando, ucap Salma
" Ya sudah sekarang kita beli sepatu untuk ke sekolah saja dulu oke, sambung Darel
" Ia kak, kata Armando
__ADS_1
Mereka masuk ke toko sepatu, tempat langganan Ranti dan keempat kakaknya, dan mereka di sambut oleh pelayan dengan sangat sopan.
" Halo adik ganteng dan cantik, apa hari ini mau beli sepatu lagi atau tas, sapa pelayan itu kepada kedua bocah.
" Dua-duanya kak, biar nanti kakak cantik dapat bonus kata kakakku, jawab Armando
" Terimakasih Adik ganteng, mau pilih sendiri atau kakak bantuin, tawar pelayan itu.
" Tolong kakak bantu kami berdua memilih, kata Salma
DING... DING
* misi dadakan terkonfirmasi
Bantu pelayan toko melunasi hutangnya sebesar 50 juta
Hadiah :...?
Misi tidak dapat di tolak !
Misi dadakan awal Tahun Baru, lanjutkan Rose, jawab Ranti
" Nona, tolong layani adik saya dengan baik, apa yang mereka mau ambilkan saja, kata Ranti
" Baik Nona, saya siap melayani kedua adik Nona, kebetulan toko juga lagi sepi, jawab pelayan itu.
" Maaf siapa nama kamu, tanya Ranti
" Nama saya Clara Nona, jawab pelayan toko itu
" Jam berapa kamu pulang kerja, tanya Ranti
" Jam sembilan malam, tapi karena masih suasana tahun baru, jadi hari ini, sejam lagi saya pulang, kata Clara
" Keluarga tinggal dimana, tanya Ranti
" Aku hanya tinggal bersama adikku, ibuku meninggal bulan November tahun lalu, kata Clara murung
" aku minta maaf telah bertanya yang membuat kamu jadi sedih, ucap Ranti
" Kamu kuliah sampai semester berapa, tanya Ranti
" Sebentar lagi saya ujian skripsi, makanya saya bekerja disini, tahun ini adikku lulus SMA, jadi aku harus bekerja, gaji pensiunan almarhum ayah tidak cukup, apalagi waktu ibu sakit hingga meninggal, kata Clara curhat.
" Sabar ya, kamu kuliah jurusan apa, lanjut Ranti bertanya
" Manajemen bisnis di STIE Perbanas Surabaya.
" Kamu beasiswa atau mahasiswa biasa, tanya Ranti
" Beasiswa penuh, jawabnya singkat
" Besok jam 8 pagi kamu ketemu dengan orang ini di gedung RPS Finance dan kamu magang disana hingga selesai wisuda, jangan sia-siakan kesempatan ini, kata Ranti
" Terimakasih Nona, saya sudah masukkan surat lamaran ke sana tapi katanya, pemanggilan karyawan mulai tanggal 5 Januari, kata Clara
" Karena kantor baru di buka resmi besok, jadi kamu datang 8 pagi, karena acara akan di mulai jam 9, pakai pakaian putih hitam lengan panjang, dan berhias sedikit lah, apa kamu bisa, tanya Ranti
" Saya ijin bos saya dulu Nona, biar bagaimanapun saya masih bekerja disini, kata Clara
" Besok kamu datanglah ke kantor itu, saya ijinkan, kata bos Clara tiba-tiba bersuara
" Tapi saya masih punya hutang di toko, kata Clara
" Clara, dari awal kamu melamar kerja di sini, dan sudah hampir setahun kamu bekerja di toko saya, jika kamu di terima bekerja disana, kamu bisa mencicil hutangmu kepada saya, saya percaya kamu orang jujur, kata bos Clara
" Terimakasih bos, kata Clara
" Sama-sama Clara, jangan sia-siakan kesempatan ini, kamu punya pendidikan tinggi, tidak pantas kamu bekerja jadi pelayan toko, kata bos Clara
" Jika saya bekerja disana, pasti akan saya cicil hutang saya bos, kata Clara
" Saya percaya dengan kamu, santai saja, dan tatap masa depan kamu, Jujur saya kehilangan karyawan terbaik saya, tapi saya tidak boleh egois, jika di terima Disana, berikanlah yang terbaik sesuai kemampuan kamu, motivasi bos Clara yang luar biasa.
" Maaf Tuan, jika saya mengambil karyawan terbaik anda, kata Ranti
" Justru saya bersyukur, Clara bisa mendapatkan pekerjaan sesuai pendidikan nya, Dia anak baik dan bertanggung jawab, mohon jika suatu saat nona tidak ingin mempekerjakannya lagi, tolong beritahu saya, biar dia bekerja dengan saya disini, harapan bos Clara
" Saya percaya dengan gelar yang anda berikan kepada Clara karyawan terbaik, mudah-mudahan Clara bisa jadi karyawan yang multi tasking dan multi prestasi, kata Ranti
" Saya ikhlas membantu Clara untuk melunasi hutang-hutangnya di Toko ini dan sebagai kompensasi saya tambahkan 100 % dari hutang Clara, kata Ranti
" Maaf Nona, kita jadi kaya tim sepakbola yang saling jual pemain hahahaha, saya hanya menerima yang menjadi hak saya itu saja.
__ADS_1
" Dan hak saya memberikan kepada siapapun yang saya miliki, terimalah pak, anggaplah ini hadiah perkenalan saya dengan Tuan, dan jika suatu saat Tuan butuh menambah modal, bawalah kartu nama saya, tidak sembarang orang yang saya berikan kartu nama saya, kata Ranti.