
Hampir sejam akhirnya, Ranti dan Husna tiba di rumah Husna.
" Ini rumah kalian atau ngontrak?", tanya Ranti
" Ini peninggalan Ayahku satu-satunya, makanya ibu tiriku tidak rela kalau rumah ini di jual walaupun untuk pengobatannya, dia sangat mencintai ayahku, makanya aku juga sangat menyayanginya", ujar Husna.
" Baiklah, nanti kalian pindah dari sini dan rumah ini nanti di renovasi dan sewakan saja", ujar Ranti.
" Tapi kami nanti pindah kemana nona?" tanya Husna.
" Ke rumah yang barusan ku suruh Pak Sumadi beli, dan nanti setelah ibumu sehat, dia boleh bekerja di kantin sekolah Bintang Timur, kalau dia mau, kerjanya hanya dari jam 7 hingga jam 3 sore", ujar Ranti.
" Syukurlah kalau begitu, saya ikut saja apa kata Nona Muda ", balas Husna.
" Dan kamu ambil Paket C dan tahun depan wajib kuliah, aku membutuhkan orang di kemudian hari", ujar Ranti.
" Tapi apa saya bisa bekerja paruh waktu untuk kuliah?" tanya Husna.
" Tidak boleh, kamu hanya bantu ibumu saja, dan rawat rumah dengan baik, serta belajar yang rajin", tegas Ranti.
" Tapi kalau hanya ibu yang bekerja, kasihan dia Nona Muda", ujar Husna.
" Tidak usah banyak kuatir, ikut saja omonganku", ucap Ranti.
Husna hanya bisa pasrah dan mengangguk.
" Nona ini kamar ibu, kebetulan dia sudah bangun", ujar Husna.
" Nak, kamu darimana ?" bunda tadi mencarimu tapi kata tetangga kamu pergi dengan ibu-ibu lansia, katanya kamu mau minta bantuan disana", ujar ibunya Husna.
" Ia Bunda, dan hari ini, Husna sudah membawa orang yang akan membantu ibu, tolong jangan marah ya, Husna minta maaf tadi pergi gak bilang Bunda", ujar Husna.
" Kamu sudah banyak membantu Bunda, Bunda yakin almarhum ibu dan ayahmu pasti bangga punya putri sebaik kamu, Bunda minta maaf tidak bisa memberikan kamu yang terbaik", Ujar ibu tiri Husna.
" Kasih sayang bunda sudah cukup membuatku bahagia, dari aku umur 3 tahun bunda sudah merawatku dengan cinta, sekarang gantian aku yang merawat bunda", ujar Husna.
" Bunda kenalkan, ini Nona Muda Ranti, Bos yang mengadakan pengobatan gratis untuk para lansia, Nona Muda datang untuk membantu Bunda", ucap Husna.
" Selamat datang di gubuk kami Nona Muda, saya Atika ibu sambung Husna, dan hanya Husna anakku satu-satunya dan keluargaku saat ini, terimakasih sudah mau datang kemari", ujar Atika ibunya Husna.
" Saya Ranti Putri, saya melihat Husna yang begitu berbakti kepada anda walaupun ibu adalah ibu tirinya, saya sangat tersentuh melihatnya, percayalah hari adalah hari terakhir kalian menderita, saya akan mengobati penyakit ibu dengan syarat, ijinkan Husna bersekolah dan kalian berdua wajib pindah ke rumah yang saya beli", ujar Ranti tegas.
" Ya ampun Nona Muda, saya tidak akan menjual rumah ini, ini harta satu-satunya milik orang yang aku cintai", ujar Atika.
" Rumah ini tetap milik kalian, hanya saja kalian pindah ke rumah yang baru, nanti orang saya datang merenovasi rumah ini, dan sewakan saja", ujar Ranti.
" Kalau begitu ibu tidak keberatan, karena rumah ini, sedianya mau di wariskan ke Husna", ujar Atika.
" Husna, rebus air dan siapkan bak mandi", ujar Ranti.
Setelah semuanya siap, Ranti menyuruh ibu Atika berbaring di lantai dan memberikannya Pill Regenerasi Fisik dan Jaringan Sel.
Selang 10 Menit kemudian, tubuh Bu Atika sudah bergetar, dia berteriak karena terasa sangat sakit.
" Husna, jangan kuatir itu hanya efek dari Pill yang ku berikan, sore ini ibumu akan sehat", ucap Ranti menenangkan Husna yang gusar.
20 menit kemudian, Husna terkejut melihat kondisi ibunya yang sudah terlihat segar, walaupun tubuh ibunya masih terbungkus cairan hitam pekat, dia melihat ibunya tertidur dengan nyaman dengan nafasnya yang teratur.
" Husna atur air dalam bak mandi, dan nanti saat rendaman kedua, tambahkan cairan ini dalam Air, setelah itu, mandikan pakai sabun ini", perintah Ranti.
" Ini sabun yang sangat bagus, tapi saya belum bisa membeli yang varian ini, harganya 25 ribu per botol", ujar Husna.
" Nanti saya berikan kamu 1 karton isinya 12 botol, ujar Ranti.
Ranti menunggu ibu dan anak itu keluar dari kamar mandi, sementara itu dia menerima telpon dari Pak Sumadi, bahwa pemilik rumah itu senang karena akhirnya ada yang mau membeli rumahnya.
" Ya sudah silahkan urus semuanya, bilang ke orangnya besok saya pulang sekolah akan datang membayarnya, Pak Sumadi berikan uang tanda jadi 200 juta dulu, nanti saya ganti uangnya", Perintah Ranti.
__ADS_1
" Baik Nona", ujar Pak Sumadi.
Akhirnya ibu dan itu keluar dari kamar mandi, dengan sudah berpakaian rapi.
" Bagaimana perasaan ibu, apa masih ada yang terasa sakit?, tanya Ranti.
" Tidak, payudara ibu sudah kembali normal, dan tidak terasa sakit saat di pegang, jadi tadi saat mandi ibu merasa sangat bahagia, sudah lama ibu tidak mandi seperti tadi", ujar Atika.
" Baguslah, dan ini buat kamu Husna, caranya seperti tadi, dan giliran ibu yang membantu Husna, buat kalian berdua sama-sama cantik, dan besok sore tunggu saya disini nanti saya jemput kerumah baru kalian", ujar Ranti.
" Terimakasih Nona Muda, ucap Atikah.
" Sama-sama, sekarang mati kita cari makanan, aku sangat lapar", ujar Ranti.
" Baik Nona Muda", jawab Husna.
Mereka bertiga, langsung meninggalkan rumah dan mencari restoran, tapi sebelum itu Ranti mengeluarkan 2 unit Handphone, sisa dari Rampasan milik White Tiger, dan di berikan kepada Husna dan Ibunya.
" Ini buat kalian berdua, nanti fi jalan kita cari Kartu internet dan kartu telpon", ujar Ranti.
" Ini handphone mewah Nona Muda", ujar Husna terperangah.
" Ambil dan pakailah, ini belum seberapa, mari kita cari makan dulu, pasti ibu juga sudah lama tidak menikmati makanan enak karena sakit", ujar Ranti sambil melajukan kendaraannya.
" Hehehehe ia Nona Muda", tapi Nona Muda, maafkan jika saya lancang, boleh kah saya meminta bantuan sekali lagi", tanya Atika
" Jika saya mampu, Pasti saya akan bantu", ujar Ranti.
" Husna, maafkan Bunda, harusnya bunda memberitahukan ini lewat surat saja saat bunda sudah tiada, tapi ternyata takdir tidak bisa di ubah.
" Sebelum Bunda kandungmu meninggal, dia menitipkan surat kepada Bunda untukmu, jujur bundamu ini adalah baby sitter kamu, hanya saja bunda di berhentikan saat keluarga ibumu, mengambil alih seluruh harta ibumu dengan cara licik.
Akhirnya ayah dan ibumu pindah di rumah kita yang sekarang, 6 bulan ibumu meninggal ayahmu menikahi bunda, jujur saja bunda mau menikah dengan ayahmu karena bunda sangat sayang kepadamu, makanya hingga ayahmu meninggal bunda selalu menggunakan KB, bunda hanya ingin punya anak 1 yaitu kamu seorang.
Soal harta bundamu, saat ini berada di keluarga bundamu, mereka mengambil usaha bundamu dengan alasan bundamu menikah dengan ayahmu yang hanya sopir pribadi, serta Yatim Piatu.
" Nona Muda, saya minta tolong bantuan saran dari Nona Muda, apakah hotel itu masih bisa di ambil alih oleh Husna, dokumen asli hotel serta kartu keluarga Husna yang awal masih saya simpan dan surat wasiat bundanya Husna masih ada.
" Besok sore nanti tunjukkan kesaya, kalau saya bisa bantu pasti akan saya bantu sampai tuntas, lalu apa nama hotelnya?" tanya Ranti.
" Namanya Jasmine hotel, sesuai nama pertama Husna, yaitu Jasmine Husna Patty, ayahnya asli Ambon", ucap Atika.
" Baiklah, biar orangku menyelidikinya, karena bisa jadi dokumen yang ada ditangan mereka adalah palsu, dan pasti ada yang tidak beres dalam kasus ini, ujar Ranti.
" Maaf Nona Muda, kalau saya merepotkan Anda, tapi demi Husna saya rela menjadi pelayan anda seumur hidupku, mohon Bu Atika.
" Kalau ibu jadi pelayan saya terus yang menemani Husna siapa?", ibu tenang saja saya bantu dengan ikhlas, doakan semoga kita berhasil", ujar Ranti.
Akhirnya mereka tiba di salah satu restoran khas Jawa Timur, mereka masuk dan memesan makanan.
" Aplikasi Mata Dewa, tolong periksa data Hotel Jasmine Surabaya", perintah Ranti.
" Baik Tuan", Balas aplikasi Mata Dewa.
Selesai makan mereka bertiga kembali ke rumah Husna, namun mereka mampir membeli kartu Internet dan Kartu telpon.
Tiba dirumah Husna, Ranti memberikan mereka berdua masing-masing 1 ATM berisi 10 milyar, hasil dari menukar Poin Pengabdian untuk kebaikan.
" Terimalah ini untuk kebutuhan kalian sehari-hari, lusa kalian sudah bisa pindah ke rumah baru, dan soal hotel, biar orang saya selidiki terlebih dahulu", ujar Ranti dan beranjak dari rumah Husna.
Sepeninggal Ranti, kedua ibu dsn anak itu hanya tertawa bahagia.
" Bunda, kita harus setia kepada Nona Muda Ranti, kita sudah di berikan hidup yang baru, dan bunda harus bahagia", ujar Husna.
" Terimakasih ya Nak, kamu juga harus bahagia, Bunda janji akan melakukan apapun untuk kebahagiaan kamu nanti, apalagi sekarang bunda sudah sehat, dan kamu sudah bisa lanjutkan sekolahmu, bunda akan giat bekerja demi kamu, anak kesayangan bunda", ujar Atika.
" Terimakasih Bunda, biar kita hidup miskin, asal bunda tetap menyayangi Husna, itu sudah cukup buat Husna", Ujarnya.
__ADS_1
" Tapi hotel itu adalah milikmu, tunggu sebentar ibu ambil dulu dokumennya dan surat peninggalan ibumu.
' isi surat ibunya Husna".
Untuk Putriku Jasmine Husna Patty, ibu tidak tahu saat ini umurmu berapa kala kamu baca surat ini, maaf ibu.
Putriku sayang, tolong kamu menyayangi Atika sebagai pengganti ibu, hormati dan jangan nakal.
Kepada Atika ibu titipkan dokumen Hotel yang bernama Jasmine itulah nama kamu, tapi hotel itu sudah direbut oleh kedua paman dan Bibimu, ibu Mohon suatu saat kamu mengambilnya kembali, soal warisan Kakekmu jangan kamu cari lagi biarkan saja, tapi Hotel itu adalah jerih payah ibu dan di bantu Ayahmu.
Ibu sangat menyayangi kamu dan ayahmu, ibu yang meminta Ayahmu menikah dengan Atika jika ibu sudah tiada, jadi sekali lagi hormati Atika seperti kamu menghormati dan menyayangi ibu.
Akhir kata nama keluarga ibu Soetomo.
Dari ibumu.
Sarinah Soetomo
Husna menteskan airmata membaca surat ibunya, dan terdapat foto ibunya dan ayahnya, juga foto mereka bertiga, dan beberapa foto keluarga besar Ibunya.
Kemudian dia membaca dokumen Hotel, walau dia tidak paham, tapi dia membaca bahwa yang mendirikan hotel itu adalah Ibunya dan juga dia membaca surat wasiat, yang intinya hotel itu di wariskan kepada Husna.
Husna juga membaca sebuah kode dan 1 buah kunci, dari Bank, ternyata itu adalah kode sandi safety box dan kuncinya.
Karena dia tidak paham, akhirnya dia menelpon Ranti, dan Ranti membalas nya agar jangan sampai kedua barang itu jatuh ke tangan orang lain.
Husna menyimpan semua dokumen yang ada, dia sudah memutuskan untuk ke Bank Mandiri dan melihat apa isi dari safety box itu.
" Nak, apa nanti kamu akan meninggalkan Bunda, jika kamu sudah memiliki harta Bunda kandungmu?", ujar Atika.
" Bunda jangan bicara seperti itu, hanya bunda keluargaku, sampai kapan pun, Bunda adalah bundaku yang selalu menyayangi ku, nikmatilah masa tuamu dengan baik, jika kita berhasil mendapatkan hotel itu, Bunda yang harus bantu aku mengelolanya, dan kita nikmati bersama-sama, pokoknya bunda jangan berpikir seperti itu lagi, nanti aku bisa tambah sedih", ujar Husna memeluk Atika.
" Terimakasih sayang, tapi bunda aslinya Baby sitter, apa kamu tidak malu nantinya ?", ucap Atika.
" Hahahaha, buat apa malu, kecuali bunda maling dan pengedar narkoba", ujar Husna.
' Akhirnya Bunda bisa melihat keceriaan mu yang menghilangkan sejak bunda sakit", ujar Atika.
" Sekarang waktunya menata kembali hidup kita, agar Nona Muda Ranti tidak sia-sia memberikan kita semua ini, Husna akan selalu setia pada Nona Muda, apalagi hatinya sangat baik", ujar Husna.
" Kita harus menghormati dan menghargai Nona Muda Ranti, ibu ingatkan tetaplah jadi Husna yang rendah hati dan tidak Sombong, dan itu juga sifat ibumu, makanya saat dia meminta ibu menggantikan dia merawatmu, ibu tidak keberatan, apalagi ayahmu juga orang yang sangat baik, jadi lama-lama bunda juga mencintai Ayahmu, bahkan bunda tidak mau punya anak demi membesarkan kamu, bunda takut kasih sayang ibu terbagi kepada anak kandung ibu?" ujar Atika.
" Kalau sekarang apa bunda ingin menikah lagi?' canda Husna.
" Kalau bunda memang mau menikah lagi pasti sudah lama bunda lakukan, tapi bunda tidak mau, bagi bunda Ayahmu adalah yang terbaik, dan lagian bunda sudah punya kamu, untuk apa lagi bunda menikah, hanya merepotkan saja, mending bunda Menikmati hidup seperti yang kamu bilang", ujar Atika.
" Gitu dong, bunda harus ceria, nanti setelah kita pindah rumah, kita nyekar ke makam ayah dan Bunda ku, bagaimana ?' tanya Husna.
" Ia nanti kita kesana, bunda juga sudah lama tidak kesana, jadi Kangen Ayahmu dan ibumu", ujar Atika.
" Kalau kangen lihat saja aku, dalam diriku ada mereka berdua", ujar Husna.
" Benar juga, ujar Atika dan memeluk Husna.
" Bunda, ayo kita Indomaret, disana ada ATM, kita cek ada berapa saldo di ATM ini, dan ambil uang buat besok kita ke pasar belanja dan buat syukuran dan bagikan untuk tetangga, bagaimana Bunda", ayo nanti besok kita ajak ibu-ibu tetangga untuk bantuin kita masak.
Tiba di Indomaret, mereka berdua bergantian mengecek saldo dan menarik uang.
" Astaga Bunda, saldo ATMnya tadi ada 10 milyar, coba punya Bunda', ujar Husna.
" Astaga, punya bunda juga sama, akhirnya kamu bisa sekolah lagi, nanti di rumah baru, kita beli motor untuk pergi-pergi", ujar Atika.
" Ia Bu, kita juga harus berhemat, agar uang kita tidak cepat habis", ujar Husna.
" begini saja, 15 milyar kita buat deposito berjangka, dan 5 milyar kita gunakan sehari-hari, bagaimana menurutmu Nak", ujar Atika.
" Baik Bunda, besok sekalian kita ke bank melihat apa yang di tinggalkan oleh ibu saya", ujar Husna.
__ADS_1
" Ya sudah ayo kita pulang, besok pagi baru kita ke pasar", ujar Atika.