
Mulai hari ini saya bukan adik kalian, dan saya juga menganggap kalian bukan kakak saya lagi, dan seluruh anak-anak kalian juga buka keponakan saya, lihat saja anak-anak kalian, masih SD saja sudah berani menghina Mora dan adiknya, bahkan anak-anak kalian jijik melihat Mora dan adiknya.
Sekarang kalian minta maaf karena kalian sudah tahu hubungan Putriku Mora dengan Nona Muda Salma, sudah lama aku tahu kalian bekerja sama dengan perusahaan Nona Muda Ranti, tapi tidak melaporkan kelakuan Kalian, tapi hari ini justru kalian sendiri membuka aib ini, jadi itu urusan kalian.
Aku kasih tau kalian, untuk hidup Mora di masa depan sudah terjamin, Deposito ratusan milyar sudah di berikan Nona Muda Ranti, dan untuk keluarga ku sendiri di berikan uang pensiun 2 triliun lebih, kami hanya akan bekerja setelah Mora lulus SMA, setelah itu kami Pensiun, mungkin saat itu usiaku pas 40 tahun", ujar ayahnya Mora.
" Tapi maafkan kami dek, kalau perusahaan kami di putuskan kontrak lalu bagaimana dengan keluarga kami", ucap mereka.
" Itu urusan kalian, saya hanya orang miskin Dimata kalian, untuk Apa orang kaya seperti kalian meminta maaf pada orang miskin yang bekerja hanya Security dan pelayan kantin, gaji kami berdua menurut kalian tidak cukup membeli sepasang baju kalian", ujar ayahnya menohok.
Sementara di dalam kamar Mora, Proses penyembuhan Mora sementara berlangsung, teriakan Mora tidak terdengar karena memang seluruh kamar mereka di buat kedap suara agar istirahat mereka mereka tidak terganggu, di tambah lagi Ranti memblokir suara ruangan Mora.
Sedangkan di ruang tamu, para paman dan bibi Mora berusaha membujuk ayahnya, agar mau meminta Ranti membatalkan keputusannya.
" Kalian minta maaf karena hanya takut kehilangan pekerjaan, kalian membenciku bertahun-tahun, dan jika bukan karena Nona Muda Ranti, mungkin istriku sudah meninggal, dan pasti kalian akan senang, dan sekarang karena Nona Muda memutuskan kontrak dan memecat anak kalian, terus sekarang minta maaf, kemana hati nurani kalian selama ini, dan jika Nona Muda membatalkan keputusannya apa dengan begitu kalian tetap menghargai ku dengan tulus, hahahaha, ucap ayahnya Mora yang tau kelicikan saudaranya.
Bujukan dengan kata-kata memelas dari Kakak-kakaknya tidak lantas membuat ayahnya Mora berbelas kasihan.
" Lihatlah kalian, saya suku datang meminta tolong kepada kalian hingga berlutut 2 jam, tapi kalian hanya menyuruh saya membiarkan istriku mati saja, sampai saya pulang pun kalian tetap tidak memberikan bantuan, jadi sekarang memohonlah kepada Nona Muda, karena saya tidak berhak menyuruh nona Muda membatalkan keputusannya", ujarnya.
" Ayah, Mora sudah sembuh, dan mau jalan-jalan dengan Salma dan kak Ranti juga kak Armando", teriak Mora keluar dari kamar.
" Ia sayang, Nona Muda Salma juga tidak pernah kemana-mana sejak kamu sakit, setiap hari datang menemani kamu di rumah sakit, ini handphone kamu nak, tadi ayah pinjam untuk menelpon teman ayah agar berganti jaga", ucap ayahnya Mora.
Ayahnya Mora dan ibunya tidak kaget dengan kesembuhan Mora, karena mereka sendiri sudah mengalaminya, tapi tidak dengan para paman dan bibinya Mora yang terkejut melihat Mora sudah sembuh bahkan terlihat seperti tidak pernah terbakar.
" Ayah, pasti paman- paman dan bibi datang memarahi dan memaki ayah lagi ya, suruh mereka pulang, Mora tidak mau melihat mereka di rumah kita. Mora saja waktu kerumah mereka hanya di kasih air kemasan, kenapa ayah memberikan kue dari Salma kepada mereka, kue itu sekotak harganya 5 juta", ejek Mora yang sudah terlalu sakit hatinya.
" Maafkan ayah telah memberikan kue milikmu kepada mereka, mulai hari ini, jangan lagi panggil mereka Paman dan bibi serta kakak sepupu, karena mulai hari ini mereka sudah bukan keluarga kita", apa Mora setuju", tanya ayahnya.
" Mora justru senang, toh Mora tidak pernah mendengar para mantan sepupu memanggil Paman pada ayah, mereka yang besar hanya memanggil nama saja, apalagi pada ibu, yang kecil memanggil Om, Para mantan sepupu juga saling memanggil adik dan kakak, tapi sama Mora dan adik tidak mereka hanya memanggil anak pelayan kantin", jadi sekarang Mora tidak akan pernah memanggil mereka paman atau Om, bibi atau Tante, bahkan panggil nama mereka saja tidak akan, karena Mora akan melupakan mereka", jawab Mora.
Para pamannya Mora terdiam mendengar omongan Mora, mereka ingat saat mendidik anak mereka agar jangan mengganggap Mora dan adiknya sebagai saudara, bahkan mereka mengajarkan jangan memanggil Paman dan Bibi pada ayah Ibunya Mora.
" Keluar kalian dari rumah saya, saya Mora berjanji tidak akan pernah menginjakkan kaki saya dirumah kalian, mulai hari ini kalian bukan saudara Mora, terimakasih pernah menerima saya di rumah kalian dsn terimakasih atas air mineral yang sudah kalian berikan pada saya, nanti saya ganti 100 dus, tunggu saja di rumah kalian anggaplah sebagai ganti ketika orang tua saya meminumnya.
Nanti ada orang yang datang membawa daging yang saya makan waktu acara kumpul tahunan, meskipun saya tidak sempat memakannya, Karena anak- anak Kalian menarik piring saya dan merampas sendok berisi nasi dari tangan saya, begitu sate yang hendak di makan adik saya, besok saya ganti daging sapi dan daging ayang serta beras 1 karung, agar saya tidak punya hutang kepada kalian, itu pintunya silahkan keluar, usir Mora kepada kedua paman nya serta bibinya, juga seluruh sepupunya.
Mereka semua Langsung pergi tanpa berbicara apa-apa, mereka sudah terlalu malu untuk membalas omongan Mora yang membalikkan omongan mereka.
" Mora, nanti om Ryan akan mengirim barang- barang yang sesuai omongan Mora", ucap Ranti setuju dengan Mora.
" Terimakasih Kak Ranti", ucap Mora.
" Anak ayah ternyata sudah bisa membela nama baik keluarga kita, ayah sangat menyayangi kamu dan adikmu",ujar ayahnya Mora sambil memeluk Mora.
" Mora juga sayang ayah dan ibu juga adik", ujarnya sambil membalas pelukan ayahnya.
Ranti dan saudaranya beranjak dari rumah Mora dengan tujuan berbeda, Ranti, Salma dan Armando serta Mora, mereka akan pergi ke Tunjungan Plaza, sedangkan Mercy, Friska dan Rindu mereka akan datang ke DAMKAR Supermarket.
Flashback sebentar ke Lampung dan Merak.
Disaat Ranti sedang Rapat di kantor salah satu desa di Magelang, sementara di Lampung tepat nya di desa Karyono, terjadi kehebohan di tetangga Karyono dan tetangga pak Budiono, bagiamana tidak baru kemarin mereka melihat dirumah sederhana Karyono didatangi orang dealer mengantarkan 2 unit mobil, dan 1 unit lagi kerumah pak Budiono.
Dan siang ini, kedatangan 3 motor sport, 1 motor trail dan 4 motor Nmax, lebih herannya adalah 2 motor sport dan 1 motor trail dan 1 motor Nmax di kirim ke rumah Karyono.
Begitu juga di rumah Pak Budiono, di turunkan 1 motor sport dan 3 motor Nmax, dan bukan hanya tetangga yang kaget pak Budiono sendiri juga kaget, sudah kemarin sore dia terkejut karena kedatangan mobil sekarang datang lagi motor sport dan 3 motor matic.
__ADS_1
" Nayla, motor-motor ini buat siapa, apalagi motor besar ini punya siapa tanya pak Budiono pada Nayla.
" Motor besar itu dan 1 unit Nmax punyamu, sedangkan ayah dapat juga 1 unit, dan juga buat mas Ardan, nah sekarang ayah dan mas Ardan isi datanya, semua sudah di bayar oleh Nona Muda Ranti secara Tunai", Jawab Nayla, sambil melihat Karyono dan Anjeli berada di jalan membawa motor sport milik mereka.
Sementara pak Budiono dan Ardan mengisi formulir, Nayla keluar dari kamar dengan menggunakan jaket kulit dan menenteng helm.
" Ayah, mas Ardan aku mau tes motor bersama kak Aryo dan adik Anjeli, sekalian mau isi Bensin", ujar Nayla dan langsung menaiki motornya menghidupkan mesinnya.
Para pemuda dan beberapa anak gadis yang seumuran Anjeli dan Nayla terkejut bukan kepalang, mereka tak pernah menyangka jika Nayla bisa sembuh bahkan sekarang bisa memiliki motor Besar, apalagi saat mereka melihat Karyono dan Anjeli terlihat ganteng dan cantik berada di motor Kawasaki ZX 25RR yang harganya 130 juta.
Sebelum pergi Karyono mengeluarkan uang 10 juta untuk tips buat karyawan yang mengantar motornya dan kedua adiknya.
" Kak kita mau ke mana? tanya Anjeli ke Karyono
" Kita isi Bensin dulu, terus kita keliling Bandar Lampung sebentar baru kita pulang, besok pagi kalau kalian mau ikut kakak, kita ke Merak dengan Ferry pertama, bagiamana? tanya Karyono.
" Apa mau pakai mobil atau motor? tanya Anjeli.
" Terserah kalian berdua saja", jawab Karyono.
" Bagaimana kalau kita pakai motor saja, ucap Nayla.
" Ayo, seperti apa rasanya jalan jauh naik motor besar seperti ini", ucap Anjeli.
" Oke kita berangkat dari sini jam 5 pagi, biar kapalnya masih agak sepi, kita naik yang ekspres", ucap Karyono, kemudian mereka bertiga berangkat ke Bandar Lampung sekalian mau isi Bensin.
Para pemuda dan gadis yang dulunya meremehkan Karyono hanya bisa diam, apalagi ada seorang gadis yang dulu menolak cintanya Karyono.
Pak Budiono terkejut ketika melihat Nayla dan Anjeli pergi dengan mengendarai motor besar layaknya pembalap, apalagi stelan jaket kulit dan sepatu Nike terlihat sangat keren.
" Mas, berapa harganya 3 motor itu, tanya Budiono ke Fikri sang sales.
Saat mereka bertiga tiba di SPBU, mereka menjadi perhatian banyak orang, namun mereka tidak menyangka 2 dari pemilik motor itu adalah wanita muda, si operator SPBU terkejut ketika Anjeli dan Nayla membuka helmnya dan mengatakan jumlah yang akan mereka isi, " Gila.. ternyata mereka berdua adalah wanita.
" Wow, motor itu harganya 100 jutaan, ucap seorang pengendara Kawasaki Ninja juga.
Ternyata setelah di full tank mereka hanya membayar 180 ribu, setelah itu mereka bertiga melanjutkan perjalanan menuju bandar Lampung dan berkeliling sebentar lalu kembali kerumah.
" Nayla, sejak kapan kamu bisa bawa motor besar? tanya ayahnya.
" Itulah kehebatan SIM yang di berikan oleh Nona Muda Ranti, ayah lihat sendiri kemarin saja aku bisa nyetir mobil, begitu juga dengan Anjeli dan kak Aryo", jawab Nayla.
Lain di Lampung lain juga di Merak, sekitar jam 3 sore paket Ranti untuk Aisyah, akhirnya tiba bersama 1 unit mobil Mercedes GLE 53 berwarna biru, berhenti di depan kios orangtua Aisyah.
" Selamat Sore, kami datang mengantar mobil atas nama Nona Aisyah Antara, dan juga beserta paket khusus, dari pemesan mobil ini", ucap Tim Rose.
Aisyah yang sedang asyik duduk di depan kios dan memainkan tablet miliknya terkejut melihat mobil merek Eropa sudah berada di depan matanya.
" Ia saya, Aisyah Antara, apakah mobil ini berasal kakak saya Ranti Putri ? tanya Aisyah memperjelas penasaran nya.
"Benar sekali, katanya harus di terima oleh Nona Aisyah yang sendiri", ucap Tim Rose.
" Dan ini juga paket khususnya, mohon di terima dan tanda tangan di kolom penerima
" Terimakasih dan ini tips dari saya, ucap Aisyah sambil memberikan uang 3 juta, kepada pengirim mobil dan paket untuknya.
" Maaf Nona kami sudah di bayar oleh Nona Muda Ranti dan sudah di berikan tips, jadi terimakasihnya atas niat baik Nona", bohong pengirim itu.
__ADS_1
" Baiklah, tapi tolong terima minuman ini, ucap Aisyah yang memberikan air mineral.
Ayah dan ibu Aisyah yang baru pulang dari belanja keperluan kios terkejut melihat ada mobil Mercedes yang sudah terparkir di depan kios mereka, dan sedang kerubutin pemilik kios lainnya.
" Aisyah itu mobil siapa ? tanya pemilik kios sebelah.
" Milik saya Bu, tapi bukan saya yang beli tapi belikan saudara saya yang kemarin kesini",ujar Aisyah
" Oh baik sekali saudara mu itu, berarti uang untuk sewa kios juga dari saudaramu itu ya? ucap pemilik kios itu.
" Namanya saudara Bu, jawab Aisyah singkat.
" Kelihatannya masih muda, kenalin dong dengan ibu, siapa tau bisa jadi mantu ibu", ucap ibu itu.
" Ia Bu nanti aku kasih tau saudaraku", jawab Aisyah.
" Nak, apa mobil ini yang dibelikan Nona Muda Ranti", tanya ibunya Aisyah.
" Ia Bu, ayo masuk, aku belum buka paket dari kak Ranti", ucap Aisyah.
" Aisyah kamu tahu harga mobil ini yang paling murah saja 1 milyar lebih, ini versi termahal, harganya 2 miliaran, dan astaga nak ayah lupa kamu kan belum bisa bawa mobil", ujar ayahnya Aisyah.
" Nah itu dia, makanya kita masuk dulu, aku mau ambil SIM mobil dan motor dari kotak ini", ucap Aisyah.
Tiba silam kios Aisyah membuka kotaknya, yang berisi beberapa botol dan juga ada tertulis untuk Delia dan ibunya, dan ada buat Aisyah dan kedua orangtuanya.
Aisyah mengambil kedua SIM itu dan meneteskan darah keatasnya, selang beberapa detik, Aisyah merasakan hangat di kepalanya, segala teknik mengemudi masuk dalam ingatan nya, serta segala skill mengemudi, bela diri serta komputer dan memainkan alat musik juga bernyanyi meresap keseluruh tubuhnya, setelah 5 kemudian terlihat ada perubahan dalam diri Aisyah.
Dia membaca kertas yang bertuliskan semua nama Pill dan serum yang di berikan Ranti, lalu Aisyah menceritakan ke ibunya dan akhirnya ayah dan ibunya menemani Aisyah dalam prosesnya.
Untunglah kamar mandi mereka sudah pemanas air bekas penyewa yang lama, Aisyah mengikuti seluruh langkah-langkah yang di tertulis dalam kertas itu dan berhasil.
Setelah dia mandi keluarga dari kamar mandi, kedua orangtuanya terkejut melihat Aisyah yang bertambah tinggi dan kulitnya kini semakin putih dan mulus.
Terakhir Aisyah menelan Pill Penambah Kecerdasan dan memperkuat jaringan otak, kembali kepalanya merasakan kehangatan, dan segala pengetahuan masuk ke otak nya, selesai itu, Aisyah duduk sebentar dan meminum air yang sudah di teteskan air surgawi.
Aisyah juga membantu kedua orangtuanya untuk melakukan hal yang sama, kecuali Pill penambah kecerdasan.
Hanya dalam waktu 1,5 jam ketiga orang itu telah berubah kerutan di wajah Bu Antara kini menghilang bahkan flek di wajahnya menghilang kini terlihat Bu Antara 35 tahun, padahal dia sudah 48 tahun.
" Bu aku mau pergi isi Bensin Pertamax Turbo, terus mau mau kerumah kak Delia", ucap Aisyah sambil membuka pintu dan memasuki mobilnya.
" Nak apa kamu yakin sudah bisa bawa mobil", ucap Pak Antara masih belum percaya.
" Tenang saja ayah, ketika duduk di kursi pengemudi, rasanya sudah seperti pengemudi profesional', jawab Aisyah, sambil menekan gas pelan-pelan.
Ketika mobil sudah mulai berjalan, Pak Antara tambah was-was, namun ketika dia melihat mobil semakin laju dan bermanuver saat berbelok, baru pak Antara lega.
Para tetangga terkejut juga bukan hanya karena Aisyah bisa menyetir mobil, tapi juga perubahan suami istri itu, yang terlihat lebih muda dan kulit mereka berdua tidak ada lagi kerutan dan juga rambut tidak lagi beruban.
" Bu sejak kapan Aisyah bisa menyetir mobil, setahu kami dia hanya bisa bawa motor? tanya tetangga kios.
" Dia sudah dari sejak SD telah diajarkan menyetir mobil, kan kami dulu juga punya mobil angkot", ujar pak Antara menjawab pertanyaan tetangga.
" Kelihatannya mobil itu sangat mahal, berapa harganya mobil itu dsn katanya itu di belikan saudaranya", ucap tetangga kios.
" Itu bos anakku si Anjas, hanya saja dia sudah menganggap Aisyah adiknya, makanya dia belikan mobil untuk kesekolah katanya, padahal jika Aisyah bawa mobil bisa geger 1 sekolah nya", jawab Bu Antara.
__ADS_1
Di dalam perjalanan Aisyah terlihat begitu bahagia, sambil mendengarkan musik dia melaju dengan mulus, hingga tiba di SPBU. Dengan santai dia memasuki Tempat pengisian Pertamax Turbo dan meminta diisi penuh.