
Halo mba, suaminya bekerja dimana? tanya seorang laki-laki yang sedang duduk makan.
" Saya tidak punya suami", jawab Ranti.
" Oh, lain kali bergaul jangan sampai kebablasan, lihat sekarang, kamu punya anak tanpa suami", ucap laki-laki itu.
" Terimakasih nasehat anda, tapi maaf, saya tidak sembarangan bergaul, jadi kalau kamu tidak mengenal saya, lebih baik jangan urus, urusan orang", jawab Ranti.
" Maaf mba, saya hanya kasihan dengan kamu, bagaimana kamu bisa membesarkan anakmu jika tanpa suami, apalagi sekarang segala sesuatu, apalagi susu bayi yang cukup mahal", sok perhatian laki-laki itu.
" Ia itu benar, tapi gak apa-apa, aku bisa membesarkan putriku dengan baik dan juga semua kebutuhannya pasti terpenuhi", jawab Ranti santai.
" Mommy, Rory tidak suka dengan om itu, boleh Rory kerjain om itu? tanya Rory.
" Jangan di tanggapi dengan emosi sayang", jawab Ranti.
" Tapi om itu sudah menghina mommy", ucap Rory sedih.
" Tidak apa-apa sayang, biarkan orang bicara apa, mommy tetap sayang sama Rory, jadi jangan sedih sayang", ucap Ranti.
" Terimakasih mommy, Rory aka Adi anak yang baik seperti seluruh aunty dan uncle, tentunya juga mommy", ucap Rory.
" Hey mba, bagaimana caranya kamu bisa membesarkan anakmu, dengan kondisimu yang tidak bisa bekerja", lanjut laki-laki itu.
" Yang jelas aku tidak meminta sama orang lain atau jual diri, seperti yang ada dalam pikiran kamu", ucap Ranti.
" Oh, pasti kamu peliharaan om-om, to the point laki-laki itu.
" Hahahaha, asal kamu tahu, siapapun orang kaya di bumi ini, belum tentu bisa membayar saya, apalagi kamu hanya karyawan kontrak, maaf bukan saya menghina kamu. Tapi lain kali kenali dulu orangnya baru kamu bisa berkomentar, terima kasih kepedulian kamu", ucap Ranti.
" Baiklah, padahal saya ingin membantu anda", ucap laki-laki itu.
" Terimakasih sekali", jawab Ranti.
" Bu, saya pulang dulu", terimakasih, dan ini untuk bayar makanan saya dan air panas untuk susu putriku, ucap Ranti dan memberikan uang 100.000, kemudian beranjak.
laki-laki itu hanya bisa melihat Ranti hingga sampai ke parkiran, dan betapa kagetnya, saat dia melihat Ranti menaiki mobil Lamborghini Sian.
" Bu, siapa sebenarnya Nona yang itu ? tanyanya.
" Hahahaha, anak muda kamu salah, lahan ini saja milik Nona Muda Ranti, dan dia itu sangatlah kaya, RPS Group Company adalah miliknya, dan bayi itu adalah Putri angkatnya, dia sendiri baru lulus dari SMA Bintang Timur, dengan predikat juara Nasional', jawab ibu itu.
Laki-laki itu gemetaran mendengar jawaban ibu itu, betapa dia sudah salah menegur orang, dan menganggap Ranti melakukan hal yang negatif.
" Maaf Bu, apa sudah lama ibu mengenalnya? penasaran laki-laki itu.
" Cukup lama, sejak dia membeli lahan ini, dan selama 3 tahun para pedagang di beri kesempatan berdagang secara gratis, kalau saya 10 tahun, karena tanah ini dulunya milik ayah saya", jawab ibu itu.
" Berarti Tuan Rendi, CEO RPS Group Company, adalah anak buahnya", batin laki-laki itu.
" Lain kali jangan sembarangan menilai orang", ucap salah satu pengunjung.
Ranti yang kali ini tidak peduli dengan omongan orang yang menghinanya. Dia tidak mau Rory melihat kekejaman Ranti, jika ada yang mengganggunya.
Ranti terus memacu mobilnya, kali ini dia mau menjemput Salma dan Armando, makanya dia kembali ke rumah untuk ganti mobil.
" Terimakasih mommy, karena sudah ngajak Rory jalan-jalan, dan maafkan Rory, jika karena kehadiran Rory, mommy di hina", ucap Rory.
" Tidak apa-apa sayang, Rory adalah selamanya putri mommy, apapun akan mommy hadapi demi Rory, kesayangan mommy", ucap Ranti.
" Nanti jika Rory sudah besar, akan Rory hajar siapapun yang menghina mommy dan seluruh saudaraku", jawab Rory dengan wajah memerah.
" Ayo kita turun, Aunty dan uncle sudah mau keluar sekolah", ucap Ranti.
Dan kini mama dan anak itu kembali membelah jalanan menuju ke sekolah dasar Bintang Timur.
" Halo Kakak, dan ya ampun, keponakan kebanggaan aunty ternyata datang menjemput", ucap Salma.
" Aunty Salma, Rory sangat kangen, gendong Rory dong", ucap Rory sambil membentangkan kedua tangan kecilnya.
" Halo Uncle, makin ganteng saja", ucap Rory lewat telepati.
" Hahahaha, kecil-kecil sudah berani menggoda uncle ya", jawab Armando.
" Ya sudah ayo kita pulang dan bersiap ke Singapura", ucap Ranti.
Sementara itu jauh di Merak, Aisyah bersama dengan Anjeli, Nayla dan juga Delia, sudah bersiap-siap, tak ketinggalan dengan Karyono, yang hadir di Kios Aisyah.
" Hei Aisyah, kamu mau di ajak kemana lagi, apa mau ke Eropa sekarang", nyinyir seorang tetangga.
" Nanti liburan panjang, aku sama kakak angkatku akan ke Eropa, ada apa ? apa masalah buat ibu ! jawab Aisyah kasar.
" Paling juga hanya Ancol, tapi bilangnya jalan-jalan ke luar negeri", nyinyir orang itu.
" Sekali lagi ibu bicara kasar pada Aisyah, saat itu juga aku telpon kakaknya di Surabaya", potong Nuril yang baru saja turun dari mobil Aisyah.
" Sudahlah kak Nuril, biarkan saja Tante girang itu, mau bicara apa, memangnya kita wajib lapor kepadanya saat kita mau kemanapun", ujar Aisyah.
" Nyonya, ini kali terakhir kamu bicara sembarangan, jika dikemudian hari kamu masih seperti itu, jangan salahkan saya dan anak buah ku menghancurkan Kios kamu.
" Bang Jack, kenapa kamu membela Aisyah", ucap orang itu.
" Karena dia adalah majikan ku sekaligus keponakan kesayangan saya dan anak buahku, pantang bagi kami, orang kesayangan kami di ganggu apalagi di hina", tegas Bang Jack.
" Apa bang Jack tidak tahu siapa suami saya? ucap wanita itu.
" Apa untung dan kerugian saya jika mengenal suami kamu, ingat baik-baik, selama ini saya diam, kamu bicara macam-macam fitnah terhadap keponakan saya, itu karena kebesaran hati keponakan saya, tapi saya hati saya tidak seluas hatinya, sekali lagi kamu seperti itu, dalam 1 jam, kiosmu saya pastikan hancur", tegas Bang Jack.
Ibu itu gemetaran mendengar ancaman Bang Jack, selama ini bang Jack sudah memantau keluarga itu, tapi Aisyah selalu bilang jangan di tanggapi.
" Paman, langsung lapor polisi jika dia memfitnah saya lagi", ucap Aisyah.
" Nona Muda boleh bersabar, tapi paman tidak bisa berdiam diri terus, saat dia menjelekkan nama Nona Muda, apalagi Bang Jack, sudah di anggap Paman, dan sebagai paman, pasti tidak terima, jika orang itu terus saja menyebar fitnah", tegas bang Jack.
__ADS_1
" Ia Paman, mendingan ajak paman yang lain, ngopi, Aisyah mau siap-siap ke Bandara, karena nanti mau ke Singapura", ucap Aisyah.
" Baiklah, tapi paman tidak akan beri dia ampun, jika dia tidak berubah, apalagi kalau sampai Nona Besar tau, nanti Paman dihukum", ucap Bang Jack
" Hahahaha, Paman takut ya sama kakakku, ledek Aisyah.
" Jujur saja, Pamanmu ini hanya takut sama kakaknya Nona Muda Aisyah, dan juga sangat kagum serta sangat menghormatinya, lihatlah kehidupan Paman sekarang, udah lebih bersih dan juga tambah ganteng", ucap bang Jack memuji diri sendiri.
" Hahahaha, ternyata Paman bisa narsis juga ya, tapi benar kok, paman tambah ganteng, dan juga semakin kaya", ucap Aisyah.
" Hahahaha, itu semua berkat kebaikan hati Nona Besar Ranti", ucap Bang Jack.
" Bang Jack, tolong pastikan semuanya baik-baik saja, selama saya dan Aisyah pergi", Perintah Nuril.
" Siap Nona Nuril, dan tolong jaga keponakan bang Jack, selama disana", jawab Bang Jack.
" Hahahaha, jangan kuatir, Adikku yang manja ini, jika sudah ketemu kakaknya, pasti baik-baik saja, dan pasti sangat bahagia", jawab Nuril.
" Ia dong, ada kalian saja aku sudah sangat bahagia, punya Paman yang sangat baik dan sayang sama Aisyah, juga punya kakak Nuril juga yang sayang sama Aisyah", ucap Aisyah.
" Kakak tidak akan pernah meninggalkan kamu", jawab Nuril bahagia.
" Sudah, makan dulu, perintah Nayla.
Bang Jack sangat bersyukur, dengan kehidupan yang sekarang, harta melimpah juga keluarga bahagia.
Tepat jam 4 sore, Ranti menelpon Aisyah, agar segera berangkat ke Bandara.
Aisyah dan kakak-kakaknya diantar oleh Karyono dan ditemani Diman.
" Kami sudah di jalan kak", pesan Aisyah.
" Ya sudah hati-hati, paspornya siapkan saja dari dompet, biar gak repot di Bandara nanti", ucap Ranti mengingatkan.
" Semua sudah kak", singkat Aisyah.
" Manja betul adikku ini sama Nona Muda Ranti ", ucap Nuril sambil mencubit pipinya Aisyah.
" Hehehehe namanya bontot, kalian juga selalu memanjakan aku, jadi jangan komplain", jawab Aisyah.
" Ya sudah, ini minum susunya", perintah Anjeli sambil memberikan susu ultra rasa jambu.
Tak terasa, mereka semua sudah berkumpul di Bandara Soekarno Hatta, Robin dan Tiara juga sudah tiba, dan yang paling bahagia, adalah Aisyah.
Semua kakaknya kumpul bersamanya.
" Dek, mau sampai kapan kamu seperti ini? ucap Robin.
" Gak tau kak, Aisyah sangat bahagia bersama kalian selain dengan ayah dan bunda", ucap Aisyah yang sedang asyi bergelayut di lengan Robin.
Tiara sendiri sedang sibuk mengambil makanan, untuk Robin dan kedua adiknya yang manja, siapa lagi kalau bukan Ranti dan Aisyah.
Sejam kemudian mereka semua naik ke pesawat.
" Kak Delia, ayo duduk", ajak Aisyah.
" Dek ini pesawat apa hotel ya, mewah banget isinya", ucap Delia.
Ranti dan saudara-saudaranya hanya diam saja.
" Delia, nikmati saja, selama kamu tulus menyayangi Aisyah, suatu saat pesawat milik Aisyah datang, silahkan kamu juga nikmati", ucap Ranti.
" Maksudnya, nanti adikku ini akan di belikan pesawat Jet Pribadi? tanya Delia kaget.
" Ya, tahun depan pesawat Aisyah akan datang, tapi sementara parkir di Soekarno-Hatta, dan setelah Bandara pribadinya selesai, baru di pindahkan ke Cilegon ", jawab Ranti santai.
" Adikku nanti orang terkaya di Cilegon", sambung Nayla.
Hahahaha hahahaha
Seisi pesawat langsung tertawa mendengar omongan Nayla.
Obrolan mereka berhenti setelah Pramugari, melaporkan bahwa 15 menit lagi pesawat akan mendarat di Bandara Internasional Hang Nadiem Batam.
Dengan santai Ranti dan rombongan turun dari pesawat Jet Pribadi Gulfstream G 750.
Tidak bisa di katakan lagi, di Bandara manapun pesawat itu mendarat pasti akan menjadi pusat perhatian.
Kedatangan Ranti dan rombongan sudah ditunggu oleh Sasha, Regina dan Maureen dan pihak Hotel dengan sebuah bus yang sangat bagus.
Rencananya mereka akan menyeberang ke Singapura jam 8 pagi, dengan Ferry yang sudah di sewa.
Semua fasilitas keberangkatan mereka telah diurus oleh Sasha dan Maureen, juga Regina.
Selamat datang Nona-nona Muda dan Tuan Muda, sambut Maureen.
" Terimakasih kak Maureen, Sasha dan juga Regina, apa kabar kalian? sapa Ranti.
" Kami semua baik-baik saja", jawab Sasha.
" Apa Sasha tidak kangen dengan saya? tanya Ranti.
" Sangat kangen, ingin rasanya memeluk Nona Muda tapi tidak enak, karena di tempat umum", ucap Sasha.
" Ya sudah sini peluk aku, jika memang kangen, kamu sahabatku, jadi jangan terlalu kaku, kayak Regina itu", ucap Ranti sambil menggoda Regina.
" Terimakasih Nona Muda, sudah sebulan Nona Muda tidak datang menjenguk kami", ucap Sasha sambil memeluk Ranti.
" Ia, maafkan aku yang terlalu sibuk, tapi kenapa kamu Regina, apa kamu sudah tak mau memelukku", ucap Ranti.
" Mau, tapi Sasha, masih memeluk Nona Muda", ucap Regina, kemudiannya mendekat dan memeluk Ranti.
" Terimakasih sudah membantuku mengurus perusahaan dan menjaga kakakku Vanya", ucap Ranti.
__ADS_1
" Sudah tugas kami Nona Muda, ucap Sasha dan Regina.
Ya sudah, ayo kita hotel, lihat itu, kedua adikku dan keponakanku sudah lelah, ucap Ranti sambil menunjuk Salma dan Armando.
" kakak bertiga, masa hanya kak Ranti saja yang di peluk, Salma kok di lupakan", ucap Salma pura - pura sedih.
Regina dan Sasha langsung berebut ingin memeluk Salma duluan.
Hahahaha hahahaha
Seketika ruang VVIP bandara Hang Nadiem jadi berisik.
Sasha dan Regina sangat beruntung bisa bertemu dengan Ranti hingga hidup mereka menjadi sangat berubah, apalagi kekayaan mereka sudah sangat banyak, Sasha saja sudah memiliki harta lebih dari 20 Triliun, Regina sekitar 18 Triliun, belum lagi tabungan biasa yang ratusan milyar, tapi yang paling kaya adalah Maureen, dan status Maureen lebih tinggi daripada Sasha dan Regina.
Bus membawa mereka menuju hotel dekat dengan Mega Mall dan Pelabuhan Penyeberangan Internasional Batam Center, dan hanya butuh waktu 30 menit mereka tiba di hotel.
" Salma, Armando, mau makan apa sayang? tanya Vanya.
" Belum lapar kak, Salma hanya ngantuk, dan ingin tidur dengan kak Armando", ucap Salma.
" Tapi makan dulu ya sayang", ucap Vanya.
" Ia kak, jawab Salma.
Aisyah sendiri, sedang diurus sama Tiara, Tiara memperlakukannya seperti anak seusia Salma.
" Sudah ayo kita ke kamar dan mandi, biar gak bau, terus kita makan", perintah Tiara.
" Ia kak, jawab Aisyah dan langsung beranjak mengikuti Tiara.
Robin, kayaknya Tiara sudah siap menjadi kakak ipar mereka berdua", ucap Darel.
" Tiara memang sangat menyayangi Ranti dan Aisyah, apalagi kedua adikku tidak pernah membantah jika Tiara sudah bersuara", ucap Robin.
" Terimakasih sudah menjadi kakak buat Ranti adikku, hanya kita berdua laki-laki dewasa yang dekat dengan dia, selain ayah Adrian dan Paman Lukman", ucap Darel.
" Justru itu, Tiara juga sangat memanjakan adik kita berdua", jawab Robin.
" Kakak, mana Aisyah dan kakak ipar? tanya Ranti.
" Aisyah lagi di suruh mandi sama kakak iparmu", ucap Robin.
" Oh ya sudah kalau begitu, adek juga mau ikut mandi", jawab Ranti.
Di kamar mandi yang lain, Vanya sedang memandikan Salma dan Armando juga Mora.
Sedangkan di kamar mandi Tiara, dia saat kerepotan memandikan Ranti dan Aisyah.
" Sudah gede, tapi masih saja kayak Salma", ucap Tiara.
Hehehehe
Ketawa Aisyah dan Ranti.
Di Restoran sendiri, Sasha, Regina dan juga Maureen sedang mengawasi para pegawai hotel sedang mempersiapkan makanan untuk Ranti dan rombongan.
Dewi sendiri, baru saja selesai memandikan Ketty.
" Dek, ayo turun, juta makan bersama", ajak Mercy.
" Ia kak, ayo", jawab Ranti yang sudah berpakaian, itupun di bantu Tiara.
Delia, Anjeli dan Nayla serta Nuril, sangat bahagia melihat Aisyah yang begitu disayang oleh Robin dan Tiara serta seluruh saudaranya Ranti, mereka tidak iri kebahagiaan Aisyah.
Vanya berdiri dan membuka suara, kemudian menjelaskan seluruh maksud dan tujuan mereka ke Singapura.
Selama Vanya bersuara, tidak ada satupun adiknya yang bersuara, itulah aturan keluarga mereka.
Sekaya apapun Ranti, dia tidak pernah membantah apapun perintah dari semua kakaknya, termasuk Robin dan juga Tiara, serta Sonia, karena aturan dasar keluarga mereka adalah adik harus patuh kepada kakak, selama itu untuk kebaikan, sebaliknya sebagai kakak wajib membimbing dan melindungi adiknya, dan harus siap berkorban demi adiknya.
Kedengarannya aneh, tapi lihatlah mereka, semakin saling menyayangi dan melindungi.
Setelah Vanya, baru Dewi dan di tutup oleh Darel sebagai kepala keluarga, dia berdiri di dampingi oleh Sonia.
Dewi dan Darel juga saat berbicara, tidak ada yang berkomentar, apalagi memotong pembicaraan, itulah kenapa mereka semua sangat tidak suka, siapapun memotong pembicaraan mereka.
Setelah masalah serius selesai, Ranti mengeluarkan Rosemary dan Noey.
* Tuan, segera selesaikan acaranya, ada hal penting yang ingin Rose bicarakan", ucap Rose
" Baiklah", singkat Ranti, kemudian bercengkrama dengan seluruh saudaranya.
" Kakak kembar, kenapa belum ke Surabaya, apa karena sudah pacar ? ledek Ranti.
" Kamu itu, kakak lagi sibuk kuliah dan magang di RS, dan ada masalah sedikit dengan pihak RS, hingga kak Renata membantu kakakmu Renita", jawab Renata.
" Ada masalah apa dengan kak Renita? tanya Ranti.
" Renita di tuduh telah melakukan kesalahan prosedur, hingga pasien sampai di operasi dan biayanya kami berdua yang menanggungnya.
Kakak tidak masalah soal uang, tapi kakak tidak suka dengan cara dan perlakuan pihak RS, yang mengancam dengan tidak akan memberikan penilaian kepada Renita, serta mereka juga akan memperpanjang masalah ini", ucap Renata.
Pantas saja, sejak dari Bandara Soekarno Hatta, terlihat Renita tidak bahagia.
" Biar orangku menyelidiki semuanya, kak Renita jangan sedih lagi, adek akan kerahkan seluruh kemampuan adek untuk mencari seluruh bukti untuk menindak RS itu, bila perlu RS itu, adek beli atau hancurkan", jawab Ranti dengan wajah merah.
" Biarkan saja dek, kakak hanya ingin segera selesai praktek dari RS itu dan dapat Nilai", ucap Renita menenangkan Ranti.
Semua terdiam melihat wajah Ranti yang berubah saat Renata bercerita.
" Rose, apa ini masalah yang ingin kamu sampaikan ? tanya Ranti.
* Ya Tuan, ini murni masalah pribadi, seorang dokter muda di RS itu, dendam karena cintanya di tolak Nona Renita, apalagi dia pewaris dari RS itu", jawab Rose.
__ADS_1
* Tapi masalah yang lain adalah, bahwa dokter itu, adalah kaki tangan dari salah satu keluarga yang ikut menyiksa Tuan Antonio, suami bibi Tuan di Manado, malam ini segera kembali ke Indonesia dan bebaskan Tuan Antonio yang di sekap di ruang bawah tanah RS itu, dan Tuan kembali lagi ke Singapura.