
Kembali ke Ranti
Sementara dia bersama berada di luar ruangan kakek Robin di rawat, dia menghubungi Tania bahwa besok dia ingin bertemu di rumah yang Ranti beli l.
Sore kini berganti dengan malam, Ranti masuk ke ruangan RS, Paman Robin masih nampak kesal dengan ayahnya tapi tidak bisa berbuat apa-apa.
Ranti dan Tiara pamit pulang karena sudah malam, melihat Robin ingin mengantar mereka berdua tapi Ranti mencegahnya dan berbisik, jaga baik-baik kakekmu, takutnya pamanmu berbuat yang tidak baik.
Pamanmu datang ke RS saat ini untuk apa, coba kamu pikir, menurut kakekmu Pamanmu itu hampir tidak memperhatikan apapun soal kakekmu, maaf kak mungkin aku terlalu curiga sama Pamanmu, kakak harus waspada.
Baik dek, kak Robin juga agak curiga sama paman, pasti kakak akan waspada. Hati-hati di jalan
Tiara memeluk Robin memberi semangat, Ranti juga memberikan pelukan ke Robin, nanti sebentar lagi makanan buat kak Robin datang, kata Ranti memberitahu Robin.
Terimakasih dek, tolong jaga Tiara buat kakak ya...
" Siap 86, kakak ganteng... bye...bye..
Ranti dan Tiara ke parkiran dan kembali kerumah. Sepanjang ada saja yang di obrolkan mereka berdua, Tiara hanya minta jika Ranti mau ke Jogja, Tiara ingin ikut,
Tenang saja Tiara, jika aku ke Jogja pasti semua kalian aku ajak. Keempat kakakku, kak Sonia dan dirimu.
Oke aku tunggu, kata Tiara
Tak lama kemudian mereka sudah tiba di rumah Tiara.
Ranti terimakasih Berliannya nanti kalau ketemu teman mama pasti kami akan meminta uang kami kembali dan memberikan nya kepadamu, kata Tiara
Kalau ketemu orangnya dan orang itu mau mengembalikan uang kalian, kamu pegang saja uangnya, tapi ada syaratnya.
Apa syaratnya, 10 % dari uangnya kami berikan ke Panti suster Diana, bagaimana ?
Jangankan 10%, 25 % pun akan ku berikan aku janji padamu. kata Tiara
Aku percaya padamu, dan sudah kamu masuk sana, biar orangtuamu tidak kuatir.
Oke, sampai hari Kamis ya... hati-hati di jalan, ucap Tiara
Ranti langsung keluar dari kompleks perumahan Tiara dan kembali ke rumahnya,
DING.... DING
* Maaf tuan hari ini, tuan belum check in
waduh hampir saja lupa, terimakasih Rose
" Oke Rose CHECK IN "
* Selamat Tuan anda mendapatkan
Hadiah Beladiri modern Tingkat Raja dan otomatis aktif dan di sinkronisasi.
[ Beladiri Modern termasuk Tae Kwon do, ju ji Tsu, muaythai, Karate dan judo]
Setelah 30 menit membelah jalanan, akhirnya Ranti tiba di rumahnya, dan hanya terlihat Mang Dul dan Bu Likha di teras rumahnya.
Selamat malam Non, selamat datang kembali kerumah, sapaan khas Bu Likha.
Selamat malam juga Bu Likha dan mang Dul, pada kemana semua kakakku, tanya Ranti
Nona Mercy, Friska dan Rindu, mereka berada di kamarnya, sedangkan Tuan Darel sedang ke kafe, katanya ada masalah, Non Dewi tadi menelpon.
Mendengar ada masalah di kafe milik keempat kakaknya, tanpa merespon laporan Bu Likha Ranti langsung menelpon Darel.
Halo kak, gimana keadaan kafe, kata Bu Likha Dewi melaporkan ada masalah, tanya Ranti
ini lagi kakak urus, jangan kasih tau yang lain, kamu istirahat saja, kalau sudah selesai kakak langsung pulang, kata Darel
Kakak tunggu disitu sekarang aku kesana, balas Ranti langsung mematikan handphone.
Bu Likha saya mau nyusul kak Darel di kafe, jangan kasih tau masalah ini ke mereka, perintah Ranti
Baik Non, hati-hati, balas Bu Likha
Ranti langsung menggeber mobilnya menuju ke kafe
Biasanya bisa 45 menit, tapi karena pikiran lagi kacau, Ranti melarikan mobilnya seperti di kejar penjahat, dan Tanpa memarkir rapi dia langsung keluar dari mobilnya. Dia melihat lagi berdebat dengan seorang pemuda.
Kak Darel, ada masalah apa hingga berantakan begini, dan kenapa wajahmu kak, tanya Ranti dengan mata sudah memerah
Pemuda itu melihat Ranti dengan sikap sombongnya, hey kamu adiknya pemilik kafe ini ya... kalau begitu kamu kesini berlutut minta maaf buat kakakmu dan karyawan kamu, cepat atau aku hancurkan kafe kalian ini !
Memangnya kamu siapa menyuruh kami berlutut kepada manusia seperti kamu, ! sengit Ranti
Dewi jelaskan ada masalah apa, karyawan kita, kenapa bermasalah dengan pemuda itu, tanya Ranti
Dewi menjelaskan tentang kejadian yang terjadi, ternyata karyawan itu adalah adalah gadis incaran si pemuda itu di kampus, namun karyawan itu menolaknya, dan tadi karyawan kita mengantarkan pesanan pemuda itu ke ruang VIP, tapi sudah 30 menit tidak kembali ke posisi, jadi kami meminta karyawan laki-laki menyusui ke ruang VIP, ternyata karyawan kita sementara di lecehkan oleh pemuda itu da 2 temannya.
__ADS_1
Karena ketahuan, mereka menghajar karyawan laki-laki dan menghancurkan CCTV nya dan merusak ruang kontrol CCTV.
Saya yang berusaha menolong, tapi di tendang mereka. Akhirnya saya telpon Tuan Darel, dan tuan Darel juga di hajar mereka, awalnya tuan Darel mampu menghadapi mereka tapi, mereka ada sekitar 25 orang Nona, kata Dewi.
Hey karyawan Rendahan, sudah selesai laporanmu, dan kamu pikir aku takut dengan laporanmu ke bosmu yang kecil ini, kata pemuda itu.
" Rose bisakah data CCTV di perbaiki?
* Bisa Tuan, sekarang juga sementara memperbaiki dan langsung tersimpan di gadget anda tuan, tunggu 15 menit.
Kamu juga pikir aku takut dengan kamu, kalau berani mari kita bertarung, tantang Ranti..
hahahaha kamu... kamu ajak saya bertarung dengan kamu, hahahaha
Kenapa kamu takut kalah dari gadis kecil sepertiku.... hahahaha pengecut
Hey kamu..! kalau aku bertarung dengan kamu, apa yang akan kudapat jika aku menang tanya pemuda sombong itu?
Silahkan sebut keinginan kamu sekarang? tantang Ranti
Jika aku menang, Kafe ini jadi milik saya, jawab pemuda itu
Dan jika aku yang menang, apa yang akan berikan kepada saya, balas Ranti tak kalah sengit ?
hahahaha kamu mengajukan penawaran denganku, apa kamu pantas, Tapi baiklah, jika kamu menang kamu boleh ambil ambil ATM di dalamnya ada 10 milyar dan ini kata sandinya.
Deal.. Deal, mereka berjabat tangan.
ayo ke parkiran, ajak Ranti, biar kafe kamu ini tidak bertambah hancur, ucap Ranti
Baik Ranti maupun pemuda sombong itu langsung ke parkiran, begitu juga pengikut pemuda itu, sedangkan Ranti hanya di temani Dewi dan Darel
Pasang semua lampu, perintah Ranti
mau pakai aturan atau hukum rimba, tanya Ranti
Hukum rimba, silahkan jika kamu mau pakai senjata, jawab pemuda itu.
Hahaha menghadapi manusia seperti kamu tidak perlu pakai senjata, justru kamu yang harus pakai senjata, Ranti mengejek pemuda itu..
Hiaaaat ... bugh.. bugh... pemuda itu langsung menyerang... tinjuan pemuda di tangkis Ranti...
Hahahah hanya segini pukulanmu... hanya kenceng omongan dari pukulan hahahaha, nyamuk saja gak bakal mati kena pukulanmu, ejek Ranti memprovokasi pemuda itu..
Hiaaaat, Yat... bughh... bugh... trak, serangan kearah wajah Ranti dapat di tepis Ranti dengan telapak tangannya...
hahahaha, itu pukulan nyamuk... rugi orangtuamu beri kamu makan, hahahaha, Ranti mempermainkan pemuda itu.
Mereka saling memberi pukulan, baam, baam
Pipi pemuda itu kena tampar Ranti, gedebak, gedebuk.. pang... tendang Ranti mengenai kepala pemuda itu dan tumbang...
Bugh.. bugh.. bugh... tanpa ampun Ranti menendang, pemuda itu meringis...
Kalian jangan diam saja, serang dia patahkan kaki dan tangannya...
25 orang anak buah pemuda itu langsung menyerang.
Ranti tak peduli, dapat langsung dipatahkan tulang mereka, krak... krak
2 orang tumbang
Selama 30 menit terdengar bunyi tulang para penyerang yang patah, keganasan tai Chi diperlihatkan Ranti ke Darel, hingga Darel tercengang, selama ini dia berpikir Gerakan tai Chi hanya sebatas gerakan bertahan dan serangan saja, tapi sekarang dia paham, semua gerakan tai Chi adalah menyerang dan bertahan, dan bertahan sekaligus menyerang, kombinasi yang sangat luar biasa.
Kak Darel ambil gunting sekarang, dan panggil semua karyawan kita kesini perintah Ranti
Pengunjung yang datang ingin makan makan di kafe disuguhkan pertarungan yang terlihat berat sebelah, tapi yang mereka lihat, sebuah dominasi pertarungan yang hebat, banyak dari mereka melakukan siaran langsung...
Pemuda sombong itu masih meringis dan mengumpat, awas kamu...
Hahahaha sudah sekarat masih mau mengancam saya, apa kamu mau minta bantuan orang tua mu... hahahaahah, bugh... krak..krrak
Kedua tanganmu ini yang meraba-raba karyawan kami dan menampar kakak kesayanganku, dan kakimu ini juga yang menendang perut kakak ku juga... krak, krak.. kaki kiri dan tangan kanan pemuda itu patah, dan paling sial lagi... dan karena juniormu ini sudah banyak memakan korban maka sekarang dia aku pensiunkan... brak..brak.. Ranti menginjak -nginjak Junio pemuda itu.
Acchhhh... achhh, ampun... ampun... kata pemuda itu...
Mengampuni kamu, hahahaha mimpipun aku tidak akan mengampuni kamu...
Orang-orang yang menonton, menatap Ranti dengan ketakutan... mengerikan... hanya itu komentar mereka
Ranti berjalan ke arah anak buah pemuda itu yang semuanya mengalami patah tulang kaki dan tangan, dengan gunting di tangan Ranti mulai menggunting baju mereka satu persatu, hingga tersisa boxer saja.
untuk kalian semua Ranti menunjuk ke 25 orang itu, jika ingin tulang kalian sembuh ada syaratnya, Ranti menawarkan pertolongan
" Katakan syaratnya", ujar salah satu anak buah pemuda sombong itu.
Syaratnya cukup kalian bersaksi atas kejahatan yang dilakukan orang sombong itu dan sebagai bonusnya uang 10 milyar milik manusia itu, jadi milik kalian, batas waktu 24 jam dari sekarang.
__ADS_1
Dan aku peringatkan, jika terjadi apa-apa dengan kafe ini, bukan hanya kalian yang ku hancurkan, tapi seluruh orang terdekat mu.
Mereka semua terdiam, sedangkan si pemuda sombong itu hanya bisa menahan sakit, tolong aku, tolong
Bunyi sirene polisi datang dan semua yang berada disitu memberikan jalan bagi Polisi.
Pak polisi, maaf karena tindakan saya terlalu berlebihan, mereka 25 orang patah tangan dan kaki, sedangkan bosnya juga sama dan bonusnya juniornya sudah ku pensiunkan seumur hidup. Kata Ranti
Terimakasih Nona atas bantuan anda menghukum orang ini, sudah banyak laporan dari para korban atas tindakannya tapi seolah dia tak tersentuh. kata Polisi yang pernah berurusan dengan pemuda itu.
Silahkan pak bawa mereka semua dan lakukan sesuai hukum negara ini, dan saya bersedia di panggil kapanpun oleh kepolisian.
Tidak ada belas kasihan dari Polisi buat mereka, Polisi- polisi itu menarik mereka dengan kasar untuk naik mobil, para berandalan hanya bisa berteriak.
Nona kami akan bersaksi, tolong obati tangan dan kaki kami Nona, teriak mereka ke pada Ranti.
Kalian tunggu saja 3 hari lagi aku akan jenguk kalian, rasakan dulu sakitnya...
DING... DING
* Selamat Tuan anda telah menyelesaikan misi tersembunyi, membantu Polisi menangkap pelaku pelecehan seksual dan pengedar narkoba, serta memperdagangkan wanita.
Hadiah :
- 5.000.000.000 PS
- 2.000.000.000 PP
- 1.000.000.000 point pengabdian
" Terimakasih Rose"
Kak Darel ayo masuk ke kafe, dan Dewi tolong buatkan minuman
Setelah pesanan datang, Ranti menyuruh Dewi memanggil 2 orang karyawan yang menjadi korban.
Mereka kedua karyawan itu langsung menghadap ke Ranti dan Darel.
Kalian berdua saya kasih libur 1 Minggu dan gaji tetap berjalan, dan ini buat kalian berdua, Ranti memberikan masing-masing 25 juta. dan untuk semua karyawan di berikan seorang 1 juta. total 15 orang karyawan.
Terimakasih sudah bekerja dengan baik kalian silahkan bubar dan tutup kafe sekarang saja. Kamu kesini ada yang ingin aku tanyakan, Ranti memanggil karyawan perempuan yang menjadi korban.
Siapa nama kamu dan tinggalnya dimana, tanya Ranti
Nama saya Lupita Suratman, Saya tinggal di kontrakan dekat RS Puri Medika, bersama ayah saya.
Apa pekerjaan ayah kamu ?
Ayah saya dulu OB di Perusahaan milik pemuda tadi, tapi 3 bulan kemarin sudah di pecat, karena saya menolak nya. Jawab Lupita
Kamu kuliah jurusan apa, ?
Akuntansi Keuangan, semester 7, jawab Lupita.
Kenapa kamu tidak kerja paruh waktu di kantoran, dan memilih jadi pelayan, tegas Ranti
Saya sudah mencoba Nona, tapi belum dapat, jadi saya kerja apa saja yang penting halal, fan cukup untuk hidup hari-hari. kata Lupita
Bagaimana biaya kuliah kamu,?
Saya beasiswa penuh dari pemerintah, jawabnya.
Kamu selesaikan kerja hingga akhir bulan, setelah itu kita bicarakan lagi. Kamu bersiaplah, nanti saya antar kami pulang.
Semua lampu kafe sudah di padamkan, semua karyawan pada pulang, Ranti mengantarkan Lupita ke kontrakan nya.
Lupita terperangah melihat mobil Ranti, namun hanya bisa diam, tak berani bersuara.
Lupita, temani saya makan dulu, baru ku antar pulang.
Lupita hanya menurut saja, dan sampailah mereka di warung tenda seafood langganan Ranti.
Halo Nona cantik, mau pesan seperti biasa atau yang luar biasa, kata ibu penjual yang selalu bilang Ranti cantik.
Yang luar biasa dan untuk temanku ini saya gak tau seleranya apa, ibu tanya saja...
Non mau pesan apa, ada udang sambal balado, udang asam manis dan udang bakar, atau mau menu ikan juga ada.
Saya udang asam manis dan bawal goreng, minumnya teh manis, pesan Lupita
Saat datang pesanan Ranti ternyata menu luar biasa adalah lobster ukuran 350 gram saus dan cap cai.
Ranti melihat Lupita makan hanya sedikit, udang masih ada sekitar 6 ekor, ikan bawal masih setengah, Lupita kenapa kamu makan sedikit sekali, nanti sisahnya sayang kalau di buang. kata Ranti
Maaf Non, bolehkah aku membungkusnya dan makan dirumah saja.
Tidak boleh, kamu harus habiskan disini, jika tidak kamu bayar sendiri, Ranti pura-pura tidak senang
__ADS_1
Baik Non, jawab Lupita pasrah, niatnya udang itu buat ayahnya, tapi mau gimana lagi batin Lupita.
"