SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Membantu dan Menantang Teman sekelas


__ADS_3

Sampai di Pelataran sekolah SD Bintang Timur, Ranti mengantar Armando dan Salma, hingga mereka sampai di kelas.


" Armando, apa itu kakakmu?" tanya seorang teman Armando.


" Ya ini kakakku", jawab Armando.


" Cantik sekali kakakmu", puji temannya itu.


" Jangan bilang kalau kamu modus biar Kakakku memberimu uang jajan di kantin", ujar Armando


hahahaha hahahah


Sontak semua siswa - siswi di kelas Armando tergelak tawa mendengar omongan Armando


" Ya sudah ini buat kalian semua, belajar yang rajin ya, nanti kalian kekantin di traktir Armando", ujar Ranti sambil memberikan uang 1 juta ke Armando buat traktir teman-temannya.


" Terimakasih kakak cantik, boleh gak kami main kerumah kakak dan Armando?" ujar mereka serentak.


" Boleh kalau libur", ujar Ranti ".


" Terimakasih kakak, soalnya Armando tidak pernah mau datang main ke rumah kami, padahal kami sudah sering mengajaknya", ujar mereka.


" Maafkan Armando ya, dia memang sibuk belajar dan menjaga adiknya dirumah", jawab Ranti bijak.


" Tapi kan kak adiknya juga sekolah disini, ya gak apa-apa jika ikut bermain bersama kami", ujar mereka.


" Ya sudah kapan-kapan nanti Armando bermain bersama kalian, kakak pamit ya", ujar Ranti dan langsung meninggalkan kelas Armando.


" Kalian ini bikin kakakku nanti marah sama ku", ujar Armando.


" Lagian kamu, kami ajak main ke rumah kamu gak pernah mau, kan adikmu Salma bisa ikut main dengan kamu", ujar mereka.


" Ya sudah kalau begitu, nanti kalau libur kalian datanglah main ke rumahku dan nanti istirahat semuanya ke Kantin, kakakku sudah tinggalkan uang buat kita makan di kantin ", ujar Armando.


" Arman, sudah lama aku ingin ke rumah kamu, tapi selalu saja ada halangan", ujar Sinyo teman paling dekat Armando.


" Hahahaha, ya sudah nanti libur saja kita jalan-jalan bareng adik saya dan temannya" bagaimana? tanya Armando.


" Baiklah, kita ke mall saja bagaimana? tanya Sinyo


" Oke Deal, ujar Armando.


Di Posisi Ranti saat ini sedang melakukan rapat dengan seluruh teman sekelasnya, dan mereka memutuskan berangkat jati Jumat Sore ini, sesuai rencana awal.


" Bagiamana apa semua setuju, teriak Ranti.


" Saya mohon maaf, Toko kedua orangtuaku di Mall Galaxy dan Pakuwon mulai Minggu depan akan di tutup, karena tidak bisa bayar sewa, karyawan ayahku menggelapkan uang toko Sebesar 3 milyar, sementara barang sudah tidak ada dan uang juga tidak ada, belum lagi toko kami yang di mall lainnya, jadi hari Sabtu kami semua akan pindah ke Jogja, disana masih 3 toko kami yang masih berjalan", ujar teman sekelas Ranti.


" Sudah tenang saja, soal uang sewa di mall Galaxy dan Pakuwon gampang itu", ujar Ranti.


" Tidak apa-apa Ranti, kan hanya saya saja yang tidak, ujar Agatha teman sekelas Ranti.


" Tidak, semuanya wajib ikut", tegas Ranti, lalu menelpon Arshad.


" Halo Nona Muda, ada yang bisa saya bantu? tanya Arshad.


" Apakah Toko Atha Collection ada tunggakan pembayaran", tanya Ranti.


" Selama 6 tahun mereka disini tidak pernah lalai dalam membayar, hanya tahun ini saja, dan batas toleransi pembayaran masih ada 1 bulan lagi, tapi mereka menyatakan akan menutup toko karena tidak bisa bayar sewa, padahal saya sudah kasih keringanan, bisa bayar pertiga bulan, tapi ternyata toko mereka sudah kehabisan modal dan barang juga tinggal sedikit", ujar Arshad.


" Lalu apakah sudah kamu tawarkan ke toko yang lain atau ada waiting list", tanya Ranti.


" Yang mau dengan tempat itu banyak, tapi saya belum mengeluarkan Pengumuman terkait tutupnya toko itu, mereka bintang yang setia dan rajin membayar serta taat aturan Mall, sangat di sayangkan mereka tutup, padahal istri saya saja berlangganan dengan mereka", ujar Arshad.


" Baiklah, Toko itu nanti buka lagi Minggu depan, jadi jangan di umumkan ada kios kosong, juga kasih tau Leandra, soal kios dari Atha Collection di Pakuwon Mall, jika pemilik saham lainnya disana memaksa toko itu tutup, kamu segera terbitkan surat permohonan pencabutan saham kepada mereka lewat Rendi", apa kamu mengerti ujar Ranti.

__ADS_1


" Baik Nona, saya sangat setuju anda membantu yang setia dan taat aturan", ujar Arshad.


" Hitung berapa biaya sewa toko itu selama 1 tahun, baik di galaxy maupun di Pakuwon, saya Tunggu sekarang", perintah Ranti.


" Rendi, jika ada yang datang dari Toko Atha Collection, berikan mereka pinjaman lunak maksimal 5 milyar dengan bunga 2 % pertahun", Perintah Ranti.


" Baik Nona Muda", jawab Rendi.


" Ya sudah, jangan lupa, Atha Collection", ujar Ranti dsn mematikan handphone nya


" Agatha, suruh orangtuamu datang ke RPS Group Company dan minta rekomendasi dari CEO Rendi dan bawa surat itu Ke RPS Multidana Finance, jika orangtuamu memang membutuhkan dana", ujar Ranti.


Tanpa menjawab omongan Ranti, Agatha langsung menelpon ayahnya.


" Ayah, apakah kita butuh Pinjaman modal?" tanya Agatha.


" Butuh banget, tapi pihak Bank menolak karena kita hanya boleh pinjam maksimal 1 milyar, sedangkan kita butuh 3 milyar", ucap Ayahnya Agatha.


" Teman saya sekelas namanya Ranti, adalah pemilik Mall Galaxy dan pemegang Saham terbesar di Mall Pakuwon, dia menawarkan kita pinjaman lunak, di RPS Multidana Finance, tapi ayah harus membuat proposal dan antar langsung ke sana Bertemu dengan Pak Rendi, temanku sudah menelponnya, sekarang ayah bisa kesana sudah ditunggu", uang Agatha.


" Baiklah Nak, ayah akan kesana titip terimakasih buat temanmu", ucap ayah Agatha.


" Dia juga mendengar nya", ucap Agatha.


" Sudah silahkan kesana, jika ada yang persulit telpon Agatha saja, biar dia kasih saya", Ucap Ranti tiba-tiba.


" Baiklah Nak terimakasih ya sudah bantu Agatha dan juga keluarga kami', ujarnya.


" Sama-sama Om",ujar Ranti.


" Nah sekarang masalahmu sudah beres, minimal tokonya tidak jadi di tutup, nanti kamu bantu ayahmu berjaga toko, dan cari karyawan yang benar- benar jujur", ucap Ranti.


" Terimakasih Ranti", ujar Agatha.


" Santai saja, saya usulkan mendingan kamu buka Konveksi saja, kamu itu ku lihat pintar sama pintarnya dengan Tiara dalam menggambar" ujar Ranti.


" Saya tantang kamu, hitung saja modalnya dari awal hingga Produksi, dan kasih tau saya, saya bersedia jadi investor pertama kamu, jika kamu mampu, maka seluruh seragam sekolah Bintang Timur kamu yang suplai hingga ke Jogja, total siswa yang ada sekarang sebanyak 11 ribu orang siswa dan siswi.


" Kamu tau selama ini kita ambil barang, tapi kualitasnya tidak bagus, jadi kamu pikirkan soal kualitas dan jahitannya, bahkan jika kamu bisa membuat kaos kaki silahkan, kamu bayangkan saja tiap tahun berapa banyak yang saya pesan sama kamu", ujar Ranti.


" Itu belum seragam para buru di pabrik Food Excellent dan Body Clean, saat ini kedua pabrik itu ada 3000 ribu buruh, belum lagi karyawan yang lain, bisa jadi kamu hanya mengerjakan pesanan ku tiap tahun", lanjut Ranti.


" Baik aku akan aku coba, beri aku waktu 1 bulan untuk mensurvei dan membuat Desain untuk seragam sekolah dan mencari alat - alat dan bahannya', ujar Agatha.


" Oke, waktumu produksi awal Januari tahun depan, karena kontrak kita dengan Konveksi berakhir pas akhir Januari tahun Depan, jadi Per 1 February tahun depan kamu sudah memberikan kami barangnya", ujar Ranti.


" Terimakasih, mulai hari ini aku akan bekerja", ujar Agatha.


" Ambil cek ini anggaplah ini modal awal dari saya, nanti jika semuanya sudah kamu hitung maka saya akan menambahnya", ujar Ranti.


" Terimakasih Ranti, Ujarnya".


" Siapa lagi yang mau menerima Tantangan saya, Pikirkan usaha apa yang akan kalian lakukan dan buat proposal, pasti saya bantu, ujar Ranti.


" Baik Ranti pasti kami akan memikirkannya, tapi bagaimana kalau hanya usaha bengkel sekaligus tempat cucian motor dan kafe", ujar yang lainnya.


" Ketiga usaha itu bisa kalian gabung dalam 1 area, buat saja propsalnya pasti saya bantu", ujar Ranti.


" Saya Ranti, ayah saya barusan beli lahan 3500 meter, jadi daripada lahan itu nganggur maka saya kepikiran untuk gunakan saja, tapi ayah dan ibu saya hanya karyawan di bank, jadi tau sendirilah gaji mereka berapa, apalagi tabungan mereka sudah dipakai untuk beli tanah itu", ujar Helmi


" Waktu mu satu bulan untuk merancang usahamu, jika sudah mantab telpon saya", ujar Ranti.


" Wah mantab kita kalau begini, tapi teman-teman saya hanya hanya mengingatkan, teman kita tulus mau membantu kita, jadi sebagai teman tolong jangan kecewakan ketulusan teman kita Ranti, jujur saja 1 milyar bagi Ranti tidak masalah jika hilang, tapi bagi kita sangat berharga, kita akan kehilangan teman baik ", ujar Gilang.


" Siap Pak Ketua Kelas, terimakasih nasehatnya", ujar mereka serentak.

__ADS_1


" Ya sudah karena waktu sudah mau makan siang, sebaiknya kita bubar, dan kita berkumpul lagi hari Kamis untuk persiapan terakhir", ujar Gilang.


" Siap Pak Ketua Kelas", ujar mereka.


" Tiara, kamu bawa mobil gak tanya Ranti.


" Ia aku bawa mobil sendiri, soalnya Pak sopir lagi antar mama ke Gresik, ada teman sekolahnya berduka", ujar Tiara.


" aku soalnya mau nungguin kedua adikku, sambil aku mau cek laporan di sekolah SD, gak apa-apa kan kamu pulang duluan", ujar Ranti.


" Gak apa-apa, seandainya kamu butuh bantuan juga, aku pasti temenin kamu", ujar Tiara.


" Tidak usah, aku bisa sendiri tenang saja kakak ipar ku yang cantik", ujar Ranti sambil mencubit pipi Tiara.


" Baiklah kalau begitu, saya pulang duluan, saya juga lagi siapkan berkas untuk kuliah desain, Robin mengusulkan agar kuliah di Surabaya saja, nanti kita ambil S2 di luar negeri, ujar Tiara.


" Ya sudah, mungkin kakakku tidak mau kamu jauh - jauh dari dia, hahahaha", ujar Ranti menggoda Tiara.


" Kamu itu, sama aja dengan Robin, senangnya menggodaku", ujar Tiara.


" Karena kami sangat menyayangi kamu, aku juga gak mau kamu kuliah jauh-jauh, apalagi kak Rindu akan ke Amerika Serikat untuk kuliah sekaligus urus perusahaan ku disana".


" Ranti, tadi pagi ayahku berkata bahwa Restu Jaya meninggal dan tangannya buntung", ujar Tiara.


" Terus kenapa malah Tante ke Gresik dan ayahmu masuk kantor?" tanya Ranti pura-pura.


" Buat apa ke sana, kami sudah bukan keluarga mereka, surat penggantian nama dan perusahaan juga sudah di proses, Bibiku yang di Jakarta juga tidak mau datang, jadi kami semua tidak datang". ujar Tiara.


" Memangnya mereka tidak menghubungi kalian?" tanya Ranti.


" Tidak ada satupun, itu berarti memang ayah dan bibiku sudah tidak dianggap oleh mereka", ujar Tiara.


Sepeninggalan Tiara, Ranti pun Segera ke Sekolahan SD, disana dia ingin mengecek laporan detail tentang perkembangan SD dari Bu Indarwati sebagai kepala sekolah.


Setelah memarkir mobilnya, dia langsung menuju ke arah kelas Salma, dia melihat Salma lagi asik belajar, begitu juga Mora, mereka sangat fokus, membuat Ranti bahagia.


Selanjutnya, Ranti menuju kelas Armando, dia juga sama terlihat sangat fokus belajar, kembali hati Ranti bahagia.


Akhirnya dia tiba di ruang guru dan di sambut oleh Bu Indarwati yang masih setia menjadi Kepala Sekolah.


" Selamat datang Nak, bagiamana kabarmu?" sapa Bu Indarwati yang di larang memanggil Ranti dengan Nona Muda.


" Saya sehat dan baik, ibu sendiri bagaimana", ujar Ranti.


" Ibu masih sehat dan kuat walau sudah 54 tahun", ucapnya


" Apa ibu sudah mau pensiun dan ingin beristirahat? tanya Ranti.


" Tunggu Salma lulus, ibu masih ingin menandatangani ijazah Salma biar komplit ijazah kalian semua bersaudara ibu yang tanda tangan kecuali Dewi, jadi dari Vanya hingga Salma", ujarnya dengan penuh semangat.


" Terimakasih Bu atas pengabdiannya, tenang saja, saat Salma lulus nanti, ibu wajib istirahat, dan membantu saya di yayasan sebagai penasehat", ucap Ranti.


" Terimakasih Nak, masih mempercayai ibu, dan hati ini ibu juga mau laporkan, agar kita menambah satu gedung lagi dan tenaga guru, yang mendaftar hingga sekarang sudah 400 orang, sedangkan anak TK kita saja ada 120 orang, jika semuanya diterima, maka tahun ini adalah penerimaan murid terbanyak di SD sepanjang sejarah sekolah ini berdiri", ujar Bu Indarwati.


" Coba nanti kita lihat dulu, tapi pasti kita akan tambah 1 gedung, dan gedung yang lain juga akan saya renovasi perlahan-lahan agar mungkin kita akan buat menjadi beberapa gedung saja agar taman dan tempat bermain lainnya lebih luas.


Mungkin satu gedung bisa 5 lantai dengan bentuk lingkaran agar di tengahnya jadi lapangan. atau buat 3 gedung saja dan memanjang dengan 5 lantai, nanti kita lengkapi dengan lift untuk naik turun", ujar Ranti.


" Sekarang saja sebenarnya kelas kita yang biasanya hanya 30 orang sekarang menjadi 35 orang per kelas, jumlah murid kita saat ini sudah 2000 siswa, dan nanti kelas 6 yang akan lulus sekitar 380 orang, itu Berarti kita masih butuh sekitar 8 ruangan untuk siswa baru", ujar Bu Indarwati.


" Baiklah Bu, di belakang memang masih ada lahan kosong, sangat cukup untuk bangun gedung baru dengan 5 lantai, nanti seluruh kelas 6 kita tempatkan disana di kemudian hari, kita akan bangun secepatnya, agar Salma bisa belajar di gedung itu", ujar Ranti.


" Lalu bagaimana dengan penambahan guru, kita butuh sekitar 15 guru pendamping, karena tahun ini ada beberapa guru yang akan pensiun, sesuai undang-undang tenaga kerja", lapor Bu Indarwati.


" Baiklah, coba di cari saja atau ibu bisa meminta tolong ke Universitas yang ada jurusan PGSD, cari yang sudah semester akhir, dan sesuaikan gaji mereka, guru tetap kita berapa gaji dan tunjangan mereka?" tanya Ranti.

__ADS_1


" Total 6 juta, kecuali wali kelas 7 juta. sedangkan guru pendamping sesuai UMR Surabaya, dan sekolah kita menjadi sekolah swasta dengan gaji guru terbesar, untuk Sekolah Dasar se Surabaya", ujar Bu Indarwati.


" Ranti merasa bahagia, walau pendapatan bersih dari sekolah ini pertahun tidak sampai 20 Milyar, tapi Ranti bersyukur masih ada keuntungan.


__ADS_2