
Satu jam setengah Ranti di perjalanan akhirnya dia tiba di Mall Cempaka, dia Segera menghubungi Tiara, dan harap menunggu di restoran seafood di lantai 5.
Ranti naik lift dan menghubungi Pak Bayu Krisna agar menemuinya di restoran seafood.
Ketika Ranti tiba di restoran seafood, sontak para pelayan yang sudah mengenal Ranti terkejut, untung saja tempatnya masih banyak yang kosong, dan para pelayan segera menghubungi Pemilik Restoran, yang saat itu berada di toko Handphone milik anaknya.
Pemilik Restoran yang mendapatkan informasi dari karyawannya segera bergegas naik ke Lantai 5. Dari kejauhan dia melihat begitu banyak rombongan yang datang, sementara Ranti sudah duduk di restorannya tapi mengambil tempat di area luar.
Tak kalah kaget juga dengan Pak Bayu Krisna, yang sedang bersiap-siap untuk pulang, tiba-tiba di hubungi Ranti bahwa dia sudah berada di Mall Cempaka, dengan segera dia berlari menuju lift dan turun dari lantai 12 ke lantai 5.
Lantai 12 hanya ada 3 ruangan, 1 untuk pak Bayu dan 1 lagi khusus untuk Ranti jika dia datang, di lengkapi ruang istirahat, dapur kecil, ruang tamu dan ruang kerja. serta 1 ruangan lagi untuk rapat para Petinggi Mall Cempaka.
Teman-teman Ranti sudah berkumpul dan duduk rapi di meja yang telah di atur oleh pelayan di bagian luar, kemudian datanglah pemilik restoran dan menyapa Ranti.
" Selamat Sore Nona Muda, selamat datang kembali di restoran saya, dan maaf saya tidak tahu jika Nona Muda akan berkunjung, jadi saya bantu anak saya, yang baru buka Toko Handphone di bawah, sedangkan istri saya lagi dirumah, menantu saya lagi hamil muda jadi kasihan sendirian", ujar pemilik restoran.
" Tidak apa-apa, saya juga mendadak datangnya, saya ajak teman-teman saya mampir, merayakan selesai UN dan kami baru tiba dari Singapura tadi malam, dan malam ini akan kembali ke Surabaya", jawab Ranti.
" Selamat sore Nona Muda, maaf terlambat", Ujar Pak Bayu Krisna yang barusan tiba.
" Tidak apa-apa, lagian sekarang sudah jam pulang kantor, saya minta maaf mengganggu waktu lam Bayu", ujar Ranti dengan sopan.
" Tidak apa-apa Nona Muda, justru saya senang bisa bertemu dengan Nona Muda, padahal kami rencananya sekeluarga ingin ke rumah Nona Muda, Minggu depan, istri dan anak - anak saya kangen dengan Nona Muda dan Nona Muda Kecil Salma", ujar pak Bayu Krisna.
" Kalau mau datang, Jumat malam saja, kak Darel dan kak Vanya akan pulang ke Surabaya hari Jumat ini, biar nanti pak Bayu dan keluarga naik pesawat saya saja ke rumah, dan pulang juga juga bisa sama-sama dengan kakakku", ujar Ranti.
" Baik Nona Muda, terimakasih banyak, pasti istriku akan senang bisa naik pesawat pribadi milik Nona Muda", ujar Pak Bayu.
" Ya sudah pesan makan saja, dan jangan lupa pesan juga buat Bu Maryana dan anak-anak pak Bayu dirumah", ujar Ranti.
Para koki berjibaku di dapur, sementara diluar Ranti yang juga di temani Pak Bayu dan pemilik restoran sedang berbincang ringan.
Lagi asik mereka berbincang-bincang, datang pengganggu, mereka datang dan menggertak beberapa pengunjung yang lagi makan.
" Hei pindah kalian dari meja itu, bos kami mau makan dan duduk ditempat itu, teriak orang itu pada sebuah keluarga yang sedang asik menikmati makanannya, hingga anak-anak dari keluarga itu ketakutan.
Ranti langsung berdiri dan mendekat ke arah pengganggu itu.
" Hei bro, sopan sedikit disini tempat umum, didalam sana ada tempat khusus, cocok buat bos kalian", ujar Ranti.
" Memangnya kamu siapa, berani mengacuhkan kami, bos kami orang yang paling tidak suka jika ada yang membantah keinginannya, dipastikan orang itu akan sengsara", ujar pengganggu itu.
" Oh begitu, silahkan bawa kesini bos kalian, saya ingin tahu sehebat apa bos kalian", tantang Ranti.
" Hahahaha kamu menyuruh bos kami datang sebelum tempat ini bersih, jangan mimpi kamu anak kecil", ujar pengganggu itu.
Plak plak plak
Tiba-tiba Ranti menampar bertubi tubi orang itu hingga jatuh tersungkur dan langsung diinjak oleh Ranti tepat di pipinya.
Teman-teman dari pengganggu itu langsung menyerang, tapi sayang mereka bernasib sama.
Seketika tempat itu menjadi kacau, Keluarga yang sedang makan segera di evakuasi oleh para pelayan dan Security, para pelanggan juga langsung menjauh.
" Pak Bayu suruh seluruh Security kesini dalam 10 menit, jika tidak pecat mereka semua yang terlambat", perintah Ranti.
Pemilik restoran yang tak pernah melihat Ranti marah, seketika terkejut apalagi barusan dia melihat Ranti memukul orang-orang dewasa itu dengan gampangnya.
Teman-teman Ranti juga terkejut melihat tindakan Ranti yang begitu cepat mengalahkan para pengganggu itu.
" Hei apa yang kamu lakukan pada anggota saya, ujar pria dewasa dengan pakaian parlente.
" Oh jadi kamu bosnya, yang memerintahkan anak buahmu mengusir orang yang sedang makan", ujar Ranti Sengit.
" Ya itu perintah saya, dan mereka harus mau pindah, apa kalian tidak tahu saya siapa, saya orang berpengaruh di wilayah sini, dan saya jijik makan dekat banyak orang seperti kalian", ujarnya.
" Kalau kamu memang orang penting, kenapa mau makan disini, disini bukan tempat orang kaya seperti kamu, dan kamu cocoknya di restoran yang mahal", sengit Ranti.
__ADS_1
" Suka-suka saya mau makan dimana, kami orang berkelas bebas mau makan dimana, dsn setiap tempat wajib mengikuti kemauan kami, Ujarnya dengan sombong.
" Otakmu perlu di bersihkan, kamu itu kayak sudah penguasa dunia saja, harta baru segitu sudah seperti raja", ujar Ranti.
" Kalian Security, segera usir manusia-manusia ini, cetak besar gambar mereka dan black list di semua mall milik saya", perintah Ranti.
" Baik Nona kami Segera mengirim ke Gandaria City, Kota Kasablanka dan Blok M Plaza, serta Pakuwon Mall Bekasi, ujar Security itu.
" Kamu katanya bos, sekarang tunjukkan seberapa kaya kamu agar saya tunduk kepada mu dan saya yakin orang-orang disini akan tunduk padamu", Ujar Ranti.
" Hahahaha, kamu adu kekuatan uang dengan saya, apa taruhannya? tanya pria itu.
" Silahkan sebutkan saja apapun yang kamu sebut aku terima", ujar Ranti.
" Jika kamu kalah, aku Minta kamu memberikan uang 5 triliun Cash", ujar pria itu.
" Lalu jika kamu kalah, apa yang akan kamu berikan?' tanya Ranti.
" Kalau kalah ya sudah, untuk apa saya memberikan harta kepada kamu yang sudah pasti kalah", jawabnya dengan sombong.
" Hahahaha hahahaha, jangan terlalu menganggap diriku itu tinggi, kamu belum menjadi orang terkaya di Indonesia, 5 Perusahaan Tambang batu bara dan 2 ratus ribu Perkebunan sawit belum bisa mengalahkan orang terkaya di Indonesia, bahkan yang nomor 2 saja kamu belum mampu, apalagi saya", ujar Ranti.
" Hahahaha, hebat juga kamu, ternyata kamu mengenal saya, makanya segeralah mengaku kalah dan berikan uang taruhannya", ujar pria itu.
" Kalau bertaruh berarti kamu juga harus mempertaruhkan uang kamu, itu baru bertaruh, dasar goblok", ujar Ranti mengejek.
" Baiklah, ini kartu saya, ujar pria itu sambil menunjukkan kartu Black Card Centurion Mastercard dari American Express
" Baiklah, ini juga kartu saya, ujar Ranti sambil menunjukkan kartu Black Card Centurion Mastercard dari American Express.
Para pengunjung, bahkan teman - teman Ranti kaget melihat Ranti beradu kaya dengan orang, pak Bayu dan Pemilik Restoran juga sudah mulai gugup, mereka berpikir Ranti akan kalah.
" Apakah hanya itu kekayaanmu, Silahkan tunjukkan semua kartu yang kamu miliki", ujar Ranti.
" Hahahaha, silahkan kamu berteriak minta uang kepada ayahmu, agar sanggup mengalahkan saya", ujar Pria itu.
" Baiklah, ujar pria itu dan lalu mengeluarkan kartu, Citi Ultima Mastercard, Luxury Card: Mastercard Black Card, HSBC Premier World Elite Mastercard, Serta mengeluarkan kartu bank Lokal mandiri world elite, dan beberapa lagi kartu yang cukup eksklusif, bagaimana apa kamu masih berani? ujar pria itu dengan bangga.
" Hahahaha, kamu tau saya geli melihat kartu-kartu kamu, ujar Ranti kemudian dia mengeluarkan Kartu, J.P. Morgan Reserve Palladium Card, Bank of Dubai First Royal Mastercard, kartu dia dapat saat transit di Dubai dan bertemu dengan mantan orang terkaya sejagat versi Bank Global Intercontinental, selanjutnya Ranti mengeluarkan Kartu Tertinggi Di Dunia, First Black Diamond Seven Platinum Star dan First Black Emerald Seven Platinum Star. Ranti juga mengeluarkan Luxury Card: Mastercard Black Card dan HSBC Premier World Elite Mastercard, begitu juga Kartu dari Bank Mandiri Yaitu Mandiri World Elite, serta dari bank lainnya, Bagaimana apakah anda memiliki Kartu dari JP Morgan dan Bank Of Dubai ? tanya Ranti.
Sejenak para pengunjung terkesima melihat melihat pertarungan 2 sultan, semua orang disitu tidak mengenal Kartu keluaran dari Bank Global Intercontinental, tapi Kartu keluaran JP Morgan Reserve Paladium card Dan Bank Of Dubai First Royal Mastercard banyak yang mengenalnya.
" Hahahaha, apakah hanya itu yang kamu miliki", ucap pria itu tetap menunjukkan kesombongannya, padahal sudah ketakutan, bagaimana tidak semua kartu Ranti terlihat sangat Mewah.
" Kalau saya keluarkan Semua takutnya kamu kencing di celana, tapi biar kamu tidak penasaran Ranti mengeluarkan, Kartu Tertinggi dari BNP Paribas S.A Perancis, Bank Of China dan HSBC dari Inggris, ditambah lagi Kartu dari Bank nya sendiri Southeast Asian Development Bank, Black Mastercard, kartu yang baru saja di launching, minimal tabungan untuk mendapatkan Kartu ini adalah 10 juta dollar Singapura, Bagiamana apa kamu masih sanggup dan masih mau mengeluarkan Kartu lagi", tantang Ranti.
" Itu hanyalah kartu, belum tentu Dengan Saldonya, ujar pria itu yang belum menyerah.
" Hahahaha, kasihan kamu, tapi silahkan kamu perlihatkan saldo kamu", Ujar Ranti sudah Mulai malas.
" Hahahaha, silahkan lihat ini, ujar laki-laki itu sambil menunjukkan beberapa aplikasi perbankan dari Handphone nya, yang di total semuanya berjumlah, 100 Triliun Rupiah dan 1 miliar dollar USA, sambil tertawa.
" Hahahaha, aku pikir hartamu berjumlah 1000 triliun Rupiah, ternyata hartamu tidak sampai 1 % hartaku, kasihan sekali", ujar Ranti sambil menunjukkan saldo dari Bank JPMorgan Chase & Co sebesar 600 milyar Dollar US dan Bank of China, sebesar 135 triliun Yuan.
Seketika, pria sombong itu langsung terbatuk-batuk dan berkeringat dingin, kaki dan tangannya gemetaran sambil mengambil semua kartunya, dan hendak beranjak Pergi.
" Kenapa terburu-buru, belum saatnya kamu Pergi, berikan dulu taruhanmu baru kamu bisa pergi dari dari sini, kamu sudah membuat onar di tempat saya, jadi jangan harap kamu bisa pergi begitu saja Tuan Alexius Robinson yang terhormat !, teriak Ranti.
" Ini hanya permainan, tidak ada perjanjian tertulis, jika kamu memaksa maka aku akan bertindak kasar padamu", ucap Pria yang bernama Alexius Robinson.
" Baiklah, silahkan bertindak kasar jangan salahkan saya, jika gigimu itu rontok", ujar Ranti emosi, sambil mengambil seluruh Kartunya.
" Kalian semua serang hajar dia, Perintah Alexius Robinson.
Seketika seluruh anak buahnya menyerang Ranti.
" Kalian tenang saja, Ranti tidak akan apa-apa, ujar Tiara menenangkan teman-temannya.
__ADS_1
Para pengunjung berteriak ketakutan, namun Ranti sudah memblokir semua area itu, jadi orang-orang dilantai bawah tidak akan mendengar keributan yang terjadi.
Ketika Ranti melihat para anak buah mengeluarkan alat pemukul dari besi, segera Ranti menerjangnya dan menendang tepat di wajah orang itu.
Hanya 15 Menit semua anak buah Alexius Robinson sudah tumbang, dengan tangan patah dan gigi rontok.
" Hanya ini kekuatan kamu, ujar Ranti mengejek.
" Bangsat kamu, lihat saja akan ku hancurkan perusahaan kamu, lihat saja, akan kukacaukan saham kamu, Ucap Alexius.
" Hahahaha, main kamu kurang jauh bro, semua perusahaan saya tidak terdaftar di Bursa manapun di Dunia ini, dan apakah kamu daftar perusahaan saya, hahahaha kasihan kamu sudah lemah, minim pengetahuan juga", ujar Ranti.
" Sudah sana kamu pergi dari sini dan kamu di blacklist dari Mall ini, dan jangan harap kamu mendapatkan restrukturisasi utang dari Southeast Asian Development Bank, silahkan selesaikan pembayaran yang akan jatuh Tempo Desember ini, dan juga Utang kamu senilai 10 triliun di Tri Link Finance Indonesia, yang jatuh Tempo bulan Oktober, uang kamu kan banyak, pasti kamu sanggup membayarnya, ujar Ranti dan langsung menghubungi Yoga Setiadi.
" Kak Yoga, jangan di setujui restrukturisasi utang dari seluruh perusahaan tambang milik dari Alexius Robinson, sudah cukup dia di berikan kelonggaran, ternyata dia mampu bayar, hartanya lebih dari 1 milyar dollar Amerika, pasti dia sanggup bayar hutangnya yang hanya 250 juta dollar Amerika.
Kemudian Ranti menelpon Pak Jusuf Maulana.
Pak Jusuf Maulana, jangan ada tunggakan hutang dari perusahaan atas nama pemilik Alexius Robinson, dengan alasan perusahaannya tidak punya uang, dia pribadi memiliki harta lebih dari 1 milyar Dollar Amerika Serikat, lewat sehari langsung berikan surat resmi, hak itu sudah tertulis dalam setiap kesepakatan.
" Baik Nona Muda, saya akan sampaikan kepada Direksi dan Nona Muda Vanya", jawab Pak Jusuf Maulana.
" Baiklah nanti saya juga akan menjelaskan ke Kak Vanya", jawab Ranti singkat.
" Sudah pergi sana, usir Ranti, kepada Alexius Robinson, saya tunggu ancaman kamu yang akan menghancurkan Perusahaanku.
" Kamu pikir aku akan takut dengan sandiwara kamu menelpon petinggi Tri Link dan SADB, hahahaha ujar Alexius dan langsung pergi dari situ bersama anak buahnya yang sedang kesakitan.
" Drone hancurkan kendaraan Alexius Robinson dan kendaraan seluruh pengawalnya.
" Mohon maaf atas ketidaknyamanannya, ujar Ranti kepada para pengunjung dan seluruh tenant di blok barat.
" Untuk bapak dan keluarga, mall kami akan memberikan kompensasi atas kerugian makanan yang keluarga bapak alami, ini terimalah ujar Ranti memberikan uang sebesar 10 juta.
" Dan untuk pemilik restoran yang kursinya hancur, saya juga mohon maaf, terimalah cek ini untuk membeli kursi yang baru, ujar Ranti sambil memberikan cek senilai 50 juta
Ranti juga memberikan kompensasi kepada lebih dari 200 pengunjung sebesar 1 juta, dan 60 tenant yang tidak mengalami kerugian barang sebesar 10 juta.
" Aplikasi Mata Dewa ambil hartanya dari Alexius sebesar 10 Milyar saja dulu", perintah Ranti.
" Baik Tuan", balas Aplikasi Mata Dewa.
Semua pengunjung dan tenant merasa senang, karena mereka mendapatkan kompensasi yang cukup besar..
" Ranti, berapa buku cek yang kamu bawa setiap hari, tanya Gilang.
" Pokonya cukup buat beli mobil apapun, ujar Ranti.
" Nona Muda,ternyata anda sangat lihai bertarung, ujar pemilik restoran.
" Hahahaha itu belum seberapa koh, tadi di Depok aku habis bertarung dengan 50 orang Preman, ini lihatlah", ujar Ranti sambil menunjukkan handphonenya.
" Astaga ini kasusnya sangat heboh katanya beberapa Petinggi di wilayah Depok terlibat dan sudah di tangkap Propam.
" Ya lihat juga aku di pukul mereka, di ruang interogasi, sengaja aku tak melawan agar kedok mereka terbongkar, ujar Ranti.
" Hahahaha, mantab juga triknya Nona Muda", puji pemilik Restoran Seafood itu
Sementara itu di tempat parkir, terlihat Alexius sedang maki-maki mobil Lamborghini Aventador SVJ miliknya tidak mau hidup, dia juga mencari Security namun security tidak ada yang menanggapi.
" Saya akan laporkan masalah ini ke kantor Polisi karena kalian mengabaikan keamanan disini", ancam Alexius Robinson.
" Maaf bung, apakah ada saksi kami membiarkan mobil anda di rusak oleh orang lain, lihat baik-baik, kamera CCTV ini, dan silahkan ambil rekamannya, dan laporkan ke polisi, tantang Komandan Security.
" Kalian sama saja dengan bos kalian", ujar Alexius Robinson memaki-maki Security.
Sedangkan Security hanya tersenyum saja dan meninggalkan Alexius Robinson dengan mobilnya.
__ADS_1