
Akhirnya mereka tiba di Kompleks perumahan tempat Ranti dan saudara-saudaranya tinggal.
Kakek dan neneknya tercengang melihat rumah Ranti yang begitu besar, halaman rumah yang juga tak kalah luas dan rapi, walau tidak banyak tanaman, tapi rumput hijau terawat dengan baik.
" Pak supir berapa kira-kira harga rumah ini? kepo kakek Rajiman.
" Maaf Tuan Besar, katanya sekitar 30 Milyar, dan ini rumah terbesar di kompleks ini, luas tanahnya 1 hektar, untuk perawatan besar, kami di bantu 3 tukang taman yang datang seminggu 2 kali, tapi mereka tidak boleh masuk rumah Utama", jawab mang Dul.
" Mari Tuan dan nyonya besar silahkan turun, ucap Mang Dul.
" Selamat Datang di Kediaman kami, sapa Bu Likha sebagai kepala Pelayan dan kepala urusan rumah Tangga.
Ketika Kakek dan neneknya Ranti masuk ke dalam rumah, mereka terkejut dengan interior rumah yang begitu megah dan sangat bersih, Ranti membayar orang khusus dalam membersihkan dan merawat barang-barang dan hiasan di dalam rumahnya, itulah mengapa Pelayan dirumahnya sangat sedikit, namun semua barang tertata rapi, bersih dan terawat.
" Selamat Datang di rumah kami, ucap Ranti bersama seluruh saudaranya.
" Terimakasih cucu - cucuku, kami Bahagia melihat kekompakan kalian", ucap Radjiman dengan sangat bahagia.
" Perkenalkan diri kalian semuanya, biar kakek dan nenek tau nama kalian", ucap neneknya Ranti.
" Nama saya Dewi Listyo, dan ini Putri saya Ketty Angelina Djatmiko, saya Kakak Pertama Ranti
" Saya, Vanya Gunadi, kakak kedua Ranti
" Saya Darel Darel Kusuma, kakak ketiga Ranti
" Saya Renata Subandi, Kakak keempat Ranti
" Saya Renita Subandi, kakak Kelima Ranti
" Saya Mercy Cecilia, kakak keenam Ranti
" Saya Friska Olivia, kakak ketujuh Ranti
" Saya Rindu Ariyani, kakak kedelapan Ranti
Ranti juga punya 2 orang Adik, dan nama belakang mereka secara Hukum sudah menetapkan menggunakan nama Setiawan.
" Saya Armando Putra Setiawan, adik laki pertama.
" Saya Salma Putri Setiawan, dan saya paling bungsu.
" Kalau Saya Ketty Angelina Djatmiko, dan saya adalah keponakan dari mereka semuanya, umurku baru 4 tahun sebentar lagi 5 Tahun.
Hahahaha hahahaha. terdengar tawa bahagia Radjiman.
Ternyata, saya Radjiman Pradipta bukan hanya punya cucu yang ganteng dan cantik-cantik, tapi juga sudah punya cicit yang cantik dan pintar.
Terimakasih Tuhan sudah memberikan kebahagiaan yang besar di masa tua saya, ucap Radjiman.
Kakek dan nenek bahagia bertemu dengan kalian semua, memang kalian tidak semuanya berdarah Pradipta, tapi percayalah, mulai hari ini, saya Radjiman Pradipta bersama keluarga besar saya mengangkat dan mengakui kalian semua adalah cucu dan cicit saya ", ucap Radjiman.
" Terimakasih kasih kakek dan nenek, kami berjanji tidak akan membuat nama Pradipta tercoreng, ucap mereka semua.
" Saya Bastian Pradipta, mengangkat dan mengakui kalian semua sebagai Keponakan saya, dan Ketty Angelina secara otomatis adalah Cucu saya juga", ucap Bastian Pradipta.
" Terimakasih buat Paman dan Bibi.
" Terimakasih buat kakek Bastian dan nenek", ucap Ketty Angelina sambil berlutut.
" Anak Pintar", ucap Bastian sambil mengusap kepala Ketty Angelina.
" Mohon maaf Tuan besar dan Nona Muda serta Tuan Muda, di meja sudah tersaji menu makan Siang, Perpaduan olahan seafood dan daging", ucap Bu Likha.
" Terimakasih Bu Likha yang sudah mengingatkan, oh ya Kakek, Bu Likha adalah Kepala urusan rumah Tangga di sini dan mang Dul adalah suaminya, merekalah merawat dan menjaga kami seperti anaknya sendiri", ucap Ranti membanggakan pelayanan Bu Likha.
" Bu Likha terimakasih sudah sudah menjaga dan merawat cucu-cucu saya dan cicit saya, senang bertemu dengan orang baik seperti kamu dan suamimu, sekali lagi terimakasih", ucap Radjiman, orang kaya yang terkenal karena sifatnya yang rendah hati.
" Sama-sama Tuan besar, suatu berkah buat saya dan suami mendapatkan majikan yang sangat menghargai kami semua pelayan di rumah ini", ucap Bu Likha
" Kakek ini adalah sapi Wagyu, silahkan makan sepuasnya, tiap bulan nanti ada orangku yang datang mengirim khusus ke rumah kakek dari Cirebon", ucap Ranti.
" Hahahaha, teman- teman saya pasti iri denganku, Hei Hadinata, kenapa kamu diam saja, ayo makan, ini daging sapi Premium, percayalah tidak berpengaruh buat kolestrol", ucap Radjiman mengajak adik ipar istrinya.
" Kakak saja yang makan, aku masih takut dengan kolesterol takut jantungku, kumat", elak Hadinata.
" Kakek Hadinata, makan saja, Nanti Ranti kasih obat mujarab buat kakek dan nenek, jangan kuatir, coba lihat kakek dan nenek Radjiman, sekarang lebih sehat bukan", ucap Ranti.
Tiba-tiba dari pintu depan terdengar suara memanggil.
" Paman, Bibi, maaf tidak dapat menjemput kalian datang, ucap Nikson yang datang bersama istri dan kedua anaknya.
" sudah kamu sekarang ya, sampai kamu melupakan Paman mu ini, mau paman pecat kamu jadi keponakan", ucap Radjiman berpura-pura marah.
" Maafkan saya Paman ucap Nikson Pradipta mulai gugup.
" Paul, kenapa ayahmu bisa terlambat, kasih alasan yang tepat agar kakek tidak memarahinya, dan kamu Aubrey jangan membela Ayahmu, dia juga sudah membohongi kakek, sudah ketemu Ranti sekian lama, tapi dia tidak mau ngomong", ucap Radjiman berpura-pura tegas.
" Tadi kami ke Proyek ada masalah sedikit, jadi kami rapat sebentar, ada kontraktor baru protes soal alat berat, tapi selesai dengan baik, semua pekerjaan sudah berjalan sesuai aturan yang ada", ucap Paul Pradipta.
__ADS_1
" Hmmm... hmmm, Baiklah, kakek maafkan ayah kalian, tapi dengan Syarat Cepatlah kamu menikah Paul !. ucap Radjiman.
Hahahaha hahahaha
Gelak tawa semua orang melihat tingkah Paul Pradipta yang kena serangan mendadak.
" Hehehehe, ayah yang salah kok Paul kakek serang, mana langsung pake rudal balistik", ucap Paul.
" Hahahaha, ya sudah maafkan Kakek, tadi hanya bercanda dengan Ayahmu, sejak kakek dan nenek kalian meninggal, ayahmu sudah kakek anggap anak sendiri, lihatlah tingkahnya seperti itu, ayah kalian itu hebat, kakek bangga memiliki Keponakan yang hebat seperti ayah kalian.
Wajahnya mirip benar adikku, hingga sifatnya juga mirip, tapi sayang terlalu kaku dan kuper, alias kurang pergaulan', ucap Radjiman.
" Ya sudah Nikson mati duduk ayo kita nikmati kebahagiaan ini, kamu jangan terlalu sibuk bekerja kamu lupakan kami di Jakarta", ucap Radjiman kepada Nikson.
" Ia Paman, maafkan Nikson", ujarnya.
" Cucuku, apa kamu kasih pekerjaan yang banyak buat Paman mu itu", ucap Radjiman.
" Hahahaha, hanya sedikit saja, nilainya 75 triliun saja untuk Kota Terpadu sedangkan Treasure Island, 80 triliun, di luar pembuatan Pelabuhan, dan rumah saya beserta Kakak-kakak dan asik saya, juga rumah Utama, semuanya yang gambar Paman Bastian", ucap Ranti.
" Pantas saja, Paman itu sampai gak punya waktu, Aubrey juga sudah tidak lagi menghibur neneknya, ucap Radjiman.
" Maafkan Aubrey kakek dan nenek, Aubrey sekarang jadi Direktur di Tunjungan Plaza 1 hingga 6, itu semua milik Ranti, ucap Aubrey.
" Ya sudahlah kalau begitu, nanti kakek beli pesawat pribadi biar nanti kakek bisa menjenguk Kalian dimana pun kalian, Wiyoko daripada kamu mengurung diri di rumahmu, nanti kalian berdua temani kami jalan-jalan", ucap Radjiman ke Wiyoko Hadinata.
" Ia kak, atur saja, kami nurut saja", ucap Wiyoko Hadinata
Jika yang lain asik ngobrol sambil makan, berbeda dengan istrinya Wiyoko Hadinata, dia terus memandang Rindu.
" Mas, kamu lihat kakaknya Ranti yang namanya Rindu, matanya dan senyumnya mirip dengan putriku", bisik Hermina Samsir.
" Ia, sudah, jangan di lihatin terus nanti dia tersinggung", ucap Wiyoko.
" Tuan, nyonya Monika Hadinata, sudah tiba di bandara, dan mereka akan langsung ke rumah Belanda", lapor Aplikasi Mata Dewa.
" Terimakasih, sebentar lagi saya kesana", ucap Ranti.
Suasana makan siang di rumah Ranti sangatlah berbeda dengan hari biasanya.
Hampir 1 jam mereka makan sambil ngobrol di meja makan, akhirnya selesai.
" Kakek, nenek maafkan Ranti, Ranti mau pergi sebentar", ucap Ranti dan langsung pergi.
Dengan hati bahagia Ranti pergi ke rumah Belanda, dia ingin cepat bertemu dengan Monika dan mempertemukannya dengan keluarganya.
Mereka terpana dengan deretan mobil mewah yang terparkir rapi di parkiran, yang sudah terpasang nama masing-masing, itu karena mereka sendiri salah arah saat mengambil mobilnya.
" Wow, ternyata heboh di media massa, bahwa ada orang Indonesia yang memborong mobil Koenigsegg Jesko, ternyata kalian yang membelinya", ucap Bastian.
" Ranti yang membelikannya, dia sendiri membeli Koenigsegg Trevita, dan ada juga buat kakak dan angkatnya selain kami, dan 1 sahabatnya, serta 1 lagi untuk calon kakak ipar kami, tapi mereka yang type Gemera, kalau yang ini, Koenigsegg Jesko", ucap Mercy.
" mobil-mobil Ranti ada di bawah tanah, sambung Dewi, dan beranjak menuju Parkiran bawa tanah.
Betapa kagetnya mereka melihat deretan mobil Ranti, 2 Bugatti Chiron standard dan Chiron Super sport 300+, Rolls-Royce Cullinan Klassen yang hanya 1 di Indonesia, dan Lamborghini Sian Roadster, serta yang terbaru Koenigsegg Trevita.
" Icha, mobil puluhan milyar", ucap Ibunya.
" Selama mereka bahagia, kita jangan mencampurinya, apalagi semua ini adalah uang mereka sendiri", ucap Monicha.
" Bunda sama sekali tidak mencampuri nya, bunda justru bersyukur dengan pencapaian cucu-cucu ku semuanya", ucap Herlinda Samsir ibunya Monicha.
" Terus yang 3 mobil disana itu milik siapa", tanya Herlinda.
" Maaf nenek, kalau yang itu milik Salma dan kak Armando", ucap Salma dengan polosnya.
" Hahahaha, ternyata cucuku yang kecil ini hobi juga dengan mobil bagus, terus kapan nenek di ajak jalan-jalan? tanya Herlinda.
" Hehehehe, masih lama Nek, umur Salma baru 10 tahun, berarti ada 7 tahun lagi baru bisa bawa mobil itu", ucap Salma.
" Sabar saja, nanti juga ada waktunya, ucap Herlinda.
" Ia nek, jujur saja, Salma sudah bisa menyetir mobil sendiri, tapi kata kak Ranti belum boleh, tunggu saat masuk SMA", ucap Salma.
Sejak di Transfer skill oleh Ranti, Armando dan Salma juga ikut diberikan skil mengemudi segala jenis kendaraan, hanya saja mereka masih kecil.
" Oh astaga sayang, kamu sangat hebat kalau begitu", bangga Herlinda
" Bunda mereka semua pintar komputer, mereka mampu menjaga pertahanan keamanan seluruh perusahaan mereka dan mampu mengontrol ya dari rumah, mereka ini jenius semua, bunda lihat sendiri, Ketty Angelina saja umur 4 tahun tapi sudah bisa membaca, menulis dan mampu berpikir layaknya anak remaja, jadi jangan heran kalau tutur kata mereka sangat teratur", ucap Monicha.
" Bahagia sekali Bunda mendapatkan cucu seperti mereka", ucap Herlinda.
" Bertrand, Christina dan kamu Paula, tenang saja, kakakmu punya cara ajaib yang akan membuat kalian bertiga bisa seperti mereka, jadi jangan berkecil hati", ucap Monicha.
" Ia Bibi, kamu bangga punya saudara yang pintar, jadi kamu punya tempat untuk bertanya atau belajar", ucap Bertrand Pradipta.
Puas berkeliling, mereka Kembali kedalam Rumah, dan mengobrol.
Sementara di Rumah Belanda, terlihat raut wajah gugup dari Monika, apalagi ada beberapa orang yang baru dia lihat.
__ADS_1
" Tenang saja Bu, mereka semua teman - teman kami, mereka semua bekerja untuk Nona Muda kami, dan sebentar lagi Nona muda kami akan tiba", ucap Ryu.
Rumah Belanda, memang di jadikan markas untuk Tim Rose, hanya beberapa orang saja terlihat dirumah itu, tapi jangan salah, jika masuk ke ruang bawa tanah, terdapat puluhan orang yang membantu, Ranti mengawasi perusahaan dan menunggu perintah dari Ranti atau dari Rose.
Tak lama berselang akhirnya Ranti tiba, semua yang ada di situ membungkuk badan dan menyapa Ranti.
" Selamat datang Nona Muda, misi membawa Nyonya Monika Hadinata dan putranya Sudah siap kami laksanakan", lapor Ryu dan Ryi.
" Kerja bagus, kalian ambil ini semua sebagai hadiah, dan siapa diantara kalian yang sudah berkeluarga", tanya Ranti.
" Maaf Nona Muda, kami semua masih lajang dan kami semua, sudah tidak memiliki keluarga, jadi kami berharap bisa disini selamanya, ucap Mereka.
" Ya sudah, silahkan kalau ingin jalan-jalan, tapi ingat siapapun tidak boleh tahu tahu identitas serta pekerjaan kalian, resikonya sudah di beritahukan Rose belum ? tanya Ranti.
" Sudah Nona Muda, oh ya kami sudah di buatkan rekening Bank seperti manusia lainnya, ucap mereka.
" Tidak apa-apa, kalian akan membutuhkannya saat jalan-jalan di semesta ini", ucap Ranti.
" Ryu, dimana Nyonya Monika dan putranya? tanya Ranti.
" Mereka ada di kamarnya, semua persiapan untuk mereka telah kami siapkan, Rose sudah mengaturnya semuanya dsn kami yang melaksanakannya", ucap Ryu.
" Baiklah, antar saya menemui mereka", perintah Ranti.
" Halo Bibi, halo dek, nama saya Ranti Putri Setiawan, saya yang meminta mereka membawa bibi dan adek kesini, maafkan jika bibi tidak nyaman", ucap Ranti.
" Ia gak apa-apa, mungkin kami belum terbiasa, dan kami takut kalau kami di culik", ucap Monika.
" Hahahaha, jangan kuatir, saya tidak menculik bibi, tapi akan memberikan Bibi kebahagiaan, namun ada satu proses yang menyakitkan untuk menyembuhkan amnesia Bibi, dan mengembalikan jati diri bibi yang selama bibi lupa",ucap Ranti.
" Terimakasih Nona, sudah setahun terakhir saya merasakan sakit di kepala dan melihat bayang-bayang seperti masa lalu saya", ucap Monika Hadinata.
" Itu serpihan kehidupan bibi di masa lalu yang sengaja ingin di hapus seseorang, jadi saya harap bibi mau menjalani proses ini, sakitnya 30 menit tapi hasilnya tidak akan sia-sia ", ucap Ranti.
" Adik juga jangan kuatir, kakak akan merubahmu menjadi lebih ganteng, kulitmu akan sangat bersih dan akan bertambah tinggi serta pintar", bagaimana apa kalian berdua setuju.
" Baiklah kak jika memang hasilnya akan merubah hidup saya dan Bunda, tolong juga sembuhkan penyakit paru- paru Bunda", ucap Rio Aryanto.
" Tenang saja, semuanya akan hilang, dan Bundamu akan lebih sehat dan Cantik", ucap Ranti.
" Terimakasih kak, lalu apa yang harus kami lakukan? tanya Rio Aryanto.
" Ryu, tolong tinggalkan kami dan panggilkan Ryi kemari, ucap Ranti
" Baik Nona Muda", jawab Ryu dan meninggalkan kamar itu.
" Bibi dan adik, tolong bertahan walau merasakan kesakitan, teriak Saja sekencangnya tidak apa-apa, pikirkan saja kebahagiaan yang akan kalian dapat setelah proses ini", ucap Ranti.
" Baik kami akan bertahan", ucap mereka berdua.
" Ryu kunci pintu dan siapkan air hangat dan baju ganti mereka berdua perintah Ranti.
" Baik Nona Muda", jawab Ryi.
" Bibi dan adik bukalah baju kalian, jangan malu-malu, dan berbaringlah di tikar itu", perintah Ranti.
Kedua orang ibu dan anak itu tak membantah, lalu mengikuti perintah Ranti.
" Kalian berdua, telan Pill ini dan jangan di kunyah, lalu tutup mata kalian", perintah Ranti.
Setelah beberapa menit, Pill Regenerasi Fisik dan Jaringan Sel yang di berikan kepada Rio Aryanto mulai berproses, sama halnya dengan Pill Surgawi yang diberikan Ranti kepada Monika Hadinata.
Teriakan mereka berdua bergema di ruangan itu, Ranti berkosentrasi menyembuhkan jaringan otak Monika untuk mengembalikan seluruh ingatan Monika.
30 menit sudah berlalu, kedua orang itu sudah tidak lagi berteriak, lalu tertidur, hingga 10 menit berselang mereka terbangun.
" Nona aku haus, ucap Monika dan sambung dengan Rio Aryanto yang juga haus.
Ranti memberikan campuran air Surgawi, dan menyuruh kedua orang itu berendam, di bantu oleh Ryi.
Menunggu sekitar 30 menit, akhirnya ibu dan anak itu keluar dari kamar mandi dan menuju ke ruang tamu.
Namun sebelum itu, Monika Hadinata terlihat sangat kebingungan, dia mengingat semuanya, dia mengingat jika dia berasal dari Keluarga Hadinata, ayahnya Wiyoko Hadinata dan ibunya Hermina Samsir. Dia juga mengingat kalau dia memiliki Putri yang hilang, dan di ceraikan suaminya saat dia sedang hamil tua, dan bagaimana Perusahaan miliknya diambil oleh suaminya.
Seketika raut mukanya berubah berubah menjadi merah karena menahan amarah.
" Bunda, ada apa, kenapa bunda seperti ingin meluapkan sesuatu", tanya Rio Aryanto.
" Tidak apa-apa Nak, mari temui penolong kita, hidup kita akan berubah, percayalah sama Bunda", ucap Monika.
Dan disinilah Monika Hadinata dan Rio Aryanto, wibawa dan kecerdasannya kini telah kembali.
" Terimakasih Nona Muda, saya sudah mengingat semuanya, saya Monika Hadinata, orangtua saya Wiyoko Hadinata dan ibu saya Hermina Samsir, saya Pemilik Sah PT IKATA, ucap Monika.
" Sama-sama Bibi, orang lain saja saya tolong, apalagi bibi yang merupakan saudara saya, nama lengkap saya Ranti Putri Setiawan, anak dari Adriansyah Setiawan dan Monicha Herdiani Pradipta Setiawan, apa bibi mengingat kedua orangtuaku? tanya Ranti
Seketika, setetes air mata Monika keluar di dari kelopak matanya, bagaimana aku melupakan mereka, Icha ibumu adalah sepupuku, nenekmu Herlinda Samsir, kakak kandung ibuku, jadi aku ini adalah Bibimu.
Pantas saja wajahmu mirip dengan adik Icha, kami lahir hampir bersamaan, tahun yang sama bulan saja yang berbeda, Putriku juga dengan kamu hanya berbeda beberapa bulan, namanya Rindu Ariyani", ucap Monika Hadinata.
__ADS_1