SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Kebahagiaan Aisyah


__ADS_3

Setelah semuanya tidur, dan dengan terpaksa Ranti memanipulasi pikiran seluruh rombongannya agar tidak terbangun, saat dia pergi.


Dengan kecepatan maksimal, Ranti terbang menuju Jogjakarta.


Hanya butuh kurang 10 menit, Ranti tiba di atap RS.


" Rose siapkan orang untuk mengantar Paman Antonio ke rumahku di Pondok Indah.


" Aplikasi Mata Dewa, segera kuras 50 % harta keluarga itu, dan ambil 70% saham RS itu dalam waktu 3 hari, untuk uang perusahaan mereka, jangan lupa ambil 50%, dan 25 % uangnya buatkan tabungan, nanti berikan kepada Paman Antonio, anggap sebagai kompensasi karena sudah menculiknya", perintah Ranti.


Ranti dengan kekuatan penuh membuka pintu masuk ruang bawah tanah RS itu.


" Rose, sebenarnya keluarga ini siapa, kenapa mereka bisa memiliki pelindung sekuat ini", ucap Ranti.


* Dulu mereka kaki tangan dari Pax Mundo, itulah kenapa hanya Tuan yang bisa membuka pintu itu", ucap Rose.


Betapa sedih Ranti, melihat seorang laki-laki yang terlihat sangat lemas, dengan tubuh kurus dan tidak terurus.


Dengan segera, Ranti memasukkan Antonio ke kantong penyimpanan, disana sudah ada Tim Rose yang akan membantu memulihkan tubuh Antonio.


Tidak ada masalah apapun selama proses pembebasan Antonio, dan setelah selesai, Ranti langsung menyerahkan kantong penyimpanan itu ke Tim Rose.


Ranti dengan kecepatan tinggi terbang menuju kembali ke Batam.


Dia melihat Armando dan Salma sudah terlelap, Armando begitu erat memeluk Salma, hingga Salma begitu merasa aman dan nyaman, begitu juga Aisyah, yang nyaman dalam pelukan Tiara, disampingnya ada Robin juga sudah terlelap, nampak wajah tenang dan penuh kebahagiaan.


Ranti, kemudian berbaring di samping kedua adiknya, hingga pagi menjemput.


Saat ini di meja sarapan, seluruh rombongan Ranti, sudah berkumpul, kecuali Tiara yang terlambat, karena sibuk mengurus Aisyah, duluan.


" Dek, kamu itu sudah besar, nanti kakak iparmu capek mengurusmu", ucap Vanya.


" Gak apa-apa kak Vanya, sudah tugasku merawat kedua adikku, dan aku sangat bahagia", potong Tiara yang baru saja datang.


" Sejujurnya, kak Vanya juga sangat bahagia mengurus semua adikku, dari semua hal yang kakak kerjakan, hal yang paling membuat kakak bahagia adalah merawat mereka, dan Tiara lihat mereka semua", ucap Vanya.


" Terimakasih kak Vanya, kami sangat menyayangi kakak, apalagi sekarang, ada kak Dewi yang juga sangat menyayangi kami', ucap Rindu.


" Sebesar apapun kalian, kami akan tetap memanjakan kalian, lihat saja Darel, sudah punya calon pendamping, tapi kakak tetap merawatnya", ucap Dewi bahagia.


" Saya Darel Kusuma, sampai kapanpun, akan selalu ada buat kakak dan adik-adik semua, keluarga kita menjadi kuat, karena kasih sayang dari kakak berdua yang ikhlas merawat kami", ucap Darel sambil berlutut memeluk kaki Vanya dan Dewi.


" Ingat baik-baik dek, kamu adalah keluarga kita, jadi kamu harus kuat dan panjang sabar, kita masih punya 2 adik kecil yang butuh bimbingan kita semua", ucap Vanya.


Seketika, Mercy, Friska, Rindu, Ranti beserta Salma dan berlutut.


" Selamat Ulang Tahun Kak Vanya, maafkan kami yang selalu merepotkan kakak, terimakasih sudah merawat dan menyayangi kami, hingga kami sebesar ini", ucap Mercy sambil meneteskan airmata.


" Kalian, adik-adik terbaik buat kakak, tolong jangan hanya masalah sepele, keluarga kita berantakan, saat ini keluarga kita sudah memiliki segalanya, jadi saat ini, kita hanya fokus pada pekerjaan dan cita-cita kita semua, maafkan juga kakak yang saat-saat ini jarang berada disisi kalian", ucap Vanya sambil memeluk satu persatu adiknya, sambil mencium kening mereka.


Vanya karena terlalu sibuk, hingga dia lupa dengan ulang tahunnya.


Tim Rose, saat ini sedang sibuk mengurus Pesawat Jet Pribadi Bombardir Global, yang sama persis punya Ranti, sebagai hadiah Ulang tahun Vanya.


Pesawat itu, telah beri kode VG ( Vanya Gunadi), dan rencananya pesawat itu akan di serahkan di Batam, Bandara Hang Nadiem, sebelum mereka pulang nanti.


Vanya begitu bahagia, karena di kelilingi orang-orang yang sangat menyayanginya.


" Halo Putri bunda, selamat ulang tahun ya, semoga sehat selalu dan tambah dewasa, serta cepat jodoh lagi", ucap Monicha.


" Terimakasih Bunda, terimakasih Ayah", balas Vanya.


" Halo Putri kebanggaan Bunda, Ayah dan bunda mengucapkan selamat ulang tahun", ucap Elok dan Gunadi, orangtua angkat Vanya.


Elok dan Gunadi, walau dulu hidup pas-pasan, tapi setiap Vanya ulang tahun, pasti Elok merayakannya.


" Nak, nanti setelah dari Singapura, tolong pulang ke Magelang atau ke Jogjakarta, Ayah dan Bunda, sangat kangen", ucap kedua orangtua Vanya.


Selesai acara kecil, mereka, berangkat menuju Pelabuhan.


Dengan berpakaian senada, yaitu Kaos oblong dan celana panjang cargo, seluruh rombongan Ranti mencuri perhatian, para calon penumpang lainnya.


Ketty sendiri, nyaman dalam genggaman tangan Salma dan Armando.


" Ketty sangat bahagia, bisa jalan sambil bergandengan tangan, dengan Aunty yang cantik dan uncle yang juga sangat ganteng", ucap Ketty.


" Hahahaha, kecil-kecil sudah pintar memuji", ucap Salma.


Setelah lebih dari 2 jam, akhirnya mereka sampai di Singapura, mereka di sambut oleh Yoga, beserta dengan para petinggi dari bank JP Morgan.


Ranti dan rombongan segera di kawal dan diarahkan ke kantor JP Morgan.


Ranti ingin segera selesai tanda tangan rekeningnya, agar bisa segera jalan-jalan, apalagi dia akan menjalani hukuman dari Absolute Supreme Divine, setelah pulang dari Singapura.


Keluarga Ranti bisa dikatakan pengendali JP Morgan di Asia Tenggara, dan jika Ranti mau, pasti dia akan sangat sanggup membeli perusahaan itu.


Tapi cita-cita Ranti adalah, membesarkan SADB dan IDB, agar menjadi perusahaan terbesar di seluruh dunia, belum lagi Tri Link Indonesia dan Multidana Finance, serta Membangun RPS Group Company, menjadi Perusahaan terbesar dan terkuat, baik secara aset maupun Modal.

__ADS_1


2 jam kemudian akhirnya, seluruh keluarga Ranti yang memegang kartu Paladium Reserve Card, selesai menandatangani dokumen, serta penggantian kartu.


" Nona Salma, berapa saldo yang ada di kartu Nona Muda", tanya Delia iseng.


" Hanya 15 milyar Dolar US Dollar, kakak yang lain masih lebih banyak, punyaku sama dengan kak Aisyah, ucap Salma berbohong.


Delia hanya bisa tersenyum, dia sendiri, mengalami peningkatan uangnya, karena Rose, menyamaratakan kekayaan seluruh teman-teman Ranti, kini Delia memiliki harta 2,5 triliun, itu saja dia sudah sangat kaya.


Nayla dan Anjeli, memiliki deposito masing-masing 4,5 triliun, sedangkan uang sehari-hari sejumlah 300 milyar.


Anjas dan Rubiah, jika di gabung, sekitar 6 triliun, Karyono sendiri, 5 triliun.


Saldo sebenarnya Salma jika di hitung semuanya, berjumlah 40 milyar US Dollar, sama dengan Armando.


Aisyah sendiri, sama dengan Robin, 15 milyar Dollar, belum uang rupiah mereka berdua, Robin sendiri sudah mencapai 700 triliun, Aisyah 500 triliun.


Untuk seluruh saudara Ranti, mendapatkan tambahan uang saat Ranti mengerjakan misi mendadak, yang berhadiah uang khusus untuk saudaranya, masing-masing, 1000 triliun, hingga total kekayaan saudara - saudara Ranti, senilai dia atas 2300 triliun, bukan hanya itu saja, harta Adriansyah, kini sudah mencapai 6000 triliun, hingga dia di kukuhkan sebagai orang terkaya Indonesia, tapi namanya tidak tertulis.


Ranti, membuat mereka menjadi sangat kaya, sedangkan dia sendiri, hartanya sudah tak terhitung, apalagi dia sudah menanam pohon inti elemen kayu, yang setiap 1 juta tahun akan memiliki ribuan Berlian, belum lagi penjualan obat patah tulang.


Poin pengabdian Ranti, jika di tukar semuanya, maka nilainya akan mencapai 100 Kuantilum, hal itu sudah pasti akan mengukuhkan bahwa Ranti adalah orang terkaya sejagat, dan hampir pasti tidak akan ada yang mampu menyamainya, apalagi melewatinya.


Selesai semua acara, kini Ranti dan rombongan sudah berada di jalan menuju universal Studio.


Tiara dan Sonia, walau hanya berharta paling kecil diantara keluarga Ranti, tapi tidak membuat keduanya berkecil hati, toh mereka bisa menikmati kekayaan dari Darel dan Robin.


Dengan menempuh 35 menit, mereka kini sudah berada di Universal Studio.


Ketty terlihat sangat bahagia, dia bergandengan dengan Salma dan Armando, serta Mora.


" Aunty, Ketty mau berfoto-foto dengan aunty dan uncle, juga bibi Mora", ucap Ketty.


" Baiklah, dan penuh semangat, Armando menggendong Ketty.


" Terimakasih uncle ganteng', ucap Ketty bahagia.


"Sama-sama sayang, uncle akan selalu menyayangi Ketty sampai kapanpun", jawab Armando.


mereka berkeliling Universal Studio, dan entah sudah berapa banyak foto yang mereka jepret.


Ranti sendiri mengawasi anak-anak dengan menggunakan Drone.


Universal Studio, termasuk tempat wisata populer di Asia Tenggara.


* Tuan mengenai hukuman anda, mohon pulang dari Singapura, harus segera di kerjakan, Tuan bisa dari Surabaya berangkat ke Jakarta, hukuman ini juga bertujuan, membantu pedagang itu, agar bisa maju", ucap Rose.


" Baik Rose, saya akan mengerjakannya dengan baik, saya sadar, dengan kesalahan yang saya buat, jadi jangan kuatir", Jawab Ranti.


Dengan menggunakan bus, mereka akhirnya menuju ke hotel yang sudah siapkan.


" Kak Vanya, kalian lanjut dulu ke hotel, aku dan Aisyah mau jemput pamannya, beserta keluarga, dan nanti mereka akan ikut kita pulang ke Indonesia, ucap Ranti.


" Ya sudah, hati-hati, dan kami Aisyah, jaga kakakmu, nanti di ganggu cowok-cowok ganteng", ledek Mercy.


" Hehehe, Kak Mercy bisa saja, kakakku yang cantik ini, sangat sangar jika berhadapan dengan orang iseng, tinggal pilih saja, kaki yang patah atau tangan", jawab Aisyah.


' Ya sudah, jemput paman dan bibimu, biar bundamu dan pamanmu Nino, bisa bahagia, jangan sungkan ya sayang, kamu juga adalah adik kami semua", ucap Friska.


" Terimakasih kak, Aisyah, akan jaga kak Ranti biar tidak di culik oleh cowok ganteng", jawab Aisyah.


Ranti dan Aisyah naik taksi online menuju terminal, sedangkan saudara yang menuju ke hotel.


Setelah taksi berjalan sekitar 15 menit, Ranti merasa ada yang tidak beres, lewat kacamata Quantum, harusnya lurus, tapi taksi itu justru berbelok.


Dan saat tiba di tempat yang sepi, sopir taksi itu memberhentikan mobilnya.


" Nona berdua, serahkan uang kalian, jika tidak, kalian akan saya bunuh disini", ucap sopir taksi itu.


" Maaf pak, kenapa anda berbuat seperti ini, saya tahu anda orang baik, coba ceritakan, masalahnya siapa tahu saya bisa membantumu? ucap Ranti.


Ranti sudah memindai sopir itu, yang terlilit hutang, dan harus di bayar dalam tempo 3 hari, jika tidak, maka rumahnya akan di sita oleh bank.


" Nona berdua, saya butuh uang, istri saya kalah main judi, hingga dia menjaminkan rumah, saat melakukan pinjaman ke Bank", jawab sopir itu.


" Baiklah, antar kami ke tujuan, nanti saya bantu anda, dan jangan lagi berhubungan dengan istrimu, karena dia bukan kalah berjudi, melainkan uangnya di berikan kepada selingkuhannya", ucap Ranti.


" Eh.. maaf Nona, saya memang curiga dia selingkuh, tapi saya tidak punya bukti", ucap sopir itu


" Ya sudah, tolong antar kami sekarang, nanti saya berikan buktinya kepadamu, dan tentunya juga uang", ujar Ranti.


Walau sopir itu masih ragu, tapi dia mencoba yakin dan menjalankan mobilnya.


Setengah jam kemudian, mereka tiba di terminal, dan ternyata, paman dan bibi Aisyah juga barusan tiba.


" Ini buat kamu, beli saja apartemen, dan jangan kamu tebus rumah itu, karena rumah itu tidak di gadai kemana pun, hanya saja istrimu ingin mengambil rumah dan juga uang dari kamu", ucap Ranti.


" Kami cairkan cek itu di bank SADB, dan buatlah rekening baru, dan ini khusus untuk anak kamu, tabung saja dulu, kelak anak sudah besar, dia bisa sekolah dengan baik", ucap Ranti.

__ADS_1


" Terimakasih Nona, dan maafkan tindakan saya tadi", ucap sopir itu sambil membungkuk.


Selesai dengan urusan pak sopir, Ranti dan Aisyah segera mencari dimana paman dan bibinya.


" Halo Paman dan bibi dan kakak berdua", sapa Aisyah.


" Oh halo juga keponakan bibi tersayang, kamu sekarang sudah besar, lihat kedua kakakmu, dan maaf, kakakmu yang 1 lagi tidak bisa datang, istrinya hamil muda, jadi tak bisa ditinggal", ucap bibi Aisyah.


" Paman, apa tidak rindu dengan keponakanmu ini", ucap Aisyah pura-pura sedih.


" Ya sudah sini paman peluk kamu, lihatlah sekarang kamu sudah besar, dan sudah sangat tinggi", ucap Pamannya Aisyah.


" Tapi paman tidak bilang, Aisyah tambah cantik, padahal paman Nino saja, selalu bilang Aisyah tambah cantik", pura-pura ngambek.


" Dek, walau kakak jauh di Malaysia, tapi kakak selalu sayang sama kamu, mau kamu jelek, atau cacat fisik sekalipun, kami kakak-kakakmu selalu menyayangimu, apa gunanya cantik, tapi kalau hatinya tidak cantik, sini kakak sangat ingin memelukmu", ucap Kakak sepupu laki-laki Aisyah.


" Terimakasih kasih kak, tadi Aisyah hanya bercanda, sama paman saja", jawab Aisyah.


" Dan ini, kenalkan kakak angkatnya Aisyah, nama Kak Ranti Putri, kak Ranti lah yang membantu ayah dan bunda, juga paman Nino dan kak Diman", ucap Aisyah tanpa menutupi kebaikan Ranti, untuk keluarganya.


" Nak Ranti, kenalkan nama paman Priyo, dan ini istri dan anak-anak Paman, terimakasih sudah


memberikan segalanya untuk kedua kakak saya, terlebih Aisyah, dia satu-satunya keponakan kami yang yang perempuan, jadi dialah permata keluarga kami", ucap Priyo pamannya Aisyah.


" Saya Ranti Putri, sudah kewajiban saya membahagiakan adik saya ini, dia juga bagian dari hidup saya, walau dia bukan saudara sekandung saya, Pak Nino saja ku lawan saat dia mengganggu Aisyah", ucap Ranti yang agak menekan.


" Ia Nak, paman sudah dengar dari bundanya Aisyah, terimakasih sudah membuatnya menyadari kesalahannya dan Nak Ranti memberikannya modal untuk berusaha, saya sebagai adik bungsu, hanya bisa berdoa agar kedua kakak saya lebih sukses lagi, dan khusus buat nak Ranti, terimakasih yang besar, karena sudah menaikkan martabat keluarga kami", ucap Priyo, sambil membungkuk dan ikuti istri dan kedua anaknya.


" Sama-sama, dan sudahlah, semua sudah lewat, saya senang melihat kegigihan pak Nino, sekarang dia sangat rajin, jadi saya juga tak sia-sia memberikannya kesempatan", ucap Ranti.


" Kak, ayo kita ke hotel, Aisyah sudah capek", ucap Aisyah.


" Minum ini sayang, biar agak segar, berikan juga buat Paman dan bibimu serta kedua sepupumu", ucap Ranti sambil memberikan air mineral bercampur air surgawi.


" Nak, apa memang ponakanku seperti ini? tanya Priyo.


" Ya begitulah, apalagi kalau sudah ketemu kakak angkat laki-laki kami, pasti manjanya tambah kumat", ucap Ranti.


" Kakak, jangan buka kartu adek dong", ucap Aisyah dengan tatapan memelasnya.


" Hahahaha, kenapa kamu malu ya, jika paman dan bibi serta kedua sepupumu tahu, kalau kamu itu sangat manja", ucap Ranti sambil mencubit kecil pipi Aisyah.


" Ya ialah, nanti sepupuku menggodaku terus, apalagi kak Aziz sukanya menggoda adek, kak Ahmad juga begitu", ucap Ranti.


" Tapi kan, kami tetap menyayangi kamu", ucap Aziz.


" Lagian hanya kamu sepupu kami yang perempuan dan paling bungsu, jadi kami kakak-kakakmu pasti menggodamu", ucap Ahmad sambil membelai rambut Aisyah.


" Ya sudah, adek pasrah saja, asal Kaka semua tetap sayang sama Aisyah", ucap Aisyah.


" Itu sudah pasti, makanya, kami hampir pulang saat, Abang Anjas bilang kamu di sakiti oleh Diman, ini saja kami berdua masih marah dengan tingkah Diman", ucap Aziz.


" Sudahlah, Kak Diman, sekarang sudah sangat menyayangi Aisyah dan dia tidak lagi keluyuran gak jelas, bahkan sekarang dia sudah rajin ibadah dan ikut membantu paman Nino berjualan", ucap Aisyah.


" Kamu selalu membelanya, dan kali Kakak berdua mendengar omongan kamu, tapi awas jika kelak dia menyakiti adek lagi, pasti akan kakak hajar dia", ucap Ahmad.


" Ternyata kalian sangat menyayangi Aisyah adikku, terimakasih Aziz dan Ahmad", ucap Ranti.


Tak terasa mereka sudah sampai di Hotel, dan disambut oleh saudara-saudara Ranti dan juga Robin dan Tiara, serta Anjeli, Nayla, Delia serta Nuril.


" Dek, kenapa muka Aisyah kayak gitu? tanya Robin.


" Biasa kalau Uda capek dan di godain, ya kayak gini lah dia", jawab Ranti.


" Kak Robin, adek habis di godain kak Ranti", lapor Aisyah.


" Hehehehe sudah besar, masih mengadu sama kak Robin", ledek Ranti.


" Tuh kan", ucap Aisyah.


" Ya sudah, jangan cemberut dong sayang, kamu sendiri, kakak hanya bisa bercanda dengan kalian yang kakak sayang", ucap Ranti.


" Ia kak, adek juga gak marah, apalagi masukin dalam hati, adek hanya berlaku demikian agar lebih seru", ucap Aisyah.


" Oh ya kak Robin, ini Paman dan bibiku, adik bungsu Bunda Aisyah", ucap Aisyah.


" Maaf Paman, Kenalkan saya Robin Junior Wijaya, kakak angkat Aisyah dan Ranti, dan ini calon istri saya, namanya Tiara Lestari", ucap Robin.


" Lalu mereka ini siapa saja? tanya Priyo.


" Kami adalah kakak dan adiknya Ranti, tapi begitu, kami juga sangat menyayangi Aisyah", ucap Vanya.


" Kalau saya Delia, tetangga kios Aisyah, dia sudah ku anggap adik saya sendiri", ucap Delia.


" Kalau kami, adalah kakak angkatnya juga, hanya kamu jalur berbeda dengan Nona Ranti dan Tuan Robin", ucap Anjeli.


" Kalau saya Nuril, Asisten Pribadi, Nona Aisyah, sekaligus sudah ku anggap Adik saya sendiri", ucap Nuril.

__ADS_1


" Syukurlah, ponakan paman banyak yang menyayanginya, hanya dia keponakan paman perempuan satu-satunya", ucap Priyo.


" Maaf Paman dan bibi, silahkan ke kamar yang sudah kami siapkan, nanti kita kumpul lagi untuk makan malam", Ucap Dewi.


__ADS_2