
Pak Thomas sendiri mengarahkan mereka menuju ruang koleksi batu Giok miliknya.
Ranti beserta Kenzo dan Ling Ling, terpukau melihat begitu banyak batu Giok yang di koleksi oleh pak Thomas.
Dari semua batu Giok yang di koleksi Pak Thomas, tak ada satupun barang palsu, dan semuanya memiliki ukuran yang lumayan besar, apalagi dalam hal batu giok berjenis langka dan memiliki kualitas yang yang sangat tinggi.
" Nona Ranti, lalu bagaimana dengan batu yang anda simpan, apakah kami boleh membelinya walau hanya satu saja", ujar Kenzo membuka pembicaraan.
" Ada yang boleh dan ada untuk pribadi saya, Fulushou kalian bertiga boleh memilikinya, raja hijau juga boleh, tapi kalau violet jenis kaca lubang Tua, maaf hanya ada 2 jadi 1 untuk pak Thomas, Sedangkan Velvet juga boleh, terakhir untuk jenis Es kaca Lubang Tua, karena tinggal 1, mohon maaf itu buat saya, dan saya lupa, jenis orange juga kalian boleh memilikinya, ujar Ranti.
" Terimakasih Nona Ranti, jujur saja, saya sangat berharap dengan Velvet dan orange kebetulan saya ada pesanan dari salah satu petinggi di kota kami, dan bagaimana soal harganya?" tanya Kenzo.
" Santai saja, kaisar Hijau saja aku kasih murah buat kalian apalagi batu yang lain", ujar Ranti.
" Begini saja Nona, untuk beberapa batu di luar Kaisar Hijau, saya bayar 800 milyar Yuan, berarti total 2,8 triliun bagiamana?", tanya Kenzo.
" Kemahalan itu saudara, bayar saja 2, 7 triliun dan tolong bagikan ongkos untuk tukang Gerobak saya 5 orang sebesar 5 milyar", ujar Ranti.
" Untuk Pak Thomas, Bayar saja 2,5 triliun untuk Kaisar Hijau, raja hijau dan Violet, dan tambah 5 milyar untuk tukang gerobak saya", bagiamana ? tanya Ranti.
" Dan untuk Kak Ling Ling, bayarnya samakan saja dengan Kenzo, dan 5 milyar untuk tukang gerobak saya", bagaimana?" tanya Ranti.
Mereka bertiga dengan begitu bahagia dengan harga yang di berikan oleh Ranti, dengan satu tarikan nafas mereka menjawab setuju.
" Kak Ling, anda tinggal menambah 750 milyar, dan 5 milyar untuk tukang Gerobak, terimakasih sudah meminjamkan saya 2 triliun Yuan, ujar Ranti menutupi Ling Ling yang berhutang kepada Ranti.
" Tidak masalah Nona Ranti, saya transfer untuk anda 700 milyar, dan selanjutnya 5 milyar kepada mereka", jawab Ling Ling, yang paham maksud omongan Ranti.
" Nona muda saya Transfer sekarang juga, sebesar 2,7 triliun Yuan", ujar Kenzo.
" Baiklah, saya sangat senang berteman dengan kalian, Harta gampang kita cari tapi teman yang baik dan tulus, sangat sulit bagi mendapatkannya", ujar Ranti.
" Saya bersyukur bisa berteman dengan anda", ujar Kenzo.
" Sama-sama, saya juga sangat bahagia bisa memiliki teman seperti kalian", ujar Ranti.
" Nona Ranti, bapak sudah mentransfer uang nya, ujar pak Thomas.
" Baiklah, dan mungkin paling enak kita duduk di luar bagiamana, ucap Ranti.
Mereka beranjak dan langsung keluar ruangan koleksi batu milik Pak Thomas, namun sebelum itu, pak Thomas sudah meletakkan semua batu yang baru saja dia beli dari Ranti.
Sampai di ruang tamu, Ranti memanggil para tukang gerobak.
" Teman-teman, berikan nomor rekening kalian kepada mereka bertiga, mulai hari ini, kalian bisa membangun rumah, menyekolahkan anak-anak kalian, dan buka usaha, belajarlah dari Xiao Lang bersaudara, dulu mereka seperti kalian, tapi kalian lihat mereka, sudah banyak uang tapi tetap hidup sederhana, akhirnya uang mereka tetap tersimpan dengan baik dalam usaha mereka.
Saya tidak mau mendengar sesuatu yang tidak pantas dari kalian di masa depan, hari ini lewat mereka kalian berhutang kepada saya 4 milyar Yuan, tahun depan saya datang lagi, saya ingin udang itu sudah berkembang, tidak perlu besar yang penting bertambah bukan berkurang dengan hal tidak jelas", apa kalian berani terima tantangan saya ?" tanya Ranti.
" Kami siap menerimanya Nona, dan kami siap belajar dari Xiao Lang bersaudara, ucap merek berlima serentak.
" Bagus", saya yakin kalian bisa melakukannya, makanya saya meminta kepada mereka untuk kalian, dan saya juga menambahkan buat kalian seorang 2 milyar", ujar Ranti.
" Terimakasih Nona Muda, ucap mereka berlima dan berlutut menghadap pada empat orang di didepan mereka.
" Ingat 3 orang ini baik-baik, Asala bertemu dengan mereka di kemudian hari, kalian harus menghormati mereka, dan jika mereka butuh bantuan tolong segera kalian bantu, ini bukan perintah tapi ini adalah cara buat kalian agar bisa menghargai orang yang sudah memberi jalan hidup yang baik buat kalian", Ujar Ranti.
" Kami dengan ikhlas akan menjalankan semua arahan dari Nona Muda", jawab mereka dan langsung beranjak dari ruang Tamu.
" Saya salut dengan anda Nona Ranti, walau saya bisa di kategorikan sebagai generasi kakek mu, tapi saya harus banyak belajar dari kamu", ujar Pak Thomas.
" Hahahaha, saya jadi malu pak Thomas", ujar Ranti
" Nona Ranti, apakah kami bisa berkunjung ke rumah kamu di Indonesia, istri saya sangat kagum dengan anda", ujar Kenzo
" Silahkan datang, pintu rumah saya terbuka hanya untuk sahabat dekat saya", ujar Ranti Jujur.
" Nona Ranti, yang lima orang itu siapa ? tanya Ling Ling.
__ADS_1
" Yang lima orang berpakaian rapi itu, dulunya tukang gerobak juga, tapi mereka ternyata memiliki kemampuan berusaha, hanya tidak punya uang, kemudian saya berikan mereka uang, dan terbukti setelah lebih setahun, mereka berlima sudah mampu memiliki aset yang lumayan besar, mereka orang jujur dan pekerja keras, jadi saya bersedia membantu", uang Ranti
" Apa anda tidak takut, kalau hanya di manfaatkan oleh mereka, tanya Kenzo.
" Saya jarang salah memilih teman, sama halnya saya memutuskan menawarkan batu Kaisar Hijau kepada kalian, karena saya yakin kalian orang baik", ujar Ranti
" Terimakasih Nona Ranti", jujur saja saya masih berharap di kemudian hari, kita bisa sama-sama maju", ujar Kenzo.
Selesai bercerita tentang banyak hal, akhirnya mereka berpisah.
" Kalian pulanglah dan temui keluarga kalian, sebelum saya kembali ke negara saya, saya ingin berjumpa dengan istri dan anak-anak kalian di rumah yang baru", ujar Ranti.
" Baik Nona, besok kami berlima akan segera mencari rumah dan kendaraan, setelah semua beres kami akan memberitahukan kepada Xiao Lang.
Tak lama berselang datang 2 Taksi yang pesan oleh tukang gerobak dan mereka pulang.
Ranti segera berpamitan ke pak Thomas dan langsung Kemabli bersama dengan Xiao Lang bersaudara.
" Apakah kalian ada yang iri hati dengan ke-lima tukang Gerobak itu ? tanya Ranti
" Hahahaha, jujur saja kami sangat bahagia, tak sia-sia kami mengikuti mu Nona Muda, ternyata sifat dan sikap Nona Muda tidak berubah, tetap baik hati, kami jadi teringat masa lalu kami, ucap Ding Fan.
" Kalian tenang saja, saya hari ini untung besar, jadi buat kalian aku berikan seorang 25 milyar Yuan, termasuk juga buat Saudari kalian Kak Yun Li", ujar Ranti
" Terimakasih Nona Muda, harta kami jadi tambah banyak, sudah bisa beli lahan perkebunan, pertanian dan peternakan, menurut Saudari Yun Li, ketiga usaha itu tidak akan pernah hilang pelanggan, karena semua manusia membutuhkannya", ujar Ding Tian.
" Itu Bagus, maka berusahalah, dan kelola dengan bagus, biar menghasilkan produk yang berkualitas", ujar Ranti
" Kami pasti melaksanakan nya, selain cari uang, kami juga ingin membahagiakan Saudari perempuan kami satu-satunya, Yun Li sangat ingin punya perkebunan, pertanian dan peternakan, ujar mereka
" Saya akan mendukung kalian, saya senang kalau kalian saling menyayangi sesama saudara", silahkan kalian cari lahannya, jika sudah ketemu, kalian beritahu saya", ujar Ranti.
" Lahannya sudah ada, hanya mereka mau menjualnya dengan harga 30 milyar Yuan, luasnya 150 ribu hektar, dan hanya berjarak 60 kilometer dari Beijing, serta jalannya sudah sangat Bagus, sampai tadi siang pemilik lahan masih menghubungi kami, ujar Xiao Tian.
" Baiklah kalau begitu, besok pagi kita bicarakan dengan Yun Li di hotel, ujar Ranti.
" Kak Lang kenapa baru pulang, kalian ajak kemana Nona muda hingga sampai malam", ujar Yun Li.
" Kami kerumah teman Nona Muda, dan lama ngobrol disana", ucap Xiao Lang.
" Maafkan kami kak Yun Li, mereka benar-benar menemani saya ke rumah teman saya", ujar Ranti
" Gak apa-apa, saya hanya kuatir saja Nona Muda.
" Terimakasih kak Yun Li, oh ya kemana keluarga saya?" tanya Ranti.
" Mereka ada di kamar masing-masing, dan sudah beristirahat, saya juga nginap disini, putri saya sudah tidur, juga kakak-kakak ipar dan adik ipar semuanya sudah tidur, lihatlah ini sudah mau jam 11 malam, ucap Yun Li.
" Hahahaha, adik Yun Li, hari ini, Nona Muda menang judi batu lebih dari 20 triliun Yuan, kita juga kebagian seorang 25 milyar Yuan, ucap Xiao Lang.
" Masih berani kalian minta uang dari Nona Muda, ucap Yun Li.
" Kami mana berani, Nona Muda yang memberikan nya, kami tidak bisa menolaknya, nanti jika menolak Adik tau sendiri hukumannya, ucap Xiao Lang.
" Ya sudah kalau begitu", ujar Yun Li.
" Ternyata kak Yun Li galak juga ya, ujar Ranti meledek Yun Li.
" Bukan galak Nona Muda, tapi pemberian nona muda sudah sangat banyak buat keluarga kami, ujar Yun Li.
" Santai saja kak, kita semua adalah Keluarga, aku juga menang karena di ajak mereka kesana", kalau tidak, ya aku tidak dapat uang, ujar Ranti.
" Baiklah, kalian semua istirahat, besok kita lanjut jalan-jalan, saya sudah siapkan makanan untuk kalian semua, dan kamu adik Yuan Zhao, mohon juga bekerja lebih giat, kamu sudah jadi calon ayah, tadi kakak sudah bawa adik ipar ke dokter, ternyata adik ipar sudah hamil, ujar Yun Li.
Mereka yang mendengarnya termasuk Ranti, sangat bahagia,. Yuan Zhao langsung berlari kekamarnya untuk menemui istrinya.
Mereka menikmati makanan yang disiapkan oleh Yun Li sambil melanjutkan pembicaraan soal Lahan.
__ADS_1
Ranti segera mentransfer uang kepada mereka sesuai yang dia bicarakan, kemudian dia menambahkan 30 milyar untuk membeli Lahan yang mereka maksudkan.
" Nona Muda, ini sangat banyak sekali, ujar mereka.
" Uang 30 milyar Yuan, untuk kalian beli lahan itu, Xiao Lang, kamu kakak tertua dan Ding Fan, bantu Xiao Lang untuk membeli lahan tersebut, atas nama kalian berenam, dan buatlah perusahaan perkebunan, pertanian dan peternakan, sebelum saya kembali ke Indonesia, proses pembelian lahan itu harus sudah selesai, perintah Ranti.
" baik Nona Muda, terimakasih banyak", ujar mereka sambil berdiri dan membungkuk.
" Sudah saya mau istirahat, ujar Ranti dan langsung beranjak menuju kamarnya.
Ranti membersihkan tubuhnya dengan air hangat dan berganti pakaian, dia kemudian membaca laporan dari Aplikasi Mata Dewa, yang ternyata sudah berhasil mengambil uang organisasi mafia itu.
Tepat jam 1 malam Ranti terbang menuju lokasi markas dari Mafia itu, dengan kecepatan tinggi dia tiba di lokasi.
Terlihat masih ramai, tapi tak membuat Ranti mengurungkan niatnya, dengan mata semesta dia menemukan sangat banyak gadis-gadis cantik dan masih mudah, mereka di tangkap untuk di jual ke tempat pelacuran, terlihat sekitar 20 orang dengan umur masih sangat mudah.
Ranti segera mengontrol semua mafia itu agar keluar membawa semua gadis-gadis itu keluar dari ruang penyekapan, dan masukkan ke dalam mobil yang biasa mereka gunakan.
Setelah semuanya telah keluar, dan Ranti juga mengecek bahwa di gedung itu sudah tidak ada orang, Ranti hanya menemukan brankas berisi uang tunai, dia segera merusaknya dan mengambil semua uang itu dan memasukkan ke dalam tas ransel ruang miliknya.
Selesai menguras harta di gedung itu, Ranti segera mengaktifkan elemen tanah dan secara perlahan bangunan - bangunan yang ada di lahan itu tenggelam, bahkan mobil - mobil mereka juga ikut tenggelam
Ranti memerintahkan dua orang mafia agar membawa mobil yang berisi wanita-wanita yang mereka culik untuk di bawa ke sebuah apartemen sederhana, setelah tiba Ranti segera meminta agar sopir itu pergi, setelah ingatannya di hapus.
Ranti membawa para gadis itu masuk kedalam apartemen yang sudah di sewanya lewat bantuan rose.
Didalam kamar Ranti bertanya kepada mereka apakah mereka tahu alamat rumah mereka, dan jawaban mereka adalah, mereka tahu.
Ranti membeli baju dan Tas ransel dari toko sistem dan memberikan kepada mereka.
Untuk kalian semua, saya berikan uang masing-masing 5 juta Yuan, fan besok pagi kalian semua silahkan pulang ke rumah orang tua kalian.
Tak terasa sudah jam 6 pagi, 5 mobil sudah parkir di apartemen, mobil-mobil itu Ranti sewa dari tempat Yun Li bekerja dulu yang memang buka 24 jam.
Ranti memberikan uang kepada supir sebagai uang jalan dan tips, kalau uang sewa, sudah Ranti Transfer.
Masing-masing sopir di berikan 500 ribu Yuan, mereka sangat bahagia menerimanya dan langsung berangkat membawa para gadis itu ke kampung mereka, perjalanan lumayan jauh, makanya biaya sewa sangat mahal, 250 ribu Yuan.
Selesai mengurus para gadis, Ranti juga kembali ke hotel dengan menggunakan Taksi, begitu tiba di hotel Ranti melihat dengan mata semesta, bahwa keluarganya masih berada di kamar. Dengan cepat dia masuk kamar dan membersihkan dirinya.
Jam 8 pagi mereka sudah bangun semua dan berkumpul di restoran VIP yang sudah di siapkan untuk keluarga Ranti.
" Dek bagaimana perjalanan kamu kemarin, tanya Vanya membuka pembicaraan.
" Semua sudah beres, oh ya apa kalian ingin nonton pertandingan judi Batu Giok, acaranya lusa, kalau kalian ingin nonton, maka aku juga akan ikut bertanding, jika kalian tidak ingin menonton, aku juga tidak ikut pertandingan,ujar Ranti.
" Apakah acaranya seru dek, ucap Mercy
" Bagi yang suka pertandingan judi Batu, pasti sangat seru", ujar Ranti
" Bagaimana cara mainnya, ucap Andriansyah.
" Para peserta wajib menebak kandungan yang terisi di dalam batu, biasanya batu itu di sebut batu mentah, banyak yang datang ke tempat perjudian batu untuk adu keberuntungan, jika berhasil maka bisa jadi kaya dalam sehari, tapi jika kalah, bisa di pastikan akan miskin dalam sehari", ujar Ranti.
" Lalu apa kamu kemarin menang, tanya Adriansyah.
" Hahahaha, kalau Princes kasih tau, harap Dady dan kalian semua jangan pingsan, ucap Ranti.
Diruang itu yang terlibat tenang hanya ke lima orang teman Ranti.
" Ia kami menang berapa banyak, apa 10, 20 atau 100 milyar Yuan ?" tanya Adriansyah yang penasaran.
" Aku menang lebih dari 20 triliun Yuan, dengan modal 5 milyar Yuan, lihatlah ini bukti transfer orang-orang yang membeli batu giok yang aku dapat.
Seketika mata Adriansyah dan Monicha terbelalak
" Apa...
__ADS_1