
Armando dan Salma berlari dengan kencang, mereka melihat Rindu sudah terkepung, tapi masih kuat dia juga sudah menelan Pill Energi Booster.
" Kakak, teriak Armando
" Dek, hati-hati mereka lumayan kuat, kakak baru tumbangkan 5 orang masih ada 15, Ranti juga lagi bertarung di sana ada 30 orang lebih, ayo kita selesaikan yang disini baru kita kesana", ujar Rindu.
' Pakai Tai Chi gerakan 13 saja kak biar cepat mereka patah tangan dan kaki", ujar Salma dan langsung membuka gerakan.
Para guru SMP terkejut melihat Rindu, Salma dan Armando.
" Hahahaha, kenapa panggil bantuan justru anak kecil", ujar preman itu
" Halo Om, pilih mana tangan kanan dan kaki kanan yang patah atau sebalik, ucap Salma yang langsung menyerang tanpa menunggu jawaban dari preman itu.
" Bagaimana, sakit gak ujar Salma dan menambah kuat pijakannya di lengan preman yang sudah patah.
Preman yang sudah mulai ketat ketir, ternyata anak kecil itu juga kuat.
" Halo Om, sapa Armando, mau kaki atau tangan yang patah", tanya Armando dan langsung menyerang, terdengar kraaak... kraak, bunyi tulang patah.
Setengah jam kemudian preman di SMP tinggal 5 orang, mereka lari ke arah SMU, disana lebih parah, ada beberapa preman yang matanya buta
Ranti melihat Rindu, Salma dan Armando mengejar 5 orang Preman.
Dari Gerbang turun 2 mobil Preman yang membawa besi, mereka berjumlah 15 orang langsung merangsek kelapangan.
" Berani sekali kalian menghajar teman-teman kami", hardik salah satu preman yang baru datang.
" Omongan apa itu, jadi kami diam saja jika kalian dagang untuk mengganggu kami", teriak Ranti.
" Kalian harus tunduk dalam perintah kami, Disni adalah wilayah kami, siapapun harus tunduk, ujarnya
Drone, bakar Mobi mereka semuanya", perintah Ranti.
" Dek, hati - hati itu besi baja, ujar Ranti
" Baik kak, mari kita selesaikan mereka semua, ujar Armando.
Pertarungan berlanjut, 4 lawan 30 orang, sungguh tak seimbang, 30 pria dewasa melawan 2 gadis remaja, 1 gadis kecil dan 1 anak laki-laki tanggung.
Karena di sekolah, jadi Ranti tidak bisa menggunakan jarum atau pedang.
" Armor Transparan Aktifkan, ujar Ranti
Pertarungan mereka direkam oleh teman-teman mereka, bahkan ada yang menyiarkan secara langsung, namun langsung di blokir oleh aplikasi Mata Dewa.
Terdengar bunyi besi besi beradu dengan lengan Ranti, Ranti menangkap besi itu dan memberikan ke Armando dan Salma.
Ranti maju menangkap dan mengambil besi, lagi - lagi di berikan kepada Salma dan Armando, kini keduanya sudah memegang besi di Masing-masing tangannya.
Langkah kilat Ranti bergerak maju dan menangkap orang setelah tangan di patahkan, Ranti mengambil besinya, kali ini di berikan ke Rindu.
Lapangan me jadi ajang pertarungan, Ranti mulai terlihat tak terkontrol, dengan cepat dia bergerak sambil mematahkan tangan dan kaki para preman.
* Tuan harap kontrol kekuatan anda, bertarung dengan normal agar tidak ada yang curiga", ujar Rose.
"'Baik", singkat Ranti.
" Bagaimana, apa hanya segini kekuatan kalian, kami berempat belum terkena satu pukulan pun dari kalian yang mengaku preman dan kami harus tunduk pada kalian", ejek Ranti.
" Sebentar bos kami akan datang, ujar preman itu
" Panggil semua teman kalian, biar kalian semua jadi orang cacat",ujar Armando menyambung.
Tiba-tiba mobil di luar gerbang sekolah meledak, bersamaan dengan itu, 5 mobil datang berisi puluhan preman.
" Dek, mereka makin banyak", telepati Rindu.
" Tenang saja, kita masih lebih kuat dari mereka, ujar Ranti
" Salma, totok mereka agar tidak bergerak dan langsung patahkan Kakinya", telepati Ranti.
" Armando alihkan perhatian mereka, serang bagian lutut agar mereka tidak bebas bergerak, ujar Ranti.
" Kak Rindu setiap yang sudah di hajar Salma dan Armando segera eksekusi", Perintah Ranti.
" Baik, sekali serang harus selesai, agar orang-orang mereka cepat berkurang", ujar Rindu.
__ADS_1
Pihak sekolah sudah menghubungi Polisi tapi Polisi hanya mengatakan ia tapi tidak sampai- sampai, padahal sudah hampir 2 jam.
* Tuan, selesai dari sini, hukum seluruh Polisi yang berjaga saat ini, 5 orang dari petugas itu adalah bekingan dari preman- Preman ini", ujar Rose.
" Aku perintahkan Drone untuk membakar kendaraan ke-lima Polisi dan akan menyebarkan skandal mereka, perintah Ranti.
* Baiklah", singkat Rose.
Pertarungan makin sengit, para preman makin brutal, bunyi bersahutan teriakan-teriakan siswa juga tak berhenti, mereka ketakutan melihat Ranti dan saudara - saudaranya lagi bertarung.
" Drone bakar kendaraan yang baru datang, dan setelah itu, Pergi ke kantor polisi dan bakar kendaraan yang di tandai Aplikasi Mata Dewa", perintah Ranti.
Karena musuh makin brutal, Salma dan Armando terlihat sudah mulai letih, Ranti mengambil keputusan sulit, dan dengan terpaksa melepaskan bola besi transparan.
Dalam sekejap para preman tumbang, di luar gerbang banyak warga yang datang, mereka juga datang membawa alat dan membantu Ranti dan saudaranya, habis sudah preman di amuk masa, mereka baru sadar saat mobil-mobil terbakar dan mendengar teriakan murid - murid.
Hingga detik ini Polisi tak satupun datang, namun di lain tempat mereka lagi asik duduk santai hingga terdengar ledakan di parkiran.
Mereka langsung berlari menuju ke parkiran, tapi sayang mereka tidak menemukan siapapun, mereka mengecek CCTV tapi sayang mereka juga tidak menemukan apa-apa.
Pihak Sekolah kembali menelpon ke kantor Polisi tapi mereka menjawab bahwa mereka lagi sibuk, terpaksa Ranti menelpon Kapolda Jawa Timur.
Dalam hitungan setengah jam, Polisi dari Polres datang,dan langsung menangkap para preman yang sudah tidak berbentuk.
" Tuan mereka bermarkas di sebuah Karaoke, mereka pemain baru tapi cukup brutal", lapor Aplikasi Mata Dewa.
" Terimakasih", Ambil semua harta Kepala Preman itu dan tandai, buat nanti sekalian Drone datang membakarnya", balas Ranti.
" Baik Tuan", balas Aplikasi Mata Dewa
" Drone pergi ke Karaoke yang sudah di tandai Aplikasi Mata Dewa", bakar habis tempat itu, dan bakar pemimpin Preman itu, selesai dari sana kembali'ke Kantor Polisi dan tembak kaki dan tangan mereka yang sudah di tandai, tidak ada ampun bagi mereka yang datang menyerang Sekolahan.
" Aplikasi mata cari juga seluruh anggota mereka, dan langsung tandai, segera akan ku eksekusi", Perintah Ranti.
* Tenang Tuan, jangan gegabah, kita atur strategi yang lebih mumpuni", ujar menenangkan Ranti yang sudah hampir tak terkendalikan.
Pihak Polres meminta maaf atas respon buruk dari anggota mereka.
" Saya harap komandan yang di telpon di hukum minimal turun pangkat, jika anda sebagai Kapolres tidak bertindak maka ijinkan saya yang bertindak", ujar menekan Kapolres.
" Halo Nona Ranti, maaf tadi saya sedang Rapat, bagaimana apa Pak Kapolda sudah memerintahkan anggotanya untuk segera bertindak, dan tenang saja yang berdinas di Polsek terdekat siang ini akan segera di tindak, ujar Kapolri.
" Baiklah untuk keenam orang itu hari ini juga akan di panggil, untuk Kapolsek dan Kapolres akan di tinjau ulang kinerja mereka", ujar Kapolri.
" Baik Pak, terimakasih atas bantuannya", ujar Ranti.
Pak Kapolres berdiri gemetar ketakutan, mendengar omongan Ranti dan Kapolri.
" Tolong bawa semua preman yang ada disini, kami tidak memerlukan Polsek disini, dan tolong kantor Polsek itu di bongkar, karena tanah itu masih hak milik Saya, jika besok pagi masih berdiri, saya yang akan membongkarnya", tegas Ranti.
" Nona masalah ini bisa kita bicarakan baik- baik", ujar pak Kapolres.
" Apa yang harus di bicarakan baik-baik, kami melaporkan ada kejadian genting, penyerangan di SD, SMP dan SMA, kantor Polsek hanya 200 meter saja tapi kenapa hingga anda berdiri disini tidak ada satupun dari mereka yang datang, dan anda enggan mengurus mereka, apa perlu saya putar rekaman jawaban anda", tekan Ranti ke Kapolres.
" Harusnya sekarang anda di dampingi oleh orang-orang dari Polsek, jadi percuma Kantor Polsek berdiri di lahan saya, besok pagi gedung itu harus sudah kosong, saya tidak tidak suka, dan jika kami ada masalah di sekolah ini, jangan salah kami bertindak lebih kejam dari ini, Tekan Ranti.
" Maafkan atas kesalahpahaman ini", ujar Kapolres.
" Apa yang salah paham, apa saya salah alamat menelpon Kapolda dan Kapolri, asal saja anda bicara salah paham, siswa kami hampir terbunuh gara-gara anggota mu, lantas bilang ini salah paham, pergi kamu dari sini, bawa Preman- preman itu, terserah kalian mau apa dengan mereka", emosi Ranti
" Tolong Nona Muda Mohon memaafkan atas kelalaian kami", ujar Kapolres.
" Saya tidak akan pernah memaafkan orang yang mengabaikan nyawa orang yang meminta tolong", ujar Ranti.
" Pak Kapolres, mohon anda segera meninggalkan tempat ini, jangan sampai adik saya mengamuk lagi, jadi dengar baik-baik, kantor Polsek yang berdiri di tanah kami, harus segera di kosongkan dan bongkar, jika tidak pasti besok siang adiku sendiri yang menghancurkannya, kalian pasti akan lebih rugi, Lihat ini, pak Kapolsek lagi asik nongkrong bersama anak buahnya di restoran sedang makan", ujar Rindu menunjukkan foto status Kapolsek, laporan juga sudah di baca tapi tidak di balas.
" Baiklah saya permisi dsn malam hari ini juga saya buat laporan bahwa pemilik tanah mengusir Kantor Polsek atas pembiaran laporan kejadian hari ini", ujar Kapolres.
" Silahkan pakai bahasa demikian, toh memang tidak berfungsi, buat saya, sudah pakai lahan gratis tapi Pemilik lahan teriak minta tolong kalian abaikan, kalau hanya 1 preman mungkin kami paham tapi ini puluhan orang, bahkan sudah memukul para siswa dan Security kami, jadi itu cara terbaik, saya akan langsung Kapolda setiap ada masalah, kecuali anda sudah pindah", ujar Ranti.
" Baiklah Nona Muda, saya siap bertanggungjawab atas kesalahan anggota saya", jawab Kapolres.
" Sudahlah, saya tidak akan membuat laporan soal kasus ini, cukup saya paham saja, silahkan pergi dari area properti saya", ujar Ranti dan langsung meninggalkan Kapolres.
" Mampus aku, bisa tamat karirku", Monolog sang Kapolres.
Dia menelpon Kapolsek dan bertanya soal laporan dari sekolah bintang timur, tapi sang Kapolsek menjawab, bahwa itu hanya masalah kecil, sekolah bintang timur saja yang terlalu minta di perhatikan, begitu jawaban Kapolsek.
__ADS_1
" Pak Kapolsek, saya berada di TKP dan menangkap 75 orang preman bersenjata besi, sedang mengancam para siswa dari SD hingga SMA, anda bilang masalah sepele", bentak Kapolres.
" Maaf Komandan, anggota di lapangan melaporkan bahwa itu hanya perkelahian kecil, jadi saya tidak menanggapi laporan dari pihak sekolah", ujar Kapolsek
" Sekarang suruh anggotamu berbenah dan segera kosongkan Kantor Polsek yang kamu tempati, lahan itu masih sah milik sekolah Bintang Timur", ujar Kapolres.
" Kenapa mereka bertindak seperti itu, kita ini aparat negara, mereka harus tunduk dengan hukum, ujar Kapolsek itu.
" Secara hukum tanah itu milik mereka, jangan banyak bicara segera bereskan semua Dokumen malam ini juga sudah harus beres, soal lain nanti diurus belakangan, minimal dokumen penting dan tahanan sementara akan di amankan di polres dulu, besok siang pemilik lahan akan menghancurkan kantor itu", ujar Kapolres.
" Sombong sekali Pemilik sekolah itu", batin Kapolsek.
Seluruh petugas Kepolisian dari Polres sudah di tarik dari sekolah Bintang Timur, Ranti sudah menghubungi Pak Sumadi agar mengirim orang dari lapis kedua untuk berjaga, bersiap dengan peralatan lengkap Security ", perintah Ranti.
" Dek, apa itu sudah keputusan bulat, kamu mengusir para polisi di kantor itu ?" tanya Rindu.
" Ya, nanti saya pasang Security lebih banyak disini, atau mendingan saya minta bantuan dari Polda saja untuk berjaga disini", ujar Ranti.
" Y sudah kalau begitu, kakak kembali ke kelas dulu, mang Dul Pak Jumono sudah dalam perjalanan menuju SD menjemput Salma dan Armando.
Sementara di tempat lain, sebuah tempat karaoke sedang terbakar, beberapa kendaraan bermotor ikut terbakar, para pengunjung berlarian keluar dari karaoke itu.
Pemilik Karaoke yang juga kepala Preman yang menyerang sekolah Ranti, belum mendapatkan laporan dari lapangan, dia lagi kebingungan mendapatkan laporan kalau karaokenya terbakar, dia belum tahu kalau di sekarang sudah Bangkrut.
Sementara di Kantor Polda Jatim sedang kebingungan juga karena Ranti mengusir Kapolres dan menutup meminta kantor itu di pindahkan atau di robohkan.
Sementara di kantor Polsek sendiri terlihat sibuk seluruh anggotanya lagi mengurus perpindahan mereka ke Kantor Polres, baik dokumen mau pun tahanan sudah mulai di pindahkan, puluhan anggota banyak yang menyalahkan Ranti, Padahal mereka yang salah.
Sementara 5 anggota Polsek dan 1 anggota dari Polres sedang di mintai keterangan, tapi mereka mengelak, akhirnya bukti keterlibatan mereka di tampilkan, baru mereka tidak berkutik.
Wartawan segera mencium ada masalah di kantor Polsek, mereka mendatanginya, dan beberapa anggota Polisi berujar bahwa pemilik lahan terlalu arogan mengusir aparat hukum di sini dan kasih ultimatum hingga besok pagi harus sudah selesai di bereskan, karena mereka akan menghancurkan apa saja jika kita tidak pindah", ujar anggota Polisi itu.
Wartawan juga mendatangi pihak Sekolah Bintang Timur, dan pihak sekolah menceritakan seluruh kejadian yang terjadi, akhirnya wartawan itu paham.
Seketika laporan wartawan itu menjadi trending.
" Ranti, ini minumlah dan ini kentang goreng, makanlah biar sedikit, ujar Tiara.
" Terimakasih kakak ipar, kamu sudah seperti emak-emak yang sayang dengan anaknya", ujar Ranti
" Hahahaha entar juga kita jadi emak-emak ", balas Tiara.
" Ranti ternyata kamu sangat hebat, bahkan kedua adik kecilmu itu sungguh hebat menghajar preman sendirian di SD, apa kalian semua bisa beladiri?" tanya Geo.
" Ia kami semuanya bisa Beladiri, ada apa Geo ?' tanya Ranti
" Tidak apa-apa, hanya kagum saja sama Kalian yang kompak dalam segala hal", ujar Geo memuji.
" Karena kami 1 keluarga, jadi harus saling menopang", ujar Ranti.
Kembali ke Polda, Pak Kapolda ngamuk-ngamuk kepada Kapolres dan Kapolsek.
" Dimana kamu saat ada warga berteriak minta tolong, bahkan kamu bilang itu hanya perkelahian kecil?' tanya Kapolda
" Dan kamu Kapolres, kamu hanya di minta memproses Anggota Polsek dan minta konfirmasi kepada Kapolsek, tapi dalam rekaman ini kamu seolah-olah enggan melakukannya", ujar Kapolda.
" Siap salah Komandan", ujar mereka berdua.
' Asal kamu tahu, pemilik lahan itu sudah membantu institusi kepolisian selama 2 tahun ini sebesar 3 triliun, sudah berapa banyak pos Polisi yang di bangun, rumah dinas, Bahkan kantor Polsek itu tahun Lalu pemilik lahan ini sendiri yang bayar biaya renovasi gedung dan mengganti seluruh peralatan Komputer dan 2 menghibahkan 2 unit motor untuk patroli", ujar Kapolda.
" Siap salah Komandan, kami bersedia di hukum ", mereka berdua
" Lihat di televisi, pihak sekolah sudah merespon anggota kalian yang bahkan mengatakan Pemilik lahan yang arogan mengusir kita dari tanahnya.
Tiba-tiba telpon pak Kapolda berdering, ternyata dari Ranti.
" Halo selamat sore Nona Muda, apa yang bisa kami bantu.
" Jika memang pihak kalian masih membutuhkan Kantor itu, silahkan gunakan, dengan syarat, kami sekeluarga sudah memutuskan agar seluruh anggota yang berada di Polsek ganti 100 %, termasuk Kapolseknya dan juga Kapolres wajib di ganti dengan orang yang bisa mengatur anggotanya dan harus tegas", ujar Ranti.
" Baik Nona kasih saya waktu 4x24 jam, bagiamana Nona ", ujar Kapolda.
" 7x 24 jam juga bisa, asal cari anggota yang benar-benar mencintai warganya, dan masalah ini saya tidak akan perpanjang, saya akan telpon Pak Kapolri kalau pengusiran itu hanya shock terapi saja, jadi masalah ini tidak berlarut-larut.
" Pindahkan Pak Kapolres di tempat lain dengan jabatan yang sama, begitu juga Kapolseknya, buat bagaimanapun yang salah adalah anggota mereka masing-masing, anggaplah mutasi tugas ini bisa jadi pelajaran buat mereka berdua", ujar Ranti.
" Terimakasih kasih atas kebaikan anda terhadap anggota saya, saya akan pindahkan mereka dengan jabatan yang sama dan saya akan perintahkan mereka untuk memperbaiki diri', ujar Kapolda.
__ADS_1
"Terimakasih Pak Kapolda, saya tunggu Kapolsek Baru dan Kapolres Baru.