SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Bertarung lagi


__ADS_3

" Pak Adnan ini kuncinya, berikan juga buat Winda, agar dia bisa keluar masuk dengan mudah, semua sudah di pasangkan CCTV, ujar Ranti sambil memberikan semua kunci, kecuali sertifikat Ruko, yang akan di berikan setelah masa percobaan 4 tahun selesai.


" Winda, ini ada 30 juta, buat kamu belanja baju Kerja dan sepeda motor, besok siang kamu Tunggu saja nanti ada orang yang akan bawakan SIM motor dan mobil untuk kalian berdua, ketika SIM itu datang kamu teteskan darah sedikit, dan lihatlah pasti kamu sudah langsung bisa nyetir mobil", ujar Ranti.


" Baik Nona Muda, dan hari ini juga saya urus iklan untuk karyawan seperti yang sudah Nona Muda tuliskan", ujar Winda.


" Ya sudah sekarang aku pamit dulu, tolong jika ada masalah apa-apa tolong segera telpon Sasha atau Regina, jika darurat baru telpon saya, saya janji jika saya ke Jakarta pasti saya mampir, dan ingat baik-baik mulai hari ini kalian berdua adalah Abang dan adik, harus saling menjaga, saya dengar ada masalah sedikitpun antara kalian berdua maka semua fasilitas yang telah kuberikan akan aku tarik semuanya", ujar Ranti.


" Terimakasih sudah mengingatkan, bolehkah kapan - kapan kami ke Surabaya, nengok Nona Muda", tanya Winda.


" Datanglah, telpon saya jika kalian mau main ke Surabaya", ujar Ranti.


" Baik Nona, hati-hati di jalan, hari ini saya mau beli mobil agar bisa bantu adik Winda pindahan", ujar Adnan.


" Bagus itu, besok harus buka, jangan sampai ada pelamar kalian tidak ada, Pill yang ku berikan nanti sore sebelum Mandi segera minum, agar besok dan kedepannya kalian berdua mampu menjalankan usaha ini", ujar Ranti sambil memasuki mobilnya.


Namun baru saja dia mau tutup pintu, datang segerombolan Preman dan langsung menghadang mobilnya.


" Kalian orang baru ya disini", ujar preman itu.


" Ya kami baru hari ini disini, apa ada masalah dengan kami disini? tanya Ranti.


" Tergantung, jika kalian menuruti permintaan kami atau tidak", ujar mereka.


" Apa yang kalian inginkan?" tanya Ranti dan langsung turun dari mobilnya.


" Toko kalian wajib menyetor uang keamanan 5 juta kepada kami, jika tidak kalian akan sama dengan pemilik yang lama, kalian lihat mereka yang berjualan disini semuanya bayar", ujar mereka.


" Hahahaha, preman kampung saja mau mengancam kami disini, apa semua anggota kalian sudah datang, kalau belum panggil saja semuanya". ujar Ranti yang sudah mengaktifkan Armor Transparan.


" Aplikasi Mata Dewa, cari markas mereka dan tandai, biar Drone yang eksekusi, juga tandai semua preman ini", perintah Ranti.


" Hei Nona, apa maksudnya kamu menyuruh seluruh anggota kami datang kesini? tanya Preman itu


" Biar sekalian Ku patahkan tangan dan kakinya, agar tidak mengganggu orang yang berusaha", ujar Ranti.


" Hahahaha, hanya kalian bertiga mau melawan kami, polisi saja kami lawan apalagi kamu gadis kecil", ujar mereka meremehkan.


" Coba saja kalau kalian mampu menyentuh badanku", tantang Ranti.


" Parjo panggil semua kawan-kawan kita, juga ketua kita, ada yang coba-coba melawan", salah satu Preman.


" Yang serang sekarang ! perintah koordinator preman itu.


Ranti Segera melindungi toko dan mobilnya, apalagi para preman sudah mengeluarkan batang besi dan hendak menyerang.


Mereka segera mengepung Ranti dan mulai menyerang, seketika jalanan jadi ramai, para pemilik toko hanya diam tidak ada yang mencoba membantu Ranti yang sudah mulai bertarung sendirian melawan sekitar 10 orang Preman.


Jalan Margonda Raya langsung macet, banyak yang hanya menonton melihat pertarungan yang tidak seimbang, jika hanya melihat sejenak.


" Hahahaha mendingan kamu menyerah saja, dan tunduk pada aturan kami", teriak preman itu.


" Hahahaha, ini baru pemanasan, kalian saja belum ada yang mampu memukul saya, dan sekarang saya akan serius meladeni kalian, hari ini, adalah hari terakhir kalian memeras keringat orang", ujar Ranti dan langsung bergerak cepat menampar preman yang barusan meremehkannya.


Plak... plak... plak bugh ... bugh..


Preman itu langsung tersungkur dengan gigi depannya rontok semuanya, belum sempat berdiri Ranti sudah menendang mukanya.


" Dasar lemah, baru pukulan segitu saja sudah pingsan", ejek Ranti.


Ranti berderak dengan lincah dan mulai menangkap satu persatu dan langsung mematahkan tangan dan kaki serta merontokkan gigi para Preman, terdengar teriakan memilukan.


Warga dan pengendara yang melihat adegan itu merekam dan ada yang membuat siaran langsung, pertarungan yang terlihat tak seimbang itu, justru berbalik, sudah ada 5 orang yang tumbang.


Dari kejauhan terdengar teriakan-teriakan yang bergegas mendekati pertarungan, para preman yang lain berdatangan dan menyerang Ranti dengan membabi buta.


" Apa sudah semuanya hadir disini, jika sudah baguslah, aku tidak capek mencari kalian satu persatu", ujar Ranti.


" Ku patahkan kaki mu Nona! Teriak mereka.


" Bertarung jangan pakai mulut, ayo maju", tantang Ranti yang langsung membuat kuda-kuda dan siap bertarung.


" Drone bakar kendaraan mereka sekarang, pakai api Ungu Abadi, setelah datangi markas mereka dan hancurkan sekarang", perintah Ranti.


Preman yang sudah semakin banyak yang menyerang, Ranti hanya tersenyum melihat melawan mereka.


Ketua Preman sudah berkeringat dingin, anak buahnya sudah mulai bertumbangan dengan kondisi yang sudah tidak berbentuk.


" Hanya segini kekuatan kalian, panggil lagi anak buah kalian, biar sekalian jadi cacat", teriak Ranti.

__ADS_1


Ketua preman memaksa anak buahnya agar terus bertarung, dan semakin mereka memaksa bertarung, semakin banyak yang korban.


Kini sudah 30 orang yang tumbang, masih ada sekitar 20 orang lagi yang masih menyerang dengan beringas, mereka tak berani lagi menyerang membabi buta, kini mereka mulai menjaga jarak.


Ranti dengan kecepatan tinggi mendekati dan menangkap dsn langsung mematahkan kaki dan tangan serta meninju mulut para preman hingga gigi mereka rontok, sekali gerak 3 orang tumbang.


Hanya waktu 30 menit 20 orang itu sudah tumbang, tinggal ketua preman itu yang masih berdiri. Polisi datang mendekat ke TKP, namun terlambat, Ranti segera mengeksekusi ketua Preman itu dan nasibnya sama dengan anak buahnya.


" Stop, kamu Nona kenapa membuat onar disini, kamu kami tahan atas tindakan menyerang orang lain", teriak polisi itu.


" Jadi saya harus biarkan mereka menyerang saya, dan merusak toko saya, mereka adalah preman yang meresahkan masyarakat, kenapa kami tidak boleh membalas perbuatan mereka", sengit Ranti.


" Ini negara hukum, dilarang main hakim sendiri, ujar polisi itu.


" Hahahaha, kalau negara hukum, kenapa kamu tidak mau menangkap mereka, apa hukum juga melegalkan adanya preman disini?" tanya Ranti.


" Tapi tindakan anda sudah kelewatan, harusnya anda melaporkan kepada kepolisian", jawab polisi itu.


" Pemilik lama Ruko ini, sudah berkali-kali melaporkan kepada kalian tapi kalian tidak memprosesnya, bahkan kalian menyarankan agar memberikan saja apa yang preman - preman ini mau, coba tanyakan kepada pemilik toko yang lain, berapa banyak mereka menyetor kepada para preman itu, apakah memeras orang itu tindakan yang wajar dengan membawa batang besi,


Anda juga bilang tadi saya yang menyerang mereka, kamu jadi polisi tapi tidak lihat kondisi, jika saya menyerang mereka, berarti ini markas mereka, dan pasti saya juga bawa orang, nah lihat saya hanya sendirian di depan toko saya, artinya apa, mereka yang menyerang saya", teriak Ranti ke Polisi itu.


" Kalian tangkap gadis ini, sudah memukul orang masih mau melawan petugas", perintah komandan polisi itu.


" Hei pak polisi, kami semua adalah korban pemerasan dari mereka, kenapa kami bertindak justru kami yang ditangkap", teriak para pemilik Toko.


" Tapi main hakim sendiri adalah tindakan melanggar hukum", ujar polisi itu.


" Jadi kalau mereka memeras kami dan saat itu juga kami memukul mereka apa itu melanggar hukum, mau tunggu kalian polisi datang keburu kami mati dihajar mereka jika melawan, kasus pemilik ruko lama, yang anaknya dipukul oleh mereka hingga hampir mati apakah prosesnya sudah selesai, bahkan kian tidak ada yang ada datang meninjau TKP, Teriak para pemilik Toko.


" Buktinya tidak kuat jadi kami tidak bisa memprosesnya", ujar polisi itu.


" Hahahaha tidak kuat, seluruh rekaman CCTV kami sudah kami serahkan kepada kalian, dan kami juga masih menyimpan rekaman itu dan bahkan kamu yang menerima bukti itu, ujar pemilik ruko yang persis bersebelahan dengan toko Ranti.


" Intinya masalah itu sudah selesai, dan tidak ada buktinya", tekan polisi itu.


" Tuan Drone sudah membakar Markas mereka, dan ini semua bukti bahwa polisi banyak polisi yang terlibat dalam premanisme", lapor Aplikasi Mata Dewa.


" Sebarkan sekarang, termasuk kejadian hari ini, sebarkan seluruh anggota Polisi yang terlibat dalam premanisme", ujar Ranti.


" Baik Tuan", balas Ranti.


Di platform media sosial sudah tersebar pertarungan Ranti, hingga akhirnya sampai ke Kapolri dan Kapolres serta Kapolda Jawa Barat.


Kapolri yang mengenal Ranti segera menelepon, dan mengatakan terimakasih sudah membasmi kelompok Depok yang selama kesulitan di basmi.


" Mereka dilindungi oleh anggota polisi sendiri jadi bagaimana bisa di basmi, saya sudah mengirim seluruh data-data anggota polisi yang terlibat, bahkan 2 Kapolres lama dan yang baru sekarang juga terlibat, ujar Ranti.


Banyak warga melihat iring-iringan mobil pemadam kebakaran yang melaju kencang menuju lokasi kebakaran, mereka sedang menuju markas Preman yang dibakar oleh Drone.


Ranti segera melindungi rukonya dengan pelindung semesta, hanya orang yang berkempentingan yang bisa masuk, atau para pelanggan, jika ada yang masuk dengan niat jahat maka pasti akan jadi gila.


Adnan dan Winda tak bisa ngomong, mereka merinding melihat Ranti saat bertarung sendiri melawan para preman.


Ranti di bawa ke kantor Polisi, tapi dia tidak sendirian, seluruh pemilik Toko juga ikut datang, mereka membawa semua bukti-bukti pemerasan dan pemukulan kepada anak pemilik ruko Ranti sebelumnya, dan beberapa kasus yang lain.


Tiba di kantor polisi, Ranti Segera di interogasi, dan hebatnya Ranti di bawa bukan ke Polsek, tapi langsung ke polres.


Para anggota yang menginterogasi Ranti, memaksa mengakui kesalahannya, walau bukti dia yang diserang preman.


" Kamu mau akui atau tidak tanya Polisi itu dan berusaha mau memukul Ranti.


Ranti melihat ada beberapa CCTV, mata semesta Ranti melaporkan bahwa CCTV Tersebut tidak merekam, hanya aktif saja tapi rekamannya tidak disimpan di tempat yang seharusnya.


" Aplikasi Mata Dewa, retas semua CCTV dan tayangkan secara langsung", perintah Ranti.


" Kamu lebih baik mengakui dan membayar biaya pengobatan mereka, jika kamu setuju maka hati ini juga kamu akan kami bebaskan, berapa yang harus saya bayar tanya Ranti


" Tidak banyak 10 milyar saja itu sudah dengan uang kompensasi kepada korban", ujar polisi itu.


" Hahahaha, maaf ini namanya pemerasan terselubung, dan saya tidak bersalah", ujar Ranti.


" Benar kamu tidak mau mengakui kesalahan kamu, jadi terimalah ini, ujar polisi itu dan menampar Ranti.


Para anggota yang menginterogasi Ranti tidak mengetahui kalau tindakan mereka sedang di siarkan secara langsung oleh ribuan akun yang tak bisa di lacak dan tidak bisa di hapus.


Dunia Maya heboh dengan tindakan Polisi yang menghajar Ranti, Ranti sendiri menutup wajahnya dengan kaca transparan, hingga kamera akan langsung memblur wajah Ranti secara otomatis.


Suara para polisi yang memeras Ranti terdengar dengan jelas oleh para penonton.

__ADS_1


" Masih tidak mau mengaku, bentak polisi itu dan menendang Ranti.


Ranti sendiri tidak merasakan apa-apa karena terlindung dari Armor Transparan.


" Masukan saja dia kepenjara, dan buat berita acara bahwa dia telah mengakui kesalahannya, panggil Genk Dari Pancoran untuk membongkar Ruko gadis ini.


" Aplikasi Mata Dewa, cari informasi geng Pancoran, dan ambil semua harta para polisi itu, sisakan 25 % saja, itupun transferkan saja ke Istri mereka.


Drone bakar seluruh kendaraan polisi yang terlibat, sekarang juga", perintah Ranti.


" Rose ijinkan saya menghukum mati seluruh Polisi yang memukul saya", ujar Ranti.


* Jangan Tuan, anda pasti akan jadi target utama, jadi biarkan saja, toh mereka sudah tidak punya jabatan, sebentar lagi mereka akan di Pecat, lihat saja mereka bahkan akan di ceraikan oleh istri-istri mereka, data mereka yang main perempuan dan nikah siri sudah dikirim Aplikasi Mata Dewa ke seluruh istri mereka", ujar Rose.


" Baiklah, terimakasih", ujar Ranti.


Dalam hitungan jam para Propam sudah tiba di kantor Polisi, seketika para petugas yang bertugas terkejut, melihat mobil Propam sudah berada di kantor mereka, namun mereka di kagetkan dengan beberapa kendaraan bermotor yang tiba-tiba terbakar.


Suasana Mapolres Depok jadi mencekam, sementara di media masa polisi jadi bulan - bulanan oleh para Netizen yang menyaksikan penyiksaan yang dialami Ranti.


" Kalian yang kami sebutkan namanya silahkan berbaris", perintah komandan Propam.


Setelah nama-nama disebut mereka terkejut dengan nama Kapolres dan Wakapolres di panggil, sedikitnya ada 25 orang Anggota di seluruh jajaran polres itu yang terkena pasal melanggar kode etik.


Para anggota polisi yang berada di ruang interogasi langsung di panggil.


" Kalian tau kesalahan kalian apa, tanya Komandan Propam.


" siap Tidak komandan, Jawab mereka berenam.


" Silahkan lihat video kehebatan kalian dalam melakukan interogasi, kalian sekarang menjadi artis terkenal, dan ini seluruh berkas pelanggaran Kalian, dan ini masuk dalam pelanggaran berat", ujar Komandan Propam.


Seketika ke-enam orang Anggota polisi itu langsung gemetaran, begitu juga dengan Kapolres dan Wakapolres serta anggota lainnya, setelah membaca seluruh salinan berkas keterkaitan mereka dengan premanisme dan pembiaran serta memanipulasi kasus - kasus yang ada, mereka semua tertunduk lesu, menyesal tapi sudah terlambat.


Para Propam yang menjemput Ranti di ruang interogasi, langsung meminta maaf atas kejadian ini, dan mereka berjanji akan memproses sesegera mungkin.


" Saya akan mengirim pengacara saja, saya banyak urusan, nanti persidangan terakhir baru saya datang, sekarang ijinkan saya kembali ke Ruko saya", ujar Ranti.


" Silahkan, tapi tolong tanda tangan beberapa dokumen, dan Keluarlah lewat pintu khusus itu agar tidak di ketahui oleh wartawan, nanti para polwan yang akan mengawal anda, hingga ke Ruko", ujar komandan Propam.


" Rose tolong kirimkan 3 pengacara", perintah Ranti.


" Maaf pak Komandan Handphone saya di sita oleh mereka, saya mau menghubungi pengacara saya dulu baru saya pulang", ujar Ranti.


" Maaf Nona, ini Handphone nya", ujar salah seorang petugas.


Di ruangan terpisah, Kapolres dan Wakapolres terlihat sangat gelisah, mereka memikirkan karir yang pastinya tamat.


Di dua lokasi yang berbeda juga, terjadi penangkapan terhadap 2 mantan Kapolres yang lama, kini mereka bertugas di Polda Jabar, dengan pangkat yang sudah Tinggi.


Seketika Kantor Polda Jabar heboh dengan penangkapan 2 Petinggi itu.


" Tuan semua harta polisi itu sudah di kuras, Kapolres, Wakapolres dan 2 mantan Kapolres, sedangkan para anggota tidak jadi di kuras karena harta mereka hanya sedikit, dan sudah di transfer semuanya ke Istri mereka, lewat rekening virtual.


" Berapa nilainya, tanya Ranti.


" Lumayan 40 milyar, sedangkan dari organisasi preman itu hanya 10 milyar, jadi total 50 milyar, lapor Aplikasi Mata Dewa.


" Rose, tolong bagikan rata ke pemilik toko yang para preman peras, ambil 20 milyar dan bagikan, 10 milyar berikan ke pemilik lama, anggaplah kompensasi atas kasus anaknya, 20 milyar itu buat toko saya", ujar Ranti.


" Baik Tuan", jawab Rose.


Setelah pengacara dari Rose tiba dan seluruh masalah diambil alih oleh pengacara Rose, Ranti kembali ke Ruko.


" Sudah kalian tenang saja, tidak akan ada lagi yang mengganggu kalian, ini buat kalian, jangan di gunakan jika bukan hal Darurat", ujar Ranti sambil memberikan ATM kepada Winda dan Adnan.


Ranti melihat jam, saat ini sudah jam Sore, dia langsung melajukan mobilnya ke arah Jakarta dan menuju ke Mall Cempaka.


Ranti menghubungi Tiara, bahwa dia sudah di jalan, tunggu sebentar di Mall Cempaka.


Karena ada kejadian tak terduga, akhirnya Ranti membatalkan untuk mengajak teman-temannya kerumah orangtuanya.


* Tuan, jangan lupa besok malam jam tepat pukul 00.00 wib, tuan harus mengatur struktur tanah di peternakan Cirebon, dan jam 3 Subuh tuan harus sudah sampai di Garut, Ujar Rose,


" Baiklah, saya akan terbang saja kesana biar lebih cepat, besok siang aku mau ketemu orangtua saya.


" Baik Tuan, memang terbang lebih cepat, apalagi saat ini kecepatan terbang tuan sudah mencapai 450 km per jam.


" Baik Rose, tapi ketika aku di Level 9 puncak, berapa maksimal kecepatan terbang saya, tanya Ranti.

__ADS_1


" Jika tiba di Level 9, kecepatan Tuan sudah mencapai 1500 km perjam, dan serta lama tuan terbang non-stop adalah 12 jam, Di tahap Supreme, kecepatan masuk angka 2500 km per jam dan daya tahan terbang 18 jam nonstop.


__ADS_2