
" Pah, mama bersedia merawat putramu, ajaklah dia kesini, apalagi mamah sudah tidak bisa memberikan anak kita adik, dan sekarang ternyata kamu memiliki seorang Putra, biarlah menjadi kakak dari Putri kita", ucap istrinya Frederik.
" Maafkan papa ya mah", ucap Frederik.
" Lepaskan semua masa lalu, mama menikah dengan papa, berarti mama harus juga menerima apapun kekurangan papa, tapi mohon jangan lagi berbuat kesalahan yang sama di masa depan", ucap istrinya Frederik.
" Terimakasih mah, jawabnya.
" Tuan, berikan alamat dimana putraku tinggal, dan apakah dia dalam keadaan baik atau bagaimana", ucap Frederik.
" Jangan kuatir, Tuan muda Armando saat ini , hidup bersama kakak- kakak angkatnya dan juga adik angkatnya, dan soal kehidupan Tuan Muda kami Armando, sangat baik dan sehat", ucap Tim Rose.
" Kenapa anda memanggilnya Tuan Muda, apakah keluarga yang merawatnya termasuk orang kaya dan punya kekuasaan? tanya Frederik.
" Majikan kami, orang yang sangat kaya dan sangat berkuasa jika dia mau menguasai dunia ini, tapi majikan kami adalah orang yang rendah hati, dan tak haus kekuasaan.
Apalagi majikan kami masih berumur 18 tahun, dia sangat menyayangi Tuan Armando, hingga memberikan Tuan Armando kekayaan, hartanya saat ini mencapai 1.750 Triliun, itu uang rupiah saja, belum Dolar US, Euro dan Yuan RRC.
Majikan saya berpesan, agar jangan mengambil Tuan Armando dari sisi mereka, Tuan Armando tetap putramu, tapi biarkan dia hidup bersama dengan Kakak-kakak angkatnya dan juga adik angkatnya.
Lihatlah foto ini, inilah tuan Armando saat ini, tapi lihatlah Tuan Armando saat dia di tinggal meninggal ibunya, sangat miskin dan kelaparan di jalanan hingga majikan kami mengambilnya hampir 4 tahun yang lalu.
Lihat juga video ini, saat ini dia rela ijin dari kelasnya, demi menonton adik angkatnya bertanding melukis tingkat Nasional.
Secara hukum, Tuan Armando adalah Putra angkat dari Tuan besar Adriansyah Setiawan dan Nyonya besar Monicha Herdiani Pradipta Setiawan", ucap tim Rose menjelaskan latar belakang Armando saat ini.
" Astaga, bukankah suami istri itu, pengusaha sukses yang sempat hilang", ucap ayah Armando.
" Ya, tapi mereka hidup sederhana, dan yang menjadikan Tuan Armando anak mereka, itu karena Putri mereka yang menganggap Armando dan adik angkatnya, sebagai saudaranya.
" Tuan tenang saja, kapan saja Tuan Armando bisa datang menjengukmu, atau sebaliknya, buatlah tuan Armando bahagia, karena kalau sampai dia bersedih, maka seluruh kakaknya akan mengamuk, dan kami sebagai bawahan pasti akan ikut perintah majikan kami", ucap Salah seorang Tim Rose.
" Baiklah saya berjanji, akan mengedepankan kebahagiaan Putraku, terimakasih sudah memberitahu akan keberadaannya", ucap Ayahnya Armando.
" Pah, jangan bersedih, biarkan saja putramu berbahagia dengan seluruh kakak angkatnya, nanti saat kita ada rejeki, mari kita ke Surabaya untuk menjenguknya", ucap Istrinya ayahnya Armando.
" Tidak perlu menunggu rejeki, ini ada titipan dari Nona Muda kami, kakak kesayangan Tuan Armando.
Ambil ATM ini, Nona Muda kami sudah mengisinya sejumlah 150 Triliun, dalam bentuk deposito, itu untuk bapak, yang ini berjumlah 100 triliun untuk ibu, dan untuk anak kalian juga dapat sejumlah 25 Triliun, sedangkan biaya hidup sehari-hari, Nona muda kami memberikan kalian bertiga masing-masing 250 milyar. Dan terakhir, kalian mendapatkan rumah, Ruko beserta isinya, serta mobil masing-masing 2 unit, dan 1 unit mobil box untuk usaha, serta modal usaha sebesar 300 milyar", ucap Tim Rose.
Rumah baru kalian tak jauh dari sini, ada perumahan elit, Nona Muda kami sudah membelinya atas nama Bapak.
Sebagai hadiah spesialis, ini adalah Pill ajaib dan SIM ajaib, Nona Muda kami tahu anak kalian menderita leukimia, biarpun baru tahap awal, tapi pasti akan sangat merepotkan kalian, ambil Pill ini, dan berikan kepadanya.
Tim Rose membantu keluarga Armando dalam merubah penampilan, serta menyembuhkan penyakit adik Tirinya.
2 jam berselang, ketiga orang itu sudah terlihat sangat sehat dan segar.
Adik tiri Armando apalagi, kini penampilannya jauh lebih sehat dari sebelum dia sakit.
Sekarang tutup saja dulu tokonya, dan mari ikut kami melihat rumah baru kalian, disana juga sudah ada uang cash masing-masing 1,5 milyar, juga mobil kalian.
Hadiah spesial terakhir, adalah perhiasan dan berlian serta emas batangan, mohon disimpan.
Setelah selesai berkemas seadanya, akhirnya mereka berangkat.
Dan hanya butuh waktu 30 menit, mereka sudah sampai, dan disambut oleh pelayan yang juga merupakan Tim Rose.
" Selamat datang Tuan besar dan nyonya besar, mari kami antar berkeliling", ucap Salah seorang pelayan.
" Tuan rumahnya sangat besar, tanahnya juga sangat luas", ucap Ayahnya Armando.
" Nikmatilah, ini belum seberapa, bapak dan ibu harus bahagia, agar saat tuan Armando datang, dia juga akan bahagia", ucap Tim Rose.
" Nona Muda, ayahnya Tuan Armando sudah berada di rumah pemberian Nona", lapor Tim Rose.
" Baiklah, berikan handphonenya dan alihkan ke video call.
" Dek, kesini sebentar, kakak ingin menunjukkan sesuatu padamu", panggil Ranti lewat telepati.
" Dek lihat, itu ayahmu dan itu bunda sambung mu, serta adik mu, beri salam kepada mereka", perintah Ranti.
" Ayah, Bunda, dan adik Armando Putra Setiawan memberi hormat", ucap Armando sambil meneteskan airmata.
" Nak, ayah sungguh minta maaf, ayah tak bermaksud meninggalkanmu, tapi ayah benar-benar tidak tahu, jika bundamu hamil, Maafkan ayah nak, maaf sudah membuat kamu dan bundamu menderita, bahkan dia sekarang sudah tidak ada", ucap ayahnya Armando penuh penyesalan.
" Semua sudah lewat, Armando bahagia, karena ternyata Armando masih memiliki seorang ayah, dan juga walau bunda hanyalah bunda sambung ku, tapi Armando akan menghormatinya dan tetap memanggilnya Bunda.
" Bunda, mohon terima Armando menjadi anakmu, terimakasih sudah merawat ayahku dengan baik.
__ADS_1
" Hey adikku yang cantik, apa kamu mau aku jadi abangmu? tanya Armando.
" Hehehe, sangat mau, akhirnya Melisa punya Abang", ucap Melisa adiknya Armando.
" Nanti Abang kenalkan dengan adik angkat Abang, namanya Salma Putri Setiawan, dia saat ini lagi ikut lomba melukis, Abang juga disini punya banyak kakak yang sangat baik hati, adek tolong jaga ayah dan bunda, nanti kakak kirim hadiah yang banyak untuk Ade.
Tahun depan jika, pesawat Jet Pribadi kakak sudah ada, pasti akan kakak ajak adek jalan-jalan saat libur sekolah", ucap Armando.
" Terimakasih bang, Melisa melihat Abang saja sudah sangat senang, apalagi sekarang Melisa juga sudah punya banyak uang, nanti uangnya Ade tabung untuk masa depan, tolong kalau ada waktu datanglah kesini, ayah kita pasti akan sangat bahagia", ucap Melisa dengan penuh kegembiraan.
" Ia dek, pasti kakak akan datang, nanti kakak- kakak itu akan memberikan Ade handphone, di situ sudah ada nomor kakak", ucap Armando.
" Ya sudah, nanti kalian ngobrol lagi, sekarang mari kita tonton Salma", ucap Ranti.
" Dek, nanti sambung lagi ya, kakak bahagia melihatmu", Ucap Armando.
" Ayah, Bunda, nanti Armando telpon balik, soalnya adikku Salma lagi bertanding, jadi Armando harus memberinya semangat, apalagi orangtuanya sudah meninggal", ucap Armando.
" Baiklah Nak, jaga kesehatanmu, ayah dan bunda sangat bahagia melihatmu, sekali lagi maafkan ayah nak", ucap ayahnya Armando.
" Ia ayah, jangan pikirkan lagi masa lalu, kasihan bunda yang disamping ayah, bundaku sudah di surga, jadi biarkan bunda tenang dan bahagia disana, pasti dia melihat Armando yang saat ini sudah bertemu ayah", ucap Armando dengan bijak.
" Ya sudah, berikan dukungan terbaikmu, untuk adik angkatmu, ayah dan Bunda akan selalu berdoa untukmu, anakku", Ucap ayahnya Armando.
" Terimakasih kak, Armando sangat bahagia, maafkan Armando jika selalu merepotkan kakak", ucap Armando sambil menundukkan kepalanya.
" Kakak tidak repot sayang, justru kakak bahagia melihat kamu memiliki seorang ayah, hormati dia, karena dia juga tidak tahu akan kehadiranmu, bersyukurlah ayahmu dan ibu sambung kamu, bisa menerima Armando dengan baik, dan lebih dari itu semuanya, Armando harus ingat, kakak akan selalu menyayangimu, dan akan lakukan apa saja demi kebahagiaan mu, juga adikmu Salma " ucap Ranti.
" Terimakasih kak, Armando akan selalu tinggal bersama kakak, nanti kalau ke rumah ayah, paling sehari atau 2 hari, itupun pasti harus merayu adikku Salma", ucap Armando.
" Ia sayang, adikmu Salma, sudah tidak memiliki orangtua kandung, hanya kitalah saudaranya dan bibinya di kampung, jangan buat adikmu Salma bersedih", ucap Ranti.
" Sudah pasti itu kak", ucap Armando.
Tepat jam 2 sore, Salma berdiri dan menyerahkan lukisannya, dia melukis dengan tema kebersamaan dalam keluarga, dia mengambil ide saat mereka sekeluarga pergi ke pantai.
Para juri terkejut dengan lukisan Salma yang seolah - olah hidup, pewarnaan dan teknik menggambar nya sangatlah sulit untuk di tiru.
Detil gambar, dan suasana yang di gambarkan Salma sangatlah hidup.
" Adik Salma silahkan duduk dan menunggu hasilnya, terimakasih sudah berpartisipasi dalam acara ini", ucap seorang juri.
" Terimakasih kakak - kakak juri", ucap Salma dan beranjak ke arah keluarganya.
" Kamu hebat nak, tapi jangan sedih jika tak lolos ke tahap selanjutnya", ucap Monicha.
" Ia Bunda", jawab Salma.
" Kakak, kenapa dengan wajah kak Armando seperti baru habis menangis? tanya Salma.
" Kakakmu menangis bahagia, karena sudah berbicara dengan ayah kandungnya", jawab Ranti.
" Syukurlah, kakak harus bahagia, Ade akan sedih jika kakak tidak bahagia", ucap Salma kepada Armando.
" Ia, kakak bahagia sekali, tapi lebih bahagia saat bersama Ade, kakak janji tidak akan pernah meninggalkan Ade sendirian", ucap Armando.
" Ade percaya dengan omongan kakak, makanya Salma sangat menyayangi kakak, jangan pikirkan Ade sedih karena Ade sudah tidak punya orangtua kandung, karena itu kenyataannya, jadi kakak harus terus bahagia, agar Ade juga bahagia", ucap Salma.
Salma memang sangat manja dengan Armando, apalagi Armando tak sekalipun menolak permintaan Salma, karena bagi Armando, Salma butuh kasih sayang dan perhatian, apalagi dia di keluarga menjadi yang paling kecil alias bungsu.
Jika di Surabaya, keluarga Ranti sedang bahagia menemani Salma bertanding, sangat berbeda di kampungnya Mercy.
Para warga, beramai-ramai mengatakan, keluarga Mercy, menggunakan ilmu hitam agar bisa cepat kaya.
" Buktikan, jika keluarga pak Agus Jacobus menggunakan ilmu hitam", teriak Joey.
" Hey kamu siapa, ini kampung kami, dan kamu adalah pendatang", sengit seorang pemuda yang menjadi provokator.
" Apa kamu pikir saya takut, walaupun disini kampung kalian, bersyukurlah kalian karena berhadapan dengan saya dan 2 saudara saya, tapi jika kalian memaksa, maka Nona Muda kami yang datang menghukum kalian", ucap Joey yang sudah bersiap.
" Sudah-sudah, kenapa kalian ribut", ucap Pak Kades.
" Dan kamu, tolong jangan memancing keadaan, lebih baik kamu buktikan saja darimana keluarga pak Agus dan Bu Vivi, dalam sekejap bisa memiliki uang miliaran", ucap salah satu RT.
" Hahahaha, asal kalian tahu, Nona Muda saya memiliki harta yang sangat banyak, dan dia sangat menyayangi Kakak-kakaknya, kemarin dia datang kerumah Pak Agus dan Bu Vivi, karena Putri Pak Agus yang hilang, ternyata adalah kakak angkatnya Nona Muda kami.
Nona Mercy Cecilia adalah Putri kandung pak Agus dan Bu Vivi, makanya Nona Muda kami, memberikannya uang, membelikan Rumah, mobil dan motor serta uang untuk biaya hidup, dan asal kalian tahu, pemberian Nona Muda kami, tidak alan menguras 1% hartanya.
Perusahaan Nona Muda kami, semuanya menyertakan saudaranya adalah bagian dari keluarga pemilik", ucap Joey.
__ADS_1
" Baiklah, kami percaya saja, tapi mana ada orang yang membagikan uangnya sebanyak itu kepada saudara-saudaranya", ucap seorang warga.
" Terserah kalian mau percaya atau tidak, tapi saran saya, agar kalian berhenti menuduh keluarga pak Agus dengan menggunakan ilmu Hitam, jangan sampai Nona Muda kami datang", tegas Joey.
" Kamu pikir kami takut dengan Nona muda kamu yang masih anak kecil itu", ucap warga.
" Baiklah, terserah kalian saja, tapi ingat jika sehelai rambut Keluarga Pak Agus, kalian sentuh, percayalah, Putri, Pak Agus sendirian saja mampu menghajar kalian", ancam Joey.
" Ayo Tuan, Nyonya dan Tuan Muda Marco, kita pergi dari sini, saya sudah melaporkan tuduhan mereka ke Nona Muda Ranti", ucap Joey.
" Joey, biarkan saja mereka, selama mereka tidak bermain fisik, cuek saja, jangan terpancing dengan omongan mereka, beritahu saja siapa saya", ucap Ranti setelah membaca pesan dari Joey.
" Baik Nona Muda, tapi mereka sudah keterlaluan menuduh Nona Mercy, yang sangat menyayangi anda Nona Muda, ujar Joey.
" Aku tahu, tapi mereka seperti itu, hanya karena kaget saja, karena selama ini orangtua kakak saya, memang sangat miskin", jawab Ranti.
Akhirnya Joey membawa pergi, keluarga Mercy kembali ke rumah barunya.
" Pak Kades, kami pergi dulu, sumbangan kami sudah kami berikan, terserah bapak mau menggunakan nya atau tidak", ucap pak Agus.
" Kami tetap akan menggunakannya, jika pak Agus ada waktu, silahkan datang dan lihat prosesnya", ucap Pak Kades.
" Pasti saya akan datang, tapi sesekali saja, sekalian melihat rumah saya", ucap Pak Agus kemudian pergi meninggalkan Pak Kades.
Sementara itu, di Gedung Serbaguna Yayasan Bintang Timur, pengumuman lomba melukis sedang berlangsung.
Acara Finalnya akan berlangsung di Jakarta, tepatnya di Institut Kesenian Jakarta, sekitar 2 Minggu lagi.
Sudah banyak peserta yang di umumkan lolos, tapi nama Salma belum di panggil, tapi Salma yakin dia pasti lolos.
Dan tepat di ujung acara, keenam juri berdiri dan mengumumkan, bahwa Lukisan Salma, menjadi lukisan terbaik dalam lomba penyisihan melukis, hal itu secara otomatis mengumumkan bahwa Salma lolos, dengan status calon pemenang lomba lukis tingkat nasional untuk golongan sekolah dasar.
" Selamat ya nak, nanti di final, ayah akan batalkan seluruh rapat di perusahaan, Ayah dan bunda akan hadir melihat kamu bertanding", ucap Adriansyah.
" Terimakasih ayah, Salma sangat bahagia, apalagi melihat seluruh kakakku datang", ucap Salma.
" Hore, adik kebanggaan kakak menang, selamat ya adik bungsu kakak yang sangat cantik, dan sayang sama keponakannya", ucap Darel sambil menggendong Salma.
Ranti hanya meneteskan airmata bahagia, melihat kebahagiaan Salma, terlihat juga Armando ikut meneteskan airmata bahagia, " Berbahagialah terus Adikku", batin Armando.
" Aunty Salma hebat, tak sia-sia Ketty hari ini tidak tidur siang", ucap Ketty.
" Terimakasih keponakan aunty tersayang, peluk aunty dong", ucap Salma.
" Ini hadiah buat Aunty", ucap Ketty memberikan permen kesukaan Salma.
" Sekali lagi terimakasih, aunty sangat menyayangimu", ujar Salma.
" Nona Muda Salma hebat, Kaka Yati juga sangat bahagia", ucap Yati dengan bangga.
" Terimakasih kak Yati, terimakasih sudah menemani Salma selama berlatih dirumah", ucap Salma.
" Oh ya ampun, seorang majikan sangat menghormati pengasuhnya", ucap wali murid salah satu peserta yang lolos.
Para juri dan panitia tidak tahu, jika Salma adalah salah satu dari pemilik sekolah Bintang Timur.
" Mohon maaf para Juri, kalian tidak jujur dalam memberi penilaian, apa karena anak itu pemilik gedung ini, hingga kalian meloloskannya dengan status peserta yang di unggulkan dalam final", ucap seorang wali murid yang putranya juga lolos.
" Ibu sangat salah besar, jujur saja, kami tidak tahu jika adik Salma salah satu pemilik gedung ini, tapi lebih dari itu, kami menilainya dengan profesional", jawab salah seorang juri
" Baiklah, kita lihat saja nanti, jika kemenangan dengan cara seperti ini, saya yakin dia tidak akan masuk final", lanjut ibu itu.
" Justru kami yakin adik Salma akan jadi Juara, apalagi juri di Jakarta akan lebih ketat", juga lanjut juri itu.
" Maaf Bu, maksud anda, putri saya menang karena kami pemilik gedung ini, sungguh cara berpikir anda sangat sempit", ucap Monicha, yang tersinggung omongan ibu itu.
" Oh anda ibunya anak itu? tanya ibu itu.
" Ya, dia Putri bungsu ku, apa ada yang salah, putri saya sudah beberapa kali menjadi juara melukis, saya ingatkan jaga mulut anda, karena keluarga saya tidak seperti yang anda pikirkan", sengit Monicha.
" Hahahaha, baru punya sekolah saja sudah sok berkuasa", lanjut ibu itu.
" Oh begitu ya, berarti Anda kurang bergaul hingga tak mengetahui saya, tapi baguslah, tapi jika anda mau coba jual perusahaan kamu, saya tak butuh 1 jam membelinya, apalagi Putri saya yang pemilik sah seluruh sekolah dan Yayasan Bintang Timur", ucap Monicha.
" Mommy, ayo pulang, perusahaannya, tidak pantas kita beli, asetnya saja tidak sampai 300 milyar, hanya akan buat kita repot saja", ucap Ranti yang tiba-tiba datang bersama Salma.
" Ayo sayang, kita tak pantas bergaul dengan orang terlalu kaya, seperti ibu itu", ucap Monicha dan beranjak pergi.
" Maaf Bu, bukan saya menakuti anda, tapi anda sudah salah besar menyinggung mereka, asal anda tahu, Nona Muda kami pemilik Tunggal RPS Group Company, SADB dan IDB, juga ARSA Group dan Tri Link Indonesia", ucap Security sekolah itu.
__ADS_1
" Perlu anda ketahui, Nona Muda kami, membeli Yayasan ini, seharga 10 triliun tanpa menawar dan hanya butuh 2 jam.
Sedangkan Nyonya Besar kami, dikenal sebagai ratunya saham di Indonesia, keluarga mereka bernama Setiawan", pungkas Security.