
Begitu, hampir sejam mereka bertukar opini, akhirnya Ranti mengatakan kepada wali kelasnya dan kepala sekolah.
" Pak Kepala Sekolah, tolong bicarakan baik-baik dengan pemilik sekolah bahwa, saya yang akan membelinya tanpa menawar, asal hanya 10 triliun, ucap Ranti dengan tegas.
" Ranti, kamu jangan main-main kalau bicara, ucap kepala sekolah
" Terlalu kurang ajar saya, saya mengganggu bapak dan ibu jika saya main-main, apalagi bapak dan ibu orang yang paling saya banggakan di sekolah daripada gitu yang lain, ucap Ranti
" Kamu mau pakai uang siapa membeli Sekolah ini, tanya wali kelasnya.
" Uang saya sendiri, jangankan saya, semua kakak ku bisa membelikan dengan uang mereka masing-masing, bukannya sombong 10 triliun itu tidak menghabiskan uang saya, percayalah, tapi ada syaratnya, ucap Ranti.
" jika benar kamu ingin membelinya, apa syaratnya, tanya kepala sekolah itu
" Bapak jadi ketua yayasan dan ibu jadi kepala sekolahnya, dan yang paling penting jangan bocorkan kalau saya pemilik baru sekolah ini, bagaimana ? tanya Ranti
" Apa tujuanmu membeli sekolah ini, tanya kepala sekolah itu
" Saya ingin Yayasan ini punya universitas dan pasti sekolah ini juga harus berubah, dan wajib menggunakan guru- guru yang mencintai pekerjaan nya sebagai guru, bukan hanya sekedar untuk mendapatkan penghasilan, bagaimana apakah bapak akan membantu saya memajukan yayasan ini, tanya Ranti.
" Tapi kita butuh dana yang sangat besar untuk membangun universitas dan juga mengembangkan sekolah ini, ucap kepala sekolah itu
" Berapa anggaran membangun sebuah universitas, apa bisa sampai 5 triliun, sebutkan saja, saat ini juga uangnya saya berikan, tegas Ranti
" Ranti, tolong jangan membuat kami bingung dengan omongan kamu, ucap wali kelas nya
" Tenang saja, saya ingin ibu yang tanda tangan ijazah saya dan itu harus, dan saya janjikan ibu akan menandatangani ijazah sang juara nasional, percayalah,
Pak kepala sekolah, selesai rapat dengan pemilik tolong beritahu saya, hati ini dia setuju maka saya akan suruh orang saya untuk mengurusnya, dan tahun ajaran baru saat liburan, kita perbaiki sekolah ini, ucap Ranti
" Boleh bapak tau kamu memiliki kekuatan uang berapa banyak, tanya kepala sekolah itu
" Baiklah dan ini rahasia dan harap bapak dan ibu tidak membocorkan kepada siapapun.
Silahkan lihat saldo saya dan ini hanya untuk saya pakai setiap hari, ujar Ranti, sambil menunjukkan saldo di rekening Bank nya yang 200 triliun lebih.
" Ranti, siapa kamu sebenarnya, kenapa kamu mau hidup dengan cara seperti ini, padahal uang mu hampir mengalahkan orang terkaya se-Indonesia, tanya kepala sekolah itu.
" Jujur, yang ada didaftar orang terkaya itu, tidak menyentuh 10 % kekayaan bersih saya, jika semua saham di seluruh perusahaan saya tarik semua, bapak dan ibu jika ikut saya, percayalah kalian akan senang, syarat nya harus terus rendah hati dan jangan serakah itu saja syarat dari saya, bagaimana apa saya sudah layak membeli sekolah ini, tanya Ranti
" Sudah, saat rapat bapak akan ajukan, bahwa sudah ada yang berminat dan bisa dalam tempo yang singkat, bagaimana menurutmu ? Tanya kepala sekolah itu
" Deal, jika semuanya beres, bapak dan ibu akan saya beri hadiah masing-masing 5 Milyar dan mobil seharga 500 juta, hari ini dia setuju, hari ini juga saya bayar, ucap Ranti
" Bagaimana kalau hari ini, kamu suruh orang mu kesini biar kita ngomong langsung, ucap kepala sekolah itu.
Kebetulan bapak yang di percayakan untuk menjual sekolah ini, bagaimana ? tanya kepala sekolah itu.
' Tunggu sebentar, saya telpon orangku.
" Bapak hanya minta tolong kamu membereskan 5 orang Pengurus yayasan yang sudah sangat meresahkan, jangan di tuntut apa-apa, hanya keluarkan saja dari sini, karena mereka adalah orang-orang dari pemilik lama, ucap kepala sekolah itu
" Baik, saya akan mengurusnya.
" Halo Nona Muda, ada yang bisa saya bantu.
" Rendi, saya ingin membeli yayasan bintang timur, dengan nilai 10 triliun, segera kamu kesini ajak Sabrina dan Santina, Sekarang juga saya tunggu di sekolah, perintah Ranti
__ADS_1
" Anggaran kantor atau pribadi Nona Muda, tanya Rendi
" Pembelian atas nama kantor, uangnya dari saya, dan masukkan dalam laporan penyertaan modal baru, apa kamu mengerti
" Baik Nona Muda, jawab Rendi
" Jalan sekarang, saya tunggu, perintah Ranti
" Dia sudah mau jalan ke sini, ucap Ranti
" Baiklah kalau begitu, ucap kepala sekolah.
" Saya masuk kelas dulu nanti jika dia sudah datang baru saya kesini lagi, tapi saya tidak ikut dalam proses jual beli, dan tolong sekali lagi rahasiakan dari semuanya, ucap Ranti
" Baik tenang saja, ucap kepala sekolah itu
Ranti langsung bergegas keluar dari ruangan kepala sekolah, dia menerima pesan dari Tiara yang berada di kantin.
Sampai di kantin, Ranti mendekat ke meja dimana Tiara, Yulianto dan Yulianti duduk.
" Yulianto, tolong pesankan kentang goreng ukuran jumbo dan lemon tea, kalian terserah mau pesan apa, setelah mereka memilih menu, harganya hampir 200 ribu, ucap Ranti
" Yulianti, bagaimana dengan usaha ayahmu, tanya Ranti
" Biasa saja, hanya saja mesin baksonya rusak, jadi ya harus ke tempat giling daging, ucap Yulianti
" Oh gitu, memangnya berapa harga mesin itu, tanya Ranti
" Gak tau persis berapa, 20 atau 50 juta, soalnya sekali giling biasanya 10kg, jawab Yulianti
" Oh gitu, ini berikan ke Ayahmu, segera beli mesinnya dan kalau sudah di beli tunjukkan foto dan kuitansinya, biar saya percaya, ucap Ranti sambil menarik cek 50 juta ke Yulianti.
" Apa kuping mu ikut rusak seperti mesin bakso ayahmu, hingga aku ngomong kamu tak dengar, uang itu buat beli mesin bakso yang baru, yang sudah rusak buang saja, terus foto dimana kalian membeli nya dan kuitansi nya tunjukkan ke saya, apa sudah jelas, tegas Ranti
" Terimakasih banyak, Ucap Yulianti.
Tak lama, handphone Ranti berdering ternyata dari Rendi, Ranti mengarahkannya agar masuk saja, ijin ke security mau bertemu dengan saya, ujar Ranti di telpon.
Rendi, Sabrina dan Santina, berjalan ke arah Ranti yang sudah melambaikan tangannya.
" Selamat siang pak kepala sekolah, ini Rendi, CEO dari RPS GROUP COMPANY, dia yang akan mengurus pembelian sekolah ini, ucap Ranti
" Perkenalkan saya Rendi,dan mereka berdua, Sabrina dan Santina, dewan direksi di RPS Group Company, ucap Rendi.
" Rendi, ini 4 cek, masing-masing 2,5 triliun jadi total 10 triliun, aku mau jadi ini prosesnya bisa deal, dan tinggal pengalihan saja, ucap Ranti.
Kepala Sekolah dan wali kelasnya, kaget tidak ketulungan, bagaimana tidak, Ranti ke sekolah membawa buku cek dengan nilai fantastis, tapi gayanya sederhana saja.
" Ranti apa setiap hari kamu membawa buku cek itu, tanya ibu wali kelas nya
" Ya, ini yang Nominalnya paling tinggi, dan 3 buku ini, ada yang jutaan dan milyar, lihat saja ucap Ranti, sambil menunjukkan buku ceknya.
" Rendi saya kembali ke kantin, tolong bereskan, perintah Ranti dan langsung keluar dari ruangan kepala sekolah.
" Tuan Rendi, Siapa sebenarnya Ranti itu, dia disini berpenampilan sangat sederhana, bahkan ada yang menghinanya setiap hari bawa bekal, tanya ibu wali kelas itu
" Kami semua memanggilnya Nona Muda, begitu dengan saudara-saudaranya, yang juga sekolah disini, Dia pemilik RPS Group Company, Food Excellent dan RPS Multidana Finance, dan masih banyak, di Jakarta dia memiliki salah satu Mall terbesar, dan 3 gedung perkantoran dan lagi membangun gedung apartemen dan hotel ucap Rendi
__ADS_1
" Sejak Kapan Tuan Rendi bekerja dengan Ranti, ucap ibu wali kelas nya
" Sudah satu tahun setengah, sejak asisten pribadi kedua orangtuanya menyerahkan seluruh asetnya ke Ranti, Ucap Rendi
" Bukannya dia pernah tinggal di panti, tanya kepala sekolah.
" Benar sekali, soal masalahnya kenapa dia di Panti, bukan hak saya untuk menceritakan nya, karena ini menyangkut mood Nona Muda kami, jika dia tersinggung, bisa di pastikan orang yang yang menyinggungnya masuk rumah sakit, ucap Rendi.
" Jika Bapak dan ibu mau mau mengikuti nya, rubahlah cara kalian memanggilnya jika hanya kalian, ucap Sabrina memotong pembicaraan Rendi.
" Baiklah Tuan, Rendi, ucap kepala sekolah itu
Saat ini, Rendi sudah berhadapan dengan pemilik sekolah, ketua yayasan dan para pengurus yang lain.
Lebih dari satu jam mereka berdiskusi akhirnya, Rendi memutuskan untuk segera menyudahi diskusi.
" Tuan Mathew, saya sudah paham dengan maksud anda, saya tidak ingin bertele-tele, karena Nona Muda kami tidak suka, saya sudah menyiapkan dananya sekarang jika benar yayasan ini mau di jual, kami tidak akan menawar harga yang sudah kalian tetapkan, bagaimana ? tanya Rendi
" Baiklah Tuan Rendi, kami memang ingin menjual semuanya, itu artinya kalian adalah pemilik baru Yayasan ini, jika kita sepakat, kata Mathew
" To the Poin saja Tuan, mau di jual atau tidak, itu saja , tegas Rendi
" Saya ingin anda setuju, kalau Pengurus yayasan tetap di tangan mereka, ucap Mathew.
" Hahahaha ini perjanjian aneh namanya, anda menjual yayasannya tapi kami harus tunduk agar tidak merombak pengurus, apa maksud anda sebenarnya, pantas saja banyak yang tidak mau membeli yayasan ini, 100 milyar pun tidak akan ada yang mau, Ucap Rendi
" Nona Muda kami tidak suka di permainkan, dimana-mana pemilik baru berhak mengatur ulang susunan pengurusnya, ucap Rendi
" Sekali lagi saya tanya, mau di jual tanpa syarat atau tidak, harga 10 triliun, untuk saat hingga 10 tahun kedepan tidak akan ada yang mau, saya sudah menghitung semuanya dari seluruh aset tanah dan bangunan di seluruh cabang milik yayasan ini, 2 triliun saja tidak sampai, kata Rendi
" Nona kami sangat sayang dengan sekolah ini, makanya dia mau membeli nya, bahkan nama bintang timur tidak akan di ganti, dan juga akan di jadikan nama ini universitas.
" saya setuju menjualnya tanpa syarat, tapi saya hanya memohon untuk memperkerjakan mereka disini, ucap pemilik Yayasan.
" Semua tergantung kinerja, Nona Muda kami sudah menetapkan semua aturan yang harus di taati, jika memang memenuhi syarat Kenapa tidak, jangan kuatir bapak,,- bapak dan ibu sekalian, jika kalian memang merasa punya kemampuan, silahkan bergabung tapi sebelumnya akan di adakan assessment, itu saja, ucap Rendi.
Akhirnya tanda tangan kesepakatan jual beli telah selesai, dalam waktu 7 hari kerja maka semua Dokumen dan pengalihan kepemilikan sudah selesai.
Rendi dan pak kepala sekolah keluar dari ruangan pengurus yayasan. Mereka semua mempertanyakan nasib mereka ke Mathew, namun Mathew hanya menjawab dengan getir.
" Kalian semua adalah alasan kenapa Kami menjual yayasan ini, ayah saya sudah malas mengurus nya karena kalian tidak bisa di andalkan, setiap ada masalah kalian melemparnya ke Ayahku, padahal kalian di gaji, jadi sekarang tergantung pemilik baru, ucap Mathew dan langsung bergegas meninggalkan mereka yang kebingungan.
" Pak kepala sekolah dan ibu wali kelas, sesuai pesan dari Nona Muda kami bahwa, kalian berdua akan di berikan hadiah, dan ini cek buat kalian berdua, masing-masing 2,5 Milyar besok mobil atas nama kalian akan di antar ke sini, tolong kirimkan KTP bapak dan ibu.
Kalian juga diangkat menjadi Ketua Yayasan dan Kepala Sekolah, tolong jangan lupa Nona Muda, yang begitu percaya dengan kalian, bersikap seperti biasa saja jika berada di luar ruangan, ucap Rendi dan beranjak dari tempatnya dan kembali ke perusahaan.
" Pak kepala sekolah, ini benaran uang atau saya hanya berhalusinasi, tanya wali kelas itu
" Sudahlah, anggaplah ini sebagai uang pengabdian kita, tabungan hari tua, ucap kepala sekolah yang sudah berumur 52 tahun.
" Apa perusahaan calon suami kamu wali kelas
" RPS Security Sistem, dia salah satu Komandan disana, dulu sebelum bertemu saya dia Preman, tapi sekarang sudah bertobat, dan rajin beribadah, yang terpenting sudah tidak berjudi dan mabuk-mabukan, jawab wali kelas itu
" Bagus itu kalau bisa berhenti, ucap Kepala sekolah
" Menurut komandan Besar, bos nya tidak mau punya karyawan yang akhlaknya tidak baik, dan menurut calon suami saya, setelah bertobat badannya lebih segar, kerja teratur, penghasilan teratur dan juga lebih bermartabat, kata wali kelas itu.
__ADS_1
Jam pulang sekolah sudah tiba, Ranti juga sudah di jemput sekarang fokusnya adalah rapat nanti malam dan menghancurkan kapal- kapal milik AQS Holding Company.
'