
πππππππ
Please, Jangan pingsan disini...
Bumi menahan tubuh Hujan agar tak ambruk ke lantai, cukup si pisang saja yang menyusahkan nya jangan lagi di tambah istri sang kakak yang harus juga ia bopong menemui si sulung yang selalu merepotkan nya.
"Jan... ayo cepetan!"
Hujan yang merasa pusing dan lemas kembali di tarik oleh Bumi, tapi kali ini cekalannya tak sesakit tadi tapi langkah kaki pemuda itu tetap sama saja cepat sampai harus membuat Hujan terseok mengikutinya.
"Masuk cepetan!" titah adik kembaran suaminya itu.
Bumi yang sudah ikut masuk juga ke dalam mobil langsung melajukan kereta besi mewahnya menuju rumah sakit tempat diamana sang kakak di rawat.
"Parah gak, Bu?" tanya hujan di sela isak tangisnya.
"Mana gue tahu" jawab Bumi dengan mata tetap fokus pada jalan di depannya.
"Emang kakak dari mana sih?, biasannya juga abis nganter lo ga kemana-mana" kini Bumi yang balik bertanya.
"Bilangnya mau ke bengkel ada urusan, tapi aku gak tau bengkel yang mana" jawab Hujan masih menangis.
Bumi menghela nafas, begitu banyak usaha sampingan sang kakak membuat ia kadang bingung mana yang di maksud. Air memang tak seperti dirinya yang hanya memiiki satu kantor, dari usaha saja mereka tetap berbeda dan sesuai karakter masing-masing. Air dengan banyaknya cadangan sedangkan Bumi cukup satu namun ia sangat serius menjalankannya dari awal.
.
.
.
Hujan dan Bumi langsung turun dari mobil saat sampai di area parkiran rumah sakit.
keduanya berjalan tergesa menuju lift, ia yang sudah di beritahukan semuanya dengan begitu jelas oleh Reza tentu tak bertanya lagi pada resepsionis atau suster yang berjaga.
"Itu dia" tunjuk Bumi kearah salah satu pintu dengan penjagaan ketat di depannya.
CEKLEK..
__ADS_1
Salah satu penjaga langsung membukakan pintu saat Tuan dan Nona mereka datang.
"Kakak" seru keduanya saat masuk kedalam ruang rawat inap Air.
"Ya ampun, kak. Bangun ayo" tangis Hujan pecah di dekat suaminya, sedangkan Bumi yang berdiri bersebrangan dengan Hujan langsung merasa lemas, ikatan bathin keduanya memang cukup kuat.
Bumi yang merasa aneh di tubuhnya sedari pagi tak pernah menyangka jika musibah akan terjadi pada sang kakak karna ia selalu menepis rasa itu.
"Duduk dulu" Diandra yang baru datang langsung mendekati Bumi saat melihat raut wajah yang tak kalah tampan dari Air hampir saja tumbang.
"Terima kasih" ucap Bumi yang langsung duduk di atas Kursi besi.
Hujan yang sepertinya tak asing dengan suara wanita yang ia dengar langsung menoleh.
"Lo?" unjuk Istri sah Air pada wanita yang mengaku menolong suaminya itu.
"Apa?" tantang Diandra dengan senyum mengejek.
"Ngapain Lo kesini, Hah!?" sentak Hujan yang tak suka ada wanita itu lagi di tengah tengah mereka.
"Kalo gak ada gue, siapa yang bakal bawa Air ke rumah sakit?" cibirnya dengan tatapan mata yang sulit di artikan yang jelas ada kebencian disana.
"Lo kenal dia?" Bumi melirik ke arah Hujan lalu ke Diandra.
"Enggak!" jawab keduanya berbarengan karna memang mereka tak pernah berkenalan.
Bumi menautkan alisnya semakin bingung.
"Gak kenal kenapa berantem!" sentak putra kedua RAHARDIAN itu.
Hujan tak memperdulikan ocehan Bumi, ia beralih pada suaminya lagi yang masih memejamkan matanya.
"Kak, ayo bangun! ini aku" bisik Hujan di telinga kanan Air.
Tetes Air mata Hujan jatuh ke pipi Air karna posisi wajah mereka kini saling berhadapan.
Dan ternyata itu membuat satu jarinya mulai bergerak pelan.
__ADS_1
"Kakak" jerit Bumi yang tak sengaja melihat pergerakan kakaknya.
Hujan, Bumi dan Diandra semakin mendekatkan diri sambil terus memanggil namanya Air di dekat telinganya.
"Buka mata kamu, Aku mohon!" lirih Hujan di sela Isak tangisnya.
Reza yang baru kembali dari ruangan dokter lagi untuk membahas kepindahan si sulung langsung meraih bahu menantunya.
"Sabar, kakak gak apa-apa" bujuk Reza pada Hujan yang terlihat sangat terpukul.
"Mama belum kesini, Pah?" tanya Bumi.
"Mama pingsan, masih sama Abang di apartemen" jawab Reza yang sangat kebingungan antara anak dan istrinya yang sama-sama tak sadarkan diri saat ini.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Kak.. ayo bangun! nanti gue lempar pisang Lo!
πππππππππ***
Bumi ancamannya WOW ya.. π€π€π€
__ADS_1
Sadar gak tuh kira-kira si kakak πππ
Yang baca Marathon tolong likenya di tiap bab ya, ππ