Air Hujan

Air Hujan
bab 92


__ADS_3

πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’ž


Terserah deh Lo mau ngapain. Gue ikhlas...


Ucapan pasrah Air tentu membuat Hujan panik kemudian membuang muka ke arah jendela.


"Pake bajunya!" titah Hujan tanpa menoleh.


"Maafin dulu" pinta si bayi buaya Cengeng.


"Pake bajunya atau gue tinggal ya!" ancam sang pawang.


"Ikuuuuuuut..." Air malah merengek tak jelas membuat Hujan menghela nafas dalam-dalam.


"Pake Ay! tar di sangka orang kita abis ngapa-ngapain." Hujan yang gemas melempar kaos yang di lepas Air ke wajah suaminya itu.


"Maafin dulu"


"Apa salah Lo, gue tanya?" Gadis itu kini duduk menghadap Air sambil melipat tangan di dadanya.


"Banyak, kan ! iya?" Air malah balik bertanya, wajahnya begitu polos bagai bayi yang baru di lahirkan.


"Kita pulang!" pinta Hujan karna tak kuasa melihat wajah tampan lugu suaminya jika Sedang merengek meminta maaf.


"Enggak" tolak Air, ia melempar lagi kaosnya, wajahnya merengut dengan mata berkaca-kaca.


"Jangan nangis!"


"Tapi matanya udah basah, kalo kedip pasti turun terus banjir, Hiks".


Dan benar saja, Satu tetes air mata jatuh ke pipi si sulung Kesayangan keluarganya. Hujan masih diam saat pria tampan itu menunduk.


Isak tangis kecil mulai terdengar begitu menggelitik di telinga Hujan, ia memang sudah terbiasa tapi entah kenapa masih saja merasa gemas jika bayi buaya cengengnya itu menangis.


"Kakak udah minta maaf loh!" ucapnya di sela Isak tangis yang pelan.


"Kakak salah, tapi emang kakak tau kalo bakal ketemu mantan mantan kakak, enggak kan?" protesnya kemudian.


"Kakak, kan udah bilang kita di kamar aja biar gak ketemu siapapun. Jadi yang salah siapa?" Tanya Air sambil mendongakkan wajahnya.

__ADS_1


"Kakak, nyalahin Hujan?" tanya gadis itu, dia yang marah tapi justru di salahkan.


"Enggak. cuma nanya" elaknya langsung.


Hujan mendengus kesal tapi ia juga ingin tertawa .. mengapa dirinya yang galak dan berpendirian juga calon dokter ini selalu bisa di Kadali oleh buayanya yang polos namun menyebalkan.


Para deretan mantan yang selalu mengusik kesenangan mereka saat berdua.


"Hujan maafin kakak, Gak?" tanya Air lagi, kali ini ia sudah mulai putus asa.


"Cepet pulang, Hujan ngantuk" pintanya sambil memposisikan tubuhnya bersandar pada jok mobil.


Air masih bergeming, ia tak kan melakukan apapun jika sang istri belum mau memaafkannya.


Ia rela diam berjam-jam demi mendapat ciuman di keningnya.


"Ayo, Ay.."


Air menggelengkan kepalanya.


Hujan yang tak kuasa akhirnya pasrah dan mengalah.


Hujan merentangkan kedua tangannya agar suami Cengengnya itu bisa masuk kedalam dekapannya.


Diusapnya kepala Air dengan lembut yang kini sudah berada di atas dadanya.


"Maaf ya, Hujan cemburu lagi" bisik gadis itu mengutarakan isi hatinya.


"Kakak bikin cemburu ya?, padahal gak ngapa ngapain loh" jawabnya polos membuat Hujan kembali menghela nafas.


"Iya, Hujan gak seneng kalo liat kakak sama cewe Laen apalagi ada status mantan di antara kalian, gimana coba kalo Lain hari justru ada mantan Hujan yang dateng gangguin kita?, kakak marah gak?" Tanya Hujan ia mencoba memberikan pengertian pada suaminya jika hal yang sama terjadi dan mereka bertukar posisi.


"Enggak!" jawabnya cepat.


"Kok, enggak?, kakak gak marah atau cemburu gitu?' tanya Hujan bingung dan memastikan lagi perasaan suaminya.


"Enggak!" ucapnya lagi yakin


"Kenapa?"

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Orang Lo gak punya mantan!!!


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


JLEB. 🀭🀭🀭🀭


Perang lagi..


itu mulut kalo udah di baein ngelunjak ya πŸ˜‚


Kapan kelarnya coba berantem mulu


Ada yang mau nimpuk si Kaka? 🀣🀣🀣🀣

__ADS_1


Yuk Like komenya di ramaikan ❀️❀️


__ADS_2