Air Hujan

Air Hujan
bab 204


__ADS_3

🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


"Loh, Ay. Lo ada disini?" sapa seorang pria tampan bertopi putih yang langsung duduk di sisinya.


Air menoleh dan memicingkan sedikit matanya dengan mulut masih mengunyah pelan.


"Cakra, Ay" ucapnya lagi saat tak sepatah kata pun keluar dari mulut Air.


"Oh.. Iya" jawabnya singkat padat dan jelas.


Air kembali menikmati makanannya seakan tak perduli apapun yang ada di sekelilingnya termasuk pada teman masa SMA nya itu.


"Mau gak?" tanya Cakra lagi.


"Mau apa?" Air balik bertanya setelah ia menegak air putih hingga setengah gelas untuk menetralisir rasa pedas dari salah satu makanan yang ia habiskan barusan.


"Ya ampun, gue dari tadi cerita panjang kali lebar gak masuk ke otak lo!" cetus Cakra yang di balas gelengan kepala.


"Adek gue ultah, Ay. Ada party ntar lo dateng ya" Cakra mengulang ajakannya.


"Gue kesini kerja, bukan mau party" jawab Air santai terkesan terlalu jujur.


"Ya elah, hiburan dikit ga apa-apa buat ngilangin stres" rayu Cakra lagi dengan menaik turunkan alisnya seraya memohon pada Air untuk datang karan tentu suatu kehormatan tersendiri baginya bisa mengajak pria tampan dan mapan itu ke pesta ulang tahun adiknya yang di adakan di salah satu diskotik ternama.


"Hiburan gue cuma satu" cetus Air .


"Apaan?" tanya Cakra penasaran.


"Bini gue lah, cuma dia yang bisa bikin stress gue ilang, capek gue ilang, mood jelek gue ilang, juga sakit kepala gue ilang" sahut Air membanggakan sang istri di hadapan dua pria yang kini sedang melongo padanya.


"Kenapa?, ada yang salah?" tanya Air lagi.

__ADS_1


Pengakuannya tentu langsung membuat Daniel tersenyum simpul sambil mengusap tengkuknya, sedangkan Cakra hanya tertawa kecil sambil menepuk bahu Air.


"Ya elah bini lo kan gak ada, gak mungkin ikut kan?" terka Cakra yang di iyakan oleh Air.


"Nah, makanya itu, yuk kita seneng seneng"


"Wah.. aliran sesat! Tapi boleh juga sih" jawab Air sambil tertawa.


( Si kakak minta di sleding, ampun ah...)


***********


Tepat jam tujuh, Air yang sudah kenyang sehabis makan malam mengisi perutnya sampai full mulai keluar dari hotel menuju parkiran tempat dimana Cakra menunggunya dalam mobil.


Ia yang duduk di kursi penumpang langsung merogoh ponselnya yang bergetar di dalam saku celana.


"Iya, Sayang" Sahut Air saat mendengar suara sang istri di sebrang sana.


"Kan emang biasanya lama" goda Air seakan membahas hal lain.


"Bukan itu, kak.... "


"Apa dong?"


"Angkat teleponnya kenapa lama, ih"


Air hanya tersenyum simpul, ia sedang membayangkan wajah kesal istrinya saat ini, Hujan si keras kepala dan egois yang sering mengabaikan nya justru akan lebih marah jika ia sendiri di abaikan.


"Tadi lagi dijalan, gak begitu berasa geternya" jelas Air yang langsung membuat Hujan diam lalu mengakhiri panggilannya setelah berpesan agar Air tak pulang larut malam.


"Lo gak bilang main kemana sama bini lo?" tanya Cakra sambil menyalakan mesin mobilnya.

__ADS_1


"Bilanglah, masa iya gue gak bilang" jawab Air yang sudah menyandarkan tubuhnya.


"Suami takut istri ya sekarang" ledek Cakra sembari tertawa.


"Bukan takut istri, tapi emang udah biasa. Kalo ada apa-apa sama gue kan dia tau. Lagian apa lo bakal tenang kalo bohong?" balas Air yang langsung membuat Cakra diam.


"Salut gue sama lo. Hujan bisa bikin lo bertekuk lutut sama dia, Moga lo selalu bahagia ya, Ay"


Air hanya tersenyum sambil mengangguk kan kepalanya sekali, seraya bergumam dalam hati.


.


.


.


.


.


.


.


Lo gak tau aja, mata si papa merajalela dimana mana!!


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Sadar diri ya kak 🀣🀣🀣🀣🀣🀣


baskom papa Gajah siap kasih laporan 😘😘😘😘

__ADS_1


Like komennya yuk ramaikan.


__ADS_2