
ππππππππ
"Jaaaaan" Panggil Air pada sang istri yang sudah lima belas menit dikamar mandi.
"Iya, sebentar" sahutnya dari dalam.
Air yang kesal menunggu di atas tempat tidur akhirnya datang menghampiri dan mengetuk pintu dengan keras.
"Buka gak?" teriaknya.
CEKLEK
"Sabar dikit bisa gak sih?" oceh Hujan, ia yang sedang merasa nyeri dan sakit di buat pusing oleh suaminya yang sedari tadi Selalu berteriak memanggil namanya.
"Masih sakit?, ke dokter yuk" ajaknya yang merasa khawatir.
" Gak apa-apa, udah yuk tidur" ajaknya.
Air menarik tangan Hujan, membuat gadis itu menautkan kedua alisnya.
"Kita cari makan yuk, adek kalo lagi begitu suka pengen macem-macem, bawaannya laper terus"
"Udah malem Ay,"
"Kenapa?, Lo takut kalah terang ya sama bulan?" goda Air yang langsung membuat kedua pipi Hujan merah merona.
Hujan melirik ke arah jarum jam yang sudah menunjukan pukul sebelas malam, Ia juga sebenarnya ingin tapi ini sudah larut malam menurutnya.
"Ayo ah, Lama!"
Air meraih jaket untuk mereka berdua, kunci mobil, ponsel dan dompet, Keduanya Langsung keluar dari kamar tanpa tau akan pergi kemana.
"Dek, kakak keluar dulu ya" ucapnya pada Bumi saat melihat adiknya itu sedang melakukan panggilan telepon di ayunan rotan dekat kolam ikan.
Bumi hanya mengangguk tanpa menjawab.
"Lagi teleponan sama siapa tengah malam begini?" tanya Hujan saat keduanya sudah keluar dari apartemen.
Lagi teleponan sama Kuntilanak..
********
Air melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang sambil mencari-cari tempat makan malam untuk mereka singgahi.
Ia yang terus mengoceh tak begitu di tanggapi oleh Hujan, gadis itu diam bersandar sambil sedikit melamun.
Moga hitungan aku gak salah, kalau aku datang bulan di tanggal yang sama seperti bulan kemarin berarti hari ini sudah masuk masa suburku.
__ADS_1
Maafin aku ya Ay.. harusnya kamu masih bisa main-main tapi nyatanya aku udah nolak kamu dari sekarang.
Kuliah kita lebih penting, dan aku.....
Aku masih ingin menikmati waktu berdua denganmu!
Aku memang belum yakin dengan perasaan ku tapi aku nyaman dengan segala sifat mu, sikapmu, tangismu dan juga cemburumu.
Kita belum pernah saling mengungkapkan isi hati tapi dengan segala yang sudah kita lewati, aku rasa itu sudah lebih dari sebuah kata dan pengakuan.
.
.
.
"Jan, Lo ngantuk?" tanya Air membuyarkan lamunan Hujan
"Hem.. enggak, Ay. Ada apa?" Hujan balik bertanya dengan tergagap.
"Ngelamun sih?, mikirin apa?"
"Gak mikirin apa-apa, cuma dingin aja" jawab Hujan sambil mengusap pipi Air dengan lembut.
Air mengangguk kecil sambil terus fokus pada jalan di depannya.
"Kita makan bakmi yuk"
.
.
.
Di kedai yang masih nampak ramai oleh pengunjung, Air dan Hujan menunggu pesanan mereka dia salah satu meja panjang, tak ada sekat sama sekali membuat semua para penikmat bakmie itu makan di satu meja yang sama.
Air terus memainkan jari-jari mungil sang istri untuk mengusir rasa bosannya tanpa ia sadari ada satu gadis yang sedari tadi memperhatikannya.
"Hai" sapanya langsung saat tatapan mereka bertemu.
"Hai juga" jawab Air saat ia yakin sapaan itu untuknya.
"Kaya pernah liat, dimana ya?" tanya Gadis itu dengan raut wajah menerka-nerka.
"Ya mana gue tau" jawab Air santai tak begitu menanggapi.
"Oh, iya di bengkel X ya?, gue adenya Andro" Gadis itu mengulurkan tangannya.
__ADS_1
Air mengernyit dahi sambil menerima uluran tangan itu sekilas.
"Salam kenal ya" ucapnya lagi.
Obrolan Keduanya terhenti saat pesanan mereka tiba.
Air dan Hujan menikmati makanan mereka dalam diam meski diamnya Hujan Kali ini sangat berbeda.
"Kita duluan ya?" pamit Air pada gadis tadi yang duduk di depannya.
"Ya, moga ketemu lagi ya nanti" balasnya penuh harap.
.
.
Selesai membayar semuanya, mereka kembali ke mobil dengan Air merangkul bahu sang istri.
"Kenapa diem?" tanya Air pada Hujan saat keduanya sudah ada di dalam mobil.
"Masih nanya kenapa?, saat Lo ngobrol sama cewe Laen depan mata gue! apa iya gue gak kenapa kenapa?" sentak Hujan, dalam keadaan normal saja gadis itu selalu emosi apalagi saat hormonnya mulai tak stabil seperti ini.
"Lo cemburu?"
Hujan diam tak menjawab, ia menepis tangan suaminya yang ingin memeluk tubuhnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Biar gue jelasin dengan singkat ya, gue tau Lo pasti cemburu kalo gue lagi dideketin sama cewek laen dan gue hargai rasa cemburu Lo. Gue suka Lo cemburu karna kalo Lo cemburu itu pastinya Lo takut kehilangan gue, tapi Lo juga harus percaya kalo gue sekarang gak gampang buat nyaman sama orang lain apalagi buat yang sekedar nyapa karna buat saat ini dan seterusnya, cukup Lo aja!"
β€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈ
Tumben panjang amat kak π€π€
__ADS_1
Kaya pak presiden lagi pidato pas tujuh belasan πππ
Like komen nya yuk ramai kan