Air Hujan

Air Hujan
bab 74


__ADS_3

🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Lo itu berharga banget.


Lo cuek gue nangis


Lo sakit gue nangis


Lo gak ada kabar gue nangis


Lo gak bales chat gue, gue nangis


Lo gak angkat telepon gue,.gue nangis


Lo gak nyariin gue, gue nangis


Sampe Lo Dateng bulan pun gue yang nangis


Secengeng ini gue kalo sama Lo!!!


Air mengatakannya sambil menahan tawa, tapi ia langsung terlonjak bangun saat melihat Hujan sudah bersiap memukulnya, aksi kejar-kejaran pun terjadi di tengah taman, gelak tawa, ejekan bahkan umpatan kesal berhasil Hujan keluarkan sampai suaminya justru semakin senang menggoda.


"Capek, Ah" keluh Hujan yang kini sudah berjongkok, ia yang lelah mulai menyerah.


"Huh, payah! Sini naik" tawar Air yang juga berjongkok di depan Hujan.


"Mau ngapain?"


"Kita ke sana, mojok!" kekeh Air.


Hujan langsung naik ke atas punggung lebar dan tinggi suaminya, ia hanya mendengarkan semua ocehan Air sambil tersenyum.


"Udah sampe, cepetan turun!" titahnya.


"Lo gak berat sekarang, dosa Lo berkurang kayanya gara-gara nurut ma gue ya, Jan" Kata Air sambil tertawa.


"Sialan Lo! eh, tapi makasih ya Airnya Hujan" goda Hujan sembari mencium pipi sang suami.


"Cih, kurang pipi doang mah, sini gue cium"


Air Langsung meraih tengkuk sang istri untuk menikmati bibir ranum yang Selalu menggodanya itu.


"Ay, tar ada yang liat" tolak Hujan yang langsung melepas pagutannnya.

__ADS_1


"Yaelah, kita biasa di gerebek, santai aja!"


Air kembali mencium bibir Hujan, ia paling tak suka jika Gadis itu melepasnya secara sepihak.


Yang awalnya Hujan ragu dan takut akhirnya ia pun menikmati aksi liar sang suami, Semakin lama Hujan mampu mengimbanginya.



"Hayo, mau ngapain?" Hujan mendorong Air yang semakin nakal mencumbunya.


"Nih leher sayang banget kalo gak di apa-apain, Jan"


"Enak aja, awas ah!"


"Cie.... masih aja malu, hahaha"


"Ini tempat umum, Ay" tolaknya lagi halus.


"Ketutupan kembang, Aman! paling kita di ghibahin di kolom komentar sama emak-emak dunia nyata"


Hujan hanya tersenyum lalu mengusap pipi Air dengan lembut.


"Makan yuk, Gue laper lagian gue tuh butuh tenaga banyak buat ngadepin gombalan Lo,,Ay" kekeh Hujan yang langsung membuat suaminya malah memeluk ia dengan manja.


"Masa, kok gue gak tau kalo Lo jujur"


Air semakin menenggelamkan kepalanya di dada sang istri, lahan garapan favoritnya karna hanya di sana ia bisa menghasilkan banyak karya yang luar biasa.


"Ya udah hayu makan"


Keduanya bangkit dan bergegas mencari tempat makan, sinar matahari yang terik tak hanya membuat perut mereka kelaparan tapi tenggorokannya yang kering tak tertahankan.


"Beli es krim, mau?" tawar Air.


"Mau dong, vanilla ya tapi belinya dua, Haha" pinta Hujan sambil tertawa geli dengan inginnya sendiri.


"Maunya double Mulu nih, awas aja Lo cara cadangan laki, gue gantung di pohon mangga" ancam Air namun Hujan semakin tertawa.


Mereka bergandengan tangan menuju kedai eskrim membeli apa yang diinginkan Hujan saat ini, penuh perjuangan untuk mendapatkannya karna antrian yang luar biasa.


"Manis banget" ucap Hujan sambil menikmati apa yang kini ada di tangannya.


"Manisan juga senyum Lo, Jan" Goda Air yang malah ******* sisa eskrim di bibir istrinya.

__ADS_1


"Tuh kan, gombal lagi! cape banget deh gue di bohongin Lo mulu" cibir Hujan yang sebenarnya sedang menutupi rasa malu.


"Ya elah gue salah mulu perasaan di mata Lo!!!" dengus Air kesal.


"Besok gue mau pindah lah" tambahnya lagi dengan muka masam.


"Pindah kemana?" tanya Hujan.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Ke idung Lo!!!!


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁.


Kirain bakal bilang ke hati Lo , Ay . 🀭🀭🀭


Jadi pengen gua ajak ke kamar deh buat main-main πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


Like komenya yuk ramaikan ❀️

__ADS_1


__ADS_2