Air Hujan

Air Hujan
bab 120


__ADS_3

πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


Jan... Cobain sambel goreng bunda dulu dong sebentar!!!


Teriakan bunda didepan pintu membuat Hujan terperanjat kaget, ia reflek mendorong tubuh suaminya agar bisa turun dari atas meja belajar.


Air yang kesal karna aksinya di ganggu hanya bisa merengut menahan jengkel karna isi kepalanya mendadak ingin pecah.


"Jaaaan"


"Iya, Bun. nanti Hujan ke dapur" sahutnya sambil berteriak


Hujan yang kebingungan menggaruk kepalanya sendiri yang tak gatal sambil mencari sesuatu.


"Baju aku mana, Kak?" tanyanya pada Air


"Gak tau!" jawab suaminya ketus.


Hujan menghela nafasnya pelan setelah memakai lagi kaosnya, lalu menghampiri sang suami yang sudah menelungkupkan tubuhnya di tengah ranjang untuk menekan miliknya yang memang sudah tegang sedari tadi di balik celana rumahan yang ia kenakan.


Air menyembunyikan wajahnya di bantal pisang kesayangannya, benda yang selalu ada di setiap suka maupun dukanya.


"Makanya jangan iseng! " bisik Hujan sebelum akhirnya ia berlalu ke luar kamar menuju dapur.


Huaaaaaaaaaaaaa Papa!!!


********


Tak ada obrolan apapun selama perjalan menuju kampus meski Hujan sudah memancing berbagai pertanyaaan dan pembahasan tapi Air selalu menjawabnya hanya dengan kata iya dan tidak bahkan hanya berdehem kecil, matanya terlalu fokus pada jalan yang membentang di hadapannya kini.


"Kak, maaf ya" ucap Hujan saat sampai di area kampus.


"Buat apa?" tanya si sulung saat melepas jaketnya.


"Buat mainnya yang gak jadi tadi"


Air akhirnya menoleh lalu tersenyum simpul kearah sang istri yang kini tertunduk merasa bersalah.


"Gak apa-apa, emang waktunya aja yang gak tepat" jawab Air lalu meraih wajah Hujan kemudian menciuminya penuh kelembutan dan kasih sayang.


"Gak marah?" Tanya gadis itu bingung dengan sikap Air yang biasanya akan marah bahkan menangis.


"Enggak, masih banyak waktu kok. Santai aja" balasnya lagi.


Hujan benar-benar tak percaya, ia bahkan sampai dibuat takjub dengan sikap sang suami yang mendadak berubah.

__ADS_1


Tak ada raut kesal dan berantakan di wajahnya. Semua bagai tak terjadi sesuatu pada mereka padahal dari yang sudah sudah Air biasanya akan merajuk seharian sebelum keinginannya terpenuhi.


"Yuk, kok bengong?"


Suara dan ajakan Air membuyarkan lamunannya yang sedang menerka-nerka sikap santai suaminya.


"Ah, Iya" jawabnya tergagap karna kaget.


Keduanya berjalan beriringan seperti biasanya, Air akan merangkul bahu sang istri sambil menyapa beberapa teman dan juga deretan mantan.


"Jangan kemana mana ya, diem disini sampe masuk jam kuliah" pesan Air pada Hujan di depan pintu perpustakaan.


"Iya, nanti gak usah nunggu gak apa-apa. Pulang aja duluan" pinta Hujan.


"Enak aja, tar paling mampir sebentar ke bengkel sebelum jemput lagi" jawabnya yang tak pernah mengizinkan Sang istri pulang sendiri tanpanya.


Drama ciuman kening, pipi bahkan bibir meski hanya sekilas pun terjadi tanpa perduli begitu banyak pasang mata yang melihat mereka.


Semua gadis yang menjadi pemuja rahasia Air pun hanya bisa mengelus dada karna semakin lama pria itu semakin fokus pada dunianya sendiri byaitu, Hujan!!!


****


Hujan menatap punggung sang suami yang semakin menjauh dan hilang ke bawah tangga menuju kelasnya sendiri, Setelah di rasa benar-benar tak terlihat akhirnya ia pun masuk kedalam ruang perpustakaan.


"Hai, Jan" sapa teman satu kelasnya.


"Hai, tumben udah dateng?" tanya Hujan bingung.


"Iya, Bosen dirumah gak ngapa ngapain" jawabnya santai malah mengeluarkan ponselnya.


"Hidup enak aja bosen ya" goda Hujan tak habis pikir.


Temannya itu hanya terkekeh kecil sampai membuat Hujan menoleh.


"Tutupin tuh tanda merah lo di leher, gak enak kalo di liat orang" bisik Hujan, karna ia pun pernah merasakan bagaimana malunya saat menjadi pusat perhatian meski itu halal untuknya.


"Emang ada?"


"Ada, Coba aja lo liat pake kamera ponsel" kata Hujan melirik ke benda pipih temannya itu.


Temannya pun kembali terkekeh, ia lalu mengeluarkan bedak dan mengoleskannya ditanda merah yang terdapat di lehernya.


"Gue tadi malem mau maen tapi gak jadi" bisiknya pada Hujan.


"Kenapa gak jadi?" tanya Hujan penasaran.

__ADS_1


"Gue datang bulan, ups!!" balasnya menahan tawa.


"Terus marah dong pacar lo?" tanya Hujah lagi karna biasanya sang suami pun begitu padanya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Gak lah.. Paling dia maen sama cewe lain.


Gak mungkin laki tuh nyerah gitu aja apalagi pas lagi tanggung banget!! pasti mampir ke yang lain, Jan..


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Jangan di dengerin ya Jan Hujan dereeeeeees


Laki lo paling ujung ujungnya ke kamar mandi 🀣🀣🀣


Gak mungkin maen ke kebon yang laen!


Like komenan yuk ramaikanπŸ₯°

__ADS_1


__ADS_2