Air Hujan

Air Hujan
Baby bear 126


__ADS_3

πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Weekend tiba...


Hari yang paling menyenangkan untuk Samudera karna akan melewati harinya full dengan kedua orang tuanya yang di hari lain sibuk di luar rumah. Reza dan Melisa pun akan memiliki waktu mereka berdua lagi setelah lima hari bermain dengan cucu pertama Rahardian itu.


"Mahu mana Moy?" tanya Sam saat masuk ke kamar, ia yang tidur bersama Gajahnya setiap malam akan kembali esok pagi bertemu MiMoy dan PapAynya.


"Dede maunya kemana?" Hujan balik bertanya, karna tujuan jalan-jalan mereka tentu Sam lah yang menentukan.


"Mana ya, dede binun"


Air yang baru selesai membersihkan diri pun langsung ikut bergabung dengan anak dan istrinya di karpet depan Tv.


"Binun binun mulu ih, bobo agih aja yuk" goda Air pada sang putra sambil menciumi pipi bulat Sam.


"Nda mahu, dede mahu alan alan jauh ya, Moy" pintanya memohon kearah Hujan.


"Iya mau nya kemana? minggu lalu sudah ke Zoo, lihat hewan, Kan?"


Samudera menggeleng dan diam sejenak, ia sedang berpikir keras akan kemana hari ini karna hampir semua tempat sudah ia datangi setiap minggu bersama keluarganya.


"Apa mau kerumah Onty Chaca atau Onty Yayang, atau mungkin ke rumah bunda?" ujar Hujan sambil melirik kearah suaminya, jika Air sedang baik hati tentu ini akan menjadi bonus untuknya karna bisa berkunjung kerumah bunda dengan Sam yang menjadi alasan.


"Main kesana ujung ujungnya tidur, mending disini" timpal Air.


"Nda mahu bobo agih ih! Dede mahu iyat badut walna walno Oey! boyeh tan?" pintanya Sam yang akhirnya menjatuhkan pilihan ke wahana bermain di pusat kota.


"Boleh dong" jawab Air.


"Boleh lah, orang tempatnya punya Appa" balas Hujan sambil terkekeh. Sebegitu kaya rayanya keluarga Rahardian sampai memiliki wahana bermain untuk keluarganya Sendiri meski di buka juga untuk umum.

__ADS_1


Ketiganya langsung bersiap dan bergegas untuk pergi.


Selama perjalanan ke tempat yang mereka tuju, Sam tak hentinya berceloteh seperti biasa. Bocah menggemaskan itu akan bertanya banyak hal tentang apa yang ia lihat di sekelilingnya jadi tak salah jika Melisa sering kali memijit pelipisnya jika cucunya itu terus menggali rasa keingin tahuannya.


"Holeeee.. campe ya? nanti badut nya ada nda?"


"Ada dong, kan di dalam rame banget" jawab Hujan sambil membuka seatbelt dan pintu mobil.


"Jalan ya" tegas Air saat mereka sudah mau masuk kedalam wahana bermain.


"Keh, Pay! dedong nya ntal ntal agih ya"


"Iya, kalo jalannya udah jauh" sahut Air lagi.


Sang putra mahkota terus saja berjingkrak senang padahal ia sering kali datang ke tempat ini, banyaknya orang tentu membuat Air dan Hujan harus ekstra hati hati menjaga putranya jangan sampai lalai dan mengakibatkan hal yang Fatal, entah kemurkaan apa yang akan mereka dapat dari Reza kalau sampai cucu kesayangannya itu hilang.


"Moy, aik itu agih yuk" pintanya pada Hujan sambil menunjuk bianglala besar.


"Yakin mau naik itu?"


"Aku takut muntah, Jan" bisik Air di telinga kanan sang istri.


"Mau aku cariin plastik?" kekeh Hujan yang malah menggoda.


"Ish, nyebelin"


Air yang mau tak mau ikut naik hanya ber pasrah diri, karna yang sudah sudah ia akan merasakan pusing dan mual meski hanya sesaat.


Sam yang naik lebih dulu sudah memposisikan duduknya di sebelah Hujan, ia bertepuk tangan senang khas anak-anak pada umumnya.


"Wah.. jauh banet ya" tuturnya sambil melihat kearah bawah saat bianglala yang ia naiki berada di atas.

__ADS_1


"Dede atut Moy"


"Kok tumben takut, dede takut apa?" tanya Hujan sambil mengusap kepala putra kesayangannya.


"Atut jatuh ih" jawabnya sambil cekikikan seraya mendongakkan wajah menghadapa Hujan.


"Jatuh kemana?" tanya Air sambil bersandar d tiang besi.


.


.


.


.


.


.


.


.


Atimu, Oey!!!



πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Pasti sering denger Buaya sama Gajah gombalin pawang pawangnya 🀣🀣🀣🀣

__ADS_1


Jadi ikutan kan kan kan.. si bocah leutik.


Like komennya yuk ramaikan. , πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°


__ADS_2