
πππππππ
"Aku pinjem ya" kata teman laki laki Sam saat di dalam kelas, ini adalah hari keduanya ia bersekolah setelah kemarin ada drama sebuah nama yang cukup menguras otak Miss Nayra dan teman-temannya.
"Mang amuh nda puna?" tanya Sam.
"Aku mau punyamu" pintanya lagi sedikit memaksa.
"Amuh puna, Anan abing puna dede Oey" jawabnya menarik miliknya lalu pindah ke kursi lain.
Miss Nayra yang mendengar perdebatan anak didiknya tentu langsung datang menghampiri ke arah Samudera lebih dulu.
"Kok pindah, kenapa?"
"Dede Nda cuka abing abing , ini puna dede" jawabnya masih meneruskan menyusun puzzle tanpa menoleh.
"Ya sudah, susun yang rapih ya" kata Miss Nayra, ia tahu jika Sam adalah cucu dan cucit pertama bukan dari keluarga yang hanya sekedar kaya raya saja. Sudah bisa di pastikan jika anak itu jarang sekali keluar rumah dan bermain dengan anak seusianya jadi untuk saling berbagi tentu harus dengan tahapan pelan dan sabar.
.
.
.
Sam yang sudah keluar dari kelasnya langsung di sambut dengan pelukan hangat oleh sang miMoy, keduanya akan mampir lebih dulu kerumah sakit karna ada urusan yang harus di selesaikan oleh Hujan sebagai pemilik bangunan mewah.
Bocah menggemaskan itu duduk di samping Hujan yang kali ini mengemudikan mobilnya sendiri tapi masih dengan pengawalan ketat oleh para pasukan gajah di belakangnya.
"Ama Nda di umah atitna?" tanya Sam.
"Enggak, kenapa? Moy udah bawa susu banyak kok" ucap Hujan masih fokus pada jalan didepannya.
__ADS_1
"Moy, apain cana? nda inggal dede, tan?"
"Enggak, sayang. Moy gak rapat jadi tetep di dalam ruangan, ok"
"Keh... " sahut Sam
Hujan sengaja mengajak anaknya itu keluar karna papa mertuanya itu sedang tak enak badan, ia tak ingin Samudera menggangu istrirahat Reza meski pria baya itu tak pernah merasa terganggu.
Tapi ikatan bathin antara cucu dan Kakeknya itu memang tak bisa di ragukan lagi, Ia juga seperti merasakan kegundahan dalam hati yang belum bocah itu pahami, Sam sering melamun dan tak fokus selama di perjalanan hingga sampai di ruangan kerja Hujan.
"Kok susunya gak di habisin?"
"Nda enak" Jawabnya sambil menggeleng.
Hujan sampai mengernyitkan dahinya dan mengecek susu yang masih penuh satu botol.
"Sejak kapan bilang susu gak enak?!" gumam hujan bingung.
"Dede mahu puwang, dede mahu Appa" pinta Sam sedih, Sang Gajah sudah bagai candu baginya.
Hujan menghela napas berat, ia mengusap kepala Samudera kemudian berlalu menuju meja kerjanya untuk membereskan semua pekerjaannya.
"Yuk pulang" ajak Hujan sambil mengulurkan tangan
"Holleeeeee"
Keduanya berjalan keluar dari rumah sakit dengan bergandengan tangan, masuk kedalam mobil mewahnya untuk pulang kerumah utama.
Perjalanan yang hampir memakan waktu satu jam itu akhirnya sampai juga di kediaman Rahardian yang begitu mewah dan kokoh. Sam langsung turun dari mobil tanpa pamit lebih dulu pada Hujan, Hujan hanya tertawa kecil dengan tinggkah lucu putra semata wayangnya itu.
Samudera berlari menuju tangga, ia tapaki anak tangga itu dengan sangat tergesa karna ingin sampai di kamar Gajahnya.
__ADS_1
CEKLEK..
Bocah tiga tahun itu segera masuk dan naik keatas tempat tidur, Reza yang terbaring lemah pun hanya menoleh dan tersenyum simpul siap menerima pelukan cucunya.
.
.
.
.
.
.
Tanen Jajah banak banak ih..
Anan auh ya
πππππππππ
Ikutan nangis dek..
Gemoy banget sih ampe segitu sedihnya.
Mungkin apa merindukan mak Othor ampe sakit π€£π€£
Like komennya yuk ramaikan.
__ADS_1