Air Hujan

Air Hujan
Babay bear 107


__ADS_3

🍁🍁🍁🍁🍁


"Poto na dede mau ntut papAy!"


"PapAy sibuk hari ini, ikut Moy aja kerumah sakit ya" rayu Air sambil berjongkok dihadapan bocah yang sedang marah-marah sedari bangun tidur itu.


"Sama Moy, ya"


"Nda ih! dede ntut papAy antol aja" keukehnya sulit dirayu.


Samudera yang marah ketika tahu di tinggalkan Reza dan Melisa menumpahkan rasa kesalnya pada kedua orangtuanya, Sam sedang mencari gara-gara dan Air tahu itu.


"Nanti dede di kantor sama siapa, kalo papAy keluar buat rapat, hayo?"


"Dede ndlian ih"


"Enak aja mau sendirian" sahut Air yang kembali merapihkan bajunya.


"Kakak bawa dulu sebentar, nanti aku jemput ke kantor" ucap Hujan mencari jalan tengah, karna jika sudah begini anaknya akan semakin sulit dirayu.


"Appa apa nda ajak dede sih!" sungut nya kesal sambil berdecak pinggang, ia masih saja mengomel di kamar papAy dan miMoynya.


"Appa ada urusan, de" jawab Hujan sambil membereskan barang-barang Samudera yang akan di bawa suaminya.


Hujan yang sudah mulai kuliah lagi sejak setahun lalu memang tak banyak memiliki waktu untuk putranya, Sam benar-benar di urus oleh kedua mertuanya jika ia sibuk di kampus atau di rumah sakit. Kegiatannya yang cukup padat membuat ia harus pintar membagi waktu dalam satu hari.


Seperti hari ini, saat Reza ada keperluan mendadak dan penting mereka harus kompak mencari jalan tengah karna Sam tak pernah mau di tinggal di rumah utama hanya dengan Oppa dan Omma saja.

__ADS_1


"Aku bawa mobil sendiri aja, kakak gak usah anter aku. Langsung ke kantor sama Sam ya" ucapnya setelah sarapan, kemudian Hujan lebih dulu berangkat setelah berpamitan.


"Dadah, Moy"


"Jangan nakal ya, Sayang" pesan Hujan.


"Iyaah"


Setelah kepergian Hujan, kini giliran Air dan Samudera yang beranjak dari ruang makan. Keduanya berjalan sambil bergandengan tangan menuju pintu utama.


"Dede mau yang melah" unjuk bocah tiga tahun itu pada mobil yang terparkir di garasi dalam.


"PapAy mau kerja bukan mau jalan-jalan" tolak Air.


Mobil yang di tunjuk putranya itu adalah mobil sport berwarna merah yang baru saja ia beli dua bulan lalu, Air enggan menggunakannya karna ia memang punya mobil yang khusus ia pakai ke kantor sehari-hari.


"Perihal warna doang, gak usah bawel, Ok"


"Nda OK!"


.


.


.


Selama di kantor Air yang sibuk dengan pekerjaannya hanya sesekali melirik ke arah sang putra yang asik bermain sendiri, Ia memang sengaja menaruh beberapa mainan untuk Sam saat anaknya itu datang ke kantor.

__ADS_1


Gelak tawa, ocehan Serta tangisan kecil yang hanya pura-pura keluar dari mulut mungilnya.


Air meraih ponselnya yang tergeletak di atas meja kerja tapi tapi tak ada satu pun pesan dari sang istri.


"Kamu yang sekarang mulai sibuk, mulai cuek lagi sama aku. Hal Ini yang sebenarnya bikin aku gak mau kamu kuliah lagi tapi aku juga gak bisa larang kamu bahagia apalagi ngelarang kamu gapai cita cita mu, Jan" gumam Air sambil mengusap layar benda pipih yang ada di tangannya kini.


.


.


.


.


.


.


.


PapAy apa sih? tenyum tenyum ndilian...



🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Bocah kepo 🀣🀣🀣🀣

__ADS_1


Like komennya yuk ramaikan.


__ADS_2