
ππππππππ
Iya.. sayang!!!
Hujan yang baru mendengar panggilan sayang dari suaminya malah refleks mencubit perut Air untuk menutupi rasa malunya sampai pemuda itu meringis kesakakitan.
"Sakit Jan Hujan dereeeeeees!!"
"Sayang apa tadi?" tanya Hujan dengan kedua pipi yang sudah merah merona.
"Sayang burung, sayang nyumak, sayang nasi, sayang--_"
STOP!
Hujan menghentikan ucapan konyol Suaminya itu, hatinya yang tadi berbunga kini kembali meredup, rasa kesal mulai menjalar sampai ke ubun-ubunnya. Ia yang sudah hampir mau melangkah pergi langsung di cekal oleh Air
Sarangheo
Bisikan sang suami menghentikan detak jantungnya sekian detik, Entah ini serius atau tidak namun nyatanya mampu mengembalikan Senyum di wajah cantik Hujan.
"Yuk pulang" ajak Air setelah ia juga berpamitan dengan mang Jajang.
"Apa mau main-main dulu di kos'an?" goda Air sambil mencium pipi Hujan.
"Gak, pulang aja" tolak Hujan, seharian kuliah kemudian langsung ke resto dan kini ada di kos'an ia rasa sudah cukup, Sekarang saatnya ia mandi dan istirahat.
"Bentar, Jan. Tanggung ada disini"
"Enggak, Ay. kita main-main dirumah aja ya" Rayu Hujan karena tak ingin berdebat panjang.
__ADS_1
"Janji ya, gue mau berkebun!" kekeh Air, dengan rasa tak sabarnya ia langsung merangkul Hujan menuju mobilnya.
Hujan yang mulai bosan menunggu hanya bisa mengumpat kesal dalam hati saat melihat suaminya berbincang dengan beberapa penghuni kos yang tadi menyapa mereka sebelum masuk kedalam mobil.
Sikap ramah dan tak sombongnya pada orang-orang di sekitar membuat Air cukup di kenal dan disenangi, belum lagi sikap Sigapnya saat ada yang butuh bantuannya.
.
.
.
"Maaf " ucap Air saat masuk kedalam mobil, ia yang melihat sang istri hanya diam saja Lang menarik tengkuknya.
"Sini cium dulu biar gak cemberut"
Gadis itu ternyata ikut hanyut dalam permainan suaminya yang kini semakin pintar dan liar.
Tangannya yang tak mau diam membuat Hujan menggelinjang geli namun tetap menikmati.
"Kos'an yuk, Gak tahan, Jan!" pinta Air dengan sorot mata memohon.
Hujan mengangguk kecil sebagai tanda ia menyetujui permintaan sang suami yang sudah sangat menggebu dengan nafas beratnya.
Pasangan suami istri halal itu langsung menuju kamar dengan nomor dua puluh yang biasa di tempat oleh Air jika ia sedang ingin sendiri.
Air membaringkan tubuh langsing istrinya diatas ranjang tanpa melepas pagutan mereka, lidah yang bermain liar tak memecah fokus pemuda itu untuk melepas apa yang masih mereka kenakan saat ini.
__ADS_1
Satu persatu semua terlepas hingga keduanya polos, Kebiasaan Air yang kadang membuat Hujan kesal adalah ia akan melempar semua bantal dan selimut yang ada, karna Air tak suka jika Hujan menutupi tubuh mulus putihnya itu di hadapannya.
Air begitu mengagumi dua bukit kembar milik sang istri yang membusung bagai menantang untuk ia jelajahi, belum lagi kebun kecil yang terdapat rumput yang tak begitu rindang membuat Ia selalu tergoda untuk terus menyiramnya agar subur.
Permainan dimulai dengan ritme pelan yang lama kelamaan malah menjadi hentakan hentakan tak beraturan, Air yang selalu betah berlama-lama berada di ceruk leher sang istri akhirnya tersentak kaget saat melihat hasil karyanya yang kali ini berbeda dari biasanya.
.
.
.
.
.
.
Mampus...
Gue bikinnya kegedean!!!
π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»
Ya Allah kaaaaaaaaaaak...
Gigitan bayi buaya serem amat πππππ
__ADS_1
Siap2 aja kena omel pawangnya π€π€π€π€
like komen nya yuk ramai kan β€οΈ