Air Hujan

Air Hujan
Baby Bear 19


__ADS_3

πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Air dan Hujan kini berada di gedung mewah hadiah Mahar pernikahan mereka lima tahun yang lalu, semua yang tahu dengan kedatangan mereka tentu langsung menepi dan menunduk hormat. Sapaan sopan nan hangat pun tak luput mereka dapatkan tapi hanya di balas anggukan dan senyuman.


Cek lek.


Pintu ruangan dokter terbuka lebar sebelum Air mengetuknya, itu dikarnakan memang kedatangannya sudah sangat di tunggu oleh dokter dan suster yang sudah bersiap untuk memeriksa si pemilik rumah sakit.


"Selamat pagi, apa kabar Nona muda"


"Baik, Dok" jawab Hujan sambil duduk di hadapan sang dokter yang selama hampir sembilan bulan kemarin mengecek kehamilannya yang pertama.


"Bisa cek sekarang?" tanyanya lagi meminta persetujuan.


"Tentu"


Dokter menerima uluran tangan Hujan untuk di cek tensi darahnya lebih dulu secara teliti dengan suster yang menulis setiap apa yang di katakan wanita berjas pitih tersebut.


"Normal, bagus semua" ucapnya sambil membereskan alat periksa.


"Tolong bantu Nona Muda untuk berbaring" titahnya pada salah satu suster yang langsung dijawab anggukan.


"Baik, Dok"


Hujan di baringkan di brankar pasien, masih ingat rasanya pertama kali ia melakukan hal ini beberapa bulan lalu dan nyatanya ia kembali merasakannya.


"Kemarin di tes hasilnya positif ya?" tanya dokter sambil tersenyum.


"Iya, Dok. Tapi sebatas tes aja" jawab Hujan yang memang dokter yang kemarin jelas berbeda dengan dokter kali ini.


"Gimana, Dok. Hujan beneran hamil?" tanya Air penasaran karna tak ada apapun yang ia lihat di layar monitor tepat di hadapan sang dokter.


"Iya, tapi masih sangat kecil sekali. Saya belum bisa memastikan secara detail berapa usia kandungan pastinya" jawab dokter.


Hujan yang di bantu merapihkan baju atasannya lagi mulai bangun dan kembali duduk di sisi sang suami.


"Lalu?" Hujan memberanikan diri bertanya

__ADS_1


"Datang dua minggu lagi agar semua lebih jelas"


Air dan Hujan hanya mengangguk, paham.


"Usia Baby Samudera berapa ya sekarang?" tanya dokter lagi.


"Minggu depan empat bulan, Dok" jawab Hujan pelan, ia sungguh malu jika saja kehamilannya ini jadi bahan gunjingan orang lain.


"Baiklah, saya tunggu kedatangannya lagi dua minggu mendatang ya"


*****


Sepasang suami istri itu pun kini kembali pulang setelah mendapat kabar yang kurang memuaskan rasa penasaran mereka, jauh di dasar hati Hujan terbersit sedikit keinginan jika semua ini adalah kekeliruan semata karna bagaimana pun Samudera tetap prioritas utamanya. Jangan sampai hanya karna ia tengah hamil lagi kini sang buah hati enggan menyusu padanya lagi.


"Mau cari makan dulu gak? mumpung di luar"


Hujan nampak berpikir sejenak dan kemudian mengangguk menyetujui ajakan suaminya.


"Mau makan atau ngemil?"


"Makan, tadi aku sarapan sedikit soalnya Sam langsung bangun terus nangis"


"Kita makan disini ya, ada yang sekalian mau aku urus"


"Hem, iya" jawabnya pasrah, hanya itu yang bisa ia lakukan.


Keduanya turun dan saling bergandengan tangan masuk kedalam resto yang nampak mulai ramai pengunjung meski belum waktunya jam makan siang.


"Selamat datang Tuan dan Nona muda"


Air hanya mengangguk kecil sambil tersenyum, langkah keduanya langsung menujukan ke privat room yang berada di lantai dua.


"Kamu tunggu disini sebentar ya, langsung pesen makan aja terserah kamu. Aku tinggal ke ruanganku sebentar" ucap pria tampan itu pada sang istri.


"Aku boleh pesen apa aja?"


"Iya, terserah kamu Jan Hujan Deres" kekeh Air yang masih saja gemas dengan sikap polos istrinya.

__ADS_1


"Makasih Aer comberan. Eh.. salah! Aer galon ya biar bagusan dikit hahaha" balasnya sambil tertawa.


.


.


Lima belas menit berlalu akhirnya hidangan yang ia pesan datang bersamaan dengan datangnya juga sang suami yang tadi pergi ke ruangannya.


Hujan menatap senang semua makanan yang kini tersaji di atas meja.


"Kamu sibuk apa lagi sih, Ay!" cetus Hujan saat Air masih saja fokus pada ponselnya.


.


.


.


.


.


.


.


.


Aku tuh lagi sibuk menghitung kelebihanmu, sayang. Jadi jangan ganggu ya!


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Udah lama gak denger buaya gombal ya 🀣🀣🀣🀣


Bapak anak dua euy sekarang 😫😫😫😫


Berasa makin tua aja ya Allah..

__ADS_1


babang Rezaaaaaaaa... alapenyu πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°


like komennya yuk ramaikan.


__ADS_2