Air Hujan

Air Hujan
bab 121


__ADS_3

🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾


Gak lah.. Paling dia maen sama cewe lain.


Gak mungkin laki tuh nyerah gitu aja apalagi pas lagi tanggung banget!! pasti mampir ke yang lain, Jan..


"Serius?" tanya Hujan dengan tatapan tak percaya dengan apa yang ia dengar dari temannya itu.


"Kenapa?, lo tuh polos banget sih, Jan. Makanya kecil-kecil jangan kawin dulu. Lo jadi gak tau karakter banyak laki, Kan?" Cibirnya pada Hujan.


Gadis itu bernama Tara, ia dua tahun lebih tua dari Hujan maski mereka satu kelas, usut punya usut ternyata Tara pernah dua kali tak naik kelas saat sekolah menengah Atas dulu, bukan karna ia tak tak pintar tapi pergaulan bebas lah yang membuat ia sering absen dari sekolah.


Dan di bangku kuliah ini ia baru sedikit berubah, tepatnya semenjak ayahnya meningggal tapi dari cara bergaul tetap tak pernah berubah dari dirinya, Tara mahasiswi cantik yang terkenal dekat dengan siapapapun, jika Air seorang playboy ya Tara adalah playgirl nya. Tapi gaya pacaran mereka tentu berbeda karna Tara berpacaran dengan beberapa laki-laki dari yang single sampai suami orang. Sudah bisa di tebak apa saja yang di lakukan gadis itu dengan para pasangannya.


"Tuhan gue kasih gue jodohnya terlalu cepet" jawab Hujan, kadang ia sendiri juga bingung harus menjawab apa.


"Haha, Baguslah. Tapi Tuhan langsung kasih jodoh lo yang luar biasa. Pewaris pertama Rahardian Grup. Gue gak bisa taklukin dia sampe sekarang, kenapa ya?" tanya Tara bingung sendiri.


"Mana gue tau!" ketus Hujan kesal.


"Dia senengnya yang imut imut, yang gampang di rayu. Bener gak? " goda Tara yang di iyakan oleh Hujan.


"Laki lo itu rayuannya maut banget, gue sih belom pernah tapi denger denger aja sih"


Hujan masih diam dan mendengar kan, pikirannya fokus tertuju pada suaminya.


Ia begitu takut jika bayi buaya cengengnya itu akan bermain di luar saat ia tak bisa memberinya, terlebih sikapnya kali ini yang jauh berbeda tanpa marah atau merajuk seperti biasa.

__ADS_1


"Lo yakin kalo cowok itu akan cari pelarian?" tanya Hujan kembali ke pembahasan awal.


Tara menjawab dengan anggukkan Kepala.


"Cowok itu cepet bosen, Jan. Apalagi suami lo banyak duit dan ganteng. Dianya gak mau tapi banyak cewe yang siap jadi partner ranjangnya. Lo jadi istri jangan cuek apalagi percaya banget." ucap Tara yang semakin membuat Hujan gelisah.


"Air gak gitu! " tegasnya meyakinkan.


"Emang lo tau?, Lo jagain tuh si Ay jangan kasih kendor buat keluar sendiri, Ok"


Tara bangun dari duduknya meninggalkan Hujan sendiri dengan begitu banyak pertanyaan dalam benaknya.


Otaknya sedang berputar untuk mencari alasan pernah kah sang suami bertingkah aneh?


Hujan segera menggelengkan Kepalanya, ia usap dadanya yang bergemuruh hebat.


Jika mau di curigai, Hujanlah yang pantas menerima itu karna Hujan sering kali hilang tanpa kabar. Ia juga sering membuat Sang suami menangis karna menunggu balasan pesan darinya.


Lamunan gadis itu buyar saat mendengar notifikasi di ponselnya


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


Jan.. nanti pulang sama supir ya, kakak ada urusan!


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Kakak Ay masih jadi anak baik kan, ganteng?


Jangan bikin mak Orthor keluar tanduk ya!!


Mau lo kirim seblak juga gw gak mau terima kalo udah mulai nakal.


like komennya yuk ramaikanπŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°

__ADS_1


__ADS_2