Air Hujan

Air Hujan
Baby bear 52


__ADS_3

πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Air bangun dari rebahannya di atas paha Hujan, ia menarik tangan sang istri agar ikut bangkit bersamanya.


"Mau apa?"


"Nyiciil dikit ya, udah gak basah-basahan berapa malem ini?" jawabnya dengan senyum menyeringai.


"Colok aja sana ke perangkat game kamu!" ketua Hujan, ia memalingkan wajahnya saat Air ingin mencium bibir nya.


"Gada yang muat lobangnya" sahut Air sambil mendorong tubuh langsing pemilik hatinya itu sampai ke tembok.


"Gak usah macem macem! tar Sam Bangun"


"Punyaku juga udah bangun!" sahutnya saat sudah berhasil mengungkung Hujan yang masih meronta.


"Bangun kan? udah uyek uyekan nih, pegel banget dia pengen nongol trus say hello sama kamu" godanya pada Sang istri yang langsung memerah wajahnya.


"Apa sih!"


"Langsung tanem ya, darurat banget soalnya. Gak bakal sempet garap dulu, takut sirine patrolinya bunyi" kekeh Air.


"kakak jahat banget, anakku segitu gantengnya dia bilang sirine patroli" protes Hujan tak suka, ia akan menjadi orang pertama yang akan berdecak pinggang jika ada orang lain yang mengatakan hal buruk tentang anak kesayangannya.


"Kan sering banget dia gangguin kita, Jan Hujan deres!"

__ADS_1


#NgomongMulu


Air yang sudah membuka rest sleting celananya mulai mengeluarkan apa yang sudah meronta sedari tadi.


Tangannya yang sudah berkeliaran kemana-mana akhirnya berhenti di dagu Hujan yang mulai pasrah.


"Say hay dulu ya" pinta Air yang di balas anggukan oleh istrinya, pria tampan itu langsung tersenyum senang karna keinginannya di sambut baik, ia mulai mundur satu langkah kebelakang agar Hujan Leluasa berjongkok di depannya nanti untuk melakukan....


#TravelingMasingMasing.


Dirasa cukup, Air langsung meminta Hujan untuk bangun, ia tarik tangan istrinya itu menuju meja rias di ujung kamar yang Bersebelahan dengan lemari pakaian.


Kini wanita yang sudah melahirkan dua anak untuknya itu sudah duduk di atas meja, baju piyama terusan yang di kenakan Hujan tentu menjadi bonus tersendiri bagi keduanya yang kadang tak memiliki waktu banyak saat ingin menuju puncak pelepasan.


Air hanya menyingkapnya sedikit sembari membuka tiga kancing paling atas, ia keluarkan salah satu bukit kecil yang dimiliki Sang istri untuk ia singgahi sebelum ekor buayanya menerobos kebun kecil tempat ia bermain basah-basahan.


Padahal semakin Hujan men de sa h, tentu ia semakin gila untuk terus memainkannya.


"Tanem sekarang ya, udah banjir nih" bisiknya menggoda karna tangan kirinya sudah lebih dulu menyapa kebun kecil Hujan yang sudah ia renggang kan sedari tadi.


"Iya, cepetan" jawabnya dengan suara parau, ia ingin Sang suami mempercepat aksinya karna takut Samudera terbangun meski alasan sebenarnya ia sudah lemas dan tak sabar merasakan ekor buaya Sang suami yang mampu membawanya ke surga dunia.


"Siap sayang, tar gantian ya" bisiknya lagi sambil terkekeh karna Hujan akan lain dari biasanya jika sedang memimpin permainan.


Wanita cantik itu langsung memejamkan matanya saat dirasa miliknya kini penuh sesak oleh ekor buaya yang mulai beraksi.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


PapAy, gi ain?



🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


#Mampus!!!


cabut atau lanjut 🀣🀣🀣🀣🀣

__ADS_1


Like komennya yuk ramaikan.


__ADS_2