Air Hujan

Air Hujan
BabyBear 84


__ADS_3

πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Hujan yang belum bangun dari tidurnya membuat Air pun ikut malas untuk membersihkan diri padahal waktu sudah cukup siang bagi ia yang biasa ke kantor tepat waktu.


"Ay, mandi sana"


"Mandi berdua yuk" jawab pria tampan itu dengan suara khas bangun tidur.


"Kalo aku mau, aku udah bangun sedari tadi, sayang" kata Hujan sambil menaikan lagi selimutnya sampai sebatas leher.


Tubuhnya yang polos tanpa sehelai benang itu kini sedang di jamah lagi oleh tangan suaminya yang iseng me re mas satu bukit kecilnya di sebelah kanan dengan lembut tapi mampu mengalirkan sensasi luar biasa yang ia rasakan.


"Terus kenapa gak mau mandi?" tanya Air sambil meringsek bangun, kemudian ia membuang selimut ke lantai, kini sudah terpampang jelas tubuh molek tanpa cacat Hujan yang selalu menjadi candu untuk Sang Direktur Rahardian itu.


"Badanku sakit, Ay. Semalem kamu gak kira kira" keluh nya, selama seminggu berhalangan, ini saatnya si bayi buaya cengeng berbuka puasa dan hal yang lebih menarik lagi adalah saat Samudera ternyata malah memilih tidur bersama Appa dan Ammanya.


"Eh, kamu mau apa?"


"Mau nambah, kalo pagi pagi begini tuh sisa enaknya ke rasa sampe sore, loh" kekeh Air sambil merayu agar Hujan mau melayaninya lagi.


Wanita berparas cantik yang tak bosan di pandang itu hanya tertawa kecil, segala jurus rayuan maut akan di layangkan suaminya yang penting ia bisa menggapai puncak pelepasan dengan kenikmatan yang luar biasa.


******


Di meja makan kini sudah berkumpul dua pasangan suami istri yang bersiap menikmati menu sarapan pagi mereka masing-masing, perut yang kosong mulai di manjakan dengan masakan Melisa yang selalu bisa meng go yang lidah para anggota keluarganya.


"Nambah, Mas" tawar Khumairahnya.


"Cukup, aku kenyang"


Pandangannya beralih pada Sam yang sedari tadi hanya mengacak-acak makanannya sampai Hujan menyudahi sarapannya sendiri meski ia sangat lapar karna di hantam suaminya berkali-kali dari malam sampai pagi.

__ADS_1


"Biar mama yang bersihkan, lanjutkan makanmu" ucap Melisa sambil menarik kursi bayi Samudera.


Anak itu tetap menggelengkan kepalanya dan mengunci mulutnya rapat-rapat saat Melisa menyodorkan sendok berisi nasi dan kuah tim ikan kesukaan Cucunya itu.


Nda..


"Kenapa? Amma sengaja kasih susu di botol kecil biar Dede mau makan, ayo buka mulutmu"


Nda, maaaa


Samudera tetap keukeh, ia malah melempar makananya sampai jatuh ke lantai.


"Eh, gak boleh gitu." kata Hujan sambil bangun dari duduk lalu membereskan sisa makanan yang bercecer.


"Nanti di bersihin, kamu ajak Sam mandi aja sana" titah Melisa yang lalu memanggil Asisten rumah tangga untuk membantunya membereskan ruang makan.


.


.


Hampir satu jam akhirnya Baby bear turun lagi di tuntun Hujan dari lantai atas, ia langsung menemui papa mertuanya untuk meminta bantuan.


"Pah, aku minta tolong jaga Sam, aku mau ke lobby sebentar" Pinta Hujan sembari pamit.


"Mau apa ke lobby?" tanya Reza yang kini sudah menggendong cucunya itu.


"Ada Bunda, cuma lagi buru-buru banget" jelasnya yang memang nampak sangat tergesa.


"Ya sudah, tapi tetap hati-hati" pesannya pada sang menantu.


Samudera yang hari ini entah kenapa, nampak diam tak banyak mengoceh ia rewel dan selalu marah saat di tanya bahkan tak jarang ia melempar apa saja yang ada di dekatnya lalu menangis tanpa alasan, di rayu dan di gendong pun tak membuat bocah montok itu diam dari rasa galaunya.

__ADS_1


Sekali, dua kali Reza dan yang lainnya masih sabar dan maklum tapi tidak untuk yang ketiga kalinya, saat Sam melempar toples berisi kerupuk pedas ke kolam ikan.


"Diam, dan jangan bergerak,. PAHAM!"


.


.


.


.


.


.


.


.


Apun Appaa



🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


Uluh... uluh... mulai nakal ya ganteng.


Dan tau si gajah punya hukuman turun menurun 🀣🀣🀣


Nanti di beliin ecim belly sama onty readers ya sayang😝😝

__ADS_1


Like komennya yuk ramaikan.


__ADS_2