
ππππππππππ
Air yang baru sampai di bandara langsung masuk lagi kedalam mobil yang sudah menunggunya, bersama Daniel kini ia langsung menuju hotel milik Ricko untuk beristirahat sejenak.
"Jika semua sudah beres, kita langsung pulang" ucap Air yang sudah merasakan rindu pada istrinya padahal baru beberapa jam ia pergi.
"Baik, Tuan" Jawab Daniel yang duduk di sisinya di kursi penumpang.
Selama perjalanan menuju hotel, Air terus saja mengirimkan banyak pesan untuk sang istri, mulai dari kata rindu, rayuan maut hingga banyaknya larangan untuk sang ibu hamil namun hanya beberapa yang Hujan balas karna ia sedang sibuk membantu Bunda yang sedang membuat beberapa cemilan.
"Dia yang cuek apa gue yang terlalu cinta sih" dengusnya kesal sambil menyimpan lagi ponselnya saku celana.
Senyum tersungging di ujung bibirnya saat ia mengingat kejadian semalam.
"Untung semalem basah-basahan, tapi kalo tau hari ini bakal pergi gue minta nambah tuh tadi pagi" ucapnya dalam hati.
.
.
Mobil kini sudah sampai di lobby hotel, Air dan Daniel segera turun dan memasuki kamar mereka masing-masing.
Air merebahkan tubuhnya di tengah kasur dengan mata ia pejamkan. Masih ada waktu satu jam untuk ia beristirahat sejenak sebelum ia datang ke salah satu kantor tempat di adakannya rapat penting.
Tok.. tok.. tok..
__ADS_1
Suara Ketukan pintu membuat Air terperanjat kaget, Ia langsung bangun dan membukanya.
"Tuan, sudah waktunya kita berangkat" ucap Daniel yang masih berdiri di depan pintu hotel.
"Hem, Iya. Saya ganti baju dulu" ujar Air yang dibalas anggukan kepala oleh Daniel, Pria tinggi itu pun ikut masuk dan duduk di salah satu kursi.
Air yang kembali masuk kedalam kamar hanya mengganti bajunya tanpa membersihkan diri lebih dulu.
"Masih ganteng, gak usah mandi" gumam Air sambil terkekeh depan cermin saat ia sudah rapih dengan stelan jasnya.
Daniel segera bangkit saat melihat Air keluar dari kamarnya, kedua pria itu kini bergegas menuju salah satu kantor yang ada di kota tersebut.
.
.
"Selamat siang" sapa Air ketika masuk kedalam ruangan yang tak terlalu besar karna disana hanya ada beberapa orang penting pilihan.
Air hanya mendengarkan semua presentasi yang orang-orang itu tunjukan padanya.
Hingga berakhir dengan tanda tangan di beberapa berkas.
Air yang merasa lapar memang tan begitu fokus, ia menyerahkan semuanya pada Daniel. Otaknya sedang melanglang buana pada beberapa makanan yang seakan sedang trsenyum kearahnya.
"Terima kasih dan sampai bertemu lagi" pamit Air dengan senyum di paksa semanis mungkin.
Semua orang hanya mengangguk ramah, dan Mempersilahkan sang pewaris Rahardian itu untuk keluar lebih dulu dari ruang rapat.
__ADS_1
"Kita langsung cari makan" titahnya sambil membuka jas.
Rasa lapar seakan membuat pria tampan itu tak merasa menapak di jalan. Keringat dingin sudah membanjiri keningnya saat ini.
Pilihan jatuh pada salah satu kedai makanan lokal khas kota tersebut, Air dan Daniel yang kini sudah duduk berhadapan tengah memesan beberapa menu makanan untuk mereka nikmati.
Tiga puluh menit berselang, dua pelayan datang dengan berbagai makanan yang dipesan dua pria tersebut, semuanya tersusun rapih di atas meja makan.
Daniel hanya bisa menelan salivanya kuat-kuat saat melihat Bos besarnya itu mulai mencicipi semua makanan yang terhidang.
.
.
.
.
.
.
.
Loh.. Ay! lo ada di sini ?
π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»
__ADS_1
Ish... ganggu orang lagi semedi aja tuh π€£π€£π€£
Like komennya yuk ramaikaπ₯°π₯°π₯°