
ππππππππ
"Moy.. buka pintunya Moy" teriakan Sam sambil menggedor keras pintu kamar orangtuanya membuat Air langsung turun dari atas tubuh sang istri yang baru saja ingin ia jelajahi.
"Mau ngapain sih itu si tutut!" rutuknya kesal sambil meraih selimut yang menjuntai ke lantai untuk menutupi bagian tubuh atas istrinya yang polos.
"Buka dulu sana" titah Hujan yang bergegas ke kamar mandi.
cek lek
"Apa sih de?" tanya Air saat pintu ia buka, kini ia sedang berhadapan dengan seorang bocah bawel berumur tiga tahun yang tak lain dan tak bukan adalah anaknya sendiri.
"Moy mana?" tanya nya yang malah berdecak pinggang.
"Mandi" sahut Air.
"Dede mau ke Moy" Sam mendorong tubuh tinggi papAynya sampai Air harus mundur satu langkah, ia menggelengkan kepalanya saat Sam berlari menuju kamar mandi.
"Moy, caulus dede mana sih, kok Nda ada ya?" tanyanya sambil berteriak dan menggedor pintu.
"Tunggu sebentar sayang"
Hujan yang membuka pintu kamar mandi langsung berjongkok di depan putra semata wayangnya itu.
"Dede cari apa?" tanya Hujan, ia menangkup wajah Sam dengan kedua tangannya.
"Caulus dede, Moy, yang muwutnya ap.. ap.. ap"
"Mangap de' bukan ap" timpal Air yang membaringkan tubuhnya di tengah kasur lagi.
"Ayo, antu cali caulus kamar dede, Moy" rengeknya sambil menarik tangan Hujan.
__ADS_1
"Tapi kalau udah ketemu harus janji mau mandi, Ok"
"Keh, Moy"
Sam berlari meninggalkan Hujan tapi ia lebih dulu menghampiri Air yang tersenyum kecil padanya.
"PapAy Nda mahu antu dede cali caulus?"
"Gak!"
*****
Setahun lalu Air dan Hujan memutuskan untuk ikut juga pindah ke rumah utama bersama kedua orangtuanya mengingat kesehatan Tuan Wisnu yang kadang memburuk secara tiba-tiba.
Kini rumah yang dulu nampak sepi sekarang selalu ramai dengan teriakan Samudera, bocah yang sedang aktif aktifnya itu terus saja berlari dan berceloteh sesuka hatinya.
"Dede udah cari dari rak mainan belum? Moy gak beresin semalem kayanya kamu main di halaman samping kan kemarin sore" kata Hujan sambil mengingat kejadian kemarin.
"Dede awa acuk, Moy" sahutnya dengan yakin.
Sam merengut kesal karna mainan kesayangannya itu tak kunjung ia temukan sedari bangun tidur.
"De... " Suara Reza yang memanggil cucunya itu sontak membuat Hujan dan Sam menoleh secara berbarengan.
"Appa... holle Appa dede...." teriak Sam sambil berjingkrak senang.
"Cari Dinosaurus ya?"
"Iya, Culus dede hilang" adunya sedih sambil menaikan kedua tangannya minta gendong.
"Bukan hilang, dede pasti lupa simpen" kata Reza, ia menyodorkan benda yang sedang di cari cucu dan menantunya itu.
__ADS_1
"Tuh, dede pasti lupa" timpal Hujan yang akhirnya mandekat.
Sam hanya tertawa kecil, ia yang mungkin kemarin lupa sempat ngotot membawa masuk mainannya kedalam kamar, jika Reza tak menemukannya sudah bisa di pastikan bocah itu akan menangis sepanjang hari dan itu akan membuat pusing isi Kepala semua para penghuni rumah utama.
"Dinosaurusnya udah ketemu, tadi janjinya mau mandi, kan?" Hujan kembali mengingatkan perjanjian yang tadi mereka sepakati.
"Ntal aja, boleh? dede ain dulu sama culus"
"Gak, dede udah janji sama miMoy" tolak Hujan dengan tegas.
"Bental aja, keh Moy" rayu Sam sambil menganggukkan kepalanya berkali-kali.
"Enggak, sayang"
"Mandi sama Appa yuk" ajak Reza kemudian, semakin di paksa tentu Sam akan semakin susah untuk di rayu.
.
.
.
.
Dede andi ama culus juga ya?
πππππππππ
Ntut mandi boleh π€£π€£π€£
__ADS_1
Kangen belalai gajahnya Appa πππ
Like komennya yuk ramaikan.