
ππππππππ
Sekarang kaliah nikmatin nih cabe...
Air mengaduk-aduk isian piringnya dengan sendok.
"Gile! bau banget"
Oeeekkk!!
Baunya terasi yang bercampur dengan cabe mentah langsung membuat Air mual sampai ia harus menitikan air mata.
"Parah ini sih pedes campur bau banget!" ucapnya di hadapan ketiga gadis yang sudah mempersiapkan dirinya.
"Gue masih bae banget gak kasih ini cebe ke punya kalian masing masing, karna apa?"
"Karna gue suami setia, gue gak akan nyentuh atau liat punya cewe laen selain punya istri gue sendiri. Terlebih ada anak bawang di sini, mata mereka bisa kotor liat punya kalian yang pastinya gak bagus bagus amat" cetus Air yang memang tak ada niatan melakukan hal yang sama meski ia sendiri ingin membalasnya jauh lebih parah, Tapi se dendam apapun, ia masih ingat batasan mengingat disini ia sebagai seorang suami yang harus menjaga tangan dan matanya untuk area sensitif milik gadis lain.
Cukup raga dan mentalnya yang sakit, jangan sampai hatinya pun ikut terluka saat tahu tangan sang suami telah singgah di Kebun lain di luaran sana saat ia sedang berjuang untuk sadar.
"Pengennya sih gue masukin sama ulekanya tapi takut lo pada keenakan kan jadi bahaya, Hahahaha" kekeh Air yang malah membayangkan hal konyol di otaknya.
Langit dan Bumi yang masih setia menemani hanya bisa mendengus kesal.
"Woy... cepetan!! " teriak putra angkat mamanya itu.
"Selow, Bang"
Tiga gadis itu tak lagi bisa bicara apa apa, meski dalam hatinya masih bisa bersyukur karna Air tak melakukan apa yang mereka lakukan pada Hujan, hanya derai air mata dan rasa sesal yang menyelimuti pikiran dan hati mereka saat ini.
Ribuan kata maaf pun rasanya tak lagi mungkin di dengar oleh Air .
"Buka mulut kalian!" titah pewaris utama Rahardian itu.
Ketiganya menggeleng kan kepala, terlebih saat Air semakin mendekat ke arah mereka yang tubuhnya masih di ikat oleh tali.
"Enggak, Ay. Ini pedes sama bau banget" ucap Melan sambil terus menghindar.
"Enak, asin asin gimana gitu" kekeh Air sambil terus menyodorkan sendok ke mulut Melan yang masih menggelengkan kepalanya.
"Buka mulut lo, atau gue olesin nih cabe ke mata lo" ancam Air pelan namun penuh penegasan.
Melan yang takut akhirnya membuka mulutnya sedikit.
Dan dengan cepat Air memasukkan sesendok sambel cabe kedalam mulutnya.
__ADS_1
"Telen, awas di buang!" sentak Air tak main main.
Tak hanya Melan, Vika dan Sarah pun mendapatkan gilirannya masing-masing. Ketiga menjerit jerit karna rasa pedas dan asin yang mereka rasakan. Belum apa-apa rasa sakit di perut pun mulai menjalar.
"Ampun, Ay.. ini sakit banget" lirih Vika yang sudah sangat lemas
Keringat sudah sangat membajiri tubuh molek ketiganya.
"Masih untung pedes, coba lo bayangin istri gue yang ngerasa perih dan sakit! " geram Air yang lagi lagi harus mengingat kebun kecil milik Hujan yang kini terluka.
"Gue kan udah minta maaf" jerit Vika frustasi.
"Maaf lo bilang! sampe kiamat pun lo gak akan gue maafin!"
Air terus menjejali ketiga gadis itu dengan cabe yang ia haluskan sampai habis tanpa sisa.
jerit tangis meminta maaf dan ampun sama sekali tak di hiraukan olehnya.
Air kembali ke meja dimana sisa cabe terletak, Ia menghaluskan lagi cabe jurignya sambil menikmati tangis dan derai air mata tiga iblis di depannya.
Dengan mangkuk di tangannya yang berisi cabe halus yang diberi air ia kembali mendekat.
"Gimana, Kepedesan ya?, Ugh.. kacian" kekeh Air lalu ia menyodorkan Sebotol air mineral ke mulut Melan, Sarah dan Vika bergantian.
Tanpa pikir panjang ketiganya langsung menghabiskan air tersebut.
Air menarik ujung pakaian bagian atas baju Melan, ia taburkan cairan cabe yang ia buat tadi ke bagian atas tubuhnya yaitu bagian dada.
Ia pun melakukan hal yang sama pada Sarah juga Vika.
Tiga iblis itu kembali menjerit kepanasan dan gatal.
"Ay.. ampun. Panas banget gue gak kuat" keluh Vika yang hampir tak sadarkan diri.
"Bodoamat!!" jawab Air santai.
"Air Ay.. air" pinta Melan memohon.
"Oh, masih kepedesan ya?" ejek Air sambil berlalu mengambil satu botol lagi air mineral.
"Gue mah masih punya pri kemanusiaan, gak kaya kalian laknat banget dah" oceh nya sembari menyodorkan air secara bergantian pada Vika Melan dan Sarah.
"Mules gak?perih ya perutnya?" tanya Air sambil meledek dan langsung dijawab anggukan kepala oleh ketiga gadis itu.
"Nih abisin aernya, palingan sebentar lagi perut kalian bisa tambah sakit. karna dalam aer yang tadi kalian minum gue udah campur obat yang bisa bikin rahim kalian rusak parah"
__ADS_1
"Lo ancurin milik istri gue, gue akan bales ancurin hidup kalian jadi wanita cacat seumur hidup!" sentak nya dengan keras dan puas.
penuturan Air tentu membuat ketiganya terkejut.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bye.. bye.. cewe cewe MANDUL
π¦π¦π¦π¦π¦π¦π¦π¦π¦π¦π¦π¦
Wah parah si kakak π€£π€£π€£π€£π€£π€£
Nanti 10 tahun kemudian trio laknatullah itu bakal duet lagunya bang Hj Rhoma Irama ππππ
#LaguMandul
ππππππππππ
__ADS_1
Like komennya yuk ramaikan.