
πππππππππ
"Dede mahu tekoyah, boleh?" pinta Sam saat makan malam bersama.
"Sekolah apa jam segini? gurunya aja udah tidur de!" kekeh Air menanggapi ucapan putranya.
"Becok, butan kalang kalang" protes bocah menggemaskan itu.
"Dede kalau mau sekolah, pagi pagi harus mandi" kata Hujan, anaknya itu memang paling sulit melakukan ritual membersihkan diri jika bukan maunya sendiri.
"Mahu mandi, tapi dede tekoyah ya"
"Biar apa sekolah?" goda papAynya lagi.
"Bial kiyeeeen"
Semua orang yang berada di meja makan langsung tersentak kaget mendengar alasan yang di utarakan Sam.
"Kok keren sih? sekolah itu biar pinter de" kata Reza sambil menggeleng kan kepalanya.
"Pintel ama kiyen, Appa"
.
.
Drama ingin sekolah Sam nyatanya berlangsung sampai esok pagi, bocah itu tetap ingin sekolah padahal usianya baru saja menginjak tiga tahun. Air dan Hujan yang awalnya berencana menyekolahkan Sam tahun depan pun akhirnya mengubah rencana mereka.
"Aku akan susah bagi waktu, kak" Hujan menghela napas di kursi dalam mobil mewah milik suaminya.
"Kamu pikir aku gak mikirin kesana juga?" timpal Air yang juga serba salah.
"Apa kita ambil babysitter?"
Kini Air dan Hujan saling pandang, bagi mereka yang memiliki segudang kesibukan tentu tak mudah membagi waktu untuk Sam yang seharusnya masih sangat butuh perhatian kedua orangtuanya.
__ADS_1
"Kita bicarain lagi, aku ada rapat pagi ini"
Air melajukan kereta besinya itu menuju kampus Hujan lebih dulu sebelum ia berangkat ke kantornya, Pria tampan dengan stelan jas putih itu sesekali melihat jam di pergelangan tangannya, Ia mendesah kesal saat sadar waktu yang ia miliki kini tak lagi banyak.
"Nanti supir yang akan jemput kamu kalau kakak gak sempet ya" ucap Air saat sampai di area parkiran kampus.
"Iya, gak apa-apa, gak usah di paksa kalau gak bisa"
"Baiklah, aku mencintaimu"
*******
Dirumah sepeninggal Air dan Hujan, nyatanya anak mereka malah mengamuk tak jelas. Semua sudah dilakukan Reza termasuk membawa bocah bawel itu ke kolam kura kura.
"Diem gak?"
"Nda.. "
"Diem!"
Samudera dan Reza terus saja berdebat panjang sampai Melisa harus memijit pelipisnya, beruntungnya Oppa dan Omma sudah pergi kerumah sakit untuk chekup jadi tak perlu menikmati melihat drama memusingkan Gajah dan buntutnya.
"Dede mau apa? Sama Amma yuk"
"Dede mahu tekoyah, ayo tekoyah ih... "
Reza menghapus air mata cucu kesayangannya itu dengan lembut, ia ciumi seluruh wajah Sam yang masih ada sisa kebasahan.
"MiMoy sama PapAy lagi cari sekolahnya dulu, tunggu sampai besok ya, sayang" rayu Reza.
"Tekoyah nya ecok, kalang jalan jalan dulu yuk"
"Mulai.. "
Reza terkekeh mendengar permintaan Sam, sedari bayi ia memang senang jalan jalan, tiada hari tanpa keluar meski hanya bermain di taman apartemen.
__ADS_1
"Ok, kita ke Mall ya"
"Iyyaah"
Reza dan Melisa langsung bersiap menuju salah satu Mall milik mereka yang terletak tepat di tengah kota, meski bukan akhir pekan nyatanya gedung berlantai delapan itu nampak selalu ramai.
Samudera yang di tuntun Appa dan Ammanya masih diam terkendali. Namun, diamnya berubah menjadi rusuh saat sang pewaris utama Rahardian itu melihat sesuatu.
"Dede mahu itu, ayo... " ajaknya sambil menarik tangan Reza untuk mendekat ke salah satu toko mainan.
"Mau apa sih?" tanya Melisa yang di jawab gelengam kepala oleh suaminya.
"Dede mahu ini, boleh ya?" pintanya memohon dengan memasang wajah menggemaskan.
"Buat apa?" tanya Reza dan Melisa berbarengan.
.
.
.
.
.
.
Buat antel emen tekoyah baleng dede oooey...
π»π»π»π»π»
Awas aja kalo jadi playboy cap tutut πππ
__ADS_1
Like komennya yuk ramaikan.