Air Hujan

Air Hujan
bab 226


__ADS_3

πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Hujan yang ikut dengan sang suami mengunjungi beberapa usaha sampingannya termasuk bengkel dan kos kosan merasa sangat senang saat Air benar-benar menghargainya didepan orang banyak, mengenalkannya dengan begitu bangga status dan posisinya di dalam hati pria tampan itu.


"Capek gak?" tanya Air saat mereka baru sampai di salah satu bangunan bertingkat dua yang masing-masing lantai terdapat lima pintu atas dan bawah.


"Enggak, aku masih strong" jawab si ibu hamil sambil terkekeh..


"Hebat," sahut Air seraya mengusap perut buncit istrinya.


"Eh.. dia gerak" ujarnya antusias dengan tangan masih berada disana..


Air menempel telinganya diperut Hujan sambil berbisik seperti biasanya


"Assalamu'alaikum, ganteng atau cantik ya?, baik baik disana sampai harinya tiba kamu lahir nanti, Ok" pesan Air untuk malaikat kecilnya itu.


Hujan mengusap kepala Air dengan begitu lembut saat pria itu terus berbicara dan berpesan banyak hal. Perasaan haru yang tak terhingga bagi setiap wanita hamil mana pun.


"Kamu bahagia, Ay?" tanya Hujan.


"Tentu, apa kamu meragukan itu?" Air balik bertanya yang di jawab gelengan kepala oleh istri cantiknya.


"Aku merasa sempurna karna ada kalian, kamu dan dia. jangan pernah berfikir macam macam ya" pinta si calon ayah itu yang langsung mencium kening dan kedua pipi Hujan.


"Aku mencintaimu, Jan Hujan deres!" goda Air sambil tersenyum namun dengan tatapan serius .


"Aku pun Aer kobokan" Hujan langsung tertawa dan menutup kedua wajahnya dengan telapak tangan.


"Bagusan dikut apa, Jan!" preotesnya kesal.

__ADS_1


"Oh.. ok. Air Galon deh kalo gitu"


Air mengehela nafas dan membuangnta secara kasar.


Untung gue CINTA...


*******


Hujan yang ikut turun dari mobil berjalan di belakang Air saat pria tampan itu melangkah menuju pos yang terdapat dua orang laki-laki memakai seragam khas keamanan.


"Silahkan duduk, Non" ujar salah satunya memberikan kursi plastik pada Hujan.


"Terimakasih, Pak"


Air mengusap kepala istrinya yang kini duduk disisinya yang sedang berdiri mengobrol dengan satu pria yang mengelola kos-kosannya selama setahun belakangan ini.


Pria itu menjelaskan banyak hal terutama memberikan uang sewa para penghuni selama satu bulan ini.


"Iya, gak apa-apa. Tolong di jaga Keamanannya ya. Kalo malem kan bisa gantian istirahatnya." pesan sang pemilik yang di jawab anggukan oleh dua pria tersebut.


"Iya, Den. Siap pokonya" jawab salah satu.


"Ya sudah,. saya pulang ya.. Assalamu'alaikum" pamit Air dan setelahnya ia membantu Hujan untuk bangun dari duduk.


"Waalaikum salam warahmatullahi wabarakatuh, hati hati dijalan Den Air dan Nona Hujan"


"Iya, Pak"


Air menggandeng tangan Hujan kembali ke parkiran mobilnya, meski hanya sepuluh pintu tapi kos-kosan ini memiliki halaman yang luas, parkiran yang aman dan juga nyaman untuk bermain anak-anak karna ada beberapa ayunan dan juga jungkat-jungkit yang Air sediakan bagi penghuninya yang kebetulan sudah berumah tangga.

__ADS_1


Sebelum ia menuju mobil, Air dan Hujan menyempatkan diri untuk menyapa orang-orang yang kebetulan ada di luar, sikapnya yang ramah pada siapapun membuat para penghuni tak segan jika mengobrol saat di sapa secara langsung.


"Mau kemana lagi?" Tanya Hujan. Kini Ia duduk dengan nyaman di kursi mobil sebelah suaminya.


"Kamu maunya kemana?" Air balik bertanya.


"Kemana ya?, Aku juga bingung" ujarnya sambil menghitung uang dalam amplop.


.


.


.


.


.


.


.


Kayanya kamu lebih seneng jadi ibu kos ya dari pada jadi istri direktur..


🌻🌻🌻🌻🌻🌻


Cash mah beda Ay wanginya 🀣🀣


Ada asem asemnya 😌😌😌

__ADS_1


Like komennya yuk ramaikan.


__ADS_2