Air Hujan

Air Hujan
Baby Bear 50


__ADS_3

πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Hulleeeeeeee


Suara sorak Samudera mengalihkan fokus kedua pria tampan yang sedang berdebat sedari tadi, Bayi montok itu berjingrak senang saat melihat Reza duduk di depan papanya.


Appaaaaa...


"Sini sayang" Reza merentangkan kedua tangannya, dua hari tak bertemu membuat rindu antara gajah dan buntutnya kian menumpuk.


"Kangen Appa gak?"


Iyyaah..


"Dede nakal gak dirumah bunda?" tanya Reza lagi setelah menciumi pipi bulat cucu kesayangannya itu.


Ndaa..


Air hanya merengut kesal saat melihat Hujan menahan tawa di balik punggang mama mertuanya.


"Aku kirim pesan dari tadi, gak satupun di balas taunya kakak lagi masak aer" kekeh istrinya.


"Mau kopi atau teh, Nona muda?" timpal Air dengan memicingkan mata ke arah Hujan.


"Aku mau susu, apa udah mateng aernya?"


Semua tergelak melihat pasang suami istri yang masih saling melempar candaan, tapi tidak dengan Samudera yang merengek meminta Reza untuk bangun dari duduknya.


Hayu ih.....


"Mau kemana sih?"


Cim, Appa.


"Heh, minta tuh mobil jangan eskrim mulu" selak Air pada putranya.


"Kamu urusin tuh aer sampe mateng. Papa, mama, Sam sama Hujan mau jalan-jalan dulu, udah janjian sama Yayang Juga Bumi, Abang sama adek juga udah nungguin dari tadi." kata Reza yang membuat air membulatkan kedua matanya sempurna.

__ADS_1


Huaaaaaaa... papah jahat!!


*******


Keluarga Rahardian kini sedang berkumpul di salah satu restoran milik mereka, semuanya sudah hadir kecuali si sulung yang masih di hukum oleh Reza.


Langit dan Cahaya yang sudah datang lebih dulu langsung mengambil alih samudera dari gendongan papanya.


"Gantengnya Aunty lagi mudik ya?" tanya si bungsu.


Iyyaah.


"PapAy dede gak ikut?" sambung Langit yang hampir saja menggigit tangan samudera jika Melisa tak menjewer telinganya.


"Berani?"


"Haha, enggak Bun. Ampun!"


Keluarga yang sudah ramai dan hangat semakin bahagia saat hadirnya Samudera, bayi satu tahun yang begitu menggemaskan dan tentunya tampan.


"Kakak gak nyusul?" tanya Cahaya.


Obrolan ringan mereka terhenti saat Kahyangan dan Bumi datang, pasangan muda yang jarang sekali keluar rumah itu langsung mencium takzim punggung tangan kedua orang tua mereka.


"Baru kita mau niat jalan-jalan ya" kekeh Hujan saat adik iparnya itu duduk di sisinya.


"Iya, taunya malah kumpul semua disini" jawab Yayang dengan senyum manisnya seperti biasa.


"Kakak Ay, kemana?" tanya nya lagi saat dirasa kembaran suaminya itu tak ada.


"Gak ada, masih di kantor" sahut Hujan.


Makanan yang dipesan akhirnya terhidang di atas meja, semuanya mulai menikmatinya dengan begitu lahap hingga hampir semuanya habis tak tersisa.


Samudera yang kini mulai ikut bisa makan apa saja tak lagi rewel merengek ingin mencicipi apapun.


"Duduk diam apa, disitu de" ucap Cahaya saat Keponakannya itu mulai berteriak ingin ke papanya.

__ADS_1


Appa dede ih...


"Bukan, Appanya Aunty ini" ledek si bungsu sambil bergelayut manja di lengan papanya.


Mooyyy..


Samudera yang meminta pertolongan pada Hujan pun sudah memerah kedua matanya.


"Appanya di pinjem Aunty dulu ya"


Nda.. Appa dede.


Bocah menggemaskan itu semakin lucu saat tangisnya pecah, dan itu malah mengundang gelak tawa dari semuanya, Reza yang merasa kasihan langsung memangku cucu kesayangannya itu, ia hapus air mata yang menggenang di kedua mata bulat Samudera.


"Sayangnya Appa, kasian banget. Aunty nakal ya"


Iyyaah..


"Emang ini siapa sih?" goda Melisa.


.


.


.


.


.


.


Tutut Jajah.



Duh.. hampir ke seleo ini jempol ngetik tutut, 🀣🀣🀣

__ADS_1


Like komennya yuk ramaikan😘😘


__ADS_2