Air Hujan

Air Hujan
bab 98


__ADS_3

πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰


Bu... bawain Pisang kakak kerumah Oppa ya!


Bumi tersenyum kecil dalam rangkulan Reza saat ia dan kedua orangtuanya berada di ruang tv usai makan malam tadi.


Patah hati membuat Reza dan Melisa tak pernah jauh dari si tengah.


"Mau kemana?" tanya Reza pada Bumi


"Mau anterin pisang kakak kerumah Oppa sebentar ya" Jawabnya sambil memasukkan ponselnya ke saku celananya.


"Gak pulang?" tanya Melissa, bingung.


Reza Langsung mengusap pipi KHUMAIRAHnya agar tenang dan tak banyak berpikir yang macam-macam dulu tentang putranya yang memang sudah pergi sebelum makan siang.


"Oppa yang suruh nginep, udah dua Minggu kakak gak kesana katanya" balas Bumi yang tahu ke khawatiran mamanya.


Bumi Langsung bangun dari duduknya saat Reza mengizinkan ia untuk pergi mengambil barang keramat si sulung di kamarnya untuk segera diantar ke rumah utama


Putra kedua pewaris Rahardian grup itu menaiki tangga dengan terus menghela nafas berat.


Ada apa lagi?


Bumi mengetuk pintu kamar kakaknya sedikit keras karna tak ingin lama menunggu dan benar saja cukup sepersekian detik pintu kayu bercat putih itupun terbuka.


CEKLEK

__ADS_1


Hujan mengernyit dahinya saat melihat siapa yang ada didepannya bukan orang yang ia harapkan, tapi Bumi justru menahan tawanya saat Hujan berdiri dengan bantal pisang dalam dekapannya.


Bumi langsung menadahkan tangan.


"Apa?" tanya Hujan yang tak mengerti maksud dari kembarannya itu.


"Aku minta pisangnya, mau aku bawa ke kakak " jelas Bumi yang langsung membuat Hujan tersentak kaget.


"Kakak gak pulang?" tanyanya lagi dengan nada bergetar menahan sesak di dadanya.


"Enggak, kakak nginep dirumah utama" jawab pemuda itu dengan wajah datar seperti biasa.


"Enggak, aku gakan kasih pisangnya!" sentak Hujan sambil mundur dua langkah ke belakang.


"Jangan mempersulit keadaan, kalo kalian ribut ya ribut aja berdua gak usah repotin orang kaya gini!!" dengus Bumi kesal karna Ia sudah bosan menjadi kurir pisang kakaknya.


"Cepet!! jangan sampe mama sama papa liat kita lagi berdebat kaya gini" ucapnya penuh penekanan.


Hujan menghapus air matanya secara kasar semua punggung tangannya, ia memeluk si kuning sambil menahan Isak tangisnya, Bumi sebenarnya tak tega tapi ia bisa apa?


"Janji besok pulang sama kakak ya, bujukin kakak buat pulang, Ok. bilang kalo disini aku gak bisa gak ada kalian" gumam Hujan di sela Isak tangisnya yang begitu pilu, ia berpesan pada bantal Kesayangan suaminya yang malam ini memilih tak pulang.


Bumi mengusap wajahnya, ia benar-benar tak tega melihat Hujan begitu hancur dengan perginya Air saat ini, ia mencoba mendekat dan meraih tubuh kakak iparnya itu.


"Kakak gak apa-apa, kamu sabar sedikit ya, yang penting kakak gak kemana-mana dan gak berbuat yang macam-macam. Abis pelukan guling nya juga kakak langsung tidur. Kamu gak perlu khawatir" ucap Bumi mencoba menenangkan Hujan yanh masih terisak-isak.


Dengan berat hati ia memberikan si pisang pada Bumi setelah mereka melepaskan pelukan.

__ADS_1


"Ajak kakak buat pulang ya, aku mohon" pinta Hujan sambil menangkup kan kedua tangannya di dada.


"Iya, aku akan Coba bicara baik-baik. kamu istirahat ya"Pamit Bumi kemudian.


Hujan menatap punggung kembaran suaminya itu dengan perasaan perih dalam hatinya karna ia rindu sosok yang tadi memeluknya.


.


.


.


.


.


.


Pulang ya Baby craying nya Hujan...


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


Gak..


bayi buaya Lo lagi Ama gua Jan πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


Lagi makan tahu gejrot, mau?

__ADS_1


Like komen nya yuk ramai kan ❀️


__ADS_2