
πππππππππ
"Boleh.. buat kamu apa sih yang gak" rayu Air yang langsung mendapat pelukan hangat dan ciuman selamat pagi dari istri tercinta.
"Lagi mau dapet pahala pagi pagi ya?"
Hujan hanya tertawa tak mau melepaskan pelukannya.
"Kalau nanti mau ke kantor, harus udah sarapan sama mandi ya. Perginya di anter sama Mbak, dan.... " Air sengaja tak meneruskan perkataannya.
"Gak boleh nangis" sambung Hujan.
"Pinternya istri direktur, ckckck"
Air melirik jam di pergelangan tangannya yang ternyata sudah waktunya untuk berangkat ke kantor.
Setelah dirasa istrinya dirasa tenang dan bisa ditinggalkan Air bergegas keluar dari kamar setelah Mbak yang membantunya mengurus Hujan telah datang.
"Jangan ditinggal ya, Mbak. Jangan ada ada barang yang bisa bikin Nona takut" pesan Air sebelum pergi.
"Baik, Tuan" balas si Mbak.
Air tersenyum di ambang pintu, mau tak mau rela tak rela ia harus pergi memenuhi kewajibannya.
Selama dua tahun tak sedetikpun ia beranjak dari sisi Hujan membuat gadis cantik itu kini seakan menjadi bayangannya dan selama itu juga tak terasa tabungannya menipis untuk biaya pengobatan, dokter serta psikiater.
Kini waktunya ia mengumpulkan pundi pundi uang lagi demi masa depan mereka, usia yang kini sudah beranjak dewasa tentu akan lebih banyak lagi yang akan di siapkan.
"Jangan nangis ya" pesan Air sebelum menutup pintu
Hujan hanya mengangguk paham sambil tersenyum simpul.
.
.
Air melangkah ke arah tangga untuk turun kelantai satu, tak ada siapapun di sana.
"Kak, mau sarapan?" tanya Melisa yang tiba-tiba datang dari halaman belakang.
"Udah siang, Mah. kakak sarapan di kantor aja. Kakak titip Hujan ya, katanya siang nanti mau ke kantor"
"Oh, ya udah. Nanti mama urus Hujan" ucap Melisa mengusap anak kesayangannya.
"Makasih banyak ya mah, Mama udah bener bener main bantuin kakak urus Hujan sampe sekarang" Air berhambur memeluk Melisa, ucapan terimakasih kasih saja rasanya tak cukup ia utarakan.
__ADS_1
"Sudah kewajiban Mama, asal kalian tetap bahagia" balas Melisa.
Air mencium kedua pipi Mamanya dan setelah itu pergi dengan mobil mewahnya manuju Kantor yang kini resmi ia kelola secara pribadi.
"Selamat pagi Tuan" sapa beberapa jajaran staf di pintu utama untuk menyambut Direktur Utama mereka.
"Pagi juga" jawabanya dengan senyum seramah mungkin, Ia langsung berjalan menuju Lift bersama satu orang sekertaris nya yang akan membantu Air selama di kantor.
"Hari ini ngapain aja?" tanyanya pada sang sekertaris.
"Hanya ada beberapa berkas yang harus anda di tanda tangani, dan ada satu pertemuan dengan perusahaan X di restauran A" ucapnya yang berdiri di belakang Air.
"Oh.. kirain mau tidur, makan terus pulang" sambung Air yang membuat sekertarisnya tercengang.
"Hah?! "
Air tersenyum simpul menahan tawa.
.
.
.
BRAAAAAAAAAKKKKK
"Hujan..." pekik Air yang tersentak kaget.
"Panas, Tuan. Gak hujan?" ucap si sekertaris sambil menoleh kearah luar jendela.
"Telen nih laptop, sekarang!!!"
Air mendengus kesal pada orang di hadapannya itu. Ia lalu bangun dan menghampiri Hujan yang masih di ambang pintu.
"Kok belum mandi?" tanya pada sang istri saat ia melihat Hujan masih memakai piyama.
"Takut" ucapnya lirih dan langsung berhambur memeluk suaminya.
"Kan gak ada apa-apa, takut apa lagi?" Air mengusap punggung Hujan yang berada dalam dekapannya.
"Maaf Tuan, tadi ada pisau cukur di kamar mandi" jelas Mbak yang berdiri dibelakang Nona mudanya.
Air menggaruk kepalanya yang tak gatal sambil tersenyum kecil. semenjak kejadian hari itu Hujan masih takut dengan semua benda tajam.
__ADS_1
"Maaf.. kakak lupa gak di simpen lagi"
Air membawa istrinya masuk kedalam kamar setelah meminta sekertarisnya keluar lebih dulu dari ruanganya.
"Kita mandi dulu ya" ajak Air sambil membuka jasnya lalu menggulung kemejanya sampai se siku.
"Kakak mandi?" tanya Hujan sambil mengernyitkan dahinya.
"Enggak, kamu aja. Kakak kan udah mandi"
Air menyiapkan semua Keperluan untuk Hujan mandi sambil menggerutu dalam hati. Ia akan melihat dan menyentuh tubuh mulus sang istri dan itu tentu akan menyiksanya lagi
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Punya dosa apa sih gue, Thor???
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Nyebut kaaaaaak.. lo ngatain gue woy!!!
Like komennya yuk ramaikanπππ
__ADS_1