Air Hujan

Air Hujan
Strawberry..


__ADS_3

πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Makan malam yang seharusnya selesai tiga puluh menit yang lalu nyatanya masih menyisakan Air bersama dengan seorang perempuan cantik yang ternyata adalah sang mantan kekasih yang tadi merangkap sebagai sekretaris kolega bisnisnya.


"Kamu makin tampan, beda saat kita pacaran dulu ya Ay" ucap wanita berbalut blazer hitam dengan rok warna senada lima jari di atas lutut.


"Emang bisa di sebut pacaran yang kaya gitu" kekeh Air sambil menyesap sisa minumannya.


"Apa dong, gue bangga loh jadi salah satu manta cinta mo nyEt lo itu"


Air hanya tersenyum kecil, bayangan sikap playboy saat di bangku sekolah menengah atas seakan berputar di otaknya, dimana para kekasihnya dulu mengantri untuk ia sapa sejak ia baru turun dari motor besarnya.


"Gue kangen di boncengin sama lo, minggu jalan yuk" ajak si mantan dengan sangat antusias padahal ia tahu betul jika pria di depannya sudah beristri.


"Gue jalan sama lo?" tanya Air.


"Iya, bawa motor kayanya seru" sahut si wanita cantik berambuy coklat muda.


Mending gue ngelo nin bini...


.


.


Air memutar setir mobilnya dengan kecepatan penuh, malam ini ia sudah melewatkan makan bersama keluarga terutama dengan anak dan istrinya hanya demi meeting dadakan yang seharusnya di lakukan besok siang, tapi karna ada satu masalah semua itu harus di majukan malam ini.


"Kangen Tutut" gumam Air dengan segaris senyum di ujung bibirnya.

__ADS_1


Keduanya memang sering bertengkar sebab sifat Air yang selalu jahil menganggap sang putra seperti adiknya sendiri layaknya ia sering menggoda si bungsu Cahaya.


Tapi semua itu tak mengurangi rasa sayangnya pada sang putra semata wayang. Air yang enggan memiliki anak lagi setelah Hujan keguguran anak kedua mereka seolah akan mencurahkan semua kasih sayangnya hanya pada Samudera erRainly Rahardian Wijaya.


Harta dan tahta serta masa depan cerah sudah ia persiapkan untuk Bayi beruangnya yang semasa dalam perut begitu senang meminta miMoynya mencium dan di kelilingi tumpukan lembaran uang cash.


Mobil melaju dan berhenti di salah satu toko yang banyak menjual berbagsi cemilan, kue dan buah. Pria tinggi putih itupun turun dari kendaraan mewahnya dan masuk kedalam bangunan tersebut.


Satu porsi dimsum, cake coklat keju, puding mangga dan buah strawberry sudah ia pesan dan kini hanya menunggu semua selesai di kemas.


"Terimakasih" ucap Air pada si pelayan toko saat ia menerima barang belanjaaan serta benda kecil yang di pakainya sebagai alat transaksi pembayaran.


Air berlalu kembali ke parkiran dimana kereta besinya berada, sebelum menyalakan mesin mobil ia rogoh lebih dulu saku jasnya untuk meraih benda pipih yang tersimpan disana.


Satu pesan pun kini sudah berhasil ia kirim pada sang pemilik hati hanya sekedar mengabari jika lima belas menit lagi ia akan sampai dirumah.


.


.


Air yang sudah di tunggu Hujan di teras langsung melempar senyum terbaiknya tak perduli lelah sedang ia rasakan.


"Sayang... "


Pelukan hangat dan ciuman di seluruh wajah sudah sangat membuktikan betapa Air sangat mencintai Hujan dengan segenap hati dan jiwanya.


"Lama ih, lewat dua menit" ucap Hujan yang tubuhnya masih ada dalam dekapan sang suami.

__ADS_1


"Yang lama itu nunggu gerbang di buka" kekeh Air mencari alasan.


Keduanya masuk kedalam rumah utama layaknya istana dengan dua paperbag di tangan mereka berisi apa yang tadi Air beli saat di jalan.


Sam yang melihat papAynya pulang tentu berjingkrak senang. Ia turun dari pangkuan Reza untuk menghampiri pria kebanggaannya.


"PapAy beli apa buat dede?" tanya Si bocah tampan yang bawelnya melebihi emak emak dasteran versi dunia nyata.


"Buah kesukaan dede dong, yang manisnya kaya papAy dan asemnya kaya Moy" jawab Air yang mendapat cubitan kecil dari sang istri.


Ketiganya kini ikut berkumpul dengan Reza dan Melisa di ruang tengah lantai dua. Hujan langsung merapihkan dan menyiapkan semua yang tadi di beli suaminya.


"Dimsum untuk Moy, kue untuk Appa dan puding untuk Amma" ucap Hujan yang sudah membagi masing-masing dengan porsi sedikit karna sisanya akan di berikan pada para pelayan seperti biasa.


"Untuk dede mana Moy?"


"Ini untuk dede, habiskan ya buah strawberry nya" titah Hujan pada putra sulungnya itu.


.


.


.


Ini banak banet, papAy nda lagi nakal, kan?


__ADS_1


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Awas ada perang Dunia ketiga 🀣🀣


__ADS_2