Air Hujan

Air Hujan
bab 69


__ADS_3

🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Assalamualaikum...


Dua wanita yang sedang merapihkan meja langsung menoleh saat mendengar salam dari orang yang mereka sangat kenal suaranya.


"Kakak" jerit Nisa dan kak Aish berbarengan.


Air tersenyum simpul lalu menyodorkan dua bungkusan yang ia bawa.


"Buat Kalian, sayang sayangnya kakak" kekeh Air yang langsung dengan cepat mendapat serangan cubitan dari Nisa dan kak Aish.


"Ugh, laki orang makin gemesin" kata Nisa yang mencubit Air paling kencang.


"Untung kamu gak jatuh cinta ya" goda kak Aish pada Nisa yang akhirnya mengundang gelak tawa dari ketiganya.


Ini kali keduanya semenjak menikah ia baru datang lagi, biasanya hanya uang dan bingkisannya saja yang Air kirimkan Panti tempat lansia yang ia urus setahun belakangan ini, selain sibuk dengan sang istri tentu ia pun memiliki kesibukan yang lainnya. Dan beruntunglah ia memiliki orang-orang baik di sekitarnya yang bisa ia andalkan.


.


.


.


"Kak, Kamu mau punya anak berapa?" tanya Nisa tiba-tiba yang langsung membuat Air tersedak.


"Kok nanyanya gitu?" jawabnya.


"Udah lumrah kali pertanyaan itu tuh" kekeh keduanya.


"Kakak gak pernah mikirin itu, kalo jadi ya Alhamdulillah kalo gak jadi ya bikin aja terus, Haha"


Dua wanita di hadapannya itu mencibir kearahnya, pemuda yang ternyata masih sangat polos walau kini sudah berstatus kan seorang suami.


"Emang sehari bikin berapa kali?" tanya Nisa sambil berbisik, jiwa kepo nya sedang meronta-ronta.


"Berkali-kali pernah, sekali pernah, gak dikasih juga pernah" jawabnya santai sambil terus menikamati makanan yang ia bawa tadi.


"Njiiiiiir doyan, kak?" kekeh kak Aish.


"Sesuatu yang enak itu akan menjadi candu tersendiri dan sayang untuk dilewatkan" ucapnya dengan sombong.

__ADS_1


"Lah, kan gue jadi pengen kawin" dengus Nisa kesal.


Obrolan mereka berhenti saat dering ponsel Air berbunyi, ada panggilan telepon dari Sang istri


.


.


.


"Iya , Jan"


"Lagi dimana?" tanya Hujan di sebrang sana.


"Di panti, kenapa?, udah mau pulang?" tanya Air saat ia melirik jam di pergelangan tangannya.


"Iya, ini lagi jalan keluar "


"Ok, tunggu gue ya" pintanya pada sang istri.


Saat panggilan selesai, Air langsung memasukkan lagi benda pipih itu kedalam saku celananya, kemudian pamit dan bersiap pergi lagi menuju kampus.


***


"Lama ya?" tanya Air saat Hujan masuk kedalam mobil .


"Enggak, cuma lima belas menit kok" Jawabnya sambil memakai setbelt


Kendaraan mewahnya kini membelah jalanan lagi yang nampak ramai lancar menuju apartemen, tapi Hujan meminta lebih dulu mampir ke minimarket.


Entah apa yang ingin ia beli, Air hanya mengiyakan sambil mencari minimarket yang biasa ada di pinggir jalan.


"Tunggu sini ya, bentar kok" ucapnya sebelum turun dari mobil yang di jawab anggukan oleh Air.


pemuda itu menunggu hingga hampir dua puluh menit sampai akhir sang istri kembali membawa bungkusan kecil.


"Beli apa sih?" tanya Air saat melihat Hujan langsung memasukkan apa yang di belinya tadi


"ROTI BUAYA!!!"


Pemuda itu langsung mengernyitkan dahinya, ia tak mengerti apa yang di maksud istrinya itu.

__ADS_1


"Roti buaya kan gede, kok itu kecil?" Air yang curiga meraih tas Hujan dan mengambil benda tadi.


"Lo????"


"Hahaha, Napa?" tanya Hujan sambil tertawa.


"Apaan sih! gak suka ah" dengusnya kesal dan melempar barang itu.


"Suka gak suka Lo harus terima" ejek Hujan yang tahu suaminya sedang kesal.


.


.


.


.


.


.


.


.


Airnya Hujan main-mainnya libur dulu ya.


kebun kecil nya lagi di tutup sementara!!!



🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Langsung lemes dia πŸ˜‚πŸ˜‚ πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


Tau gitu titip sampo ya kak 🀭🀭🀭


Buat gelar solo konser di kamar mandi 🀣🀣🀣🀣


Like komen nya yuk ramai kan ❀️

__ADS_1


__ADS_2