Air Hujan

Air Hujan
Baby bear 93


__ADS_3

πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Moy Akal...


"Di apain sama MiMoy?" tanya Air.


Atel dede


Hujan yang mendegar putranya sedang mengadu hanya bisa tersenyum kecil.


"Nanti kita cium Moy nya ya"


Iyyaaah..


Apapun salahnya, keluarga Rahardian tak pernah membalasnya dengan pukulan meski hanya untuk sebuah rayuan. Samudera yang mulai tenang kini sudah nyaman dalam pelukan papAynya.


"Kita makan dulu, aku laper" ajak Air langsung menuju restoran cepat saji karna sudah enggan memutar lebih jauh lagi, kedatangannya sempat menjadi pusat perhatian karna beberapa ada yang mengenalnya, entah sebagai pengusaha muda, mantan kekasih dan juga teman biasa.


Hujan masih saja terkekek geli saat melihat foto dan video Putranya saat pentas tadi membuat Air akhirnya penasaran dan meminta ponsel Hujan.


"Mana aku liat"


Hujan menyerahkan benda pipih keluaran unlimited itu pada suaminya, ada senyum kecil di ujung bibirnya saat ia melihat beberapa hasil jepretan sang istri.


"Kenapa harus snowhite?" tanya Air.


"Temanya Disney, kak" jawab Hujan sambil mengunyah kentang goreng yang ia suapkan ke mulutnya.


"Gak ribet jalan pake gaun?"

__ADS_1


"Itu celana, bukan gaun kok. Yang anak cewe banyak juga yang jadi kurcaci malah ada yang jadi Aladin" seru Hujan yang menjelaskan jika ini pentas kostum bukan peran.


"Gak sekalian ada yang jadi om Jin nya?" kekeh Air.


"Malu dong gak pake baju" timpal Hujan yang malah ikut tertawa.


Keduanya menikmati makan siang dengan di selingi obrolan ringan dan celoteh Sam, bahkan ketiganya sesekali tergelal bersama saat tingkah bocah itu sangat menggemaskan.


"Mau pulang atau jalan jalan?" tawar Air pada anaknya.


Yayan yuk..


"Kakak gak balikan kantor lagi?" Hujan balik bertanya.


"Enggak, udah selesai semua. Ada rapat jam tiga tapi biar Daniel yang urus" jawabnya sambil meraih tubuh montok anaknya untuk ia gendong.


******


Paaay..


"Enggak, nanti kamu jatuh kalau jalan sendiri" tegas Air yang tak mau melepas tangannya.


Dede yayan ih.


"Nanti didepan ya, disini masih ramai banget, nanti dede ketabrak orang lain, ok" timpal Hujan ikut memberi pengertian agar Sam tak lagi rewel ingin di lepaskan.


Keh..


Berjalan sambil sesekali istirahat di atas rerumputan dengan sambil menikmati beberapa cemilan adalah kebahagiaan yang sederhana, tak perlu kemewahan hanya untuk tertawa lepas cukup bersama dengan orang-orang yang terkasih itu sudah cukup membuat hati begitu nyaman dan tak ingin waktu berlalu begitu saja.

__ADS_1


Samudera mulai menarik tangan kedua orangtuanya untuk kembali berjalan mengitari taman yang terdapat beberapa hewan kecil yang sudah biasa ia lihat sehari-hari jadi maklum jika Bocah tampan itu sudah tak takut atau malah ingin menyentuhnya sendiri tanpa di temanin papAy atau MiMoynya.


Ia terus berjalan sambil berceloteh, tak jarang bertanya tentang apapun yang ia lihat. Sam juga sering terkikik geli saat melihat apa yang menurutnya lucu.


"Dede mau kemana?" tanya Air dan Hujan berbarengan.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Emam wek wek


Apeur***..



Awas di sosor de 🀣

__ADS_1


Sekali lagi teteh tekan kan ya kalau ini NOVEL KOMEDI ROMANTIS.. kalo nyeleneh ya wajar lah kalo gak gitu dimana lucunya πŸ™„πŸ™„πŸ™„...


Cuma reader's yang berjiwa santai dan koplak kayanya yang ngerti🀣🀣🀣🀣... Makasih ya buat kalian yang mau ikutan seru2an disini tanpa baper.. makasih buat like dan komen yang bikin teteh moodbooster dan akhirnya bisa lanjut up lagi.. dan mohon maaf buat yang tidak berkenan karna maksud dan tujuan disini hanya HIBURAN.. gada pesan dan pelajaran disini 🀭🀭🀭🀭... isi novel udah sesuai GENRE yang di tentukan pihak NOVEL TOON. i


__ADS_2