
ππππππππ
Sam yang baru keluar dari kelasnya langsung berhambur memeluk Reza yang sudah berjongkok siap menerima pelukan cucu kesayangannya.
"Kok Appa sama Amma yang jemput Dede? Moy sama papAy mana? kan papAy udah pulang" tanyanya bingung masih di dalam dekapan sang Gajah.
"Lagi mampir beli hadiah buat dede" jawab Melisa memberi alasan.
"Benelan? hadiah apa?"
"Bayi!" sahut Reza sambil tertawa.
Sam meronta kesal, ia yang tak mau punya adik tentu langsung merengek saat ada kata BAYI keluar dari mulut Reza. Tapi pasangan suami istri itu malah tertawa bersama.
"Dede gak mahu punya Bayi, bayi Onty Onty aja. Gak mahu bayi dari Moy Ntal Moy nangis lagi" ucapnya sedih, ia tahu jika Hujan sangat merasa bersalah dengan kepergian adiknya saat masih di dalam kandungan.
"Itu mah bayi Onty, dede punya bayi juga dong" ledek Reza lagi saat ketiganya sudah berada di dalam mobil.
Sam duduk diatas pangkuan Melisa, ia menceritakan semua kegiatannya selama berada di dalam kelas tadi, termasuk bermain bersama teman-temannya.
"Kata Shireen, dede ganteng loh" adunya sambil tersenyum.
"Masa? terus apa lagi" tanya Reza yang menoleh. sekilas dari jalanan di depannya.
__ADS_1
"Dede wangi, dede putih, dede pinter, hahahaha" tawanya pecah menggema ke seisi mobil yang sedang melaju bukan kerumah utama.
"Paket komplit, kan anaknya papAy ya" kata Melisa sambil menciumi pipi gembil Samudera.
"Dede Tutut Jajah, Oey" protesnya yang masih mematenkan diri sebagai keturunan Gajah.
Obrolan terus di lakukan mereka bertiga, tak ada bosannya bagi pasangan itu mendengar semua celotehan Sam, Sang putra mahkota adalah hiburan yang tak ternilai di masa tua mereka. Kebahgiaan pasangan itu semakin sempurna saat Sam selalu ada di dekatnya.
"Kita mahu mana? nda pulang?" tanya Sam bingung karnatak kunjung sampai di rumah.
"Appa mau beli sesuatu, kita mampir sini dulu ya sayang" kata Reza sambil membuka seatbelt.
Reza turun lebih dulu, lalu ia memutari mobilnya untuk membuka pintu bagian kiri agar istri dan cucunya keluar dari kereta besi mewah miliknya.
"Appa mahu beli bulung lagi?" tanya Sam saat masuk kedalam toko hewan di pusat kota langganan keluarga Rahardian.
"Yakin?" goda Melisa sembari melirik kearah suaminya yang tersenyum simpul.
"Gak tau juga sih, kalau ada yang aku suka ya aku beli, Ra" kekeh sang Tuan besar Rahardian. Jika saja bukan di tempat umum ingin rasanya pria itu menciumi seluruh wajah pemilik hatinya.
Melisa yang menunggu di ruang tunggu memfokuskan matanya pada ponsel yang ia pegang, ada beberapa chat yang hanya ia baca dengan sesekali tersenyum, ada perdebatan kecil antara dua bungsu Rahardian dalam grup chat mereka. Melisa sesekali menoleh kearah cucu dan suaminya yang tak jauh darinya, hati wanita itu begitu hangat saat melihat dua pria beda generasi tersebut saling mengobrol dengan rukunnya.
"Beli ikannya belapa? banak banak gak?" tanya Sam yang di gendong oleh Reza.
__ADS_1
"Berapa ya, dede maunya beli berapa?
"Satu, dua tiga, empat, lima, enam, jujuh, jajah, delapan, sembilan, sepuluh" Anak itu malah menghitung yang akhirnya membuat Reza tertawa.
"Sebelas dong"
"Sepuluh, Appa. Kan jajah nya itu dede!" protes Sam.
"Kan ada Jajah nya, de" kekeh Reza lagi.
.
.
.
Appa, dede udah milip ikan belum?
ββββββββ
Mirip kok Tut...
__ADS_1
Tuh anak lo dua biji juga sama, tukang manyun π€£π€£
Like komennya yuk ramaikan.