
ππππππ
"Cebong aku pada kemana, Ra?" tanya Reza saat melihat ruang tengah nampak sepi.
"Pada keluar, anak anak udah pada gede sekarang. pada sibuk masing-masing. Akunya di tinggalin terus sendiri Setiap hari" oceh Melisa yang nampak kesal lalu membanting sedikit keras wajan ke dalam kitchen set.
Reza hanya tersenyum kecil sambil menarik kursi meja makan.
"Mereka udah punya dunianya sendiri dan pasangannya sendiri" jawab Reza
"Tapi aku suka kesel kalo sepi begini, gak kaya dulu rame banget sama nangisnya kakak, marah-marahnya Bumi sama teriakannya adek, sekarang mereka kemana?"
Melisa menarik nafas dalam-dalam, dulu saat si kembar masih balita ia seringkali menangis diam-diam karna pusing dan lelah tapi setelah ketiganya beranjak dewasa iapun masih sering menangis tapi tangusnya karena kesepian.
"Kamu ada aku yang temenin, gak usah cemberut gitu" goda Reza yang tau jika KHUMAIRAHnya sedang sedih.
"Mas Reza juga sama, udah aku bilang kan jangan suka bawa kerjaan kerumah, kenapa tiap pulang kantor masih aja sibuk di ruang kerja?" kini Omelannya beralih kepada sang Suami yang empat malam belakangan ini nampak sibuk dengan pekerjaannya.
"Maaf, Ra. Aku beneran sibuk" ucapnya penuh sesal sudah mengingkari janjinya untuk fokus pada keluarga saat dirumah.
"Kalo kita punya anak lagi. gimana, mau ya?" pinta Reza sambil menggoda.
"Enggak! mending punya cucu dari pada punya anak" gerutu Melisa.
"Tua banget kita ya, Ra. udah mau punya cucu" kekeh Reza yang sudah memeluk tubuh sang istri dari samping.
"Udah tau tua, masih mikirin punya anak!" kata Melisa yang mencoba menghindari serangan suaminya.
" Ya udah, kita bikin aja yuk " ajak si gajah yang langsung menarik tangan pawangnya ke kamar.
Melisa hanya pasrah, jika menolak pun ia bingung harus apa di saat rumahnya begitu sepi tanpa anak-anak.
.
.
.
__ADS_1
****
Hujan kemana?
Air mengedarkan pandangannya kesemua tempat mencari sosok gadis halalnya yang tiba-tiba menghilang dari tempat terakhir ia tinggalkan.
"Ditinggal bayar dimsum aja ilang, gimana gue tinggal wajib militer kaya di Korea dua tahun! bisa kawin lagi dia" dengusnya kesal sambil merogoh ponsel di saku jaketnya.
Air mencoba mencari nama kontak sang istri yang diberi nama My Rain ( HUJANKU ) olehnya.
Drrrtt...drrrtttt...drrrttt...
Air menoleh ke sumber suara getaran suara ponsel yang ternyata diatas nakas tempat mereka makan tadi
Craying Baby. (Bayi tukang nangis )
"Astagfirullah, berdosa banget nih orang jadi istri, nama gue jadi si tukang nangis!" sentaknya makin jengkel saat tahu namanya dikontak Hujan.
Air semakin bingung saat tahu jika Hujan pergi entah kemana tanpa membawa ponselnya, Ia menghela nafasnya berkali kali dengan berat dan terus melihat ke kiri, kanan depan dan belakang berharap ia bisa menemukan Hujan secepatnya.
"Lo dimana sih?, kenapa gak ada Jan Hujan dereeeeeees" gerutunya geram karna jam sudah hampir menunjukkan pukul sepuluh malam.
Semua perkataannya terkadang terlalu pedas bagi orang yang belum mengenalnya tapi bila sudah tau siapa dirinya tentu akan mengagumi sifat baiknya yang tersembunyi.
Air menyusuri jalanan yang semakin ramai oleh muda mudi seumurannya, banyaknya motor dan jajanan pinggir jalan membuat ia sedikit harus hati-hati saat melangkah jangan sampai menyenggol orang lain.
"Permisi, Bang" ucapnya pada beberapa pria dewasa yang duduk dekat jembatan.
"Iya" jawab beberapa dari mereka.
Air terus melangkah pelan sampai akhirnya ia menyerah dan kembali ke motornya yang masih terparkir didekat kedai dimsum.
"Udah bolak balik belom ketemu juga!" dengusnya kesal sambil menendang bekas minuman kaleng dengan kaki kanannya.
.
.
__ADS_1
PRAAAAANG....
Bunyi benda itu begitu nyaring terdengar padahal terlempar sekitar dua meter dari tempat Air berdiri saat ini, pemuda itu terus memperhatikan bekas minuman kaleng tersebut melayang sampai akhirnya berhenti di sisi gadis yang sepertinya sedang ia cari sedari tadi.
Air menakutkan kedua alisnya sambil melangkah mendekat, dengan berdecak pinggang ia pun mulai berdehem sedikit keras.
"Ehem..."
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Lo lagi ngapain Jan Hujan dereeeeeees????
π»π»π»π»π»π»π»
Pawang buaya lagi dibawa kucing garong πππ
__ADS_1
Marahin kak ,ππππ
Like komen nya yuk ramai kan β₯οΈπ€