Air Hujan

Air Hujan
bab 83


__ADS_3

🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻



Air yang tak bisa jauh dari Hujan terus saja menempel bagai cicak di dinding, ia tak memberi jarak sedikit pun untuk sang istri menjauh darinya walau hanya sejengkal saja.


Hujan yang sudah terbiasa dan harus biasa hanya bisa pasrah saat Air memeluknya terus menerus tak perduli kapan dan dimana, semua yang tahu akan pasangan ini tentu sudah sangat memaklumi tingkah keduanya yang tak bisa lepas.


Sepuluh bulan menikah dan belum mempunyai buah hati tentu itu membuat hubungan mereka semakin hangat, tak ada yang mengganggu kecuali aktivitas masing masing yang kadang tak sama waktunya.


Rasa rindu karna jadwal kuliah yang bentrok sebagai satu-satunya masalah rumah tangga keduanya selama ini.


Perdebatan kecil masih sering mewarnai hari-hari Air dan Hujan meski tak pernah sampai ada pertengkaran hebat diantara keduanya.


Begitupun dengan pagi ini, pasangan yang memiliki jadwal kuliah siang hari memilih berada di ruang tengah usai sarapan.


Menemani sang mama yang sibuk memasukkan berbagai cemilan kedalam toples yang ada diatas meja Tv. Ada dua puluh wadah dengan berbagai ukuran dan bentuk semuanya akan dinikmati saat keluarga bahagia itu sedang berkumpul usai makan malam.


"Mau ini, Jan" pinta Air menunjuk kue kering rasa coklat yang baru di buka istrinya.


"Nih " Hujan Langsung menyodorkan makanan tersebut tapi sang suami justru menggeleng kan kepalanya.


"Suapin " pintanya manja seperti biasa, Sikap yang tak bisa di ganggu gugat oleh siapapun.


Melisa hanya melirik sekilas drama romantis anak dan menantunya itu, jika ia ingat-ingat tentu itu seperti dramanya jaman dulu dengan Reza di hadapan mama mertuanya.

__ADS_1


Air itu benar-benar fotocopy Reza!


******


Jam sebelas siang keduanya bersiap berangkat ke kampus, ini adalah hari-hari terakhir mereka di tahun pertama kuliah dan di tahun tahun berikutnya sudah bisa di pasti kan mereka akan jauh lebih sibuk dan tentunya itu akan banyak menyita waktu dan pikiran.


"Kami berangkat ya, Mah" pamit Hujan setelah mengurai pelukannya.


"Hati-hati dijalan, dan langsung pulang ya" pesan Melisa.


"Kakak jalan ya, Mah. Jangan kangen" goda Air pada mamanya yang langsung mendapatkan begitu banyak ciuman di wajahnya.


"Yang begini mana bisa bikin mama gak kangen sih, kak" jawab Melisa, ia begitu menyayangi putra pertamanya yang manja luar biasa.


Usai berpamitan keduanya langsung keluar dari apartemen menuju lift yang akan membawa mereka langsung keparkiran


"Bumi udah jalan ya?" tanya Hujan saat sudah memasuki mobil


"Udah tadi abis sarapan, kayanya ke kantornya dulu" jawab Air yang mulai melajukan kereta besinya.


Hujan hanya mengangguk paham, ia jarang sekali berinteraksi dengan kembaran suaminya itu.


Kadang Hujan berfikir kenapa Kahyangan begitu langgeng menjalin hubungan dengan orang sedingin dan cuek seperti Bumi, jangankan bicara kadang tersenyum pun bagai suatu yang langka bagi pemuda itu.


"Nanti gue tunggu di mobil aja ya," ucap Air saat sampai di kampus, jadwal Hujan yang lebih lama satu jam darinya membuat ia akan lebih memilih berada dalam mobil saja.

__ADS_1


"Pulang duluan juga gak apa-apa, tar gue naek taxy deh"


"Enak aja Lo, gue gak akan izinin Lo pulang sama abang-abang!" sentak Air yang tak suka.


"Cih, Abang-abang" kekeh Hujan yang lucu dengan raut wajah masam suaminya itu.


Air akan lebih dulu mengantar istrinya ke kelas yabg berada di fakultas kedokteran, Sebelum ia masuk ke kelasnya sendiri, Hujan seringkali menolak karna jarak kedua gedung yang berbeda jurusan itu cukup jauh dan memutar arah.


"Diem diem ya, dengerin kalo dosen kasih materi jangan mikirin gue terus, ok" goda Air saat Hujan sudah duduk di kursinya.


Tak perduli pada ruangan kelas yang nampak ramai oleh teman-teman istrinya.


"Karungin, Ay" teriak satu teman tongkrongannya.


"Bungkus ajalah, karetnya harus dua karna saking spesialnya"



🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


Eaaaaa... tuh bini apa nasi goreng kak πŸ€”πŸ€”πŸ€”πŸ€”


Ampe di karetin tar sesek dia, πŸ˜‚πŸ˜‚


Kesempetan lagi ntar Lo modus bikin nafas buatan 🀭

__ADS_1


Like komen nya yuk ramai kan β€οΈπŸ™


__ADS_2