
ππππππ
Air yang baru pulang dari kantor langsung merengut kesal saat masuk kedalam kamarnya di rumah utama membuat Hujan yang sedang menonton drama kesukaannya harus mengernyitkan dahinya bingung, karna biasanya sang suami selalu melempar senyum manisnya saat bertemu tapi berbeda dengan hari ini.
"Kenapa?" tanya Hujan saat menerima pelukan Air yang sudah menenggelamkan kepalanya di ceruk leher.
"Kakak mau kamu minta sesuatu" jawabnya dengan nada kesal.
"Minta apa?, gimana sih makaudnya?" Gadis cantik itu kembali di buat bingung.
"Tadi ketemu temen yang istrinya lagi hamil, temen kakak lagi cari-cari makanan yang di pengenin istrinya itu tapi gak ketemu ketemu padahal udah muter dari siang" kata si sulung saat wajah mereka kini saling berhadapan.
"Terus?"
"Ya, terus emang kamu gak mau minta apa gitu? , makan apa yang di pengenin biar aku cari-cari kaya temen aku!" keluh Air yang sedang merasa iri karna Hujan tak pernah rewel padanya.
"Enggak, aku gak pengen apa-apa" jawabnya sambil menggeleng.
"Pokonya harus ada yang di pengenin, sekarang juga. Kakak maksa" Titahnya serius.
"Pengen apa? aku bingung!"
Hujan yang kewalahan menanggapi sikap suaminya sore ini hanya bisa menggaruk Kepalanya yang tak gatal, dari awal ia hamil sampai menginjak dua bulan memang ia tak pernah merasakan apapun sama sekali, hati harinya ia lewati sama seperti sebelum ia hamil.
"Obat mual sama pusingnya ini masih banyak banget" ujar Air.
__ADS_1
"Kan diminumnya kalo lagi mual dan pusing aja, aku kan gak rasain itu, makanya gak pernah di minum" jawab Hujan apa adanya yang memang tak pernah menyentuh kedua Obat tersebut selama ini.
"Kenapa gak mual sama pusing?, orang hamil kan suka muntah-muntah!" cetus si tampan lagi yang masih lengkap dengan stelan jasnya.
"Kan mual muntahnya udah di borong sama papa sampe sekarang, sampe Papa masih belum bangun loh, Kak" adunya pada sang suami.
"Ya udah berarti kamu kebagian pengen makannya" cetus Air yang masih memaksa.
"Kan itu juga udah di borong sama kakak, selama ini yang doyan makan sampe gak bisa bangun siapa?, yang suka ngajak aku muter-muter sampe tengah malem cuma buat cari jajanan siapa?, yang suka bangunin aku subuh subuh buat nemenin ngemil siapa?!" tanya Hujan yang akhirnya kesal.
"Kakak"
"Ya udah kalian nikmatin aja, kakak ngidam makannya terus papa yang mual muntahnya, beres kan!" cetus Hujan lagi.
"Terus kamu ngapain?" tanya Air yang semakin mendekat.
Perdebatan yang seharusnya tak terjadi semakin memanas saat Air membawa istrinya keluar rumah, ia menggandeng tangan Hujan menuju garasi dan memasukkan tubuh yang masih langsing itu kedalam mobil, ia menjalankan kereta besinya entah akan kemana, Hujan hanya diam menuruti kemauan suaminya yang kini sedang sedikit kesal.
Tak ada obrolan apapun sepanjang perjalanan, keduanya diam dalam pikiran masing-masing yang tentunya bertolak belakang. Air sesekali membuang nafas kasar, Ia yang akhir-akhir ini lebih sensitif memang seringkali kali uring-uringan jika ada hal yang ia tak suka, perubahan sikapnya pun bisa berganti-ganti dalam satu hari.
"Ayo, kamu mau apa?" tanya Air saat memberhentikan mobilnya di salah satu pusat makanan.
"Kakak mau apa?" Hujan balik bertanya.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
Sate bandeng kayanya enak tuh...
πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ
Nikmati peran kalian masing-masing ya π€£π€£
Kakak Ay jangan ndut ndut ntar gak genteng π«π«
Like komenny yuk..
Harap maklum ini cerita receh UNFAEDAH
__ADS_1
mungkin kalian bosen ya π€π€π€