Air Hujan

Air Hujan
bab 210


__ADS_3

πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Hujan yang tersipu malu menenggelamkan wajahnya lagi di atas bantal doraemon membuat suaminya tak tahan untuk tak menciuminya.


"Ganti bajunya sana, kita cari sate" titah Air yang juga meraih jaket dan topi.


Air mengulurkan tangannya namun Hujan malah diam tertegun seakan ragu.


"kenapa?, kakak gak akan gigit kok"


Hujan mengulum senyum sambil meraih tangan kiri suaminya untuk ia genggam, kini keduanya berjalan berdampingan keluar kamar.


"Hayo.. mau kemana?" tanya Reza yang sangat mengagetkan keduanya.


"Mau pacaran dong" sahut Air meledak seraya menjulurkan lidahnya sedikit.


"Jangan lupa gangguin ya" pesan Reza sambil mengelus perut Hujan.


"Pah, berantem yuk" ajak Air sembari menarik lengan jaketnya sampai sebatas siku.


"Ayo, siapa takut" tantang sang Gajah dengan tangan sudah berada di pinggang.


"Tar deh, Aku isi perut dulu!"



Air mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang, ia sedang menikmati waktunya bersama sang istri yang beberapa hari ini menjauh darinya.


Rasa sabarnya ternyata kembali di uji saat usia kandungan sang istri memasuki trimester kedua. Hujan memang tak rewel soal mengidam, ia tak pernah meminta hal yang aneh atau apapun yang membuat suaminya pusing.


Wanita hamil itu hanya sering berubah mood dalam waktu sekejab, sering manangis tiba tiba, manja luar biasa bahkan benci secara mendadak. Air yang kadang tak sabar akhirnya tak jarang terpancing emosinya.


"Cari sate kemana ya" gumam pria tampan itu sambil terus mengedarkan pandangannya ke sekeliling.

__ADS_1


"Bukannya banyak ya" sahut Hujan yang sudah merasa nyaman dengan posisi duduknya saat ini.


"Tapi kalo di cari begini emang biasanya suka ilang," tambah Hujan lagi.


"Biarin aja kalo gerobak sate yang ilang, Asal cinta kamu aja yang gak ilang" goda Air sambil melirik istrinya, tapi ia tak jadi tertawa saat Hujan justru memicing kan matanya dengan tajam.


"Wow... di rayu malah marah" kekeh si bayi buaya cengeng.


Air terus sibuk memutar stir mobilnya ia hanya tersenyum kecil saat sang istri terus mengoceh dan mengomel, tak ada niatan sedikitpun untuk menimpali karna Air memilih menikmati setiap kata yang terucap dari mulut belahan jiwanya.


"Disini aja ya, kayanya komplit gak cuman ada sate" ujar Air saat memarkirkan mobilnya di sebuah resto lesehan.


"Pasti mau makan banyak, kan" sendir Hujan.


"Ya ampun! kalo ngomong suka bener, Kan jadi pengen cium Jan Hujan Deressssss"


Satu kecupan akhirnya mendarat langsung di bibir sang istri.


Hujan yang tak sempat mengelak mau tak mau akhirnya pasrah dan menikmatinya.


Hujan langsung turun saat Air juga membuka kan pintu mobil bagiannya.


"Maacih Airnya Hujan" seru Hujan sambil tersenyum


"Sama-sama Hujannya Air" kekeh Air sembari mencium punggung tangan istrinya


"Cih.. geleuh ey ngabayangkeuna" timpal mak othor.


.


.


.

__ADS_1


.


Pasangan suami istri itu langsung memanggil pelayan saat mereka sudah duduk di salah satu meja dekat kola ikan.


Hujan hanya bisa mengelus perutnya saat Air masih saja menyebutkan beberapa makanan yang akan ia pesan.


"Kamu sate ayam aja?" tanya Air memastikan lagi.


"Iya, itu juga pasti kamu nanti yang ngabisin" cibir Hujan yang hafal betul dengan kelakuan suaminya kini.


"Jangan terlalu jujur, nanti aku makin laper" balas Air.


"Eh...Kamu tau gak bedanya kamu sama sendok?" goda Air seperti biasa


"Apa?"


.


.


.


.


.


"Kalo sendok ngaduk makanan, kalo kamu ngaduk hati dan pikiranku"


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Makasi buat 10 bab nya hari ini ya..


makasih buat like dan komennya..

__ADS_1


sayang kalian banyak banyak 😘😘😘😘


__ADS_2