
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
" Enggak.. papa gak tau! paling lama cuma seminggu.. tau deh kalo dua tahun, kayanya cuma kamu doang" Reza tertawa terbahak-bahak apalgi saat si sulung memukulinya dengan bantal tanpa ampun.
"Papa jahat, nanti gak kakak kasih pinjem kalo udah jadi bayi" ancam Air sambil berdecak pinggang.
"Baguslah, kan papa dua bulan lagi mau jalan jalan sama mama kalian" ujarnya sambil menjulurkan lidah, tentu itu membuat Air semakin kesal .
"Ikuuuuuuuuuut" rengeknya.
"Kita balapan ya, biar nanti kamu bisa dapet double" kata Reza masih terkekeh, bahkan ada cairan bening di ujung matanya karna lelah tertawa.
" Dapet double gimana?" tanya Air Bumi dan Langit.
.
.
ANAK DAN ADIK..
Perkataannya membuat Reza bahan serbuan tiga anaknya yang langsung melayangkan aksi protes.
*****
Usai rapat dadakan unfaedah tanpa solusi malah justru membuat darah tinggi, Air pun kembali kedalam kamarnya setelah lebih dulu ke dapur untuk mengambil buah-buahan.
Ceklek
Hujan menoleh tanpa senyum, wajahnya di tekuk untuk menunjukan rasa kesalanya karna menunggu.
"Kok lama?, tadi bilangnya kan cuma kedapur?" tanyanya langsung
"Iya tadi jalan mau ke dapurnya macet, ini aja cari jalan tikus biar cepet nyampe terus taunya tadi malahh ketemu komplotan para cebong" jelasnya sambil menahan tawa karna melihat ekspresi Hujan yang kebingungan.
"Apa sih?, aku gak ngerti." kata Hujan semakin kebingungan apalagi saat Air malah menciuminya tanpa ampun.
"Hanya orang orang pilihan yang ngerti aja sayang"
Air meyuapkan satu persatu macam macam buah potong kedalam mulut istrinya sampai Hujan mengeluh kenyang.
__ADS_1
Selama dua tahun ini tak semua makanan bisa masuk kedalam perutnya.
Hanya dengan kue dan buah Air bisa mengakalinya sebagai pengganti nasi.
.
.
Hujan yang sudah bersembunyi di balik selimut memperhatikan suaminya yang sedang meletakkan piring bekas buah keatas nakas dekat tv.
"Kakak kunci pintu dulu ya" ucapnya yang sadar sedang di perhatikan.
Air melempar kaosnya secara asal setelah membukanya lebih dulu saat sudah naik ke atas tempat tidur.
Ia menarik tubuh berisi Hujan agar masuk kedalam pelukannya. Air yang awalnya hanya menciumi kening dan pipi kini mulai menyentuh bibir Hujan, ia baru melakukan hal itu lagi selama tujuh bulan terakhir ini saat Hujan sudah mau banyak bicara dan merespon sentuhannya.
"Rileks ya, fokus sama rasanya, Ok" bisik Air saat melepas ciuman singkat mereka.
Hujan mengangguk meski ia begitu takut.
"kalo gak bisa gak apa-apa, jangan di paksa ya. Aku mau kita lakuinnya bukan karna terpaksa" pinta Air lagi yang justru membuat kedua mata Hujan berkaca-kaca.
"Gak sakit, Kan?" tanyanya ketakutan karna bayangan rasa perih di area sensitifnya mulai berputar lagi di otaknya.
Air menghela nafasnya lebih dulu, lalu membaca doa dan kemudian berniat melayangkan aksinya yang sudah dua tahun tak ia lakukan sama sekali.
"Kalo sakit bilang ya, gak jadi juga gak apa-apa. Gak usah di paksain" pesan Air yang tak ingin kejadian berbulan bulan lalu saat Ia terpaksa melakukannya secara diam-diam karna tak tahan, namun berakhir dengan histerisnya Hujan karna gadis itu tersentak kaget ada yang hampir mendesak kedalam miliknya.
"Iya, Aku bisa. Aku janji bisa" ucapnya meyakinkan dirinya sendiri.
Air membuka luaran baju tidur Hujan, hingga kini hanya tersisa kain tipis berwarna biru yang menempel ditubuh moleknya. Ia yang memang sudah jarang sekali memakai BRAA tentu itu bisa membuat Air mempersingkat waktunya.
Debaran jantung yang hebat sekarang mereka rasakan, bahkan lebih dahsyat dari malam pertama mereka empat tahun lalu.
Sebagai langkah awal Air merangsang Hujan agar lebih rileks, dari mulai mencium kening sampai leher semua ia sentuh dengan sangat lembut.
Tangannya yang mulai menjelajah kini sibuk melepas satu-satunya kain yang masih menutup kebun kecil milik istrinya.
"Gak apa-apa, Kan?"
__ADS_1
Hujan mengangguk dengan kedua tangan mengepal untuk menahan rasa takutnya. Air sudah sangat tak sabar ingin segera melakukan permainan inti.
Ia lebarkan gerbang masuk kebun kecil sang istri agar bisa dengan mudahnya ia masuk untuk menanamkan miliknya yang sudah meronta butuh kebasahan.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Kak... ponsel kamu ketinggalan nih...
πππππππππππ
Gue ketekin lo bang lama lama!!!
gak jadi cium lah kalo nyebelin gitu ππππ
__ADS_1
Gue udah barecek yeh lo malah ganggu!!
Like komennya yuk ramaikan.