Air Hujan

Air Hujan
Bab 136


__ADS_3

🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱


Kakaaaaaaak...


Jeritan Hujan membuat Air panik dan langsung menarik tubuh istrinya lagi yang baru saja ia baringkan. Wajah Hujan yang basah langsung ia keringkan dengan kaos yang baru ia buka tadi.


"Ay! jorok ih" sentak Hujan saat Air mengelap wajahnya.


"Enggak, masih wangi kok" jawabnya sambil mencium bajunya sendiri.


"Tapi kan itu bekas keringet sama debu, seharian kan kamu keluar. Mana gak jelas keluarnya kemana terus sama siapa!" oceh Hujan lagi sambil menggeser duduknya karena karpet yang basah.


Aku cuma keluar di kamu doang, Jan Hujan dereeees!!" bisik Air yang langsung membuat bulu tengkuk Hujan meremang.


"Ih, apaan sih! gak jelas banget" ucap Hujah yang akhirnya bangun dari duduk menuju kamar mandi sebab bajunya sedikit basah.


"Jan.." " teriak Air yang juga ikut bangun lalu berjalan di belakang istrinya.


BRAAAAKK..


"Jan.. Jan Hujan deres!"


"Woy! buka gak?"


"Jan, kakak ikut, kita mandi berdua! "


Air terus saja memanggil istrinya sambil menggedor pintu kamar mandi yang di kunci rapat.


Ia mendengus kesal lalu menendangnya dengan sedikit keras.


"Aw!!" pekiknya menahan sakit.


Air yang sama sekali tak di buka kan pintu akhirnya memilih kembali menuju karpet, ia rapih kan semua buku dan barang milik sang istri kemudian Air meletakkannya di meja belajar milik Hujan, Hal yang sebenarnya sepele untuknya tapi tidak bagi Hujan, ia akan merasa semakin di perhatikan saat Air tak mengabaikan semua kebutuhannya.

__ADS_1


.


.


.


.


"Udah dong, jangan cemberut gitu" rayu Air sambil memeluk Hujan dari belakang saat gadis itu berdiri di depan cermin menyisir rambutnya.


"Awas!" titahnya sembari melepas tangan sang suami


"Tadi lagi pengen banget ya, kalo kamu marah karna yang semalem aku terima, iya aku yang salah karna ngantuk banget, Jan. Tapi kalo yang barusan jelas bukan salah aku!" jelas Air, bibirnya terus menyusuri leher putih Hujan yang begitu harum


"Terus salah siapa?" tanya Hujan yang semakin kesal, tak bisa ia pungkiri ia memang sedang sangat menikmatinya tadi, namun rasa nikmat itu hilang saat tiba-tiba wajahnya tersiram guyuran Air putih.


"Salah si gelas lah! ngapain coba dia numpahin isinya ke muka kamu? aku yakin dia tuh sirik karna kamu tuh cantik" rayunya sambil mengeratkan pelukannya.


"Ya udah hayu, masih cukup lah waktunya sebelum makan malem" goda nya lagi, ia tak akan pantang meyerah sebelum bisa mendapat kan lahan garapan untuk di siram.


"Gak mau! Kamu mandi sana, aku mau kebawah" titah Hujan masih berusaha melepas tangan Air dari perutnya.


"Mandiin" rengekny setelah memberikan satu tanda kecil di dekat telinga isterinya.


Hujan yang kesal akhirnya mengeluarkan jurus jitu nya saat sang suami sulit sekali melepas pelukannnya, ia yakin mama mertuanya pasti kini tengah sibuk menyiapkan makan malam.


"Ampun gak!" ancam Hujan saat ia meremat milik suaminya yang tadi sempat menegang.


"Aw.. aw.. ampun iya! sakit, Jan" jerit Air kesakitan, Ia mencoba melepaskan remasan tangan Hujan dari miliknya


"Belom aja aku gigit!" sentak Hujan semakin senang menjahili suaminya.


"Waduh... itu ngancem apa saking menikmatinya kalo sampe di gigit? " kekeh Air yang langsung membuat Hujan membulatkan kedua matanya.

__ADS_1


Niat hati mengancam ia malah justru di goda, kini kedua pipinya pasti sudah sangat merah menahan malu.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Cukup di Raba.. di jilat.. di celupin!!


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Bagi dong oreonya 🀣🀣🀣🀣


Tolong ya si kakak lagi bahas tata cara makan OREO..


otak mohon tetap di tempatnya.. jangan kemana-mana!


like komennnya yuk ramaikan.

__ADS_1


__ADS_2